Dalam kunjungannya ke booth yang berada di Hall B tersebut, Siti disambut External Communication Manager Merdeka Copper Gold, Dinia Widodo. [389] url asal
Merdeka Copper Gold menjadi salah satu perusahaan yang hadir di acara Festival LIKE 2 yang diselenggarakan oleh detikcom dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di JCC Senayan. Menteri LHK Siti Nurbaya menyempatkan untuk berkunjung ke booth Merdeka Copper Gold.
Dalam kunjungannya ke booth yang berada di Hall B tersebut, Siti disambut External Communication Manager Merdeka Copper Gold, Dinia Widodo.
Dikonfirmasi usai kunjungan tersebut, Dinia mengatakan Menteri LHK sempat melihat beberapa site project yang dimiliki Merdeka Copper Gold. Selain itu ia juga menjelaskan mengenai proses hilirisasi battery plant hingga menjadi tenaga kendaraan listrik.
"Tadi kita seneng banget kedatangan Ibu Menteri. Saya sempat menjelaskan project-project Merdeka Copper Gold itu ada di mana saja. Di booth kan ada petanya, beliau bisa langsung lihat petanya, tambang kami di mana, project kami di mana," papar Dinia, Sabtu (10/9/2024).
"Terus saya jelaskan yang sebelah sini sebenerya adalah flow atau sebuah bagan mengenai hilirisasi yang Merdeka Copper support. Karena kita dari tambangya, lalu kita ada pabrik prosessing-nya, kita ada smelter, ada HPAL, pada akhirnya bisa membuat battery plant," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Menteri LHK tiba di JCC Senayan sekitar pukul 16.00 WIB, dan disambut Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Ginting, Direktur Bisnis detikNetwork Agustina Sembiring, bersama Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro. Mereka terlebih dahulu berkeliling di booth Hall A untuk melihat booth Pasar Rakyat.
General Manager Compliance PT Merdeka Copper Gold Tbk Muhammad Toha mengungkapkan Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia yakni sebesar 23,7% [432] url asal
Tak dipungkiri, Indonesia dengan kekayaan sumber daya alamnya punya nilai plus dalam mendukung perkembangan industri kendaraan listrik/electric vehicle (EV). Salah satunya dari kekayaan pasokan nikel yang bisa menjadi bahan untuk pembuatan baterai kendaraan listrik.
Dalam talkshow Festival LIKE 2 bertajuk 'Mengoptimalkan Rantai Pasokan Baterai Kendaraan untuk Transisi Energi Global', General Manager Compliance PT Merdeka Copper Gold Tbk Muhammad Toha mengungkapkan Indonesia punya cadangan nikel terbesar di dunia yakni sebesar 23,7%. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi negara yang memproduksi nikel dengan jumlah terbesar.
Toha menyebut adanya industri EV membuka berkah' baru dengan dimanfaatkannya nikel kadar rendah, limonit, yang biasanya tak cukup seksi untuk dilirik, ditambang, apalagi diolah menjadi suatu produk. Kini, ketika industri EV berkembang dan membutuhkan nikel sulfat juga cobalt sulfat, material limonit yang selama ini tidak bisa diolah mulai dilirik untuk ikut ditambang serta diolah dengan menggunakan teknologi terkini.
"Adanya industri EV itu jadi berkah, karena lapisan nikel rendah (limonit) beberapa puluh tahun lalu hanya dikupas, diambil, kemudian dibuang sebagai material buangan yang tidak bisa digunakan dan tidak bisa diolah. Sudah berpuluh-puluh tahun ditambang tapi tidak digunakan," jelas Toha dalam sesi Talkshow Festival LIKE 2 di JCC Senayan, Jumat (9/8/2024).
Dengan dimanfaatkannya nikel berkadar rendah ini. Pihaknya semakin bisa mendukung kebutuhan nikel untuk industri EV atau kendaraan listrik di Tanah Air.
"Keuntungannya, cadangan nikel Indonesia jadi meningkat drastis karena limonit yang dulunya dianggap sebagai waste bisa diolah jadi material yang ditambang. Saat diolah juga bisa menghasilkan nilai yang sangat besar. Ini juga didukung perkembangan teknologi yang luar biasa," tambahnya.
Sebagai informasi, dalam talkshow ini turut hadir Sustainability Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk Bahtiar Manurung dan Environmental Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk Eben Ezer Sirait sebagai narasumber.