KOMPAS.com - Menikah bukan hanya tentang menyatukan dua hati, tetapi juga tentang membangun sebuah kehidupan bersama.
Salah satu aspek terpenting dalam pernikahan yang sering kali terabaikan adalah menetapkan tujuan bersama. Mengapa hal ini sangat penting?
Menurut psikolog klinis Gones Saptowati, sebelum menikah kita sudah harus bisa menjawab pertanyaan apa sih tujuan kita menikah?
"Melihat jauh ke dalam diri kita, apa sih tujuan kita ingin menikah? Kalau hanya mencari kebahagiaan, maka jangan menikah. Karena sudah pasti tidak selalu bahagia," ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Rabu (9/10/2024).
Tujuan menikah diperlukan sebagai landasan untuk membangun hubungan yang kuat. Tujuan ini harus sama dan disepakati oleh kedua pihak.
Jika pasangan tidak setuju, maka kita harus mencari jalan tengahnya atau alternatif solusi.
"Karena menikah itu penyesuaian sepanjang hayat antara satu sama lain, tidak bisa hanya satu orang saja," tangkas Gones.
Hal yang serupa dikemukakan oleh Psikolog Vania Susanto, seringkali orang mengatakan bahwa tujuannya menikah adalah untuk bahagia.
Padahal, sebetulnya menikah tidak menjamin kebahagiaan seseorang.
"Tapi setelah menikah ada loh tanggung jawab baru yang bisa jadi lebih besar, ada konflik baru, ada hal yang baru diketahui dari pasangan," jelas Vania.
Artinya, menikah dapat memunculkan berbagai masalah baru. Pasalnya, menikah dilakukan oleh dua orang memiliki pola asuh keluarga, lingkungan, dan pola pikir yang cenderung berbeda.
"Tanyakan ke diri sendiri apa ya yang aku inginkan, tujuan hidupku tuh, aku maunya apa?" jelas Vania.
Dengan begitu, kita bisa mengetahui tujuan kita menikah, lalu menyelaraskan pandangan dengan pasangan.
Dengan memegang teguh tujuan tersebut, pasangan yang sudah menikah dapat melewati berbagai konflik dan masalah dengan baik, karena memiliki hal untuk dicapai bersama.