#30 tag 24jam
Bantah Netanyahu, Puluhan Nakes AS Sebut Korban Jiwa Gaza 90 Ribu Syuhada
Netanyahu melakukan kebohongan mengeklaim korban sipil agresinya di Gaza minimal. [1,215] url asal
#kebohongan-netanyahu #netanyahu-pembohong #genosida-di-gaza #pembantaian-di-gaza #kekejaman-israel #korban-genosida
(Republika - News) 27/07/24 06:51
v/12268358/
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Sekitar 45 dokter dan perawat yang menjadi sukarelawan di Gaza telah menulis surat yang ditujukan kepada pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden AS Joe Biden. Surat yang dilayangkan pada Kamis itu menyatakan bahwa Israel merenggut nyawa lebih dari 90.000 warga Palestina selama genosida yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Israel juga dilaporkan melakukan kejahatan perang dan kejahatan penjajahan yang melanggar hukum humaniter internasional. Empat puluh lima relawan kesehatan tersebut termasuk ahli bedah, dokter ruang gawat darurat, dan perawat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga bantuan lainnya yang baru-baru ini bekerja di rumah sakit di Jalur Gaza.
“Kemungkinan besar jumlah korban jiwa akibat konflik ini sudah lebih dari 92.000 orang, atau setara dengan 4,2 persen dari populasi Gaza,” tulis para petugas medis dilansir the Guardian, kemarin. Mereka mengklaim bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Palestina, yang menunjukkan lebih dari 39.000 orang telah syahid.
Angka yang dilansir pihak Palestina tersebut adalah kematian yang terdokumentasi secara terperinci seturut nomor kependudukan. Mereka mengakui masih banyak yang belum teridentifikasi serta tertimbun di reruntuhan.
Perkiraan para tenaga medis itu juga menyangkal klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres AS pada 25 Juli lalu, bahwa tak ada korban sipil di Gaza. Sejauh ini, militer Israel mengeklaim telah menewaskan 14 ribu pejuang Palestina tanpa menyertakan bukti-bukti pendukung yang kuat. Namun dengan jumlah itu itupun, merujuk catatan Kementerian KEsehatan Palestina, lebih dari separuh yang syahid adalah warga sipil. Sementara merujuk perkiraan para tenaga medis, sekitar 78 ribu warga sipil syahid di Gaza jika dikurangi klaim Israel soal pejuang yang terbunuh.
“Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris, solusi apapun terhadap masalah ini harus dimulai dengan gencatan senjata segera dan permanen,” kata surat setebal delapan halaman itu. Mereka juga menuntut Amerika Serikat memberlakukan embargo senjata terhadap rezim pendudukan, serta menarik hubungan diplomatiknya, dukungan ekonomi, dan militer sampai gencatan senjata diterapkan.
“Kemungkinan besar jumlah korban jiwa akibat konflik ini sudah lebih dari 92.000 orang, atau setara dengan 4,2 persen dari populasi Gaza,” tulis para petugas medis. Mereka mengklaim bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Palestina, yang menunjukkan lebih dari 39.000 orang telah syahid.
“Dengan sedikit pengecualian, semua orang di Gaza sakit, terluka, atau keduanya,” kata petugas medis, mengacu pada pekerja bantuan nasional, relawan internasional, dan warga sipil.
Mereka juga bersaksi bahwa penembak jitu Israel dengan sengaja menargetkan warga sipil, kata para relawan kesehatan kepada the Guardian, menekankan dalam surat mereka bahwa mayoritas warga Palestina adalah perempuan dan anak-anak.
“Kami tidak bisa melupakan adegan kekejaman tak tertahankan yang ditujukan terhadap perempuan dan anak-anak yang kita saksikan sendiri,” tambah mereka dalam surat tersebut.
Pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel juga digambarkan dalam surat tersebut. Mereka memperingatkan bahwa “epidemi sedang berkecamuk di Gaza” karena terus-menerus mengungsinya warga sipil yang kekurangan gizi dan sakit, serta kekurangan air bersih dan sanitasi.
