Masimo terbukti melanggar hak paten desain asli modul kesehatan dan pengisi daya. Perusahaan tersebut menjiplak desain Apple, perusahaan milik Tim Cook. [346] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Apple, perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook, memenangkan gugatan atas perusahaan teknologi kesehatan Masimo Corp terkait fitur pada jam tangan pintar Masimo khususnya model W1 dan Freedom.
Perusahaan tersebut terbukti menjiplak desain Apple dan harus membayar denda.
Melansir dari The Verge, Senin (28/10/2024) Masimo harus membayar sekitar $250 atau sekitar Rp3,9 juta kepada Apple dikarenakan melanggar hak paten milik Apple.
Meski hanya mendapatkan uang ganti rugi yang kecil, Pengacara Apple John Desmarais mengatakan bahwa pihaknya tidak mencari uang dalam kasus ini.
Diriny menyebut, Apple hanya meminta Masimo dan perusahaan lain nantinya agar tidak menjiplak atau menduplikat desain Apple.
"Kami tidak di sini untuk uang. Perusahaan berharap agar Masimo berhenti menyalin desain kami,” kata Desmarais, Senin (28/10/2024).
Dalam laporan tersebut, hakim menemukan bahwa adanya kesengajaan yang dilakukan Masimo terkait desain asli modul kesehatan W1 dan Freedom dan pengisi daya, sehingga melanggar hak paten desain Apple
Keputusan ini menandakan kemenangan bagi Apple dalam melindungi kekayaan intelektualnya, khususnya terkait elemen desain teknologi jam tangan pintarnya.
Tampilan smartwatch Masimo/website
Adapun, hasil persidangan hari ini merupakan hasil gugatan balik pihak Apple dalam gugatan hukum yang sedang berlangsung dengan Masimo.
Gugatan ini dimulai setelah adanya klaim Masimo bahwa hak patennya telah dipakai oleh Apple pada fitur oksimetri denyut nadi di Apple Watch. Fitur ini memungkinkan pemilik Watch mengukur kadar oksigen dalam darah mereka.
Sekadar informasi, Masimo memiliki produk bernama Masimo Freedom.
Masimo Freedom adalah sebuah jam tangan pintar yang dirancang khusus untuk memantau kesehatan Anda. Jam tangan ini memiliki fitur unggulan dalam mengukur tingkat oksigen darah (SpO2), detak jantung, dan hidrasi tubuh.
Fitur ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan atau ingin memantau kesehatan secara keseluruhan. Masimo dikenal dengan teknologi pengukuran SpO2 yang akurat, sehingga Anda bisa mendapatkan data yang dapat diandalkan.
Kembali ke Apple, diketahui Apple menonaktifkan fitur tersebut di Apple Watch Seri 9 dan Ultra 2, dan fitur tersebut juga tidak ada di Seri 10 yang baru.
Batasan-batasan ini hanya berlaku di Amerika Serikat, dengan Apple mengajukan banding atas larangan impor pada model-model dengan fitur yang dipermasalahkan tersebut.
Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu gudang cat milik Crazy Rich Hermanto Tanoko PT Avia Avian Tbk. (AVIA) mengalami kebakaran. Manajemen mengklaim operasional tidak mengalami gangguan.
Corporate Secretary Avia Avian Hera Septi Astuti menjelaskan gudang bahan baku solvent AVIA yang berlokasi di Sidoarjo mengalami kebakaran Kamis (25/7/2024). Kebakaran terjadi dini hari saat tidak ada aktivitas sehingga tidak terdapat korban jiwa.
“Kebakaran hanya terjadi di gedung penyimpanan bahan baku solvent, sehingga tidak memberikan gangguan terhadap kegiatan produksi lainnya,” kata Hera dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (27/7/2024).
Hera juga mengklaim saat ini semua aktivitas produksi dan pengiriman berlangsung normal dan tidak mengalami gangguan akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Avian yang merupakan produsen cat yang menggunakan berbagai bahan kimia, kata Hera, AVIA menerapkan berbagai kebijakan pencegahan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Setiap pabrik dilengkapi dengan sistem alarm kebakaran serta detektor asap dan panas sehingga kebakaran dapat segera terdeteksi.
Berdasarkan catatan Bisnis, Saat ini, AVIA memiliki dua pabrik yang sedang beroperasi. Pabrik Sidoarjo memiliki luas 11 hektar dengan kapasitas produksi lebih dari 213.000 metrik ton per tahun. Salah satu fasilitasnya adalah penyediaan pompa hydrant dengan kapasitas 1500 galon per menit, 36 pilar box hydrant, dan 325 unit alat pemadam api ringan.
Pabrik lainnya adalah pabrik Serang yang memiliki luas kurang lebih 4 hektar dengan kapasitas produksi lebih dari 72.000 metrik ton per tahun. Pabrik ini berfokus pada produksi resin, cat berbahan dasar solvent, cat berbahan dasar air, dan mortar. Saat ini, kapasitas pabrik sudah mencapai di atas 60%, atau sekitar 172.000 metrik ton.