JAKARTA, investor.id – Pemodal amsyong gara-gara 10 saham jeblok. Sebab, harganya terjungkal dari 15% hingga 28% dalam sepekan (9-13 September 2024). Saham-saham tersebut juga masuk daftar top losers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) tercatat sebagai saham dengan kerugian paling parah. Saham BINO jatuh sebesar 28,2% dan memimpin top losers selama pekan ini. Harganya pun melorot menjadi Rp 224 dari Rp 312 pada pekan lalu.
Diikuti, saham PT Pakuan Tbk (UANG) ambles 25,7% menjadi Rp 735, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) 22,8% menjadi Rp 216, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) 21,8% menjadi Rp 372, dan PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) 21,4% menjadi Rp 256.
Kemudian, saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) ambrol 19,7%, PT Inter Delta Tbk (INTD) 19,3%, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) 18,5%, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) 16,9%, dan PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) 15,7%.
Sementara itu, pada periode yang sama, kapitalisasi pasar bursa naik 1,3% menjadi Rp 13.390 triliun dari Rp 13.217 triliun pada pekan lalu. Angka itu membuat kapitalisasi pasar kembali mengukir rekor tertinggi sepanjang masa.
Dengan demikian, ini merupakan pemecahan rekor kapitalisasi BEI dalam lima minggu berturut-turut. Sebab, rekor kapitalisasi pasar sebelumnya terjadi pada pekan lalu di level Rp 13.217 triliun.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga meningkat 1,1% ke level 7.812,1 dari 7.721,8 pada penutupan pekan lalu. IHSG juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada Jumat (13/9/2024). Sedangkan rekor sebelumnya terjadi pada Kamis (12/9/2024) di level 7.798.1.
Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 40,1% menjadi Rp 14,98 triliun dari Rp 10,69 triliun pada pekan lalu. Hal serupa juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang naik sebesar 1,6% menjadi 1,14 juta kali dari 1,12 juta kali pada pekan lalu. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian naik 10,79% menjadi 23,3 miliar saham dari 21,9 miliar saham.
Pada perdagangan Jumat (13/9/2024), investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 17,95 triliun. Hal itu membuat nilai beli asing (net buy) investor asing sepanjang tahun berjalan ini melesat menjadi Rp 51,4 triliun.
Saham Banjir Cuan
Sementara itu, Sebaanyak 10 saham lagi banjir cuan dalam sepekan. Sebab, melonjak dari 30% hingga 134% selama sepekan (9 – 13 September 2024). Alhasil, saham-saham tersebut menduduki top gainers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) catatkan cuan paling gede, karena naik hingga 134%. Harganya menjadi Rp 4.330 dari Rp 1.850 pada pekan lalu.
Diikuti, kenaikan saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 78,5% menjadi Rp 240, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) 71,8% menjadi Rp 605, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) 45,2% menjadi Rp 218, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) 41,1% menjadi Rp 58.100.
Kemudian, saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) 39,1% menjadi Rp Rp 160, PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) 38,5% menjadi Rp 230, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 38,1% menjadi Rp 1.105, PT Indointernet Tbk (EDGE) 34,7%, dan PT Remala Abadi Tbk (DATA) 30,6% menjadi Rp 640.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News