Harga Bitcoin mencapai ATH di US$ 75.100, didorong oleh sentimen positif pemilu AS. Investor optimis, meski pasar kripto menunjukkan tanda-tanda melambat. [354] url asal
Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) pada Rabu pagi. Harga Bitcoin sempat tercatat berada di US$ 75.100 atau sekitar Rp 1,18 miliar (kurs Rp 15.800).
Isyarat pasar yang positif selama 24 jam terakhir disebut-sebut jadi sentimen besar terhadap kenaikan tersebut, meskipun Bitcoin menghadapi tren yang umumnya melemah dalam beberapa minggu terakhir.
Dilansir dari laman beincrypto, Rabu (6/11/2024), Pemilu AS yang sedang berlangsung jadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin. Investor dengan penuh semangat menunggu hasil pemilu, dengan tanda-tanda yang mendukung Donald Trump akan kembali menang jadi presiden.
Popularitas Trump yang terus meningkat, dinilai bisa ikut meningkatkan kepercayaan pasar. Pasar kripto sendiri telah berspekulasi tentang dampak pemilu AS terhadap Bitcoin selama beberapa waktu.
CoinShares baru-baru ini menyoroti sentimen ini dalam sebuah laporan, mencatat bahwa arus masuk institusional minggu lalu mencapai US$ 2,2 miliar. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investasi ini kemungkinan berasal dari optimisme seputar potensi kemenangan Partai Republik.
Pada platform prediksi Polymarket, peluang kemenangan Trump melonjak, yang menunjukkan pergeseran ekspektasi pasar. Peluang Trump untuk menang meningkat tajam dari 58% menjadi 93,3%.
Latar belakang politik ini telah memicu minat beli yang signifikan terhadap Bitcoin. Sentimen investor terhadap Bitcoin cukup baik sejak pertengahan Agustus. Exchange Net Position Change menunjukkan bahwa, selama tiga bulan terakhir, bursa kripto sebagian besar mencatat arus keluar Bitcoin yang menandakan sinyal peningkatan aktivitas pembelian.
Pola arus keluar BTC ini menunjukkan bahwa investor telah mempertahankan minat yang kuat. Namun nampaknya kenaikan harga ini tidak bertahan lama, karena dengan kenaikan harga Bitcoin, pasar pun jadi melambat. Bitcoin kini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa membuat investor berpikir dua kali untuk menaruh investasinya di Bitcoin.
Harga Bitcoin telah melonjak sebesar 7% hari ini. Sekarang berada di dekat titik kritis, dengan US$ 73.773 dan US$ 71.367 sebagai support potensial langsung. Jika investor mulai membukukan keuntungan dengan menjual Bitcoin-nya maka harga dapat stabil di sekitar level tersebut.
Jika momentum penguatan berlanjut, yang didukung lebih lanjut oleh kondisi ekonomi makro yang menguntungkan, Bitcoin dapat mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 75.100.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seorang pemilik wallet Bitcoin anonim akhirnya mendapatkan akses kembali ke asetnya senilai US$3 juta setelah terjebak tanpa kata sandi selama 11 tahun.
Mengutip unilad.com, wallet tersebut menyimpan 43,6 BTC, yang pada saat pemiliknya kehilangan akses hanya bernilai sekitar US$3,000 hingga US$4,000.
Namun, dengan kenaikan harga Bitcoin lebih dari 20,000 persen selama dekade terakhir, nilai tersebut kini mencapai jutaan dolar, mendorong pemiliknya untuk mencari bantuan seorang pakar keamanan.
Joe Grand, Hacker Profesional, Menemukan Solusi
Sang pemilik wallet menghubungi Joe Grand, seorang insinyur listrik yang dikenal sebagai 'Kingpin' di dunia online, untuk membantunya mengakses wallet yang terkunci.
Grand, yang sebelumnya berhasil membantu pemilik lainnya memulihkan akses ke cryptocurrency senilai lebih dari US$2 juta pada tahun 2022, memutuskan untuk membantu kasus ini.
Menurut Grand, banyak orang yang menghubunginya untuk meminta bantuan membuka akses ke wallet cryptocurrency yang terlupa, namun ia memilih untuk hanya menangani kasus-kasus tertentu dengan berbagai pertimbangan.
Untuk kasus ini, Grand menggunakan keterampilan khusus dalam menganalisis sistem keamanan dan membongkar kode perangkat lunak pembuat kata sandi yang digunakan oleh pemilik wallet.
Metode Grand: Membongkar Kode Generator Kata Sandi
Sebelumnya, pemilik wallet menggunakan generator kata sandi acak bernama RoboForm untuk menciptakan kata sandi yang rumit demi keamanan maksimal. Ironisnya, tingkat perlindungan yang tinggi tersebut membuat pemilik akhirnya lupa kata sandi dan kehilangan akses ke wallet miliknya.
Grand berhasil menemukan bahwa versi lama dari RoboForm tidak sepenuhnya menghasilkan kata sandi secara acak.
Berdasarkan temuannya, kata sandi yang dihasilkan perangkat lunak tersebut sebenarnya dapat diulangi jika waktu pembuatan dikendalikan.
Grand menggunakan alat dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) untuk mengurai kode RoboForm dan memanipulasi pengaturan waktu kembali ke tahun 2013, saat kata sandi wallet pertama kali dihasilkan.
Proses Pencarian Kata Sandi
Grand dan rekannya, Bruno, kemudian menciptakan jutaan kemungkinan kata sandi berdasarkan parameter waktu yang telah ditentukan.
Setelah beberapa percobaan, mereka akhirnya menemukan kata sandi yang sesuai, memungkinkan pemilik wallet untuk mengakses kembali asetnya.
Dalam sebuah wawancara, Grand mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka sebagian besar disebabkan oleh faktor keberuntungan.
Jika waktu atau parameter yang mereka tentukan tidak tepat, proses pemulihan mungkin akan membutuhkan lebih banyak percobaan yang berisiko gagal.
Menurut Grand, “Kami beruntung bahwa parameter waktu yang kami gunakan tepat. Jika ada yang salah, kami hanya akan terus menebak tanpa kepastian.”