JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, di media sosial beredar video viral. Video tersebut memperlihatkan seorang penumpang yang diduga seorang polisi, melakukan pemukulan terhadap sopir taksi online.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah. Terlihat pada video, sopir dipukul wajahnya oleh penumpang yang hendak turun dari mobil.
Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar penumpang dan pengemudi tidak sampai salah paham hingga terjadi perselisihan.
"Pertama, tanyakan kepastian titik antar kepada penumpang sebelum jalan," ujar Igun, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.
"Kedua, jika ada perbedaan agar dapat sama-sama merevisi titik antar sebelum jalan. Sehingga, apabila penumpang menolak maka cari jalan keluar solusi, apakah dalam bentuk kompensasi penambahan biaya melalui tips atau bagaimana maunya penumpang," kata Igun.
Ketiga, menurut Igun, sampaikanlah informasi secara jelas kepada penumpang agar tidak salah paham atau penumpang salah mengerti komunikasi.
Tangkapan layar Seorang penumpang taksi online yang merupakan perwira polisi menonjok sopir setelah terlibat adu mulut di dalam taksi. Insidem yang terjadi di sebuah kawasan di Jakarta lada Kamis (31/12024) itu viral di media sosial"Keempat, hindari perdebatan dengan penumpang untuk menghindari konflik lebih dalam," ujar Igun.
"Kelima, lebih baik disampaikan pembatalan lebih awal sebelum berjalan apabila ada kebuntuan solusi jika terjadi selisih atau perbedaan titik antar agar tidak terjadi konflik di jalan," kata Igun.
Jika ditarik kesimpulan dari kelima tips tersebut, maka yang paling penting adalah komunikasi yang jelas dan kesepakatan. Sehingga, tidak ada yang merasa dirugikan.