Sutradara Film My Annoying Brother, Dinna Jasanti, berharap karyanya ini bisa kembali menghangatkan hubungan keluarga saat menonton bersama di KIFF 2024. [485] url asal
Jakarta:My Annoying Brother terpilih menjadi pembuka Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2024. Film ini akan tayang pada malam pembuka di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada 31 Oktober 2024.
Produser Film My Annoying Brother, Sheila Timothy, mengaku senang bisa berkolaborasi dengan KIFF. Apalagi My Annoying Brother merupakan film Indonesia pertama yang menjadi pembuka dalam sejarah KIFF.
"Kita senang banget ketika diajak untuk ikut kolaborasi di KIFF ini dan jadi film membuka. Dan kebetulan juga pada waktunya pas, kita rilisnya tanggal 24 Oktober. Jadi, nanti pas KIFF juga belum basi, masih baru banget," ungkap Sheila Timothy, di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Menurutnya, My Annoying Brother yang merupakan remake dari film Korea Selatan dengan judul sama ini bisa menyampaikan hubungan kakak adik dalam bahasa yang universal.
"Dan tentunya juga teman-teman tahu semua bahwa My Annoying Brother ini kan remake dari film adaptasi Korea dengan judul yang sama, sehingga kita bisa lihat bahwa bahasa universal kakak, sayang, keluarga ini bisa diterjemahkan ke budaya mana aja, Indonesia dan Korea punya suatu jalinan persamaan yang bisa kita bagikan bareng," ucap Sheila Timothy.
Pemilihan My Annoying Brother sebagai film pembuka di KIFF 2024 dinilai memiliki kedekatan dengan Korea.
"Kita memang bekerja sama, berkolaborasi dengan teman-teman dari Base (Entertainment), karena memang My Annoying Brother kan memang lekat sekali dengan Korea, memang jelasnya adalah remake. Jadi, sebuah keputusan yang menurut kami adalah keputusan yang baik untuk mengajak teman-teman untuk teman-teman dari Base untuk berkolaborasi, dan Lifelike Pictures," jelas perwakilan KIFF.
Sutradara Film My Annoying Brother, Dinna Jasanti, berharap karyanya ini bisa kembali menghangatkan hubungan keluarga saat menonton bersama di KIFF 2024.
"Semoga film ini menjadi kayak satu topic yang bisa jadi mulai dari hubungan kita. Mungkin kata-kata yang kita belum pernah ucapin sama keluarga kita bisa mulai diucapin. Pelukan-pelukan yang udah lama belum dilakukan bisa dilakukan setelah kita nonton film ini," pungkas Dinna Jasanti.
Film My Annoying Brother bercerita tentang seorang atlet judo nasional yang mengalami cedera dalam sebuah pertandingan hingga kehilangan penglihatannya. Insiden itu membuat sang kakak mengajukan pembebasan secara bersyarat dari penjara dengan alasan untuk merawat adiknya yang tunanetra. Pada awalnya, sang kakak hanya memanfaatkan kondisi adiknya saja. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai fakta baru terungkap yang membuat hubungan mereka berubah.
Sobat Medcom bisa menyaksikan My Annoying Brother dan 18 film lainnya di KIFF 2024 dengan harga sebesar Rp15.000. Tiket tersedia mulai Jumat, 15 Oktober 2024. Sobat Medcom bisa membeli secara daring melalui aplikasi dan website CGV, atau langsung datang ke CGV, tempat KIFF 2024 berlangsung.
Pada 2024, KIFF digelar secara luring di tiga lokasi, yakni CGV Grand Indonesia, Jakarta; CGV Paris Van Java, Bandung; dan CGV Palembang Town Center, Palembang. Festival ini akan berlangsung mulai 31 Oktober hingga 3 November 2024.
Jakarta: Aktris Caitlin Halderman mempelajari olahraga judo untuk perannya di film My Annoying Brother. Ia mengaku cukup lama melakukan pendalaman karakter karena tidak memiliki pengetahuan tentang cabang olahraga tersebut.
"Untuk masuk ke dalam Amanda itu sebenarnya butuh proses lumayan lama ya, karena aku nggak satu, nggak ada basic judo sama sekali," ujar Caitlin Halderman, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Ia menghabiskan waktu dengan Angga Yunanda untuk latihan bersama selama satu bulan. Walaupun perannya bukan sebagai atlet judo, tetapi pelatihnya, Caitlin Halderman ingin mempelajari dasarnya. "Jadi walaupun aku nggak ada banyak adegan judo di sini, tapi aku harus tahu basic-nya sebagai tim pelatih judo kan. Aku juga harus latihan juga," ucap Caitlin Halderman.