Para penandatangan layanan kesehatan menggambarkan rekan-rekan Palestina mereka sebagai “orang yang paling mengalami trauma di Gaza, dan mungkin di seluruh dunia,” karena komitmen mereka untuk terus bekerja meski kehilangan anggota keluarga dan rumah, seraya menyoroti bahwa mereka sering bekerja berjam-jam tanpa bayaran dan kekurangan gizi.
“Israel telah menargetkan rekan-rekan kami di Gaza untuk dibunuh, dihilangkan, dan disiksa,” kata mereka. “Tindakan tidak masuk akal ini sepenuhnya bertentangan dengan hukum Amerika, nilai-nilai Amerika, dan hukum kemanusiaan internasional.” Israel juga disebut secara langsung menargetkan dan dengan sengaja menghancurkan seluruh sistem layanan kesehatan di Gaza.
Ahli bedah trauma dan perawatan kritis Feroze Sidhwa mengatakan dia "belum pernah melihat cedera yang begitu mengerikan, dalam skala besar, dan dengan sumber daya yang sangat sedikit." Praktisi medis yang bekerja di bangsal bersalin menggambarkan kejadian lahir mati dan kematian ibu yang biasa terjadi, yang sebenarnya bisa dicegah dalam keadaan normal.
Seorang praktisi perawat anak menceritakan pengalaman sehari-harinya menyaksikan bayi-bayi sehat meninggal karena kelaparan akibat ketidakmampuan ibu mereka untuk menyusui karena kekurangan gizi, dan kurangnya susu formula dan air bersih.
“Kami berharap Anda dapat mendengar tangisan dan jeritan hati nurani kami yang tidak akan kami lupakan. Kami tidak percaya bahwa ada orang yang akan terus mempersenjatai negara yang dengan sengaja membunuh anak-anak ini setelah melihat apa yang telah kami lihat,” kata surat itu.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris pada hari Kamis mengatakan dia mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Kandidat calon presiden terkuat dari Partai Demokrat itu juga menyoroti penderitaan di Jalur Gaza akibat serangan Israel dalam pertemuan pada Kamis (25/7/2024) waktu AS.
"Apa yang terjadi di Gaza selama sembilan bulan terakhir sungguh menyedihkan. Gambaran anak-anak yang meninggal dan orang-orang yang putus asa dan kelaparan yang melarikan diri demi keselamatan, terkadang mengungsi untuk kedua, ketiga, atau keempat kalinya,” kata Harris selepas pertemuan dengan Netanyahu kemarin. “Kita tidak bisa mengabaikan tragedi ini. Kita tidak bisa membiarkan diri kita mati rasa terhadap penderitaan ini. Dan saya tidak akan diam,” ujarnya dilansir the Associated Press.
Harris mengatakan dia melakukan percakapan yang “terus terang dan konstruktif” dengan Netanyahu di mana dia menegaskan hak Israel untuk membela diri tetapi juga menyatakan keprihatinan mendalam tentang tingginya angka kematian di Gaza selama sembilan bulan perang dan situasi kemanusiaan yang “mengerikan” di sana.
Amerika Serikat sedianya punya banyak kesempatan mendesak Israel menghentikan agresi ke Gaza saat korban jiwa tak sebanyak sekarang. Namun, negara itu memveto tiga resolusi gencatatan senjata di Dewan keamanan PBB, memberikan lampu hijau bagi Israel untuk meneruskan genosida di Gaza.
Desakan Harris juga muncul di tengah sorotan atas peran AS dalam genosida di Gaza. The New York Times melaporkan pada Kamis, mengutip data dari analisis yang diterbitkan oleh Institut Yahudi untuk Keamanan Nasional Amerika, bahwa AS telah mengirimkan persenjataan dalam jumlah besar kepada Israel sejak 7 Oktober.
