Jakarta - Musim Mas Group turut berpartisipasi dalam Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Baru Terbarukan (LIKE) 2. Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center.
Agenda yang mengusung tema '10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas' ini merangkum akumulasi kerja dan langkah korektif di bidang Lingkungan Hidup, Iklim, Kehutanan dan Energi (khususnya energi terbarukan).
"Musim Mas menanggapi serius terkait praktik keberlanjutan. Dengan berpartisipasi dalam Festival LIKE ini, kami ingin membagi pengetahuan dan inspirasi kepada generasi muda tentang upaya yang dilakukan oleh Musim Mas dalam meminimalkan dan memitigasi dampak lingkungan di wilayah operasional perusahaan, terutama komitmen kami dalam upaya konservasi, serta pengurangan emisi Gas Rumah Kaca yang dapat berkontribusi pada pencapaian NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia," ujar General Manager for Sustainability Musim Mas Vivi Anita, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).
Sejalan dengan aspirasi global Paris Agreement dan NDC Indonesia, Musim Mas telah berkomitmen mencapai Net Zero pada tahun 2050 mengikuti panduan Science Based Target initiative (SBTi) dalam usaha membatasi kenaikan suhu global 1.5°C dari era pra-industri.
Salah satu upaya yang dilakukan Musim Mas adalah melakukan konservasi dan restorasi di wilayah operasional perkebunannya, serta mematuhi persyaratan pada tingkat nasional dan internasional yang relevan. Musim Mas tidak melakukan penanaman baru pada ekosistem alami dalam wilayah operasi perusahaan, yang mencakup area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), lahan gambut, dan hutan Stok Karbon Tinggi (SKT).
Foto: Dok. Musim Mas
Selain itu, Musim Mas menerapkan upaya pemantauan dan pengelolaan di seluruh area konservasi perusahaan, termasuk pemulihan ekosistem alami di dalam area pengelolaan yang terdampak kebakaran atau perambahan. Musim Mas juga melakukan pemantauan dan patroli darat untuk mencegah perburuan liar untuk melindungi keanekaragaman hayati, khususnya spesies langka, terancam, dan terancam punah (RTE) di dalam area konsesi perusahaan, dan pada tingkat lanskap yang lebih luas.
Di samping melakukan upaya konservasi, Musim Mas menerapkan konsep Zero Waste pada pabrik kelapa sawit, yang mana produk sampingan di daur ulang dan diubah menjadi bahan yang tidak berbahaya untuk digunakan kembali. Musim Mas menjadi grup perusahaan sawit pertama yang memperluas proyek Methane Capture ke seluruh pabriknya, dalam upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
Methane Capture digunakan untuk mengelola limbah gas metana yang dihasilkan dari proses operasional perusahaan menjadi listrik, yang hasil listriknya digunakan untuk operasional dan perumahan pekerja di lokasi operasi perkebunan dan pabrik Musim Mas. Melalui satu site Methane Capture dengan kapasitas 1 Megawatt (MW), dapat menerangi sekitar 1.600 rumah di pedesaan, sehingga keberadaan Methane Capture ini dapat membantu pemerintah dan PLN dalam menjangkau listrik di desa-desa sekitar perusahaan.
Saat ini, terdapat 17 pabrik pengolahan kelapa sawit Musim Mas telah dilengkapi fasilitas Methane Capture. (akn/ega)
Lewat program co-firing, PLN mendorong terciptanya ekosistem kerakyatan karena masyarakat juga diajak dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing. [306] url asal
Jakarta - PT PLN (Persero) berpartisipasi aktif dalam gelaran Festival LIKE 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center. Pada gelaran ini, PLN menampilkan showcase akselerasi ekonomi kerakyatan dalam transisi energi lewat pemanfaatan biomassa dalam program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan lewat program co-firing, PLN mendorong terciptanya ekosistem kerakyatan karena masyarakat juga diajak terlibat aktif dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing.
"Program co-firing tidak hanya menjadi program transisi energi, namun juga akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Darmawan, dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).
PLN telah mengembangkan biomassa sebagai bahan baku substitusi pengganti batu bara untuk PLTU. Ekosistem penyediaan biomassa ini telah dibangun secara end-to-end berbasis keterlibatan masyarakat.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi menyampaikan hingga 2023, terdapat 46 PLTU yang telah menjalankan program co-firing dengan total penggunaan biomassa mencapai 1 juta ton dan mampu memproduksi listrik sebesar 1,04 Terawatt hour (TWh). Program ini juga dinilai mampu menurunkan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2e sepanjang tahun 2023.
"Kami akan terus kembangkan program co-firing ini. Kami ingin membangun kolaborasi dan semakin banyak masyarakat yang terlibat," ucap Evy.
Hingga 2025 mendatang, PLN menargetkan program co-firing dapat dilakukan pada 52 PLTU dengan kebutuhan biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun.
"Untuk itu, kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan masyarakat menyiapkan biomassa untuk kebutuhan program co-firing ini," tambah Evy.
Dengan kebutuhan yang ada, PLN menilai program ini akan melibatkan secara aktif 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi mencapai Rp 9,43 triliun.
Adapun jenis biomassa yang telah digunakan PLN seperti limbah replanting, tanaman kaliandra merah, gmelina, gamal, indigofera, sekam padi, tandan kosong, hingga limbah agroforestri.
