#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Menyeimbangkan Personalisasi dan Privasi Data
Data menjadi aset penting bagi perusahaan, khususnya dalam membangun pondasi yang kuat untuk bisnis mereka. [1,006] url asal
#opini-teknologi #artificial-intelligence #clevertap
(MedCom) 30/10/24 15:41
v/17209376/
Jakarta: Kita sering mendengar bahwa “data adalah minyak baru”. Data di era digital ini adalah aset yang berharga, yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan bisnis.Contohnya di sektor e-commerce, yang merupakan motor pertumbuhan utama ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan akan mencapai USD110 miliar pada 2025 menurut studi e-Conomy SEA 2023. Di sektor ini, data memainkan peranan kunci dalam menganalisis perilaku pengguna, tren pasar, dan untuk pengambilan keputusan yang tepat.
Di market yang semakin kompetitif, data menjadi aset penting bagi perusahaan, khususnya dalam membangun pondasi yang kuat untuk bisnis mereka. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia bagi konsumen saat ini, marketer harus berpikir lebih inovatif dan memastikan bahwa produk dan layanan mereka akan lebih menonjol dibandingkan pilihan-pilihan lain. Data menjadi sangat berperan penting dalam memahami dan memenuhi preferensi dari para pengguna mereka.
Marketer harus bisa memastikan bahwa data pengguna mereka tetap terjaga privasi dan keamanannya untuk menciptakan rasa percaya dan membangun hubungan jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan menciptakan layanan atau produk yang lebih terpersonalisasi dan kewajiban untuk menjaga keamanan data para pengguna.
Pentingnya transparansi dalam penggunaan data
Terjadinya sejumlah kasus kebocoran data di Indonesia membuat konsumen kini semakin waspada tentang bagaimana data mereka dikumpulkan dan digunakan oleh pihak lain. Ada kekhawatiran dan keingintahuan yang semakin besar di kalangan pengguna tentang pengumpulan data secara online.
Maka, marketer harus setransparan mungkin kepada pengguna. Sebab keputusan pengguna untuk mengikuti program pemasaran yang dipersonalisasikan sedikit banyak akan dipengaruhi oleh keyakinan mereka akan keamanan data pribadi mereka.
Pengguna harus tetap memiliki kendali atas data mereka, termasuk memiliki pilihan untuk ikut atau tidak ikut dalam program pemasaran yang dipersonalisasikan. Perusahaan dapat menyeimbangkan kebutuhan akan personalisasi dan memberikan perlindungan data secara ketat dengan berfokus pada data pihak pertama (first party) dan zero-party.
Data pihak pertama, juga dikenal sebagai data 1P, mengacu pada informasi yang dikumpulkan secara langsung dari individu yang berinteraksi dengan brand. Data ini mencakup data seperti preferensi pengguna, riwayat pembelian, dan interaksi dengan properti digital bisnis. Data ini terbilang akurat dan dapat diandalkan untuk menyajikan pengalaman yang dipersonalisasi.
Data zero-party adalah data yang secara sengaja dan proaktif dibagikan oleh pelanggan kepada sebuah brand. Data ini bisa meliputi preferensi dan minat, niat pembelian, konteks pribadi, dan bagaimana individu tersebut ingin brand tersebut mengenali dirinya. Data ini dapat dipercaya, akurat, eksplisit, dan mengarah pada personalisasi yang lebih baik.
Selain itu, data sintetis menjadi solusi praktis bagi para marketer dalam konteks compliance atau kepatuhan pada regulasi. Data ini tidak mahal dan dapat digunakan untuk melengkapi kumpulan data yang sudah ada, mengisi kesenjangan apabila data yang real itu langka, dan tetap bisa melatih model machine learning dengan lebih akurat dan dalam skala besar.
Untuk melindungi privasi, teknik seperti anonimisasi dan agregasi data juga dapat digunakan untuk memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dengan tetap menjaga privasi pengguna berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada.
Di era post-AI, transparansi sangat penting. Marketer dapat mencapai hal ini dengan memberikan informasi kepada pengguna dan meningkatkan kesadaran tentang bagaimana personalisasi yang dibangun berdasarkan teknologi AI dapat meningkatkan pengalaman mereka sekaligus melindungi data mereka.
Personalisasi yang digerakkan oleh AI akan memungkinkan brand dan marketer membangun dan mempertahankan kepercayaan konsumen dengan berbagai metode. Algoritme AI harus dikembangkan dan digunakan dengan cara yang etis dan dengan ketelitian, untuk menghindari bias atau praktik diskriminasi.
Menavigasi tantangan regulasi
Masalahnya, undang-undang privasi terus berevolusi dan dapat berbeda-beda secara signifikan di berbagai negara. Di Indonesia, ada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang mengatur penanganan data pribadi.
