#30 tag 24jam
Kemiripan Kaum Nabi Luth dan Tentara Israel yang Sodomi Tahanan Palestina
Alquran menyebut perilaku kaum sodom dengan menyebutnya keji dan fasik. [618] url asal
#tentara-israel #tentara-israel-sodomi-tahanan-palestina #tentara-israel-kaum-nabi-luth #tentara-israel-gay #tentara-israel-lgbt #tentara-israel-kalah #kebiadaban-tentara-israel-di-gaza #pemerkosaan-te
(Republika - Khazanah) 31/07/24 10:20
v/12726489/
REPUBLIKA.CO.ID, Para tentara Israel dilaporkan memperkosa tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman di gurun Negev Israel selatan. Natti Rom, seorang pengacara yang mewakili beberapa tentara pelaku perkosaan mengatakan bahwa kliennya menghadapi dakwaan atas tindakan sodomi.
Sebagaimana diketahui, sodomi adalah perbuatan jahat, keji dan fasik yang dilarang agama. Perilaku tentara Israel ini mirip dengan apa yang dilakukan kaum Nabi Luth yang disebut dengan kaum sodom. Alquran menyebut perilaku kaum sodom dengan menyebutnya keji dan fasik.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلُوْطًااٰتَيْنٰهُحُكْمًاوَّعِلْمًاوَّنَجَّيْنٰهُمِنَالْقَرْيَةِالَّتِيْكَانَتْتَّعْمَلُالْخَبٰۤىِٕثَۗاِنَّهُمْكَانُوْاقَوْمَسَوْءٍفٰسِقِيْنَۙ
Kepada Luth, Kami menganugerahkan hikmah serta ilmu dan Kami menyelamatkannya dari (azab yang telah menimpa penduduk) negeri (Sodom) yang melakukan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.(QS Al-Anbiya' Ayat 74)
Nabi Luth telah diselamatkan Allah ketika negeri tempat tinggalnya, yaitu Sodom yang ditimpa azab Allah, karena penduduknya banyak berbuat kejahatan dan kekejian secara terang-terangan. Perbuatan-perbuatan keji yang mereka kerjakan di antaranya melakukan hubungan kelamin antara sesama lelaki (homoseksual), mengganggu lalu lintas perniagaan dengan merampok barang-barang perniagaan itu, mendurhakai Nabi Luth dan tidak mengindahkan ancaman Allah dan lain-lain. Maka kota Sodom itu dimusnahkan Allah. (Tafsir Kementerian Agama)
Kisah kaum sodom diabadikan dalam Alquran. Mereka adalah umat Nabi Luth di kota Sodom. Kaum sodom adalah orang-orang yang keras sikap kekafirannya dan keras kepalanya. Mereka tega mengusir Rasul utusan Allah yakni Nabi Luth, bahkan kaum sodom menantang azab Allah.
Hal ini dikisahkan dalam QS Al-'Ankabut Ayat 29. Kaum Sodom menantang dan meminta azab Allah segera didatangkan kepada mereka. Pada akhirnya, azab pun menimpa kaum Sodom yang telah berbuat keji dan dosa yang melampaui batas.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَىِٕنَّكُمْلَتَأْتُوْنَالرِّجَالَوَتَقْطَعُوْنَالسَّبِيْلَەۙوَتَأْتُوْنَفِيْنَادِيْكُمُالْمُنْكَرَۗفَمَاكَانَجَوَابَقَوْمِهٖٓاِلَّآاَنْقَالُواائْتِنَابِعَذَابِاللّٰهِاِنْكُنْتَمِنَالصّٰدِقِيْنَ
Pantaskah kamu mendatangi laki-laki (untuk melampiaskan syahwat), menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka, jawaban kaumnya tidak lain hanyalah mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah jika engkau termasuk orang-orang benar!” (QS Al-'Ankabut: 29)
Tafsir Kementerian Agama menerangkan, pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Luth senang melampiaskan syahwatnya kepada sesama pria. Kebiasaan ini jelas bertentangan dengan tujuan kebutuhan biologis manusia biasa. Nafsu seksual yang normal bagi pria adalah melampiaskan nafsu syahwatnya kepada wanita.