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berkolaborasi bersama detikcom menggelar Festival LIKE 2. Kolaborasi ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan langkah-langkah konkret dalam pelestarian lingkungan hidup.
Sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, PT Bayan Resources Tbk turut berpartisipasi dalam gelaran Festival LIKE 2. Melalui sesi talk show 'Green Economy Inclusive'. PT Bayan Resources membeberkan berbagai bentuk kontribusi dalam menjaga keseimbangan alam melalui berbagai inisiatif yang melibatkan banyak pihak.
Manager HSE CD/CSR Bayan Resources Dian Fiana menegaskan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kerja merupakan pilar utama dalam setiap operasi perusahaan.
"PT Bayan Resources Tbk selalu mengutamakan langkah preventif untuk memastikan operasional perusahaan tidak hanya memenuhi standar keselamatan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan," ujar Dian dalam keterangannya, Senin (12/8/2024).
Sementara Environmental Assistant Manager Bayan Resources Fandi Oktiawan menambahkan, pihaknya juga menerapkan pendekatan proaktif dalam pengelolaan dampak lingkungan. Menurutnya, strategi mitigasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang.
Fandi juga menyoroti peran penting masyarakat lokal dalam upaya pelestarian lingkungan, yang merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan perusahaan.
Di sisi lain, Technical Advisor Community Development Bayan Resources Agus Mulyono menggarisbawahi pentingnya pengembangan masyarakat dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Agus mengungkapkan pelibatan masyarakat lokal dalam program-program pengembangan merupakan langkah kunci untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai informasi, Festival LIKE 2 menjadi bukti kolaborasi efektif antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. PT Bayan Resources Tbk, melalui partisipasinya dalam acara ini, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung inisiatif-inisiatif lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.
PTFI bersama Pemkab Mimika dan masyarakat Kamoro berupaya mempercepat restorasi ekosistem mangrove di muara Sungai Ajkwa melalui program 'Estuary Structure'. [595] url asal
Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, kalangan akademisi dan masyarakat Kamoro berupaya mempercepat restorasi ekosistem mangrove di muara Sungai Ajkwa, Mimika melalui program 'Estuary Structure'. Upaya ini dikupas tuntas dalam talkshow Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi Terbarukan (LIKE) 2 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
"Program Estuary Structure merupakan komitmen Freeport Indonesia dalam restorasi lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat Kamoro, Pemda Mimika, hingga kalangan Akademisi dari Universitas Papua, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Institut Sains dan Teknologi Jakarta, kami berupaya mempercepat restorasi ekosistem mangrove di Muara Sungai Ajkwa," kata General Superintendent Reklamasi & Project, Environmental Division PT Freeport Indonesia Roberth Sarwom, dalam keterangan tertulis, Minggu (11/8/2024).
Roberth mengatakan PTFI membangun Estuary Structure di muara Sungai Ajkwa untuk menangkap sedimentasi dari tailing atau pasir sisa tambang untuk dibentuk menjadi daratan yang ditanami kembali dengan mangrove. PTFI berkomitmen melakukan revegetasi lahan terbentuk seluas 500 hektare per tahun. Hingga saat ini dari tahun 2005 PTFI telah menjalankan revegetasi seluas 953,59 hektare dan akan terus bertambah.
Estuary Structure melibatkan 24 kelompok masyarakat dari Suku Kamoro yang mendiami area dataran rendah Kabupaten Mimika. Pada akhir tahun 2022 hingga 2023 PTFI mempekerjakan 300 karyawan asli Suku Kamoro.
Roberth menjelaskan metode yang digunakan pada Estuary Structure adalah Struktur Geotab dan Struktur Bambu. Struktur Geotab merupakan metode dengan cara memasukan tailing atau sedimen ke dalam wadah berbahan geomembran berukuran besar. Sedimen akan terendap dan tertinggal, sementara air sisa tailing dapat mengalir keluar melalui pori-pori wadah tersebut.
Foto: Freeport
"Geotube kemudian dibentangkan sepanjang garis pantai yg berfungsi untuk menangkap dan menahan sedimen membentuk daratan stabil," kata Roberth.
Sedangkan Struktur Bambu merupakan metode menangkap dan menahan sedimen menggunakan bambu yang disusun membentuk huruf 'E' atau 'T' sehingga sering disebut dengan E-Groin atau T-Groin. Bambu ditanam 200 cm ke dalam tanah dengan formasi berjejer seperti dua lapis deretan pagar.
Di antara dua lapis tersebut diisi ranting pohon (debris) guna menahan endapan tailing. Hal ini akan menghasilkan endapan permanen yang akan membentuk daratan stabil.
"Kami berharap Program Estuary Structure ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat dan menciptakan domino efek yang positif, di mana restorasi ekosistem mangrove tidak hanya memulihkan fungsi lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat," kata Roberth.
Sebagai informasi, KLHK menyelenggarakan Festival LIKE 2 pada 8-11 Agustus sebagai rangkaian acara menuju COP 29 UNFCCC (29th Conference of the Parties of the United Nation Framework Convention on Climate Change) yang akan digelar pada 11-22 November 2024 di Baja, Azerbaijan. PTFI berpartisipasi aktif dalam festival ini melalui booth pameran dengan menghadirkan edukasi tentang Pertambangan Berkelanjutan yang diikuti ratusan pengunjung setiap harinya.
