KLATEN, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah menggelar Operasi Patuh Candi 2024 serentak di 35 Polres jajaran selama dua pekan mulai hari ini, 15 Juli sampai 28 Juli 2024.
Dirlantas Kombes Pol Sony Irawan menyebut operasi yang bersifat mandiri kewilayahan ini akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis melalui edukasi dan himbauan kepada masyarakat.
Sony mengatakan Operasi Patuh Candi 2024 merupakan operasi kewilayahan dengan mengedepankan upaya edukasi dan persuasif yang humanis.
“Operasi ini didukung penegakan hukum dengan mengedepankan sistem ETLE sebagai langkah terakhir. Jadi tidak ada tilang manual dalam kegiatan operasi ini,” ucap Sony dikutip dari laman resmi Humas Polri, Jumat, (12/7/2024).
Kasubdit Gakkum Polda Jateng Kompol Christopher Adhikara Lebang mengatakan operasi ini menyasar berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas.
“Sementara target operasi ini menyasar beberapa bentuk pelanggaran seperti tidak mengenakan helm atau sabuk keselamatan, kelengkapan, pelanggaran marka dan rambu lalu lintas dan sejenisnya,” ucap Lebang kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2024).
KOMPAS.com/Ist Pengendara yang patuh aturan lalu lintas diberi stiker oleh Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Suci Nugraheni
Berikut daftar lengkap jenis pelanggaran yang menjadi sasaran petugas kepolisian di lapangan ketika pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2024 hari ini sampai dua pekan ke depan:
Menggunakan handphone saat berkendara,
Berada di bawah pengaruh miras saat berkendara,
Pengemudi tanpa helm atau sabuk pengaman,
balap liar,
Pelanggaran batas kecepatan,
Berkendara tidak Konsentrasi,
?Bendaraan dibawah umur,
?Berkendara melawan arah,
?Kelengkapan,
?Berboncengan lebih dari satu,
Pelanggaran marka dan rambu,
Fungsi lampu utama.
Polda Jateng mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa tertib saat berkendara demi terciptanya keamanan, keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas.
KLATEN, KOMPAS.com - Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2024 serentak di 35 Polres jajaran selama dua pekan mulai 15-28 Juli 2024.
Dirlantas Kombes Pol Sony Irawan menyebut operasi yang bersifat mandiri kewilayahan ini akan mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis melalui edukasi dan himbauan kepada masyarakat.
Sony mengatakan Operasi Patuh Candi 2024 merupakan operasi kewilayahan dengan mengedepankan upaya edukasi dan persuasif yang humanis.
“Operasi ini didukung penegakan hukum dengan mengedepankan sistem ETLE sebagai langkah terakhir. Jadi tidak ada tilang manual dalam kegiatan operasi ini,” ucap Sony dikutip dari laman resmi Humas Polri, Jumat, (12/7/2024).
Sony mengatakan operasi ini menyasar berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas korban akibat kecelakaan lalu lintas seperti:
menggunakan handphone saat berkendara
berada di bawah pengaruh miras saat berkendara,
pengemudi tanpa helm atau sabuk pengaman,
melawan arus dan
balap liar.
KOMPAS.com/Rahel Kapolda) Jawa Tengah (Jateng) Irjen Ahmad Luthfi di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengatakan dalam Operasi Patuh Candi 2024 seluruh personil harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Gunakan pendekatan humanis, ini merupakan bagian dari keberhasilan operasi ini, hindari sikap arogan dan tunjukkan bahwa Polri adalah pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat,” ucap Luthfi.
Luthfi berharap masyarakat melihat upaya ini sebagai bentuk kepedulian Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban berlalu lintas sehingga akan tercipta ketertiban berdasarkan kesadaran masing-masing.
“Kita semua dan masyarakat harus bersama sama berperan aktif dan bekerja sama untuk mewujudkan Jawa Tengah yang lebih aman dan tertib” ucap Luthfi.