#30 tag 24jam
Ibu-Ibu Pelosok Banyuwangi Sejahtera, Ekonomi Terangkat Berkat PNM Mekaar
Puluhan ibu-ibu di Banyuwangi berkomitmen membayar angsuran program Mekaar PNM. Program ini bantu mereka akses modal usaha dan tingkatkan ekonomi keluarga. [905] url asal
#mekaar-pnm #ibu-ibu-prasejahtera #pembiayaan-mikro #ekonomi-keluarga
(detikFinance - Sosok) 27/09/24 18:53
v/15634289/
Banyuwangi - "Saya berjanji membayar angsuran sesuai kewajiban. Menggunakan pembiayaan sebagai usaha. Bertanggung jawab bersama bila ada nasabah yang tidak memenuhi kewajiban."
Begitu kurang lebih ucapan kompak dari puluhan ibu-ibu warga Jln. Gunung Raung No 35 RT 002 RW 002 Dusun Telemungsari Kalipuro, Banyuwangi, sore ini, Jumat (27/9/2024). Mereka berkumpul, duduk bersila, dan mengucap janji dengan salah satu petugas PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Puluhan ibu-ibu tersebut adalah nasabah dari program Mekaar PNM, program pembinaan khusus untuk ibu-ibu prasejahtera produktif non-bankable yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha dengan memperoleh akses pendanaan lebih mudah dibandingkan ketimbang mengajukan pinjaman ke bank.
Ketua kelompok ibu-ibu, Marsiyati, bercerita kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap minggu. Intinya, mereka membayar cicilan dari kredit yang diambil secara langsung kepada Account Officer (AO) PNM lokasi itu. PNM menerapkan sistem kelompok tanggung renteng yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses pembiayaan sehingga nasabah mampu mengembangkan usaha.
Marsiyati sendiri sudah bergabung jadi nasabah Mekaar sejak 6 tahun lalu. Dari yang awalnya meminjam Rp 2 juta, kini Marsiyati mengambil kredit hingga Rp 10 juta. Pinjaman itu dia bayar setiap dua minggu selama 2 tahun. Cicilan yang harus dia bayar sebesar Rp 269.000.
Marsiyati bercerita, sebelum ada pinjaman usaha PNM Mekaar, dia dan suami belum memiliki usaha. Sebagai ibu rumah tangga, Marsiyati hanya mengandalkan pekerjaan suami saya yaitu sebagai kuli bangunan.
"Lalu ada penawaran pinjaman modal usaha dari PNM Mekaar yang pinjaman awal hanya Rp 2 juta. Dulu sebelum ada pinjaman modal usaha untuk makan dan menyekolahkan anak sekolah saya harus cari-cari tambahan pekerjaan buat kerja sampingan," cerita Marsiyati.
Setelah mendapat modal usaha dari PNM, Marsiyati kemudian terpikir untuk membeli kambing untuk diternak. Ia berupaya mendapatkan untuk dari membeli kambing tersebut. Benar saja, ternak kambingnya akhirnya berhasil karena melahirkan dua ekor.
"Akhirnya saya mengajukan pinjaman yang kedua dan naik kelas, uangnya saya pergunakan untuk beli kambing dua ekor, karena suami saya bisa membuat kursi dan meja dari kayu sisa uangnya saya buat untuk modal usaha mebel kayu," kata dia.
Kini kambing yang sudah diternak Marsiyati terus beranak. Selain itu, usaha mebel kayu sang suami juga tambah laris. Ekonomi Marsiyati dan keluarga membaik. Ia bahkan bisa merenovasi rumahnya yang dulu tak memiliki kamar mandi.
"Yang awalnya kamar mandi hanya memakai karung sekarang saya punya kamar mandi sendiri dan rumah saya sudah memkai keramik sekarang, hingga saya bisa menyekolahkan anak saya sampai lulus dan sudah menikah. Alhamdulillah dari pinjaman tersebut juga saya bisa mengajak saudara saya bekerja dengan suami saya di mebel kayu, sekarang saya sudah tidak bekerja sebagai buruh tani, saya menjalankan usaha saya sendiri," katanya.
