TOKYO, investor.id – Pasar saham Asia Pasifik mayoritas tergelincir jatuh pada Senin (8/7/2024). Saham China melanjutkan koreksi untuk hari kelima.
Investor menunggu data ekonomi utama dari Amerika Serikat (AS) dan China akhir pekan ini, sementara hasil pemilu di Perancis semalam mengisyaratkan parlemen yang menggantung.
Koalisi sayap kiri Front Populer Baru Perancis pada Minggu (7/7/2024) secara tak terduga menggagalkan kemajuan sayap kanan, meraih jumlah kursi terbanyak. Namun mereka gagal mencapai mayoritas absolut dalam pemungutan suara putaran kedua parlemen.
Investor menunggu pembacaan indeks harga konsumen (CPI) AS, yang akan dirilis pada Kamis (11/7/2024) di AS, untuk menilai jalur suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Sedangkan angka inflasi China pada Rabu (10/7/2024) akan menandakan keadaan pemulihan ekonomi negara tersebut.
Keputusan bank sentral dari Korea Selatan, Selandia Baru, dan Malaysia juga akan diumumkan minggu ini meskipun diperkirakan tidak ada perubahan, menurut jajak pendapat para ekonom Reuters.
Nikkei 225 Jepang turun tipis, sedangkan Topix berbasis luas turun 0,36%. Kerugian ini terjadi ketika upah riil Jepang turun selama 26 bulan berturut-turut.
Data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan upah riil turun 1,4% daru tahun ke tahun (YoY) pada Mei 2024, meskipun upah nominal naik 1,9% menjadi 297.151 yen (US$ 1.850). Angka Mei 2024 juga merupakan kenaikan upah tercepat dalam 11 bulan.
Kospi Korea Selatan diperdagangkan mendekati garis datar dan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 0,86%. Saham Samsung Electronics kelas berat naik 0,46%, meskipun serikat pekerja terbesar perusahaan tersebut dijadwalkan memulai pemogokan selama tiga hari pada Senin.
Reuters melaporkan National Samsung Electronics Union (NSEU), yang memiliki sekitar 28.000 anggota, telah menuntut perusahaan tersebut meningkatkan sistem bonus berbasis kinerja dan memberi pekerja satu hari cuti tahunan tambahan.
Belum jelas berapa banyak pekerja yang akan ikut mogok kerja. Namun jajak pendapat serikat pekerja menemukan sekitar 8.100 anggota mengatakan mereka akan melakukan mogok kerja mulai Senin pagi.
Indeks Hang Seng (HSI) Hong Kong turun 0,46%, sedangkan CSI300 China daratan turun 0,3%, merupakan laju penurunan hari kelima dan menandai level terendah sejak Februari 2024.
S&P/ ASX 200 Australia tergelincir 0,36%, menandai penurunan hari kedua berturut-turut.
Pada Jumat (5/7/2024) di AS, S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke level tertinggi baru. Kedua indeks mencatat rekor penutupan karena laporan pekerjaan terbaru menghidupkan kembali harapan penurunan suku bunga dari bank sentral AS.
Indeks pasar luas naik 0,54%, ditutup pada posisi 5.567,19, sedangkan Nasdaq yang padat teknologi naik 0,90% menjadi berakhir pada 18.352,76.
Dow Jones Industrial Average bertambah 0,17%.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News