PT Astra International Tbk membahas beberapa langkah terukur dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, Salah satu program yang dijalankan oleh Astra adalah penerapan Green Energy di beberapa lini perusahaannya.
Hal ini disampaikan oleh Manager Decarbonization Astra Bima Krida Pamungkas dalam Talkshow Inspiratif Festival LIKE 2. Bima mengatakan berkat program tersebut, Astra dapat menghemat ongkos produksi hingga Rp 230 M di tahun 2023.
Selain itu, dalam acara yang mengusung tema '10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas', Bima menyebut Astra juga mampu menghemat energi hingga 2.406 terajoule.
"Jadi cost efficiency akibat kita melakukan program Astra Green Energy melalui upaya konservasi dan efisiensi energi itu di angka Rp 230 M. Itu berdasarkan data Desember 2023," ungkap Bima dalam talkshow di Festival LIKE 2, Sabtu (10/8/2024).
Berkat program ini juga, Astra mampu melakukan pengurangan emisi hingga 280.367 ton CO2. Program ini pun sudah diimplementasikan di 52 perusahaan grup Astra dengan 104 pemasangan yang telah dilakukan.
Apa yang dilakukan oleh Astra ini juga sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 30% di tahun 2030 yang ada di dalam program Astra 2030 Sustainability Aspiration. Adapun saat ini Astra sudah mencapai 13,96% penurunan emisi di 2023.
Dalam, Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra memadukan fokusnya pada masyarakat dengan fokus pada iklim dan planet agar mampu berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia serta mendukung kesejahteraan sosial masyarakat yang inklusif.
"Kami melakukan banyak upaya salah satunya melakukan instalasi solar PV di perusahaan, sehingga solar PV yang sudah kami pasang di internal perusahaan grup Astra yaitu sebesar 24,65 MWp. Ini juga turut menurunkan emisi gas rumah kaca di grup Astra," tutur Bima.
Astra tak lupa melakukan pengembangan alternatif energi baru berbasis biomethane yang dilakukan oleh Astra Agro Lestari dan pengembangan waste to energy di Legok Nangka oleh Energia Prima Nusantara. Pengembangan investasi ramah lingkungan juga dilakukan Astra melalui United Tractors seperti Geothermal, Hydroprower, serta bisnis nikel untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia.
"Investasi Geothermal di Sumatera Selatan sebesar 2×49 MW, sedangkan Mini Hydro Project sebesar 42 MW" ungkap Bima
Sebagai informasi, dalam ajang Festival LIKE 2 Astra menghadirkan instalasi transisi menuju perusahaan yang lebih berkelanjutan diterapkan pada tujuh lini bisnis Astra. Di antaranya adalah dua produk dari Grup Astra yaitu Charging Station Astra Otopower yang merupakan bagian dari Astra Otoparts, serta Solar Panel dari Energia Prima Nusantara yang merupakan perusahaan di bawah naungan United Tractors.
Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Astra melalui Astra Otoparts meluncurkan Astra Otopower sebagai jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Saat ini setidaknya telah ada 37 unit mesin pengisi daya untuk digunakan oleh publik yang tersebar di 32 lokasi di Pulau Jawa, seperti di gedung perkantoran, hunian, tempat peristirahatan jalan tol, dan di beberapa lokasi lain.'
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggelar Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan EBT) 2 tahun ini. Berlangsung selama empat hari sejak 8 - 11 Agustus 2024, Festival LIKE 2 menghadirkan berbagai keseruan.
Dalam sambutannya, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan Festival LIKE 2 tahun ini mengusung tema '10 Tahun untuk Sustainabilitas'. Adapun festival ini merangkum akumulasi kerja-kerja dan langkah korektif bidang Lingkungan Hidup, Iklim, Kehutanan dan Energi Baru Terbarukan selama 10 tahun.
"Mengapa kita memilih tema 10 tahun untuk Sustainabilitas atau Keberlanjutan? Karena tadi di sudah kita saksikan telah banyak titik-titik belok kegiatan maupun kebijakan upaya-upaya perbaikan operasional lapangan atau kita sebut Corrective Action dalam cara-cara baru ataupun inovasi penyelesaian masalah-masalah baru, masalah dengan cara yang baru," ucap Siti Nurbaya saat Opening Ceremony Festival LIKE 2 di JCC Senayan, Kamis (8/8/2024).
"Dan peningkatan kinerja harus semakin akuntabel dan terukur dan itu sudah berlangsung selama 10 tahun Kementerian LHK pada Kabinet Presiden Jokowi," tambahnya.
Sejak hari pertama, sudah terlihat antusiasme masyarakat terhadap gelaran Festival LIKE 2. Pasalnya,, sejumlah perusahaan perusahaan swasta hingga BUMN ikut memeriahkan gelaran tahunan ini.
Sebagai perusahaan yang turut mendukung keberlanjutan lingkungan, PT Pertamina (Persero) turut berpartisipasi pada gelaran Festival LIKE 2 tahun ini. Berbagai talkshow inspiratif serta boot edukatif pun dihadirkan, untuk menambah wawasan bagi pengunjung.
