#30 tag 24jam
Dua Astronot Terpaksa Ditinggalkan di Luar Angkasa
Masalah di sistem pendorong dan kebocoran helium membuat NASA memutuskan bahwa terlalu berisiko untuk mengembalikan dua astronot ke Bumi. - Halaman all [950] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #dua-astronot-ditinggalkan #luar-angkasa #misi-boeing #nasa #kegagalan-sistem-pendorong #kebocoran-helium #kapsul-luar-angkasa #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 07/09/24 21:19
v/14925795/
NEW MEXICO, investor.id – Misi astronot pertama Boeing berakhir pada Jumat malam dengan mendaratnya kapsul Starliner yang kosong, sementara dua pilot uji coba masih berada di luar angkasa. Keduanya terpaksa ditinggalkan sampai tahun depan karena NASA menilai kepulangannya terlalu berisiko.
Enam jam setelah meninggalkan Stasiun Luar Angkasa Internasional, Starliner terjun menggunakan parasut dan mendarat White Sands Missile Range, New Mexico, dengan autopilot melalui gurun yang gelap.
Walau pendaratan kapsul itu terbilang mulus. Misi ini sendiri sempat diwarnai drama peluncuran debut awak Boeing yang sudah lama tertunda sejak lama, kemudian berubah menjadi misi yang menggantung akibat kegagalan pada sistem pendorong dan kebocoran helium.
Kepulangan dua astronot, Butch Wilmore dan Suni Williams pun dipertanyakan selama berbulan-bulan karena para teknisi masih berjuang mencari tahu permasalahan pada kapsul tersebut.
Sebagai informasi, Boeing berkeras setelah pengujian ekstensif bahwa Starliner aman untuk membawa pulang keduanya. Namun NASA tidak setuju, dan sebagai gantinya memesan penerbangan dengan SpaceX.
Di sisi lain, teransportasi menggunakan SpaceX tidak akan diluncurkan hingga akhir bulan ini. Artinya, Wilmore dan Williams terpaksa berada di luar angkasa hingga Februari tahun depan, atau lebih dari delapan bulan setelah lepas landas dalam perjalanan yang seharusnya hanya sebentar.
Menurut laporan, Wilmore dan Williams seharusnya menerbangkan Starliner kembali ke Bumi pada pertengahan Juni, seminggu setelah peluncurannya. Namun, perjalanan mereka ke stasiun luar angkasa terkendala oleh serangkaian masalah di sistem pendorong dan kebocoran helium. Sementara NASA akhirnya memutuskan bahwa terlalu berisiko untuk mengembalikan mereka dengan Starliner.
Alhasil dengan pembaruan perangkat lunak yang baru, kapsul yang memiliki sistem kendali otomatis itu berangkat tanpa penumpang serta pakaian antariksa biru, bersama beberapa peralatan stasiun yang lama.
“Dia (kapsul) sedang dalam perjalanan pulang,” ungkap Williams melalui radio saat kapsul berwarna putih dan biru itu lepas landas dari stasiun ruang angkasa yang berjarak 260 mil (420 kilometer) di atas China dan menghilang ke dalam kehampaan hitam.
Williams pun begadang untuk melihat bagaimana semuanya terjadi. “Pendaratan yang bagus, sangat mengagumkan,” demikian respons dari ruang kontrol misi (Mission Control) Boeing, yang dilansir AP pada Sabtu (07/09/2024).
Sementara itu, kamera di stasiun luar angkasa dan sepasang pesawat NASA menangkap citra kapsul tersebut sebagai garis putih yang masuk untuk mendarat, yang mengundang sorak-sorai.
“Ada beberapa kendala saat masuk kembali, termasuk masalah pendorong, tetapi Starliner melakukan pendaratan tepat sasaran,” kata manajer program kru komersial NASA, Steve Stich.
Ditambahkan oleh Stich dalam konferensi pers Sabtu, walau kapsul tersebut kembalinya dengan selamat, pihaknya telah membuat keputusan tepat untuk tidak membawa Butch dan Suni ke dalam pesawat.
“Kami semua merasa senang dengan pendaratan yang sukses. Namun, ada bagian dari diri kami, kita semua, yang berharap bahwa hal ini akan berjalan sesuai dengan yang kami rencanakan,” tuturnya.