Proses latihan yang dijalani bersama Angga Yunanda membuatnya bisa melakukan olahraga judo dengan baik. Bahkan Caitlin Halderman tanpa sengaja bisa membanting kekasih Shenina Cinnamon itu.
"Setiap waktu Angga latihan, aku juga latihan. Sampai akhirnya aku beneran bisa judo, ya nggak profesional sih," tutur Caitlin Halderman.
"Lumayan bisa latihan, lho, aku nggak sengaja bantuin Angga ya, lagi latihan gitu, jadi ada salah satu cara gitu, terus nggak sengaja banting Angga," lanjutnya.
Selain itu, Caitlin juga mendatangi salah satu tempat pelatihan judo di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Kedatangannya itu bertujuan untuk melihat proses para pelatih yang sedang mengajar murid atletnya.
"Ada salah satu pelatihan judo juga, ngeliat cara gimana sih kalau pelatih-pelatih judo itu mengajarkan dan mendorong anak-anaknya itu untuk percaya diri dan segala macam gitu. Di situ aku belajar juga sih," pungkas Caitlin.
Selain Caitlin Halderman, film My Annoying Brother ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Vino G. Bastian, dan Kristo Immanuel. Film ini rencananya tayang di bioskop mulai 24 Oktober 2024.
My Annoying Brother ini merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul sama yang rilis pada 2016 lalu. My Annoying Brother versi Indonesia digarap oleh sutradara Dinna Jasanti.
Film My Annoying Brother bercerita tentang seorang atlet judo nasional yang mengalami cedera dalam sebuah pertandingan hingga kehilangan penglihatannya. Insiden itu membuat sang kakak mengajukan pembebasan secara bersyarat dari penjara dengan alasan untuk merawat adiknya yang tunanetra. Pada awalnya, sang kakak hanya memanfaatkan kondisi adiknya saja. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai fakta baru terungkap yang membuat hubungan mereka berubah.
Jakarta: Aktor Angga Yunanda berperan sebagai Kemal di filmMy Annoying Brother. Karakter itu merupakan seorang atlet judo nasional yang mengalami gangguan penglihatan akibat cedera saat bertanding.
Untuk mendalami karakternya itu, Angga Yunanda mendatangi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah. Saat itu atlet penyandang disabilitas sedang mempersiapkan diri untuk bertanding di Paralimpiade Paris 2024, termasuk cabang olahraga judo.
"Jadi semua atlet-atlet dari cabang olahraga yang akan bertanding di Paris tuh latihannya di sana. Aku sempat bertemu sama kakak-kakak yang atlet judo Paralimpiade," ujar Angga Yunanda, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Selama di sana Angga Yunanda melihat secara langsung keseharian mereka. Mulai dari cara berinteraksi hingga cerita mereka terhadap cabang olahraga judo.
"Terus bisa melihat bagaimana aktivitas mereka sehari-hari, bagaimana cara pola latihan mereka, bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain karena sangat menarik ternyata melihat bagaimana cerita-cerita mereka terhadap judo itu sendiri dan pribadi mereka," jelas Angga Yunanda.
Pertemuan itu membuat ia terbayangkan sosok Kemal, sehingga bisa mendalami karakternya.
"Mulai dari situ aku bisa kebayang kira-kira karakternya seperti apa dalam beraktifitas, dan itu mungkin yang membantu aku juga selama proses syuting," ucap Angga Yunanda.
Menariknya, ia mengatakan kerap berjalan sambil menutup mata agar lebih sensitif. Angga Yunanda menilai sosok Kemal yang merupakan seorang tunanetra itu memiliki sensitivitas terhadap indera lainnya.
"Salah satu fakta menarik juga aku sering banget jalan merem. Jalan merem buat kayak lebih apa ya buat lebih sensitif kali ya, terhadap indera-indera yang lain nggak cuma mata, karena Kemal yang tunanetra harus bisa sensitif terhadap indera-indera yang lain yang dia punya, yang dia masih bisa optimalkan," pungkas Angga Yunanda.
Selain Angga Yunanda, film My Annoying ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Caitlin Halderman, dan Kristo Immanuel. Film ini rencananya tayang di bioskop mulai 24 Oktober 2024.
My Annoying Brother merupakan remake dari film Korea Selatan berjudul sama yang rilis pada 2016 lalu. My Annoying Brother versi Indonesia digarap oleh sutradara Dinna Jasanti.
Film My Annoying Brother bercerita tentang seorang atlet judo nasional yang mengalami cedera dalam sebuah pertandingan hingga kehilangan penglihatannya. Insiden itu membuat sang kakak mengajukan pembebasan secara bersyarat dari penjara dengan alasan untuk merawat adiknya yang tunanetra. Pada awalnya, sang kakak hanya memanfaatkan kondisi adiknya saja. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai fakta baru terungkap yang membuat hubungan mereka berubah.