Pengiriman tersebut mencakup lebih dari 20.000 bom terarah, sekitar 2.600 bom terpandu, dan 3.000 rudal presisi. AS juga menyediakan pesawat, amunisi, dan sistem pertahanan udara. Banyak dari transfer ini dirahasiakan atau sebagian dirahasiakan, catat laporan tersebut.
Sebuah analisis yang dilakukan oleh Yayasan Pertahanan Demokrasi pada musim semi menemukan bahwa senjata yang dipasok hingga bulan Maret merupakan “senjata dalam jumlah besar dan beragam,” yang sangat penting dalam mendukung aparat keamanan “Israel”.
Harris mengulangi pesan lama Presiden Joe Biden bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri perang brutal di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina. Namun dia menyampaikan nada yang lebih tegas mengenai urgensi momen tersebut hanya satu hari setelah Netanyahu memberikan pidato berapi-api di depan Kongres di mana dia membela perang tersebut, bersumpah “kemenangan total” melawan Hamas dan hanya sedikit menyebutkan perundingan gencatan senjata.
“Ada harapan dalam perundingan untuk mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata,” kata Harris kepada wartawan tak lama setelah pertemuan dengan Netanyahu. “Dan seperti yang baru saja saya katakan kepada Perdana Menteri Netanyahu, inilah saatnya untuk menyelesaikan kesepakatan ini.”
Netanyahu bertemu secara terpisah pada hari sebelumnya dengan Biden, yang juga menyerukan Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan mengenai kesepakatan tiga fase yang didukung AS untuk memulangkan sandera yang tersisa dan melakukan gencatan senjata yang diperpanjang.
Harris mengatakan setelah pertemuannya dengan Netanyahu bahwa perang Israel di Gaza lebih rumit daripada sekadar mendukung satu pihak atau pihak lain. “Terlalu sering, percakapannya bersifat pertentangan satu sama lain padahal kenyataannya tidak demikian,” kata Harris. Harris juga mengutuk kebrutalan Hamas.
Tukang Tipu! Ini Daftar Kebohongan Netanyahu dalam Pidato di Kongres AS
Kebohongan Netanyahu terbantahkan lewat data-data dari Gaza. [1,106] url asal
#netanyahu-penipu #netanyahu-penjahat-perang #kebohongan-netanyahu #genosida-di-gaza #pidato-netanyahu #netanyahu-didemo #netanyahu-tukang-tipu
(Republika - News) 25/07/24 10:12
v/12035463/
Oleh: Fitriyan Zamzami
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres AS pada Rabu (24/7/2024) waktu setempat mendapat sorotan dan kecaman banyak pihak. Ia dinilai menyatakan sejumlah kebohongan terang-terangan dalam pidato tersebut.
"Penjahat perang" dan "Tukang Tipu!", tulis senator AS keturunan Yahudi, Bernie Sanders di akun X-nya menyusul pidato Netanyahu tersebut. Apa saja kebohongan yang disampaikan Netanyahu dalam pidato itu?
Israel izinkan truk bantuan masuk Gaza
Dalam pidatonya di Kongres AS, Netanyahu mengeklaim telah mengizinkan lebih dari 40.000 truk bantuan memasuki Gaza yang membawa setengah juta ton makanan.
Menurut data PBB, 28.018 truk bantuan telah memasuki Gaza sejak perang dimulai. Rute menuju wilayah tersebut tidak lagi mencakup penyeberangan Rafah, yang diserbu pasukan Israel pada awal Mei, sehingga membatasi pasokan bantuan ke wilayah selatan.
Sejak itu, dilansir the Guardian, hanya 2.835 truk yang masuk melalui penyeberangan Kerem Shalom di selatan dan Erez di utara, mengirimkan sebagian kecil dari bantuan yang dibutuhkan. Organisasi-organisasi bantuan menuduh Israel sengaja menghalangi bantuan masuk ke Gaza, menerapkan pembatasan sewenang-wenang dan selalu berubah terhadap apa yang diizinkan masuk. Awal tahun ini, otoritas terkemuka dunia dalam bidang kelaparan, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu, memperingatkan bahwa Gaza berada di ambang kelaparan.
