#30 tag 24jam
KBank Buka Peluang Ekspansi Anorganik Bank Maspion (BMAS)
KBank sebagai pemegang saham Bank Maspion membuka peluang ekspansi anorganik untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan Indonesia yang sangat kompetitif. [534] url asal
#kbank #kasikorn-bank #kasikorn #bank-asal-thailand #bank-maspion #bmas #pemegang-saham-bank-maspion #pemilik-bank-maspion
(Bisnis.Com - Finansial) 18/10/24 18:55
v/16662198/
Bisnis, BANGKOK – Kasikornbank (KBank), salah satu bank terbesar di Thailand, terus memperluas strategi pertumbuhannya di Indonesia melalui PT Bank Maspion Tbk. (BMAS).
Selain pertumbuhan organik, KBank juga membuka peluang ekspansi anorganik untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan Indonesia yang sangat kompetitif.
Pipit Aneaknithi, Presiden KBank, mengungkapkan bahwa mereka siap mengeksplorasi peluang-peluang akuisisi atau merger yang mungkin timbul sejalan dengan strategi pertumbuhan Bank Maspion.
“Fokus utama kami saat ini adalah pertumbuhan organik. Namun, kami juga tetap membuka diri terhadap peluang ekspansi anorganik yang dapat mempercepat pertumbuhan Bank Maspion. Ini adalah bagian dari pendekatan kami untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar,” jelas Pipit, Kamis (18/10/2024).
Salah satu strategi utama KBank untuk mendorong pertumbuhan Bank Maspion adalah fokus pada segmen korporasi besar di Indonesia. Pipit menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk membangun fondasi yang kuat sebelum memperluas layanan ke segmen lain seperti usaha kecil dan menengah (UKM) serta ritel.
Di sisi lain, Bank Maspion juga berupaya memperkuat jangkauan regional dengan mendukung perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan mitra bisnis di Thailand dan negara lain di Asean.
“Kami ingin mendukung konglomerat besar di Indonesia, termasuk yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan Thailand. Dengan pengalaman kami di pasar Thailand dan dukungan dari KBank, kami yakin dapat memberikan nilai tambah bagi korporasi di Indonesia,” tambah Pipit.
Dalam hal ekspansi anorganik, KBank melihat potensi yang besar melalui peluang akuisisi dan merger di pasar Indonesia. Meskipun Pipit tidak memberikan detail spesifik mengenai target potensial, dia menegaskan bahwa KBank tetap terbuka terhadap segala kemungkinan.
"Untuk transaksi semacam ini, kami tidak akan secara langsung mengatakan ya atau tidak. Ini adalah keputusan yang sangat sensitif, baik untuk entitas perbankan maupun pemegang saham kami. Jadi, kami akan mempertimbangkan setiap peluang dengan sangat hati-hati," ujarnya.
Tantangan Ekspansi
Meskipun ekspansi anorganik menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan, KBank mengakui adanya tantangan yang harus dihadapi.
Chat Luangarpra, Wakil Presiden Eksekutif KBank dan Komisaris Utama Bank Maspion, menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar adalah memperkuat infrastruktur teknologi dan memastikan bahwa Bank Maspion siap untuk pertumbuhan yang lebih agresif.
“Kami harus menyeimbangkan antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Saat ini, kami sedang fokus memperkuat infrastruktur dasar kami. Meskipun kami melihat banyak peluang, kami harus memastikan bahwa pondasi kami cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut, baik organik maupun anorganik,” jelas Chat.
Chat juga menambahkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Bank Maspion perlu melakukan investasi besar dalam teknologi dan sumber daya manusia untuk mencapai skala yang lebih besar dan bersaing dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia.
Meskipun tantangan di depan cukup besar, KBank tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan di Indonesia. Chat menjelaskan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar, terutama di sektor UKM dan ritel, yang saat ini masih sangat kurang terlayani.
Dengan mendukung segmen korporasi besar dan mengembangkan kemampuan digital, KBank yakin bahwa Bank Maspion akan mampu meningkatkan skala operasionalnya secara signifikan.
“Kami percaya bahwa dengan kombinasi kekuatan dari KBank dan keahlian lokal dari Bank Maspion, kami bisa tumbuh dengan cepat, baik melalui ekspansi organik maupun anorganik. Indonesia memiliki potensi besar, dan kami siap untuk memanfaatkannya,” tutup Chat.
Dengan pendekatan dua arah ini, KBank berencana untuk terus memperkuat posisinya di Indonesia, baik melalui pertumbuhan organik maupun anorganik, sambil terus memperhatikan kehati-hatian dalam setiap langkahnya
KBank Bidik Bank Maspion Masuk Top 15 Bank Terbesar di Indonesia pada 2027
Kasikornbank (KBank), menargetkan Bank Maspion (BMAS) untuk masuk dalam jajaran 15 bank terbesar di Indonesia pada tahun 2027. [609] url asal
#kbank #kasikorn-bank #kasikorn #bank-asal-thailand #bank-maspion #bmas #pemegang-saham-bank-maspion #pemilik-bank-maspion
(Bisnis.Com - Finansial) 18/10/24 16:49
v/16655451/
Bisnis, BANGKOK – Kasikornbank (KBank), salah satu bank terbesar di Thailand, menargetkan Bank Maspion (BMAS) untuk masuk dalam jajaran 15 bank terbesar di Indonesia pada tahun 2027.