Perbuatan pria melampiaskan syahwatnya kepada sesama pria sangat dicela Nabi Luth. Nabi Luth menasihati kaumnya agar perbuatan terkutuk tersebut ditinggalkan.
Penduduk kota Sodom juga dikisahkan senang melakukan perampokan dan pembunuhan di jalan yang dilalui oleh kafilah yang membawa barang dagangan. Barang-barang mereka dirampas, kemudian pemiliknya dibunuh.
Perkataan menjijikan dan berani menentang Tuhan..
Di samping itu, perkataan dan perbuatan penduduk kota Sodom di tempat-tempat perkumpulan sangat menjijikkan, merusak sendi-sendi akhlak dan moral yang mulia dan pikiran yang sehat.
Nabi Luth tidak tinggal diam melihat kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam masyarakat kaumnya. Ia berusaha mencegahnya dengan memberikan nasihat dan pengajaran yang berharga. Akan tetapi, semua yang dilakukan Nabi Luth dipandang remeh dan tidak pernah didengar oleh kaum Sodom.
Ketika Nabi Luth mengancam kaumnya bahwa Allah akan menurunkan azab kalau mereka tidak juga mau mengubah kelakuannya yang keji itu, kaum Sodom malah menantang azab Allah. Kaum Sodom menantang agar Nabi Luth mohon kepada Tuhan supaya diturunkan siksaan yang dijanjikan itu sekarang juga.
“Kami akan membuktikan sampai dimana kebenaran ucapanmu, hai Luth," kata kaum Sodom.
Karena kebencian yang mendalam, kaum Sodom mengusir Nabi Luth dari negeri mereka. Sebab tak ada gunanya orang-orang suci seperti Nabi Luth tinggal bersama mereka.
Allah menjelaskan: Jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.” (QS al-A‘raf: 82)
Umat Nabi Luth atau kaum Sodom menantang supaya didatangkan azab. Nabi Luth akhirnya memohon agar Allah menolongnya. Ayat di atas menggambarkan betapa keras sikap kekafiran dan keras kepala kaum Sodom, sampai-sampai mereka tega mengusir Rasul utusan Tuhan itu dari negerinya sendiri.
Khan Younis Jadi Saksi Kebiadaban Israel, Tiga Ratus Jenazah Ditemukan
Sebagian besar mayat yang ditemukan sudah membusuk. [427] url asal
#khan-younis #khan-younis-jadi-saksi #genosida-israel #genosida-di-gaza #genosida-israel-di-gaza #genosida-gaza #genosida-israel-melawan-palestina #tentara-israel #kebiadaban-tentara-israel-di-gaza #te
(Republika - Khazanah) 31/07/24 05:43
v/12707437/
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Khan Younis kembali menjadi saksi kebiadaban pasukan Israel menyusul penarikan tentara penjajah dari kota yang berada di Gaza bagian selatan tersebut.
Pertahanan Sipil di Jalur Gaza melaporkan bahwa jumlah mayat syuhada yang ditemukan dari bagian timur kota itu melebihi prediksi, dengan penghitungan awal yang menunjukkan sekitar 300 warga Palestina terbunuh oleh pasukan pendudukan Israel.
Selain itu, pihak berwenang melaporkan bahwa selama delapan hari terakhir, para pekerja darurat telah menemukan hampir 300 mayat, yang sebagian besar sudah membusuk. Operasi pencarian orang hilang masih terus dilakukan.
Para pekerja darurat di Khan Younis kesulitan untuk menemukan mayat-mayat dari bawah reruntuhan di tengah kehancuran yang nyaris total, dengan kerusakan infrastruktur yang dilaporkan mencapai 90%. Perlu dicatat bahwa pasukan penjajah Israel memperbarui invasi ke Khan Younis mulai 22 Juli 2024, yang berlangsung selama delapan hari, di tengah konfrontasi sengit oleh Perlawanan Palestina.