Talkshow Inspiratif Bahas Transisi Negeri-Upaya Tekan Emisi
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Di hari kedua gelaran Festival LIKE 2 pada Jumat (9/8), Pertamina menghadirkan talkshow bertajuk 'Teknologi Ramah Iklim dan Praktik Berkelanjutan Pertamina'. Dalam talkshow ini, VP Sustainability Strategy PT Pertamina (Persero) Suripno menjelaskan dua prinsip masa transisi energi Pertamina, yaitu just transition dan no one left behind.
"Itu ada prinsip just transition, di mana harus ada mempertimbangkan aset itu tidak akan ditinggalkan begitu saja. Yang kedua, no one left behind. itu dalam transisi energi itu banyak nih orang-orang yang masih bergantung ke fossil fuel, pekerjanya, masyarakat sekitarnya," ujar Suripno dalam talkshow tersebut.
Untuk mempersiapkan hal tersebut, Pertamina juga membuat program Pertamina Sustainability Academy untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan pekerjanya dalam menghadapi transisi energi. Program ini berlaku dari level pimpinan hingga frontliner di Pertamina.
"Level leader kita siapkan namanya masterclass sustainability. Jadi mereka diberikan bekal bagaimana impact terhadap dari isu climate change terhadap bisnis Pertamina, apa saja peluang yang bisa dilakukan Pertamina berkaitan dengan ini. Misal peluang dari pengembangan low carbon business, untuk offsetting, sampai ke carbon credit," lanjut Suripno.
Sementara di hari ketiga Festival LIKE 2 pada Sabtu (10/8), Pertamina membahas soal kontribusi dalam menekan emisi karbon lewat talkshow 'Upaya Mitigasi Perubahan Iklim PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM)'.
Adapun PHM menjadi salah satu perusahaan yang berhasil mengurangi emisi karbon melalui berbagai inovasi dan teknologi ramah lingkungan. Di antaranya adalah program waste to energy for community (Wast-Eco) dan inovasi konversi mesin diesel di crew boat menjadi Dual Diesel Fuel (DDF).
"PHM sangat mendukung upaya-upaya pemerintah. Dalam hal ini, melalui Pertamina, kami diberi tugas dan beban untuk melakukan pengurangan emisi. Salah satunya adalah WasteCo, yaitu membuat limbah sampah menjadi energi untuk masyarakat. Kemudian yang kedua terkait efisiensi yang dilakukan PHM. Karena aktivitas kami sudah tidak besar lagi, sehingga kami menurunkan mode teknis dari yang tadinya besar menjadi kecil," ujar General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam Setyo Sapto Edi.
Setyo mengungkapkan PHM juga melakukan efisiensi biaya dengan menggabungkan bahan bakar gas (LNG) dan diesel untuk operasional crew boat. Kemudian upaya pengurangan emisi di masyarakat, PHM juga melakukan pemasangan solar panel ke hampir 23 ribu masyarakat di sekitar daerah operasi.
"Kami sekarang sedang melakukan prototipe untuk pembuatan diesel ke LNG. Itu efisiensinya sangat banyak karena bisa membuat kita bahan bakar itu 80% LNG dan 20% diesel. Itu tentunya dari sisi efisiensi dan dari sisi juga pengurangan emisi," jelasnya.
Booth Edukatif & Interaktif, Bisa Ngopi & Photobooth Gratis
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Tak hanya sekadar talkshow inspiratif, Pertamina juga menghadirkan booth dengan sederet aktivitas seru dan penuh wawasan bagi pengunjung. Mengusung tema 'Earthy' dengan ornamen kayu dan hiasan tumbuhan hijau, Pertamina ingin menonjolkan semangat membumi, sekaligus menunjukkan keberhasilan upaya transisi yang telah dilakukan Pertamina demi lingkungan hidup yang lebih baik.
"Nuansa booth kita lebih membumi, lebih ke earthy. Karena kita mau memperlihatkan Pertamina sudah mulai bergeser, semangat shifting untuk bisa membantu pemerintah dan mendukung ke arah lebih baik untuk lingkungan," kata Corporate Brand Manager Pertamina Andar Titi Lestari.
Sementara itu Senior Expert Environmental Pertamina Pretty Mayang Arum mengatakan Pertamina juga memamerkan program-program teknologi ramah iklim yang dilakukan di semua subholding Pertamina, seperti program Green Terminal dan Desa Energi Berdikari
Untuk menarik minat anak muda, Pertamina menghadirkan sederet aktivitas seru, seperti photobooth bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen di Festival LIKE 2. Pertamina juga memboyong salah satu UMKM binaannya Bawadi Coffee, langsung dari Aceh untuk meramaikan rangkaian booth activity di festival ini. Di booth Pertamina, pengunjung dapat mencicipi langsung nikmatnya kopi asli Aceh ini secara gratis.
Salah seorang pengunjung, Najwa (19) mengaku senang dengan kehadiran photobooth di booth Pertamina. Sebab, dia jadi bisa berfoto bersama teman-temannya yang juga datang ke Festival LIKE.
"Seru banget, kita foto barengan juga berlima. (Sama) teman satu jurusan," kata mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB University ini.