Ambisi ini didukung oleh serangkaian strategi yang mencakup fokus pada segmen korporasi besar, penguatan infrastruktur digital, serta kolaborasi dengan ekosistem keuangan lokal.
Sebagai pemegang saham pengendali, KBank optimistis dapat membawa Bank Maspion ke posisi strategis di industri perbankan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Pipit Aneaknithi, Presiden KBank, mengatakan bahwa Bank Maspion akan memprioritaskan pertumbuhan di segmen korporasi besar dalam beberapa tahun awal, untuk membangun fondasi neraca yang kuat.
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat Bank Maspion dengan memanfaatkan peluang di segmen korporasi besar. Ini penting untuk stabilitas dan pertumbuhan bank sebelum kami memperluas ke segmen UKM dan ritel,” jelas Pipit, Kamis (18/10/2024).
Selain fokus pada korporasi besar, KBank juga berencana melakukan transformasi besar-besaran dalam infrastruktur teknologi di Bank Maspion.
Wakil Presiden Eksekutif KBank sekaligus Komisaris Utama Bank Maspion, Chat Luangarpra, menekankan pentingnya investasi dalam teknologi digital untuk memperkuat kemampuan bank dalam melayani nasabah di segmen UKM dan ritel.
“Kami tidak bisa hanya membawa teknologi dari Thailand tanpa memperkuat infrastruktur dasar terlebih dahulu. Transformasi ini akan memakan waktu satu hingga dua tahun sebelum Bank Maspion benar-benar siap melayani segmen yang lebih luas,” kata Chat.
Dia juga menambahkan bahwa KBank akan memperkuat sistem IT dan mengintegrasikan teknologi yang lebih canggih untuk mendukung pertumbuhan Bank Maspion di Indonesia.
Kolaborasi
Direktur Utama Bank Maspion, Kasemsri Charoensiddhi, mengungkapkan bahwa salah satu inisiatif penting yang sedang dieksplorasi Bank Maspion adalah kolaborasi dengan fintech lokal.
Bank Maspion telah memulai proyek percontohan dengan beberapa fintech, termasuk Akseleran, untuk mempercepat proses pemberian pinjaman kepada UKM. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan Bank Maspion, meskipun saat ini kontribusinya masih kecil.
“Kami telah memulai proyek percontohan dengan beberapa fintech lokal untuk mempercepat proses pinjaman bagi UKM, meskipun saat ini masih dalam skala kecil. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memahami pasar dan melihat potensi ekspansi di segmen UKM melalui kanal digital,” jelas Kasemsri.
Kasemsri juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan fintech ini masih bersifat percobaan dan Bank Maspion tengah mempersiapkan infrastruktur digital yang lebih baik agar dapat terhubung dengan lebih banyak fintech di masa mendatang.
“Saat ini, prosesnya masih manual, dan kami perlu membangun infrastruktur yang lebih kuat untuk memungkinkan koneksi yang lebih mulus dengan fintech,” tambahnya.
Tantangan
Meski memiliki ambisi besar, KBank dan Bank Maspion menyadari berbagai tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan untuk memperkuat manajemen risiko dan infrastruktur teknologi.
Chat Luangarpra menekankan bahwa pertumbuhan cepat tanpa fondasi yang kokoh bisa berisiko, terutama dalam menghadapi volume transaksi yang semakin besar di segmen UKM dan ritel.
“Kami harus membangun infrastruktur IT yang kuat dan memastikan bahwa sistem kami dapat menangani peningkatan volume transaksi yang terjadi secara online. Investasi dalam infrastruktur teknologi ini akan memakan waktu, tetapi sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Chat.
Di sisi lain, Bank Maspion juga menghadapi tantangan dalam mengembangkan sumber daya manusia yang memadai di sektor perbankan.
Pertumbuhan cepat di segmen UKM dan ritel membutuhkan lebih banyak tenaga kerja terampil, terutama di bidang manajemen risiko dan teknologi keuangan.
Meskipun demikian, dengan dukungan penuh dari KBank dan kolaborasi yang terus berkembang dengan fintech lokal, Bank Maspion optimistis dapat mencapai targetnya untuk masuk dalam jajaran 15 bank terbesar di Indonesia pada 2027.
“Kami yakin, dengan kombinasi kekuatan KBank dan pemahaman lokal dari Bank Maspion, kami dapat tumbuh dengan cepat dan mencapai ambisi ini,” tutup Kasemsri.
