JAKARTA, investor.id – Laba bersih emiten pengelola Rumah Sakit Bunda, PT Bundamedik Tbk (BMHS), melambung sebesar 157% menjadi Rp 10,96 miliar pada semester I-2024 dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 4,25 miliar. Kenaikan laba ini turut mengatrol laba per saham dasar dari Rp 0,5 per saham menjadi Rp 1,3 per saham.
Pertumbuhan laba BMHS pada enam bulan pertama tersebut paralel dengan pendapatan konsolidasi perseroan yang naik sebesar 9% dari sebelumnya Rp 721 miliar, menjadi Rp 784 miliar. Hasil ini sebagai buah dari transformasi pada layanan dan ekosistem perseroan.
Jumlah pasien rumah sakit BMHS yang terdiri dari pasien rawat jalan tercatat bertumbuh sebesar 17%. Begitupun dengan pasien rawat inap yang meningkat sebesar 38%, dan tindakan yang melejit 11%.
Peningkatan pendapatan BMHS juga tampak pada kategori OBGYN dan spesialis anak (pediatric), termasuk di spesialisasi seperti penyakit dalam, neurologi, THT, onkologi hingga ortopedi.
Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono, menyampaikan BMHS berkomitmen memperkuat posisinya sebagai ekosistem penyedia layanan kesehatan terkemuka dan holistik, yang tidak hanya diperuntukkan bagi ibu dan anak, namun bagi seluruh anggota keluarga.
“Komitmen ini kami nyatakan melalui berbagai inisiatif, inovasi dan penguatan di seluruh unit bisnis BMHS dan tercermin melalui pertumbuhan positif dan berkelanjutan selama semester 1 2024 ini,” tutur Agus dalam keterangan resminya, Rabu (14/8/2024).
Pada ekosistem BMHS, metrik pertumbuhan juga terlihat berkat kontribusi anak usaha di sektor layanan laboratorium dan genomik, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (Diagnos), yang menguat 30% secara yoy.
Tidak berhenti di situ, neraca konsolidasi BMHS Group juga diperkuat oleh kemitraan strategis antara anak usahanya di bidang layanan Teknologi Reproduksi Berbantu, Morula IVF Indonesia dan Jinxin Fertility Group Limited.
Kerja sama ini bertujuan untuk menggali potensi besar IVF (In Vitro Fertilization) di Indonesia dan Asia Tenggara. Di samping itu, jaringan Rumah Sakit Bunda Group juga terus melakukan ekspansi pusat layanan kesehatan unggulan untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan keluarga.
Seluruh inisiatif holistik tersebut telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan di semua unit bisnis BMHS yakni Rumah Sakit naik sebesar 8%, Morula IVF Indonesia meningkat 4%, dan Diagnos yang tumbuh 14%, dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Agus bulang, melalui berbagai inisiatif dan strategi penguatan layanan secara holistik, BMHS mampu membukukan tren positif di seluruh ekosistem BMHS selama semester I-2024. Karena itu, perseroan optimistis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan BMHS sekaligus mempertahankan pertumbuhan positif yang berkelanjutan di sepanjang 2024 ini.
“Optimisme ini didukung dengan jajaran manajemen, dokter dan tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten, inovasi teknologi medis modern hingga ekspansi pusat layanan kesehatan unggulan,” tutup Agus.
Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News