Sementara pengunjung lainnya Baktos Darma mengatakan kopi yang dihadirkan di booth Pertamina memiliki rasa unik, berbeda seperti kopi lainnya.
"Rasanya unik karena kalau ini ada wanginya. Ini pertama kali nyobain (Aceh Gayo blend). (Rasanya ini) termasuk light. Kalau (kopi) biasanya lebih pahit dan asam," ungkap pelajar SMK Kehutanan Negeri Kadipaten Majalengka ini.
Kunjungan Menteri LHK ke Booth Pertamina
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Pada gelaran Festival LIKE 2, Menteri LHK juga menyempatkan diri untuk berkeliling booth pada hari ketiga, Sabtu (11/8). Adapun salah satu booth yang dikunjungi, yakni Pertamina. Menggunakan batik biru, Siti berkunjung ke sejumlah booth dan melakukan interaksi.
Corporate Brand PT Pertamina Persero Abraham Situmorang mengatakan saat dikunjungi Menteri LHK, pihaknya berkesempatan menerangkan berbagai macam program ramah lingkungan dan keberlanjutan yang dihadirkan Pertamina. Adapun pada ajang ini, Pertamina membawa tiga topik utama, yakni teknologi ramah lingkungan, produk ramah lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Ibu appreciate karena memang beliau juga tahu Pertamina, sebagian besar (program) Pertamina juga memang sudah di-monitor karena kami sering ikut PROPER juga," ucap Abraham.
Hingga hari terakhir gelaran Festival LIKE 2, booth Pertamina masih dipadati pengunjung. Terlihat para pengunjung antusias untuk mendapatkan kopi gratis hingga berfoto di photobooth. Beberapa pengunjung juga melihat berbagai inovasi yang dihadirkan Pertamina.
Sebagai informasi, Festival LIKE merupakan agenda yang merangkum akumulasi kerja-kerja dan langkah korektif bidang Lingkungan Hidup, Iklim, Kehutanan dan Energi (khususnya energi terbarukan). Adapun tema yang diambil dalam festival ini yaitu '10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas
Acara ini juga diisi oleh berbagai kegiatan di antaranya I LIKE CONCERT, I LIKE WALK (Fun Walk), Talkshow, Exhibition, Coaching Clinic, Sellers Meet Buyer, Demo Inovasi, Competition, dan KLHK Appreciation Night.
Dalam kesempatan itu, Pertamina berkesempatan menerangkan berbagai macam program ramah lingkungan dan keberlanjutan di hadapan Menteri LHK. [580] url asal
Jakarta - PT Pertamina (Persero) tak menyia-nyiakan kesempatan untuk 'memamerkan' ragam inovasi yang telah dilakukannya untuk menjaga lingkungan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Hal ini dilakukan Pertamina saat Siti Nurbaya mengunjungi booth Pertamina di ajang Festival LIKE 2.
Pada Sabtu (10/8) sekira pukul 16.00 WIB, Menteri LHK tiba di JCC Senayan untuk berkeliling mengunjungi sejumlah booth perusahaan yang berpartisipasi dalam ajang Festival LIKE 2. Ia disambut Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Ginting, Direktur Bisnis detikNetwork Agustina Sembiring, bersama Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro.
Rombongan terlebih dahulu berkeliling di booth Hall A untuk melihat booth Pasar Rakyat. Dengan menggunakan batik biru, Siti pun melanjutkan kunjungan ke sejumlah booth dan melakukan interaksi termasuk dengan Pertamina.
Corporate Brand PT Pertamina Persero Abraham Situmorang pihaknya berkesempatan menerangkan berbagai macam program ramah lingkungan dan keberlanjutan di hadapan Menteri LHK. Apalagi dalam ajang ini, Pertamina membawa tiga topik utama, yakni teknologi ramah lingkungan, produk ramah lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
"Ibu appreciate karena memang beliau juga tahu Pertamina, sebagian besar (program) Pertamina juga memang sudah di-monitor karena kami sering ikut PROPER juga," ungkap Abraham saat ditemui detikcom di ajang Festival LIKE 2.
Lebih lanjut, ia memaparkan teknologi yang sudah dilakukan Pertamina membuat pihaknya bisa menghadirkan solusi bahan bakar ramah lingkungan seperti produk Pertamax Green 95 yang terdiri dari campuran Pertamax dengan Biofuel. Inovasi ini membantu mengurangi emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.
Pihaknya juga memanfaatkan teknologi solar panel dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di banyak titik operasional pom bensin untuk mewujudkan Green Energi Station.
"Di atapnya kita pakai solar panel, memang belum seluruhnya tapi sebagian besar energinya sudah pakai energi dari matahari dan nggak dari listrik," tuturnya.
Lebih lanjut, ada program Desa Energi Berdikari Pertamina di berbagai daerah di Indonesia yang menjadi salah satu cara Pertamina menjaga keberlanjutan lingkungan. Per Januari 2024, program Desa Energi Berdikari Pertamina telah menurunkan sebesar 729 ribu ton emisi karbon dari total 85 Program Desa Energi Berdikari.
Adapun jumlah tersebut didapatkan dari pemanfaatan 5 jenis energi terbarukan, yakni pembangkit listrik tenaga surya (64 program), gas metana dan biogas (12 program), micro hydro (6 program), biodiesel (2 program), serta energi hybrid dari tenaga surya dan angin (1 program).