Nasabah Mekaar PNM lainnya, Sulamsiyah, juga merasakan manfaat yang sama setelah mendapatkan bantuan modal usaha. Sulamsiyah sudah bergabung jadi nasabah sejak 2019. Plafon pinjamannya saat ini Rp 7,5 juta dengan cicilan Rp 202.000 per dua minggu, selama 2 tahun.
Sulamsiyah bercerita memulai usaha sebagai seorang penjahit. Awalnya usaha ini dia mulai dengan modal yang terbatas hanya dengan 1 mesin jahit. Seiring berjalannya waktu ia merasa usaha ini perlu dikembangkan dan itu membutuhkan modal yang cukup banyak, tanpa disengaja saya dipertemukan dengan tetangganya yang nerupakan nasabah PNM Mekaar. Tetangganya cerita usahanya makin maju berkat modal usaha yang diberikan PNM.
"Setelah mendengar ceritanya saya pun tertarik dan mencoba untuk bergabung menjadi nasabah. Dimulai dengan modal Rp 2 juta itu cukup membantu usaha saya yang terbatas ini. Dengan pinjaman yang diberikan saya mampu menambah peralatan dan bahan untuk usaha saya, tidak terasa ini berlangsung terus menerus tidak hanya sampai modal Rp 2 juta tetapi saya diberi kepercayaan untuk terus menjadi nasabah hingga sekarang telah sampai ke peminjaman Rp 7,5 juta," katanya.
Menurut Sulamsiyah, modal yang diberikan PNM Mekaar ini sangat membatu dia dan juga perekonomian keluarga, yang awalnya hanya memiliki 1 usaha sekarang bisa berkembang menjadi 3 usaha yaitu warung kopi dan ladang untuk menanam sayur.
"Ketiga usaha ini masih terus berjalan hingga sekarang berkat kepercayaan modal dari Mekaar dan saya berharap Mekaar terus bisa menjadi penolong bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan modal untuk mengembangkan usaha dan memperbaiki ekonomi keluarga," katanya.
Kelompok Nasabah Mekaar PNM di Banyuwangi Foto: Fadhly Fauzi Rachman |
Upaya PNM Tekan Kemiskinan
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan program Mekaar ini jadi salah satu bagian atau strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dengan cara peningkatan pendapatan. Program ini menyasar kelompok ibu-ibu dengan skema tanggung renteng.
"Dan memang seperti yang saya sampaikan, kami memang bergerak dari data kemiskinan. Kami akan masuk satu daerah, akan insentif di situ, ke daerah-daerah kemiskinan," kata Arief saat meninjau nasabah kelompok Mekaar di Banyuwangi.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi Foto: Fadhly Fauzi Rachman |
Arief menjelaskan, program ini sudah dimulai sejak 2016 hingga sekarang. Dalam kurun waktu 10 tahun ini, PNM sudah bisa menjadi 20,6 juta ibu-ibu sebagai nasabah Mekaar. Bahkan, beberapa di antara ibu-ibu tersebut sudah ada yang naik kelas.
"Ada satu 1,7 juta naik kelas, sudah tidak masuk kelas kami, masuk ke perbankan, pegadaian dan lembaga pembiayaan formal lainnya," jelasnya.
Menurut Arief, program ini banyak diminati kalangan bawah lantaran kemudahan yang diberikan PNM dalam memberikan kredit. Syarat mendapatkan kredit ultra mikro ini jauh lebih mudah ketimbang mendapat pembiayaan dari lembaga keuangan formal lain seperti bank.
"Karena hanya di kami yang nggak pakai jaminan, hanya di kami yang nggak pakai SLIK. Yang penting mereka punya komitmen, didukung oleh teman-teman kelompoknya, saling bantu kalau ada yang tidak baik sesama anggota kelompok, pasti yang akan ambil adalah di segmen yang terbawah," katanya.