Boeing sendiri tidak berpartisipasi dalam konferensi pers di Houston. Namun dua pejabat tinggi perusahaan di bidang ruang angkasa dan pertahanan, Ted Colbert dan Kay Sears, menyampaikan catatan kepada para karyawannya soal dukungannya terhadap keputusan NASA.
“Meskipun ini mungkin tidak seperti yang kami bayangkan pada awalnya, kami mendukung keputusan NASA untuk Starliner dan bangga dengan kinerja tim dan pesawat ruang angkasa kami,” demikian isi catatan tertulisnya.
Banyak Masalah
Demo kru Starliner mengakhiri perjalanan yang penuh dengan penundaan dan kemunduran. Menyusul pensiunnya pesawat ulang-alik lebih dari satu dekade yang lalu, NASA kemudian menyewa Boeing dan SpaceX untuk jasa taksi orbital.
Tetapi Boeing mengalami begitu banyak masalah pada uji coba penerbangan pertamanya tanpa seorang pun di dalamnya pada 2019 sehingga harus mengulanginya. Bahkan pada uji coba berikut di 2022, terdapat lebih banyak lagi kekurangan dan biaya perbaikannya mencapai US$ 1 miliar.
Penerbangan antar-jemput kru SpaceX akhir bulan ini akan menjadi yang ke-10 bagi NASA sejak 2020. Kapsul Dragon dijadwalkan meluncur dalam ekspedisi setengah tahun tersebut dengan dua astronot, karena dua kursi disediakan untuk Wilmore dan Williams untuk perjalanan pulang.
Sebagai astronot veteran dan pensiunan kapten Angkatan Laut, Wilmore dan Williams telah mengantisipasi berbagai rintangan dalam penerbangan uji coba ini. Mereka tetap sibuk di luar angkasa, membantu perbaikan dan eksperimen. Keduanya kini menjadi anggota kru stasiun penuh waktu bersama dengan tujuh orang lainnya di dalam pesawat.
Bahkan sebelum keduanya diterbangkan pada 5 Juni 2024 dari Cape Canaveral, Florida, sistem pendorong Starliner mengalami kebocoran helium. Kebocorannya diklaim kecil dan diperkirakan terisolasi, tetapi kemudian muncul empat kebocoran lain setelah lepas landas, yang mengakibatkan kegagalan sistem pada lima pendorong.
Meskipun empat pendorong berhasil ditemukan, hal ini membuat NASA ragu apakah akan ada lebih banyak kerusakan yang dapat menghambat peluncuran kapsul dari orbit.
Boeing melakukan banyak uji coba pendorong di luar angkasa dan di darat selama musim panas, dan yakin bahwa pesawat luar angkasanya dapat membawa para astronot kembali dengan selamat. Namun, NASA tidak merasa nyaman dengan situasi pendorong dan memilih SpaceX.
Pengawas penerbangan melakukan lebih banyak uji coba penembakan pendorong kapsul setelah pelepasan muatan; satu pendorong gagal menyala. Para teknisi menduga makin banyak pendorong ditembakkan, makin panas pendorong tersebut sehingga menyebabkan segel pelindung membengkak dan menghalangi aliran propelan. Mereka juga tidak dapat memeriksa bagian mana pun; bagian yang memegang pendorong dibuang sebelum masuk kembali.
Starliner akan diangkut dalam beberapa minggu ke Pusat Antariksa Kennedy NASA, di mana analisis akan dilakukan.
Para pejabat NASA menekankan bahwa badan antariksa ini tetap berkomitmen untuk memiliki dua perusahaan AS yang bersaing dalam mengangkut astronot. Tujuannya adalah agar SpaceX dan Boeing dapat bergantian meluncurkan kru – satu per tahun per perusahaan – sehingga stasiun luar angkasa ditinggalkan pada 2030 tepat sebelum masuk kembali. Hal ini tidak memberikan banyak waktu bagi Boeing untuk mengejar ketertinggalannya, namun menurut Nasa, perusahaan ini berniat terus maju dengan Starliner.
Stich mengatakan bahwa setelah pendaratan, masih terlalu dini untuk mengetahui kapan penerbangan Starliner berikutnya dengan astronot akan dilakukan.
“Butuh sedikit waktu untuk menentukan langkah ke depan,” katanya.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News