JAKARTA, investor.id - Pasar kripto to the moon dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin melonjak lebih dari 12%. Hal itu karena ada sentimen positif, yaitu keputusan hakim Amerika Serikat (AS) soal FTX hingga Rusia yang melegalkan penambangan kripto di negara tersebut.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (8/8/2024) pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melesat 11,33% menjadi US$ 2,17 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melonjak 12,37% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 62.223 per koin atau setara Rp 994,8 juta (kurs, Rp 15.988).
Hal serupa terjadi pada Ethereum (ETH) yang melejit 14,31% menjadi US$ 2.701 per koin. Sedangkan Binance (BNB) terkerek 9,06% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 520 per koin.
Dikutip dari CoinDesk, pengamat pasar menunjuk adad aua sentimen positif yang mendukung reli harga bitcoin dan kripto. Pertama, pada Kamis (8/8/2024), hakim AS memutuskan FTX dan Alameda Research akan membayar US$ 12,7 miliar kepada kreditor.
Banyak yang berharap bahwa sebagian dana akan mengalir kembali ke pasar kripto karena mantan pengguna menginvestasikan kembali prosesnya dalam aset digital.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang melegalkan penambangan kripto di negara tersebut.
Keputusan Rusia
CEO perusahaan analisis kripto CryptoQuant Ki Young Ju menilai, Rusia tampaknya bertindak untuk mengimbangi Amerika Serikat (AS). FOMO (takut ketinggalan) bitcoin tingkat nasional sedang memanas.
"Masuknya mereka akan meningkatkan hashrate, memperkuat fundamental jaringan, dan mendiversifikasi politik penambang,” ungkapnya.
Namun, beberapa analis memperingatkan bahwa aksi harga di masa mendatang bisa jadi tidak menentu.
Caleb Franzen, pendiri Cubic Analytics, mencatat bahwa BTC mencapai moving average cloud 200 hari yang dapat bertindak sebagai resistance, menghentikan reli. "Saya berharap kita dapat menembus level ini, tetapi saya tidak mengabaikan fakta bahwa itu dapat dengan mudah bertindak sebagai resistance. Bullish jika kita menembus dan menutup di atasnya,” paparnya.
Analis K33 Research David Zimmerman mengatakan, pasar kripto jarang mengalami rebound dalam garis lurus setelah peristiwa kapitulasi seperti kejatuhan Senin (5/8/2024). Pemulihan berbentuk V bukanlah norma, tidak perlu terburu-buru mengambil posisi baru.
"Harga dalam posisi ini biasanya ditinjau ulang, dan mencari posisi pada koin yang menunjukkan kekuatan relatif selama waktu ini adalah fokusnya. Bahkan, jika kita berasumsi bahwa titik terendah sudah tercapai, kita mungkin akan mengalami sedikit penurunan terlebih dahulu," tambahnya.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News