(fdl/fdl)
Sinergi BRI Life dan PNM Tingkatkan Kesejahteraan Nasabah Ultra Mikro
Sinergi yang disepakati ialah pemasaran produk AM Jiwa Umi Syariah kepada nasabah PNM [437] url asal
#bri-life #pnm #kerja-sama #mekaar-pnm #nasabah-mekaar
(Republika - Ekonomi) 25/07/24 15:07
v/12062387/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai wujud kepedulian pada masyarakat ultra mikro, serta dalam upaya untuk meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, PT Asuransi BRI Life bersama PT Permodalan Nasional Madani (PMN), melakukan sinergi dalam rangka optimalisasi BRI Group. Kolaborasi yang dilakukan melalui penandatangan kerja sama distribusi dan pemasaran Asuransi Mikro Jiwa Ultra Mikro Syariah (AM Jiwa UMi Syariah), dengan model bisnis Kerjasama Referensi Badan Usaha NonBank.
Bentuk sinergi yang disepakati adalah pemasaran produk AM Jiwa Umi Syariah kepada nasabah PNM, yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Mekaar merupakan program pembinaan khusus yang dilaksanakan oleh PNM bagi ibu-ibu pra sejahtera produktif nonbankable, yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha dengan akses pendanaan tanpa jaminan. Tercatat jumlah nasabah Mekaar PNM saat ini telah mencapai lebih dari 15 juta nasabah aktif di seluruh Indonesia.
Adapun Asuransi Mikro Jiwa Ultra Mikro Syariah (AM Jiwa UMi Syariah), merupakan produk asuransi dari PT. Asuransi BRI Life, yang memberikan manfaat asuransi jiwa meninggal dunia kepada peserta karena sebab apapun dalam masa asuransi. Pilihan premi yang ditawarkan kepada peserta asuransi ultra mikro ini sangatlah terjangkau, yakni sebesar 20 ribu rupiah dan 40 ribu rupiah, dengan manfaat proteksi jiwa hingga Rp 3 juta.
Hadir dalam penandatanganan kerja sama Direktur Utama PT BRI Life Aris Hartanto didampingi Direktur Kepatuhan dan Legal I Dewa Gede Agung serta Direktur Pemasaran Sutadi. PNM menyambut hangat kehadiran BRI Life yang diwakili oleh Direktur Operasional Sunar Basuki dan Prasetya Sayekti selaku Direktur Bisnis.
Direktur Utama PT BRI Life Aris Hartanto, mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk-produk asuransi untuk menjangkau kebutuhan proteksi masyarakat Indonesia yang beragam. Asuransi Mikro Jiwa Ultra Mikro Syariah merupakan salah satu produk asuransi mikro yang kami miliki, yang dapat menjadi solusi keuangan bagi kebutuhan masyarakat yang memiliki kebutuhan proteksi yang sederhana.
"Dengan adanya dukungan dari mitra bisnis kami PNM, kami berharap produk ini dapat dipasarkan dan diterima dengan baik oleh nasabah," katanya.
Diluncurkannya Asuransi Mikro Jiwa Ultra Mikro Syariah, merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Program Layanan Keuangan Mikro, yang merupakan produk dan jasa keuangan dari berbagai industri jasa keuangan yang bersifat low cost, dengan proses yang sederhana, cepat, akses yang mudah," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PNM Sunar Basuki menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas partisipasi BRI Life dalam upaya meningkatkan kesejahteraan nasabah Mekaar. PNM juga berkomitmen untuk memperkuat digitalisasi nasabah ultra mikro (UMi) serta menoptimalkan pemberdayaan bagi nasabah binaannya salah satunya melalui proteksi asuransi.
“Kami mengapresiasi sinergi dan kerja sama ini agar nasabah ultra mikro PNM dapat lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan usaha mereka,” tutup Sunar. Sunar percaya dengan adanya proteksi bagi masyarakat prasejahtera dapat memberikan keberlanjutan dalam mendukung kebutuhan keluarga.