Melindungi warga sipil
Dalam pidatonya, Netanyahu menyangkal tudingan jaksa ICC menuduh Israel sengaja menargetkan warga sipil. Menurutnya, Israel sudah berupaya melindungi warga sipil di Gaza melalui selebaran dan telepon langsung ke warga Gaza.
Klaim bahwa Israel melindungi warga sipil ini bahkan bisa disangkal oleh statistik yang disampaikan sendiri oleh pemerintah Israel. Misalnya, mereka mengeklaim pasukannya telah membunuh sekitar 15.000 militan, tanpa memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut. Sementara Kementerian Kesehatan Gaza melansir dengan bukti nama-nama dan nomor identitas, sebanyak 37 ribu warga Gaza syahid akibat serangan Israel. Dari jumlah itu, 14.671 orang, atau 52 persen dari syuhada yang teridentifikasi, adalah perempuan dan anak-anak.
Selain itu, dokter Amerika keturunan Yahudi, Mark Perlmutter, yang kembali dari Gaza, mengatakan bahwa tentara Israel dengan sengaja membunuh anak-anak dengan tembakan penembak jitu. Ia menceritakan soal anak-anak yang ditubuhnya ada dua bekas tembakan. Hal itu, kata Perlmutter kepada jaringan CBS News, menunjukkan bahwa tentara Israel dengan sengaja menembak anak-anak. "Kami memiliki dokumen yang membuktikan adanya penargetan sistematis terhadap anak-anak dan tindakan kejahatan perang terhadap mereka," ujarnya.
Mengupayakan gencatan senjata
Netanyahu menyatakan bahwa agresi Israel di Gaza bisa berakhir besok jika Hamas menyerah, melucuti senjata dan memulangkan semua sandera. Ia mengindikasikan bahwa pihak Hamas yang menolak kesepakatan gencatan senjata.
Tidak ada penyebutan gencatan senjata dalam pidato Netanyahu, meskipun ia merujuk pada negosiasi yang sedang berlangsung. Dia memuji operasi militer Israel yang membebaskan empat sandera namun menewaskan sedikitnya 274 warga Palestina bulan lalu.
Media-media Israel seperti the Times of Israel dan Jerusalem Post mengungkapkan, bahwa Netanyahu-lah yang berulang kali memboikot perundingan gencatan senjata. Ia kerap menambahkan syarat-syarat baru saat kesepakatan nyaris tercapai. Seorang aktivis pembebasan sandera juga menyatakan, Netanyahu menolak tawaran Hamas untuk membebaskan semua warga sipil pada awal-awal agresi Israel pada Oktober 2023 silam.
Kesepakatan dengan negara Arab
Netanyahu juga berbicara tentang prospek aliansi keamanan Timur Tengah yang luas antara Israel dan negara-negara tetangga Arabnya, sesuatu yang diupayakan AS, sebagai benteng melawan Iran. Hal itu memerlukan normalisasi hubungan bersejarah antara Israel dan Arab Saudi.
Sejauh ini, Riyadh menyangkal hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa perlawanan Netanyahu terhadap pendirian negara Palestina serta konflik yang sedang berlangsung di Gaza menghalangi upaya ini untuk bergerak maju. Sikap serupa juga ditunjukkan negara-negara Arab di sekitar Israel.
Unjuk rasa pro-Palestina didanai Iran
Dalam pidatonya, ia menuding pengunjuk rasa pro-Palestina mendukung Hamas dan “seharusnya merasa malu pada diri mereka sendiri.” Ia menuduh tanpa bukti bahwa mereka didukung oleh musuh Israel, Iran. “Yang kami tahu, Iran mendanai protes anti-Israel yang sedang terjadi di luar gedung ini,” katanya.