"Meski Net Zero Emission (NZE) masih 2060, tapi kita pelan-pelan menuju ke sana. Memang nggak semudah membalikkan telapak tangan, tapi ibu menteri appreciate proses Pertamina menuju ke sana," tandasnya.
Sebagai informasi, kunjungan ini berlangsung dalam ajang Festival LIKE 2 yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Acara ini berlangsung 8-11 Agustus 2024 di JCC Senayan.
Astra memadukan fokus pada masyarakat dengan iklim dan planet agar mampu berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia. [620] url asal
Jakarta - Astra membeberkan program Astra 2030 Sustainability Aspirations. Saat ini, Astra sudah mencapai 13,96% dalam menurunkan emisi gas rumah kaca Grup Astra scope 1 dan 2 dari baseline 2019.
Dalam, Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra memadukan fokusnya pada masyarakat dengan fokus pada iklim dan planet agar mampu berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia. Astra juga mendukung kesejahteraan sosial masyarakat yang inklusif.
"Kami melakukan banyak upaya salah satunya mengembangkan solar PV di perusahaan, sehingga solar PV yang sudah kami pasang di internal perusahaan Grup Astra yaitu sebesar 24,65 MWp. Ini juga turut menurunkan emisi gas rumah kaca di grup Astra," jelas Manager Decarbonization Astra Bima Krida Pamungkas dalam sesi talkshow di Festival LIKE 2, Sabtu (10/8/2024).
Talkshow Inspiratif ini mengusung tema besar '10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas'. Astra menjadi salah satu narasumber dengan topik pembahasan 'Langkah Nyata Sinergi Eco Inovasi dan Inovasi Sosial Menuju Keberlanjutan'.
Turut hadir sebagai Direktur Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut (PKEG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Mohammad Noor Andi Kusumah.
Selain itu Astra juga menerapkan program green energy yang dikembangkan di seluruh grup Astra. Dari program ini, Astra mengembangkan berbagai aktivitas dan langkah strategis agar energi yang dihasilkan lebih efisien dan terukur.
Tak berhenti sampai di situ saja, Astra turut melakukan pengembangan alternatif energi baru berbasis biomethane yang dilakukan oleh Astra Agro Lestari dan pengembangan waste to energy di Legok Nangka oleh Energia Prima Nusantara. Pengembangan investasi ramah lingkungan juga dilakukan Astra melalui United Tractors seperti Geothermal, Hydroprower, serta bisnis nikel untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia.
"Investasi Geothermal di Sumatra Selatan sebesar 2×49 MW, sedangkan Mini Hydro Project sebesar 42 MW" ungkap Bima.
Bima turut memaparkan Astra 2030 Sustainability Aspirations tersebut didukung oleh 7 Flagship Initiatives yaitu:
1. Fuel Smart
Meningkatkan kemajuan yang telah dicapai oleh semua unit bisnis Grup Astra dalam efisiensi bahan bakar dan energi.
2. Renew & Reduce
Meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam operasional Grup Astra.
3. Go Nature
Menerapkan Nature Based Solution, dimulai dengan inisiatif menanam 3 juta pohon.
4. Renewable Future
Fokus pada peningkatan proyek dan investasi Grup Astra pada energi terbarukan.
5. Future of Mobility
Berinvestasi pada ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
6. Future of Mines
Fokus pada diversifikasi ke pertambangan mineral non-batu bara.
7. Astra for Everyone
Meluncurkan program tentang keberagaman, kesetaraan & inklusi, dengan fokus pada gender.
Di Festival LIKE sendiri, Astra menghadirkan instalasi dua produk dari Grup Astra yaitu Charging Station Astra Otopower yang merupakan bagian dari Astra Otoparts, serta Solar Panel dari Energia Prima Nusantara yang merupakan perusahaan di bawah naungan United Tractors.
Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Astra melalui Astra Otoparts meluncurkan Astra Otopower sebagai jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Saat ini setidaknya telah ada 37 unit mesin pengisi daya untuk digunakan oleh publik yang tersebar di 32 lokasi di Pulau Jawa, seperti di gedung perkantoran, hunian, tempat peristirahatan jalan tol, dan di beberapa lokasi lain.
Astra memadukan fokus pada masyarakat dengan iklim dan planet agar mampu berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia. [620] url asal
Jakarta - Astra membeberkan program Astra 2030 Sustainability Aspirations. Saat ini, Astra sudah mencapai 13,96% dalam menurunkan emisi gas rumah kaca Grup Astra scope 1 dan 2 dari baseline 2019.
Dalam, Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra memadukan fokusnya pada masyarakat dengan fokus pada iklim dan planet agar mampu berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia. Astra juga mendukung kesejahteraan sosial masyarakat yang inklusif.
"Kami melakukan banyak upaya salah satunya mengembangkan solar PV di perusahaan, sehingga solar PV yang sudah kami pasang di internal perusahaan Grup Astra yaitu sebesar 24,65 MWp. Ini juga turut menurunkan emisi gas rumah kaca di grup Astra," jelas Manager Decarbonization Astra Bima Krida Pamungkas dalam sesi talkshow di Festival LIKE 2, Sabtu (10/8/2024).
