JAKARTA, investor.id – Pemerintah berupaya meningkatkan potensi besar yang dihadirkan oleh sektor kecerdasan buatan (artificialintelligence/AI) dan semikonduktor, dengan tujuan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang perkembangan serta prospek terkini dari dua industri tersebut dengan melibatkan pakar, akademisi, dan pelaku bisnis.
Industri semikonduktor dan kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadi mesin ekonomi baru untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ekonomi digital Indonesia terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke-6 secara global dengan jumlah perusahaan rintisan inovatif terbesar.
“Ekosistem yang dinamis ini merupakan bukti kesiapan negara untuk menjadi salah satu negara maju dalam ekonomi digital di dunia dan regional dimana kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor menjadi komponen inti dari strategi tersebut,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (29/7/2024).
Ekonomi digital telah menjadi mesin pertumbuhan yang kuat dengan pasar digital yang saat ini bernilai sekitar US$ 77 miliar, diperkirakan akan mencapai US$ 220–360 miliar pada tahun 2030. AI dan semikonduktor memiliki potensi untuk mendukung berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga jasa.
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang mengatakan, pemerintah melalui kebijakan di Kawasan Ekonomi Khusus, telah memberikan fasilitas dan kemudahan bagi perusahaan yang bergerak di sektor ini, termasuk insentif pajak, kemudahan perizinan, dan infrastruktur yang mendukung perkembangan teknologi tinggi.
“Sebagai bagian dari strategi nasional, industri AI dan semikonduktor memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan KEK mendukung pengembangan industri tersebut melalui penawaran berbagai fasilitas dan kemudahan ultimate,” ungkap Edwin.
KEK Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk mendukung pengembangan industri-industri ini. Terdapat empat KEK yang siap menjadi pemain kunci di sektor AI dan semikonduktor yaitu KEK Nongsa yang berfokus pada teknologi digital, menawarkan pusat data, lembaga akademik, produksi film dan animasi serta pengembangan perusahaan rintisan teknologi; KEK Singhasari sebagai industri digital, dengan lebih dari 300 pengembang perangkat lunak dan 18 studio animasi dan film.
Kawasan ini akan segera menyambut pembukaan cabang King's College London dengan program ekonomi digital; KEK Kendal dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electricvehicle/EV), yang akan memainkan peran penting dalam integrasi AI dan semikonduktor dan KEK Tanjung Sauh yang diposisikan untuk menjadi pusat komponen elektronik seperti semikonduktor, yang secara strategis menghubungkan pasar nasional dan internasional. Kedepannya, KEK Kura Kura Bali juga akan mengembangkan pendidikan berkelanjutan dan sumber daya manusia termasuk di dalamnya sektor AI.
Hubungan erat antara AI dan semikonduktor menjadi faktor kunci dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan kedua industri tersebut melalui kebijakan strategis dan dukungan regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis untuk mendukung potensi Indonesia menjadi pemain utama dalam industri teknologi tinggi di kawasan Asia bahkan dunia.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News