Iran yang tengah disanksi perekonomiannya oleh Amerika Serikat, tak mungkin mendanai aksi-aksi pro-Palestina yang berlangsung di seantero dunia. Jutaan orang telah turun ke jalan sejak agresi Israel ke Gaza pada 7 Oktober. Selama hampir sepuluh bulan serangan Israel ke Gaza, tak ada sepekan pun kosong dari aksi-aksi bela Palestina di muka Bumi, termasuk di negara-negara yang pemerintahannya mendukung Israel.
Tentara Israel paling bermoral
Dalam pidatonya di Kongres, Netanyahu juga mengatakan tentara Israel adalah pahlawan dan tidak bisa dikutuk atas cara mereka menjalankan perang di Gaza. Sebaliknya, kata Netanyahu, mereka harus dipuji.
Video-video yang dilansir tentara Israel menyangkal sendiri klaim moralitas tersebut. Mereka berulang kali terekam melecehkan masjid, membakar Alquran di dalamnya. Tentara Israel juga berulang kali terekam melakukan pencurian atas harta warga Gaza yang rumahnya mereka bakar kemudian.
Sementara para tahanan Palestina yang bebas bersaksi atas tindakan tak berperikemanusiaan tentara Israel di penjara-penjara mereka. Dalam salah satu kebiadaban yang terbaru, tentara Israel melepas anjing mereka untuk mengoyak-oyak tubuh seorang pemuda Palestina dengan disabilitas mental dan membiarkan berdarah hingga syahid.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan pada Rabu bahwa pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS menunjukkan bahwa ia tidak ingin mencapai kesepakatan gencatan senjata.
“Pidato Netanyahu penuh kebohongan dan tidak akan berhasil menutupi kegagalan dan kekalahan dalam menghadapi perlawanan untuk menutupi kejahatan perang genosida yang dilakukan tentaranya terhadap rakyat Gaza,” Abu Zuhri mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters.
Dia menambahkan bahwa aliansi apapun dengan Israel dari pihak manapun akan menjadi “pengkhianatan terhadap darah para syuhada.” Netanyahu mengatakan bahwa Israel tidak berusaha untuk kembali menduduki Gaza dan bahwa setelah perang dengan Hamas, daerah kantong tersebut harus dipimpin oleh orang-orang Palestina yang tidak berusaha untuk menghancurkan Israel.
Juru bicara presiden Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menjawab: "Rakyat Palestina...adalah satu-satunya yang memutuskan siapa yang akan memerintah mereka". “Sikap permanen kami adalah satu-satunya solusi untuk mencapai keamanan dan stabilitas adalah pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tambahnya.
Senator Partai Demokrat AS Nancy Pelosi menggambarkan pidato yang disampaikan Netanyahu di Washington sebagai “presentasi terburuk yang pernah disampaikan oleh pejabat asing mana pun” di Kongres AS.
“Banyak dari kita yang mencintai Israel menghabiskan waktu hari ini untuk mendengarkan warga Israel yang keluarganya menderita setelah serangan teror dan penculikan Hamas pada tanggal 7 Oktober,” tulisnya di X. “Keluarga-keluarga ini meminta kesepakatan gencatan senjata yang akan membawa perdamaian ke Israel dan kepulangan sandera. Dan kami sebelumnya berharap Perdana Menteri akan menghabiskan waktunya untuk mencapai tujuan tersebut.”
Senator AS Bernie Sanders juga menyebut Benjamin Netanyahu sebagai “penjahat perang” dan “pembohong” menyusul pidatonya Kongres AS. “Semua organisasi kemanusiaan sepakat: Puluhan ribu anak menghadapi kelaparan karena pemerintahan ekstremisnya terus memblokir bantuan,” tulis Sanders di X.
Sanders, seorang keturunan Yahudi, memboikot pidato tersebut bersama sejumlah senator Demokrat terkemuka lainnya. Ia menuduh Netanyahu datang “ke Kongres untuk berkampanye” di tengah meningkatnya ketidakpopulerannya di kalangan warga Israel.