Talkshow Inspiratif ini mengusung tema besar '10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas'. Astra menjadi salah satu narasumber dengan topik pembahasan 'Langkah Nyata Sinergi Eco Inovasi dan Inovasi Sosial Menuju Keberlanjutan'.
Turut hadir sebagai Direktur Pengendalian Kerusakan Ekosistem Gambut (PKEG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Mohammad Noor Andi Kusumah.
Selain itu Astra juga menerapkan program green energy yang dikembangkan di seluruh grup Astra. Dari program ini, Astra mengembangkan berbagai aktivitas dan langkah strategis agar energi yang dihasilkan lebih efisien dan terukur.
Tak berhenti sampai di situ saja, Astra turut melakukan pengembangan alternatif energi baru berbasis biomethane yang dilakukan oleh Astra Agro Lestari dan pengembangan waste to energy di Legok Nangka oleh Energia Prima Nusantara. Pengembangan investasi ramah lingkungan juga dilakukan Astra melalui United Tractors seperti Geothermal, Hydroprower, serta bisnis nikel untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia.
"Investasi Geothermal di Sumatra Selatan sebesar 2×49 MW, sedangkan Mini Hydro Project sebesar 42 MW" ungkap Bima.
Bima turut memaparkan Astra 2030 Sustainability Aspirations tersebut didukung oleh 7 Flagship Initiatives yaitu:
1. Fuel Smart
Meningkatkan kemajuan yang telah dicapai oleh semua unit bisnis Grup Astra dalam efisiensi bahan bakar dan energi.
2. Renew & Reduce
Meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam operasional Grup Astra.
3. Go Nature
Menerapkan Nature Based Solution, dimulai dengan inisiatif menanam 3 juta pohon.
4. Renewable Future
Fokus pada peningkatan proyek dan investasi Grup Astra pada energi terbarukan.
5. Future of Mobility
Berinvestasi pada ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
6. Future of Mines
Fokus pada diversifikasi ke pertambangan mineral non-batu bara.
7. Astra for Everyone
Meluncurkan program tentang keberagaman, kesetaraan & inklusi, dengan fokus pada gender.
Di Festival LIKE sendiri, Astra menghadirkan instalasi dua produk dari Grup Astra yaitu Charging Station Astra Otopower yang merupakan bagian dari Astra Otoparts, serta Solar Panel dari Energi Prima Nusantara yang merupakan perusahaan di bawah naungan United Tractors.
Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Astra melalui Astra Otoparts meluncurkan Astra Otopower sebagai jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Saat ini setidaknya telah ada 37 unit mesin pengisi daya untuk digunakan oleh publik yang tersebar di 32 lokasi di Pulau Jawa, seperti di gedung perkantoran, hunian, tempat peristirahatan jalan tol, dan di beberapa lokasi lain.
AMMAN berkesempatan mengenalkan sederet upaya jaga yang telah dilakukan pihaknya dalam menjaga lingkungan secara langsung di hadapan Menteri LHK. [457] url asal
Jakarta - Booth PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menjadi salah satu yang beruntung dikunjungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya. Kunjungan ini berlangsung dalam acara Festival LIKE 2 yang digagas KLHK.
Diketahui, pada Sabtu (10/8) Menteri LHK tiba di JCC Senayan sekitar pukul 16.00 WIB. Ia disambut Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Ginting, Direktur Bisnis detikNetwork Agustina Sembiring, bersama Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Sigit Reliantoro. Rombongan terlebih dahulu berkeliling di booth Hall A untuk melihat booth Pasar Rakyat.
Dengan menggunakan batik biru, Siti pun melanjutkan kunjungan ke sejumlah booth dan melakukan interaksi. Adapun dalam kesempatan ini AMMAN berkesempatan mengenalkan sederet upaya jaga yang telah dilakukan pihaknya dalam menjaga lingkungan secara langsung di hadapan Menteri LHK.
"Ibu menteri datang kurang lebih 2 menitan, kita sempat jelasin program-program yang kita share di sini," ungkap Perwakilan Divisi Environment AMMAN Rania Nawra saat ditemui detikcom.
Foto: detikcom/Rifkianto Nugroho
Dalam gelaran ini, AMMAN menyediakan beberapa tablet yang bisa diakses para pengunjung untuk mengetahui program-program pengelolaan lingkungan perusahaan tambang di kawasan Nusa Tenggara ini.
"Kita jelaskan terkait program reklamasi, konservasi terumbu karang, rehabilitasi DAS, dan konservasi penyu," sambungnya.
Adapun sejumlah langkah seperti konservasi terumbu karang dan konservasi penyu dilakukan oleh AMMAN mengingat kawasan sekitar tambang dikelilingi pantai yang indah dan harus terus dijaga kelestariannya. Termasuk kelestarian terumbu karang dan penyu yang hampir terancam habitatnya.
Sedangkan untuk reklamasi, AMMAN diketahui telah mengadopsi teknologi terkini berupa pemanfaatan citra satelit dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk memantau keberhasilan program tersebut. AMMAN juga tengah mengembangkan wisata di Gili Balu yang terdiri dari delapan pulau kecil seperti Pulau Kenawa, Pulau Paserang, Pulau Kambing, Pulau Belang, Pulau Namo, Pulau Kalong, Pulau Mandiki, dan Pulau Ular.
