JAKARTA, investor.id - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatatkan laba sebesar Rp 184 miliar pada kuartal III-2024. Angka itu meningkat 868% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp 19 miliar. Sedangkan pendapatan bersih mencapai Rp 3.380 miliar atau meningkat 3% dibanding tahun lalu.
Presiden Direktur Hero Supermarket (HERO) Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, Laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp 24 miliar, membalikkan kerugian Rp 261 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh pertumbuhan laba di bisnis Guardian Health and Beauty serta penghematan biaya yang berhasil dilakukan di IKEA.
“Total laba yang dibukukan untuk periode tersebut termasuk dari keuntungan divestasi operasi Hero Supermarket dan penjualan properti non-inti yang mencapai Rp 184 miliar, naik dari Rp 19 miliar pada tahun sebelumnya,” ungkap Hadrianus dalam keterangan pers,
Hadrianus menambahkan, perseroan berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid pada sembilan bulan 2024, ditandai dengan pertumbuhan penjualan dan keuntungan yang sangat baik di bisnis Guardian Health and Beauty. Kinerja IKEA selama periode tersebut dipengaruhi oleh permintaan furnitur yang menurun namun demikian jumlah kerugian berhasil dikurangi sebagai hasil dari langkah-langkah pengendalian biaya yang efektif.
Guardian Health and Beauty terus menunjukkan kinerja yang kuat dengan pertumbuhan dua digit dalam penjualan yang sebanding dan peningkatan laba yang solid selama periode ini. Peningkatan kunjungan di mal premium dan lokasi wisata serta optimasi rentang produk, menjadi kunci keberhasilan segmen ini. Selain itu, Guardian juga memperluas kehadiran omnichannel untuk meningkatkan aksesibilitas pelanggan.
“Meskipun penjualan IKEA mengalami penurunan akibat penurunan kunjungan ke toko, Perseroan berhasil mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui berbagai inisiatif penghematan biaya yang efektif,” tambah Hadrianus.
Daya Tarik Toko
Hadrianus menyebut, IKEA terus fokus pada peningkatan daya tarik toko, optimalisasi tata letak, dan perbaikan alat belanja. Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan produk mencakup peninjauan model impor, peningkatan sumber daya lokal, dan penyesuaian rantai pasokan, didukung oleh strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan relevansi lokal.
Perseroan telah berhasil melakukan transformasi bisnis dengan menyelesaikan divestasi segmen Hero Supermarket kepada afiliasinya, PT Hero Retail Nusantara, pada akhir Juni 2024. Setelah transaksi ini, operasi Perseroan sepenuhnya berfokus pada bisnis Guardian dan IKEA di Indonesia. “Selama sembilan bulan pertama, Perseroan juga berhasil menjual tiga properti non-inti, yang semakin memperkuat posisi keuangannya,” jelas Hadrianus.
Hadrianus optimistis, segmen Kesehatan dan Kecantikan akan terus tumbuh positif, didukung oleh tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat. Sementara itu, IKEA akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja di tengah persaingan yang semakin ketat. “Dengan fokus bisnis yang lebih tajam dan strategi yang tepat, Perseroan yakin dapat mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tutup Hadrianus.
Editor: Indah Handayani (handayani@b-universe.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News