Koesroyo: The Last Man Standing, terpilih sebagai film dokumenter yang akan ditayangkan di LA Femme Film Festival 2024, di Los Angeles, Amerika Serikat. [281] url asal
Jakarta: Film tentang band legendaris Koes Plus yang bertajuk Koesroyo: The Last Man Standing, terpilih sebagai film dokumenter yang akan ditayangkan di LA Femme Film Festival 2024, di Los Angeles, Amerika Serikat, pada, 27 Oktober 2024.
Film dokumenter yang disutradarai oleh Linda Ochy dan diproduseri oleh Andhy Pulung ini, akan mengungkap mengenai kisah-kisah yang jarang diceritakan tentang kehidupan dari pemain bass sekaligus penulis lagu-lagu Koes Plus, Koesroyo Koeswoyo atau yang kerap dikenal sebagai Yok Koeswoyo.
Yok Koeswoyo adalah satu-satunya personel dari band Koes Plus yang masih hidup saat ini.
Dokumenter ini akan membahas mengenai kehidupan pribadi Yok Koeswoyo, hingga mengungkap cerita di balik lagu-lagu ikonik yang beliau ciptakan untuk Koes Bersaudara/Koes Plus. Seperti lagu “Kolam Susu,” “Jemu,” hingga “Why Do You Love Me”.
Bagi Koesroyo, musik adalah bagian dari hidup yang tak terpisahkan, adalah detak jantung dan sebuah jalan untuk mengisahkan. Tak hanya tentang asmara atau kritik terhadap isu sosial dan politik, tetapi juga kecintaan terhadap budaya dan Nusantara.
“Kita menyampaikan pesan melalui musik ya, sudah. Itu sebabnya, kita ada Nusantara satu sampai sembilan itu ingin menanamkan rasa memiliki dan mencintai,” ungkap Yok Koeswoyo mengenai definisi musik menurut pribadinya.
Tak hanya terpilih tayang di festival film Amerika, film dokumenter garapan dari Linda Ochy dan Andhy Pulung ini, juga berhasil terpilih dalam seleksi awal 10 Film Dokumenter Panjang Festival Film Indonesia 2024, yang di bawah naungan langsung dari Badan Perfilman Indonesia (BPI).
Berdasarkan informasi terbaru dari Linda Ochy, selaku sutradara dokumenter ini. Trailer film dokumenter Koesroyo: The Last Man Standing akan dirilis di Synchronize Festival, pada Minggu, 6 Oktober 2024 (Day 3). Synchronize Festival digelar di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Utara.
Jakarta: Royal Prima Musikindo berkolaborasi dengan Javier Parisi mendaur ulang lagu lawas milik band legendaris Indonesia. Penyanyi yang dikenal sebagai impersonator John Lennon itu ingin memperkenalkan karya-karya band legendaris Indonesia ke generasi sekarang.
"Kami bertekad untuk membawa karya-karya legendaris musisi dan dan pencipta lagu Indonesia ke seluruh dunia, dengan dinyanyikan kembali oleh musisi internasional. Dalam hal ini, dimulai bersama Javier Parisi, the John Lennon Impersonator," kata Octav Panggabean, CEO Royal Prima Musikindo.
Bagi Octav, musik adalah salah satu karya seni yang akan terus hidup di setiap masa. Sehingga sebuah lagu juga tidak hanya dinikmati di negara asalnya, tapi juga didengarkan oleh para pencinta musik di seluruh dunia. "Harapannya ini akan menjadi langkah awal untuk lagu dan musik Indonesia legendaris bisa didengarkan oleh penikmat musik di seluruh dunia. Sehingga nantinya, seluruh dunia bisa menikmati karya-karya musik legendaris Indonesia," katanya.
Javier Parisi merekam dan membawakan lagu-lagu legendaris karya musisi dan pencipta lagu Indonesia. Mulai dari lagunya "Why Do You Love Me" milik Koes Plus, karya Mercys Band berjudul "Love", hingga lagu ciptaan Vega Antares dan Bilal Indrajaya.
"Akan menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi saat karya kami dinyanyikan kembali oleh musisi internasional, khususnya lagu Love milik Mercy's band yang direkam dan dinyanyikan kembali oleh Javier Parisi. Ini akan menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Indonesia, karena lagu dan karya musisi Indonesia akan didengarkan oleh masyarakat dunia," kata Erwin Harahap mewakili Mercy's Band.
Javier Parisi merupakan penyanyi asal Argentina yang kerap tampil seperti John Lennon. Dia memang penggemar berat The Beatles. Berkat kemiripannya dengan John Lennon, dia bahkan sempat diundang tampil di tempat asal sang idola di Liverpool.
"Saya senang sekali bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini. Saya juga tidak menyangka bahwa di Indonesia, banyak sekali musik yang bagus dan cocok dengan karakter saya. Semoga lagu-lagu yang saya bawakan kembali, bisa merepresentasikan betapa bagusnya musik Indonesia," kata Javier Parisi.