Kehancuran besar-besaran di Khan Younis
Kantor Pemerintah di Jalur Gaza mengungkapkan bahwa dalam delapan hari tersebut, pasukan penjajah Israel menghancurkan puluhan bangunan tempat tinggal dan rumah, menewaskan dan melukai ratusan orang, yang merupakan kejahatan perang yang jelas.
Kantor pemerintah mengatakan bahwa pasukan penjajah Israel menghancurkan 31 bangunan tempat tinggal yang dihuni oleh penduduk. Sementara itu, sebanyak 320 rumah dan bangunan lainnya rusak. Pasukan pendudukan Israel juga menargetkan sektor-sektor penting di timur Khan Younis, kantor tersebut menambahkan.
Selain itu, pihak berwenang mengungkapkan bahwa penjajah Israel beberapa kali menghalangi petugas darurat untuk menyelamatkan warga Palestina yang terluka di Khan Younis, yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional, khususnya kewajiban untuk melestarikan kehidupan dan hak untuk hidup.
Penjajah Israel juga melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, khususnya terkait pemindahan penduduk secara paksa dan mengancam nyawa ratusan ribu warga sipil.
Otoritas Gaza menyatakan bahwa pendudukan Israel dan pemerintah Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas pembantaian yang terus menerus terhadap warga sipil. Mereka menuntut pengadilan internasional dan masyarakat internasional untuk mengadili para penjahat perang Israel dan segera menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina.
Pada Selasa (30/7/2024) waktu setempat, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan jumlah korban tewas dan luka-luka terbaru di seluruh jalur Gaza. Kementerian mengungkapkan bahwa penjajah Israel melakukan tiga pembantaian dengan menyerang rumah-rumah keluarga.
Sedikitnya 37 warga Palestina gugur syahid dan 73 lainnya terluka dalam serangan Israel dalam 24 jam sebelum pernyataan Kementerian tersebut dirilis. Angka ini meningkatkan jumlah total warga Palestina yang terbunuh menjadi 39.400 orang, dengan 90.996 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
Selain itu, 12 warga Palestina baru-baru ini menjadi martir di kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza, setelah pasukan penjajah Israel menembaki sekelompok besar warga sipil di kamp tersebut.
Roket Pembunuh 12 Warga Sipil di Majdal Shams Milik Hizbullah atau Israel? Ini Analisisnya
Majdal Shams tidak pernah menjadi sasaran serangan Hizbullah. [943] url asal
#majdal-shams #israel-serang-lebanon #perang-israel-hizbullah #genosida-israel-di-gaza #kebiadaban-tentara-israel-di-gaza #peluru-israel #iron-dome #kerusakan-iron-dome
(Republika - Khazanah) 29/07/24 11:52
v/12519867/
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Militer Israel menuding jika kelompok perlawanan bersenjata asal Lebanon, Hizbullah, berada di balik meledaknya sebuah roket di kota yang diduduki penjajah, Majdal Shams, pada Sabtu (27/7/2024). Roket tersebut menewaskan 12 warga sipil termasuk sepuluh anak-anak.
Militer penjajah Israel bahkan menyebutkan jenis roket artileri yang digunakan dalam serangan tersebut, yang diklaim sebagai roket Falaq-1. Kelompok pejuang Hizbullah di Lebanon membantah keras keterlibatan mereka. Hizbullah mengaku tidak bertanggung jawabnya atas serangan mematikan terhadap desa di Golan Suriah yang diduduki Israel tersebut.
Al-Mayadeen, media yang berbasis di Lebanon, menganalisis objek serangan dan video yang merekam momentum roket tersebut meledak. Al-Mayadeen pun mengungkapkan beberapa fakta yang mesti diperjelas sebelum menganalisis meledaknya roket tersebut.
Pertama, para pejabat Israel mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel dapat mengidentifikasi roket yang digunakan dalam serangan tersebut sebagai roket Falaq-1, yang dilaporkan membenarkan kecurigaan mereka.