Tak hanya menyimak pemaparan AMMAN, kata Rania, Menteri LHK turut mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan pihaknya. Siti pun berpesan agar AMMAN senantiasa meneruskan program-program lingkungan yang telah dijalankan.
Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menerapkan inovasi pengelolaan lingkungan dalam pembuatan produk Tolak Angin. Salah satu inovasi itu ialah dalam hal drying atau pengeringan bahan baku.
Factory Head SIDO Wahyu Widayani menerangkan mengenai pengolahan kapulaga. Dia mengatakan, mulanya Sido Muncul menerima kapulaga dalam kondisi basah yang kemudian dikeringkan di pabrik.
"Salah satu pemasok kami itu ada di Desa Sambiroto di daerah Banjarnegara, pada awalnya mereka melakukan proses pengeringan secara manual, jika kami menerima kering, mereka melakukan pengeringan secara manual di sana. Jika kami keringkan di pabrik, mereka mengirimkan ke pabrik dalam bentuk masih basah kemudian kita lakukan pengeringan di pabrik," terangnya di Festival LIKE 2, Jakarta, Minggu (11/8/2024).
Di desa tersebut, kemudian Sido Muncul melakukan pembinaan dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dari sungai. Pembinaan itu mencakup pelatihan, modifikasi hingga fasilitasi.
"Sampai dengan bisa dipakai untuk mengeringkan kapulaga dan dikirim ke di Sido Mucul sudah dalam bentuk kering," katanya.
Dengan langkah tersebut, maka perusahaan bisa menurunkan gas rumah kaca (GRK) sebesar 410,61 ton CO2 ekuivalen pada tahun 2020 hingga 2024 karena pabrik tak lagi mengeringkan bahan baku menggunakan oven. Selain itu, langkah tersebut bisa menaikkan pendapatan petani.
"Dan apa yang kami lakukan di Desa Sambirata ini telah meningkatkan pendapatan mereka sebesar Rp 8 miliar dari tahun 2019-2024 untuk di tingkat petani, di tingkat desa yang kecil ini nilai yang luar biasa," ujarnya. (acd/kil)
Gelaran Festival LIKE 2 masih berlanjut hingga hari ini. Kemeriahan di hari terakhir diawali dengan kegiatan jalan sehat 'I LIKE WALK' yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong.
Pantauan detikcom di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2024), sejumlah peserta jalan sehat sudah memadati lokasi acara sejak pukul 06.00 WIB.
Mereka kompak mengenakan kaos berwarna putih bertuliskan 'I LIKE WALK'. Selain Wamen LHK, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro, para pejabat eselon 1, eselon 2, lingkup kerja KLHK, tamu undangan serta peserta jalan sehat I LIKE WALK.
Salah satu peserta bernama Rika (25) menyebut dirinya mengikuti acara ini lantaran tertarik dengan doorprize yang ditawarkan. Ia turut mengajak keluarganya ke acara Fun Walk ini.
"Jadi saya ajak sekeluarga saya ajak untuk ikut, terus juga ada doorprize ya makin semangat tuh buat dateng," ucap Rika kepada detikcom.
Fun Walk Festival LIKE 2 Foto: Fitrya Anugrah/detikcom
Rika merasa senang dengan acara yang diselenggarakan oleh KLHK ini. Menurutnya acara seperti ini memiliki banyak manfaat.
"Selain dapat kesenangan untuk hiburannya, kita dapat sehatnya juga, terus juga dapat edukasi ya ada booth soal lingkungan gini," ujarnya.
Rika pun menyebut acara Festival LIKE 2 memiliki nilai positif mengenai kelestarian lingkungan. Ia berharap kedepannya KLHK dapat lebih menggencarkan edukasi mengenai lingkungan semacam ini di lingkup sekolah.
"Mungkin dapat lebih menggencarkan edukasi mengenai lingkungan terutama di lingkungan sekolah," tutup perempuan asal Bintaro tersebut.
Gelaran Festival LIKE 2 masih berlanjut hingga hari ini. Kemeriahan acara LIKE 2 di hari terakhir diawali dengan kegiatan jalan sehat 'I LIKE WALK' yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong. Foto: Ari Saputra
Sementara itu Wakil Menteri (Wamen) LHK Alue Dohong mengatakan jalan pagi ini sekaligus untuk membangun spirit, semangat dan tubuh yang sehat.
Alue menyebut ada sederet hadiah menarik yang dibagikan kepada peserta. Doorprize dari mulai vespa listrik, sepeda bambu UI hingga televisi juga disediakan oleh panitia.
"Ada hadiah-hadiah atau doorprize yang nanti akan bisa diperoleh, tapi tentu diundi ya. Karena itu saya mohon kita jalannya nggak jauh ini tapi kebersamaannya, spirit yang bersama itu yang akan kita lakukan bersama-sama pagi ini," ujar Alue.
"Tolong tertib, karena saya lihat banyak anak-anak, hati-hati jalannya. Jangan sampai anak-anak bisa keinjak ya. Kecil-kecil ini semua ikut," imbaunya.