KBank gandeng Bank Maspion untuk perluas kemitraan regional
Bank regional asal Thailand, KBank berkomitmen untuk memperluas kemitraan regional dengan menggandeng Bank Maspion dan memberikan layanan keuangan terbaik ... [638] url asal
#bangkok #kbank #kasikorn-bank #bank-maspion
(Antara) 18/10/24 05:38
v/16643167/
Bangkok (ANTARA) - Bank regional asal Thailand, KBank berkomitmen untuk memperluas kemitraan regional dengan menggandeng Bank Maspion dan memberikan layanan keuangan terbaik yang mampu memberdayakan bisnis serta perdagangan lintas negara.
President of KBank Pipit Aneaknithi di Bangkok, Thailand, Kamis mengatakan bahwa dengan adanya investasi di Bank Maspion di Indonesia, menjadi komitmen untuk memperluas kemitraan regional oleh bank yang didirikan pada 1945 dan berpusat di Thailand tersebut.
"KBank berkomitmen untuk menjadi regional bank of choice. Investasi kami di Bank Maspion, menegaskan dedikasi kami untuk memperluas kemitraan regional, sembari turut memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia dan Thailand," kata Pipit.
Pipit menjelaskan, strategi pertumbuhan regional KBank fokus pada pasar ASEAN, China, Jepang dan Korea Selatan (MEA+3). Kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya manusia dengan tenaga kerja yang besar serta kelas menengah yang terus berkembang.
Menurutnya, dengan kondisi tersebut menciptakan peluang bagi KBank untuk memanfaatkan keahliannya dalam teknologi dan keberlanjutan, yang didukung dengan jaringan luas lebih dari 70 mitra keuangan di 13 negara.
"Sebagai bank regional terkemuka dengan keahlian teknologi, KBank bangga akan legasi yang telah kami bangun," katanya.
KBank mengembangkan aplikasi bernama K PLUS, yang digunakan lebih dari 24 juta pengguna regional, dan memberikan dampak transformatif. KBank berkomitmen terhadap inklusi keuangan dan memastikan layanan perbankan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
"Dengan mengintegrasikan inovasi terkini dan praktik berkelanjutan, KBank siap mendorong pengembangan sektor keuangan di seluruh kawasan MEA+3 dengan tetap fokus untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi mitra, bisnis, dan konsumen," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Executive Vice President of KBank and President commissioner of Bank Maspion Chat Luangarpra menambahkan, selain keunggulan teknologi pihaknya juga mendorong transformasi Bank Maspion untuk meningkatkan kemampuan.
"Selain teknologi, KBank juga akan terus mendukung setiap kapabilitas untuk mentransformasi Bank Maspion, dari bank kecil untuk menjadi bank berstandar internasional," kata Chat.
Chat menambahkan, sejumlah transformasi untuk meningkatkan kapabilitas Bank Maspion tersebut adalah seperti manajemen risiko, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), operasional dan yang lainnya.
Sementara itu, President Director of Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengatakan bahwa pihaknya melihat masa depan yang cerah untuk Bank Maspion. Diharapkan, Bank Maspion bisa masuk dalam 20 bank besar di Indonesia.
“Kami melihat masa depan yang cerah bagi Bank Maspion. Dengan tambahan modal, kami berkomitmen untuk mencapai status KBMI 3 pada 2027 dan memposisikan Bank Maspion diantara 20 bank terbesar di Indonesia," katanya.

"Kita melakukan asesmen TI, aplikasi, infrastruktur, SDM dan termasuk keamanan siber. Setelah itu, kami lakukan peningkatan infrastruktur," kata Executive Chairman of KBTG Voranuch Dejakaisaya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian KBank, adalah terkait keamanan siber dalam seluruh operasi. Chief Infomation Security Officer KBTG Chatchawat Asawarakwong menambahkan, terkait keamanan siber pihaknya melakukan edukasi terhadap SDM Bank Maspion.
"Kami mengedukasi karyawan untuk keamanan siber, salah satunya terkait mencurigai email yang masuk dalam inbox mereka. SDM kita pastikan untuk mengetahui ada bahaya dari email yang masuk kepada para pekerja," katanya.
Sejak 2017, KBank menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham sebesar 9,99 persen yang kemudian menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 67,5 persen pada 2022 dan pada 2023 menjadi 84,55 persen usai menyuntikkan tambahan modal Rp3,5 triliun.
KBank berkeyakinan potensi pertumbuhan Indonesia dan bertekad untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan sektor perbankan dengan menawarkan produk dan layanan berkualitas bagi bisnis dan individu.
Sebagai pemegang saham terbesar Bank Maspion, KBank berkomitmen untuk mendukung industri perbankan Indonesia pada empat area utama yakni kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kemudian, KBank juga akan meningkatkan pembiayaan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), memperkuat pembiayaan perdagangan regional dengan memanfaatkan jaringan dan mempercepat transformasi digital.
Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2024