Roket Falaq-1 adalah roket artileri dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Kaliber 240 mm
- Panjang 1.320 mm
- Diperkirakan memiliki jangkauan 10 km
- Langit-langit penerbangan maksimum 3,5 km
- Hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 50 kg
- Roket berbahan bakar propelan padat
Kedua, hulu ledak berdaya ledak tinggi biasanya berisi campuran bahan peledak bersama komponen yang akan menjadi pecahan peluru. Roket tersebut didorong oleh tekanan yang disebabkan oleh bahan peledak yang disebutkan di atas. Setelah tumbukan dengan permukaan, sebuah kawah akan terbentuk.
Ukuran kawah ini bervariasi sesuai dengan beberapa faktor diantaranya yakni massa bahan peledak, tekanan yang dihasilkan oleh hulu ledak ke dalam tanah, dan komposisi permukaan, di antara elemen-elemen lainnya.Ketiga, roket Falaq menghabiskan propelan padat kurang dari 2 detik setelah ditembakkan.
Kegagalan sistempencegat rudal Iron Dome Israel
Nuansa penting lainnya yang akan membantu penyangkalan Hizbullah atas keterlibatannya adalah kegagalan pencegat Kubah Besi (pencegat) dengan menembakkan rudal ke permukaan udara, yang disebut Tamir. Kegagalan tersebut terjadi dalam beberapa kesempatan beberapa bulan terakhir.
Termasuk, jatuhnya pencegat Iron Dome di Tel Aviv pada awal Desember 2023 dan kebakaran yang disebabkan oleh pencegat Israel di al-Jalil yang diduduki setelah pencegatan yang gagal terhadap pesawat tak berawak Hizbullah pada 25 Juli 2024.
Ada banyak insiden semacam itu, dengan beberapa di antaranya tertangkap kamera secara langsung, diantaranya yakni peristiwa ketika rudal Tamir Israel menghantam rumah sakit di Tel Aviv pada 6 November 2023. Beberapa masalah teknis yang terkait dengan baterai Iron Dome dapat mengakibatkan kegagalan pencegatan. Masalah-masalah ini termasuk radar pengaktifan yang tidak berfungsi, pencari radar yang rusak, sensor peledakan diri yang rusak, dan motor yang rusak, di antara potensi masalah lainnya.
Hal yang paling berbahaya adalah kerusakan pada sensor peledakan diri, yang membuat operator tidak dapat menghancurkan rudal permukaan ke udara.
Apakah rudal Tamir Israel menghantam Majdal Shams?
Sangat mungkin bahwa kesalahan pada rudal permukaan ke udara yang ditembakkan dari peluncur Iron Dome tepat di belakang Majdal Syam menyebabkan tewasnya belasan warga sipil.
Majdal Shams, yang merupakan salah satu kota yang diduduki oleh “Israel” pada tahun 1967, merupakan rumah bagi sebagian besar orang Arab Druze Suriah dan sebagian kecil pemukim Israel. Kota ini memiliki penduduk asli yang terwakili secara signifikan. Mereka tidak pernah menjadi objek serangan langsung Perlawanan Islam di Lebanon sejak 8 Oktober 2023.
Meskipun Perlawanan telah meluncurkan senjata yang sangat presisi seperti peluru kendali anti-tank dan drone ke posisi militer Israel di kota-kota seperti Arab al-Aramshe, Israel, mereka tidak pernah menembakkan senjata artileri roket tanpa kendali ke kota-kota ini.
Selama hampir 300 hari konfrontasi sengit di dekat perbatasan Lebanon-Palestina, Majdal Shams tidak pernah menjadi sasaran serangan Hizbullah. Perlawanan juga tidak malu-malu menerima tanggung jawab atas kecelakaan di masa lalu, seperti sebuah insiden dalam perang 2006 di Lebanon ketika sebuah roket yang diluncurkan oleh pejuang Hizbullah menghantam sebuah rumah di al-Nasirah yang diduduki.
Serangan itu terjadi pada 19 Juli 2006, dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengambil kesempatan terdekat, di tengah-tengah perang yang sedang berlangsung untuk meminta maaf kepada keluarga tersebut.
