KOMPAS.com - Dokter anak konsultan neurologi dr. Amanda Soebadi, SpA(K), MMed menyarankan anak perlu segera diperiksa jika orangtua menemukan keterlambatan perkembangan motorik.
Dokter nantinya akan memeriksa faktor apa yang menyebabkan anak terlambat berkembang secara motorik.
"Semakin dini intervensi, semakin baik hasilnya," kata Amanda, seperti dilansir dari Antara, Jumat (20/9/2024).
Setelah diperiksa, maka akan jelas apa yang perlu dilakukan untuk merangsang perkembangan motorik anak.
Dokter akan menyarankan terapi atau merujuk kepada dokter spesialis lain jika menemukan kondisi medis tertentu pada anak.
Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai sebagai indikasi keterlambatan perkembangan motorik, sesuai usia anak.
Selain masalah asupan nutrisi, pada bayi berusia kurang dari 1 bulan, refleks mengisap yang kurang baik bisa menjadi tanda keterlambatan motorik anak.
Waspadai jika anak belum bisa mengangkat kepala dan tangan masih mengepal. Secara alamiah, bayi terlahir dengan tangan mengepal, namun pada usia empat bulan, tangan mulai terbuka.
Perhatikan apakah anak bisa duduk tanpa dibantu atau disangga.
Waspadai juga jika pada usia ini anak belum bisa berjalan sendiri.
Ketika anak berusia kurang dari 18 bulan, perhatikan ada salah satu tangan yang terlalu dominan ketika anak beraktivitas. Jika ada, periksakan ke dokter apakah tangan yang jarang digunakan memiliki masalah.
Adapun kecenderungan menggunakan tangan kanan atau kiri biasanya muncul di atas usia 18 bulan.
"Orangtua wajib tahu tahapan perkembangan motorik anak. Tidak hanya motorik, tapi, juga bicara dan perkembangan lain," kata Amanda.