“Kepada keluarga yang menjadi korban di al-Nasirah - atas nama saya dan saudara-saudara saya, saya meminta maaf kepada keluarga ini,” katanya.
“Beberapa peristiwa seperti itu terjadi. Bagaimanapun, mereka yang terbunuh di al-Nasirah, kami menganggap mereka sebagai martir untuk Palestina dan martir untuk bangsa. Saya turut berbelasungkawa kepada mereka.”
Kawah jejak ledakan..
Adapun bukti yang dikumpulkan dari lokasi jatuhnya roket merupakan kawah yang dibentuk oleh proyektil memiliki lebar sekitar 2 meter dan kedalaman beberapa sentimeter. Ukuran ini mengindikasikan bahwa hulu ledak yang meledak di daerah itu jauh lebih kecil dari 50 kg dan lebih dekat ke kisaran 10 kg.
Sebagai perbandingan, kawah yang dibentuk oleh roket Falaq-1 di Kiryat Shmona menghancurkan semen dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur di dekatnya seperti yang terlihat dalam video di bawah ini.
Roket Falaq-1 adalah salah satu peluru artileri roket terberat milik Hizbullah yang dapat ditembakkan dari berbagai peluncur roket dan dapat menyebabkan kerusakan yang luas pada target.
Di sisi lain, kawah yang terlihat di Majdal Shams bisa jadi lebih dekat dengan rudal Tamir.
Kemungkinan Hizbullah menggunakan amunisi kaliber yang lebih kecil untuk melakukan serangan tersebut tidak mungkin terjadi, karena pihak berwenang Israel mengklaim bahwa amunisi yang digunakan dalam serangan tersebut adalah roket Falaq-1.
Api besar yang dihasilkan oleh propelan cair
Aspek lain yang perlu diteliti adalah jumlah pembakaran yang relatif besar yang terjadi sebagai akibat dari benturan di lapangan sepak bola.
Hulu ledak berdaya ledak tinggi umumnya tidak menghasilkan bola api yang besar pada saat meledak. Sebaliknya, hulu ledak ini menciptakan gelombang ledakan yang kuat dan fragmentasi yang intensif. Ledakan hulu ledak HE terutama menghasilkan panas, gelombang kejut, dan pecahan peluru daripada bola api yang terlihat. Bola api yang berukuran besar dan terlihat biasanya dikaitkan dengan pembakaran bahan bakar, seperti yang ditemukan di mesin roket atau tangki bahan bakar.
Pejuang Palestina Kembali Menyala, 'Panah Merah' Hancurkan Nimr Israel
Al-Qassam mengumumkan telah menargetkan pasukan militer Israel dengan rudal. [702] url asal
#brigade-alqasam #genosida-israel-di-gaza #tentara-israel #kebiadaban-tentara-israel-di-gaza #tentara-israel-mati #tentara-israel-kalah #pejuang-palestina-hancurkan-israel #tentara-israel-ditembaki #op
(Republika - Khazanah) 29/07/24 08:40
v/12501209/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sayap militer bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam menyiarkan sebuah video yang menunjukkan para pejuangnya menargetkan sebuah kendaraan pengangkut tentara Israel di sebelah timur Khan Younis dengan perangkat Shuath.
Brigade ini juga mengumumkan penembakan mati seorang tentara Israel, dan menargetkan pasukan Israel dengan peluru mortir, lapor Palestine Chronicle, Ahad (28/7/2024).
Di Jalur Gaza selatan, Al-Qassam mengumumkan, mereka telah menargetkan pasukan militer Israel dengan rudal anti-personil. Serangan ini diklaim mengakibatkan kematian dan luka-luka pada banyak tentara. Serangan tersebut terjadi di daerah Hay al-Salam, sebelah timur Rafah.
Serangan ini juga menargetkan sebuah kendaraan lapis baja pengangkut pasukan, Nimr milik Israel dengan peluru kendali jenis “Panah Merah” di dekat Menara Al-Hussam di Tel Al-Sultan.Penargetan Nimr, yang didokumentasikan melalui video, mengakibatkan ledakan besar.
Di bawah ini adalah pernyataan terbaru dari dua kekuatan utama perlawanan di Gaza, yakni Brigade Al-Qassam dan Jihad Islam.
Pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan melalui saluran Telegram mereka dan dipublikasikan di sini dalam bentuk aslinya.
Brigade Al-Qassam (Hamas)
Brigade Al-Qassam menargetkan ruang komando musuh di poros Netzarim dengan roket Rajoom jarak pendek 114 mm.
Brigade Al-Qassam membombardir pasukan musuh yang menyusup ke sekitar University College, selatan Kota Gaza, dengan peluru mortir kaliber berat.
Brigade Al-Qassam membombardir pasukan musuh yang menyusup di sekitar University College, selatan Kota Gaza, dengan peluru mortir kaliber berat.
Para pejuang Brigade Al-Qassam menghadapi tentara dan kendaraan musuh di poros serbuan di sebelah timur kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza.
Pejuang Al-Qassam menargetkan pasukan infanteri Zionis dengan bahan peledak anti-personil Ra'adiya, yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka di sekitar Masjid Al-Baraa bin Azib di lingkungan Tal al-Hawa, sebelah selatan Kota Gaza.
Sekali lagi, Brigade Al-Qassam menargetkan ruang komando musuh di poros “Netzarim” dengan roket Rajoom jarak pendek 114 mm.
Pejuang Al-Qassam menargetkan pasukan Zionis yang dibentengi di dalam sebuah bangunan dengan peluru anti-personil, menewaskan dan melukai anggotanya di sekitar Masjid Al-Baraa bin Azib di lingkungan Tal al-Hawa, sebelah selatan Kota Gaza.
Brigade Al-Qassam menargetkan sebuah kendaraan pengangkut pasukan Zionis Namer dengan peluru Al-Yassin 105 di sekitar Masjid Al-Baraa Bin Azib di lingkungan Tal Al-Hawa, sebelah selatan Kota Gaza.
Brigade Al-Qassam membombardir pasukan yang menyerbu wilayah Juhr al-Dik di Jalur Gaza tengah dengan sejumlah mortir.
Sekali lagi, Brigade Al-Qassam membombardir markas komando musuh di wilayah serbuan sebelah barat University College di selatan lingkungan Al-Sabra di Kota Gaza dengan sejumlah mortir.
Pejuang Al-Qassam berhasil menargetkan pasukan teknik infanteri Zionis dengan alat peledak anti-personil “Ra'adiya”, menewaskan dan melukai mereka di lingkungan Al-Salam, sebelah timur kota Rafah, Jalur Gaza selatan.
Para pejuang kami kini melancarkan pertempuran sengit dari jarak dekat dengan pasukan musuh yang masuk ke selatan lingkungan Tal al-Hawa di Kota Gaza.
Para pejuang Al-Qassam menargetkan kumpulan tentara musuh dengan peluru mortir di selatan lingkungan Tal al-Hawa di Kota Gaza.
Para pejuang Brigade Al-Qassam bekerja sama dengan para pejuang Saraya Al-Quds menembak mati seorang serdadu Zionis dengan senapan Ghoul di poros gerak maju sebelah timur kota Khan Younis di Jalur Selatan.
Brigade Al-Quds (Jihad Islam)
Kami mengebom kibbutz dan situs militer Nahal Oz dengan rentetan peluru mortir kaliber berat.
Kami membom Sderot dan pemukiman di lingkungan Gaza dengan rentetan roket sore ini.
Kami membombardir dengan peluru mortir dan roket 107mm tentara dan kendaraan musuh Zionis di Situs Abu Oreiban di poros “Netzarim”.
Kami menargetkan derek militer zionis dan sekitarnya di daerah Al-Zana di poros Khan Younis timur dengan rentetan peluru mortir berat. Pejuang kami mengkonfirmasi bahwa sebuah helikopter zionis mendarat di lokasi tersebut untuk mengevakuasi para tentara yang tewas dan terluka setelah crane dan sekitarnya terbakar.
Kami membombardir dengan peluru mortir biasa terhadap tentara dan kendaraan musuh zionis yang menyusup ke pemakaman Bani Suheila, sebelah timur kota Khan Younis.
Kami menargetkan sebuah helikopter zionis dengan rentetan peluru dari senapan mesin ketika terbang di ketinggian rendah di langit di atas wilayah Zana di poros gerak maju sebelah timur Khan Younis.
Kami membombardir tentara dan kendaraan musuh Zionis yang menyerbu di sekitar aula Reem di selatan Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah dengan peluru mortir kaliber 60.
Tolak Kembali, Tentara Israel Ceritakan Kebiadaban IDF Selama Berada di Gaza
Eksekusi itu untuk melepaskan rasa frustrasi terpendam demi mengurangi kebosanan. [861] url asal
#tentara-israel #kesaksian-tentara-israel #kesaksian-kekejaman-tentara-israel #kekejaman-tentara-israel-di-gaza #kebiadaban-tentara-israel-di-gaza #kejamnya-tentara-israel #tentara-israel-di-gaza #geno
(Republika - Khazanah) 28/07/24 20:34
v/12444573/
REPUBLIKA.CO.ID,Tiga tentara cadangan yang ikut serta dalam kampanye genosida Israel di Gaza memberi kesaksian tentang aktivitas mereka selama berada di kantong yang terkepung itu. Mereka memasuki rumah-rumah tanpa alasan militer. Mereka bahkan menyaksikan tentara mencuri dan membakarnya.
Mereka pun mengakui telah menyebabkan lebih banyak pembunuhan, penembakan anak-anak, dan bahkan membunuh tawanan mereka sendiri. Tindakan-tindakan ini, menurut kesaksian mereka, telah membuat mereka meninggalkan dinas militer Israel dikutip dari The Observer.
Tentara Israel secara terbuka mengakui bahwa mereka menembak untuk membunuh dan menghancurkan semua yang menghalangi. Di tengah-tengah genosida yang sedang berlangsung, kekejaman ini terjadi secara langsung dan tak henti-hentinya.
Awal bulan ini, enam tentara Israel memberikan kesaksian yang mengerikan ketika bercerita bagaimana rekan-rekan mereka sesama tentara, rutin mengeksekusi warga sipil Palestina. Eksekusi itu dilakukan untuk melepaskan rasa frustrasi terpendam atau demi mengurangi kebosanan.
Bagi paramedis militer Israel, Yuval Green, perintah untuk membakar sebuah rumah adalah titik kritis yang membuatnya mengakhiri tugas cadangannya. Awal tahun ini, Green menghabiskan 50 hari di Khan Younis, sebuah kota di selatan Gaza, bersama unit penerjun payungnya. Mereka tidur di sebuah rumah yang hanya diterangi oleh lampu bertenaga baterai di tengah reruntuhan dan kehancuran.
Green mulai mempertanyakan misi unitnya beberapa bulan sebelumnya. Ketika itu, dia mengetahui tentang penolakan Israel untuk memenuhi tuntutan Hamas mengakhiri perang dan membebaskan para tawanan.
Green adalah satu dari tiga tentara cadangan Israel yang mengatakan kepada The Observer bahwa mereka tidak akan kembali jika dipanggil untuk dinas militer di Gaza. Ketiganya sebelumnya telah menyelesaikan wajib militer di Pasukan Pendudukan Israel (IDF), yang merupakan bagian utama dari komunitas pemukim Israel.
Bakar habis
Perilaku merusak yang disaksikan Green dari para tentara lain hanya menambah keraguan yang dibawanya ke Gaza. Dia menyaksikan siklus kekerasan tak berkesudahan yang disaksikannya. Ia mengaku tetap tinggal karena rasa tanggung jawab untuk merawat mereka yang ada di unitnya. Dia tinggal demi mereka yang ia kenal sejak menjalani wajib militer.
“Saya melihat tentara mencoret-coret rumah atau mencuri sepanjang waktu. Mereka akan masuk ke sebuah rumah untuk alasan militer, mencari senjata, tetapi lebih menyenangkan untuk mencari cinderamata - mereka menyukai kalung dengan tulisan Arab yang mereka kumpulkan,” kata Green kepada The Observer.
Pada awal tahun ini, dia berkata, “Kami diberi perintah. Kami berada di dalam sebuah rumah dan komandan kami memerintahkan untuk membakarnya.”
Ketika ia menyampaikan masalah ini kepada komandan kompinya, ia menambahkan, “Jawaban yang ia berikan kepada saya tidak cukup baik. Saya berkata: 'Jika kita melakukan semua ini tanpa alasan, saya tidak akan berpartisipasi. Saya pergi keesokan harinya.”
Israel telah menyebabkan banyak korban jiwa -berkisar antara 39.000 hingga 186.000 warga Palestina, terutama anak-anak dan perempuan. Ribuan orang lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan, dengan sedikitnya 90.000 orang terluka, dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi secara paksa. Sementara itu, para pengamat khawatir bahwa “Israel” akan melancarkan agresi besar-besaran terhadap Lebanon.
Dua orang tentara cadangan menyebutkan bahwa mereka mungkin akan dipaksa untuk kembali bertugas jika pertukaran serangan pesawat tak berawak, serangan udara, dan tembakan artileri yang terjadi hampir setiap hari antara “Israel” dan Lebanon meningkat menjadi perang penuh.
Ketiga tentara tersebut memiliki motivasi yang berbeda atas keputusan mereka untuk tidak bertugas di Gaza lagi, dari ketidakpuasan terhadap cara militer Israel melakukan perang hingga frustrasi dengan keengganan pemerintah untuk menyetujui kesepakatan yang dapat mengakhiri pertempuran.
Ketiga tentara cadangan berbicara secara terbuka tentang keengganan mereka untuk kembali bertugas mewakili minoritas. Sebagian dari mereka merasa penolakan militer di Israel secara umum dianggap ilegal.
Bulan lalu, sebanyak 41 tentara cadangan menandatangani sebuah surat terbuka yang menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi bertugas dalam serangan militer ke kota Rafah di selatan Gaza.
“Setengah tahun di mana kami ambil bagian dalam upaya perang telah membuktikan kepada kami bahwa aksi militer saja tidak akan membawa pulang para sandera. Setiap hari yang berlalu membahayakan nyawa para sandera dan tentara yang masih berada di Gaza, dan tidak memulihkan keamanan bagi mereka yang tinggal di Gaza dan perbatasan utara,” tulis mereka.
'Semua yang dilakukan ini hanya menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kami atau pihak Palestina'
Guru kewarganegaraan Tal Vardi, yang melatih operator tank cadangan di utara Israel selama masa tugasnya di militer, mengatakan, “Setiap orang yang berakal sehat dapat melihat bahwa kehadiran militer tidak membantu membawa para sandera kembali.”
“Jadi, jika kita tidak membawa pulang para sandera, yang terjadi hanyalah menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kita atau pihak Palestina... Saya tidak bisa membenarkan operasi militer ini lagi. Saya tidak mau menjadi bagian dari militer yang melakukan hal ini,” tegasnya.
“Jika ada, beberapa operasi ini telah membahayakan para tawanan, dan tentara juga telah membunuh beberapa orang secara tidak sengaja,” katanya, merujuk pada sebuah insiden pada Desember lalu ketika tentara Israel menembak mati tiga tawanan di Gaza yang mendekati mereka sambil melambaikan bendera putih.
“Itu pasti akan terjadi,” kata anggota militer Michael Ofer Ziv yang menjelaskan bahwa insiden itu membangkitkan keyakinan kuat dalam dirinya bahwa setelah dia menyelesaikan tugas militernya di perbatasan Gaza, dia tidak akan kembali.
“Jadi, jika kita tidak membawa pulang para sandera, yang terjadi hanyalah menyebabkan lebih banyak kematian di pihak kita atau pihak Palestina... Saya tidak bisa membenarkan operasi militer ini lagi. Saya tidak mau menjadi bagian dari militer yang melakukan hal ini,” tegasnya.