Mengikuti berbagai ketentuan perundang-undangan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Regulasi yang terlalu ketat juga akan menyulitkan brand mendapatkan informasi yang lebih terperinci dan pada akhirnya kesulitan membuat program kampanye marketing yang lebih dipersonalisasi. Namun kerangka kerja regulasi seperti itu memberikan kepastian hukum kepada pelanggan mengenai penggunaan data pribadi mereka.
Sebaliknya, menerapkan regulasi perlindungan data pribadi secara signifikan akan mempengaruhi masa depan marketing yang dipersonalisasi, sehingga dibutuhkan standar yang lebih kuat untuk persetujuan dan transparansi dari pengguna. Dengan adanya kerangka kerja regulasi yang sudah diterapkan, sangat penting bagi perusahaan untuk mengadopsi pendekatan yang lebih transparan terhadap praktik pengumpulan dan pemanfaatan data.
Memprioritaskan pembangunan kepercayaan konsumen dengan memastikan transparansi, menghormati kontrol pengguna atas data mereka, dan menerapkan strategi yang ramah privasi, akan menghasilkan kampanye pemasaran yang lebih etis dan efektif. Marketer dapat mengandalkan data pihak pertama dan data zero-party serta beralih ke strategi yang berbasis persetujuan (consent-driven). Ini semua tidak hanya melindungi privasi konsumen, tetapi juga memfasilitasi pengalaman yang sangat personal.
Alternatif baru seperti contextual targeting (penargetan kontekstual), clean rooms, dan privacy-preserving cohorts, juga akan semakin populer di market. Contextual targeting akan memungkinkan brand menayangkan iklan yang disesuaikan dengan konten yang dikonsumsi, sementara clean rooms memfasilitasi analisis data yang aman tanpa pengungkapan informasi mentah pengguna. Privacy-preserving cohorts akan mengelompokkan pengguna berdasarkan perilaku yang serupa, memastikan anonimitas data sekaligus memungkinkan iklan yang ditargetkan.
Marketer juga bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memungkinkan personalisasi sekaligus memastikan kepatuhan terhadap peraturan privasi. Hal ini dapat dicapai dengan teknik-teknik seperti differential privacy (privasi diferensial) dan federated learning, yang mengurangi kebutuhan akan data di tingkat individu.
Pentingnya masukan dari pelanggan
Pada akhirnya, sangat penting untuk memprioritaskan input dari pelanggan. Marketing yang dipersonalisasi adalah strategi efektif untuk engaging dengan konsumen. Menurut penelitian yang dilakukan oleh McKinsey, 71% konsumen mengantisipasi interaksi personal, dan 76% akan merasa frustasi jika mereka tidak mendapatkannya. Namun ketika mereka tahu bagaimana data mereka digunakan, reaksinya bisa berbeda-beda.
Meskipun personalisasi sering kali menghasilkan peningkatan engagement dan kepuasan, konsumen mungkin menjadi khawatir tentang privasi jika mereka percaya bahwa data mereka digunakan tanpa izin.
Umpan balik dari konsumen memainkan peranan yang penting untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif. Untuk menjaga kepercayaan konsumen, marketer harus terus menyesuaikan praktik data yang menjaga keamanan privasi konsumen dan memastikan konsisten dengan ekspektasi konsumen dan standar regulasi yang ada.
Umpan balik tersebut dapat memengaruhi strategi marketing dan mendorong brand untuk meninggalkan kampanye generik dan menuju ke hiper-personalisasi. Dengan memprioritaskan kepercayaan dan transparansi, brand bisa mengembangkan kampanye yang beresonansi secara emosional, menumbuhkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan angka konversi.
(Joe Harahap, Country Manager Indonesia at CleverTap)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Dari Stadion ke Layar Gadget: Bagaimana Teknologi AI dan Cloud Mentransformasi Olahraga di Indonesia
Ke depannya, Indonesia dapat terus meningkatkan daya tariknya sebagai penyelenggara acara olahraga internasional. [881] url asal
#opini-teknologi #alibaba #cloud-computing
(MedCom) 20/09/24 17:29
v/15297792/
Jakarta: Indonesia terus memantapkan posisinya sebagai tuan rumah unggulan acara-acara olahraga berskala internasional dengan, salah satunya, memanfaatkan infrastruktur kelas dunia yang dimiliki. Setelah kesuksesan Asian Games 2018, kemampuan Indonesia untuk menyelenggarakan acara-acara besar dan bergengsi telah menarik perhatian internasional, termasuk untuk Piala Dunia FIFA U-20 2024 dan World Beach Games 2023 di Bali.Ke depannya, Indonesia dapat terus meningkatkan daya tariknya sebagai penyelenggara acara olahraga internasional dengan memanfaatkan inovasi digital yang bisa menawarkan rekomendasi personal untuk menikmati tayangan, fitur interaktif, dan analisis data real-time, yang akan mengubah cara penggemar menikmati tontonan, baik di stadion maupun lewat layar gadget pilihan mereka. Hal ini akan menciptakan pengalaman menonton yang lebih memikat dan tak terlupakan bagi para penggemar olahraga.
Teknologi replay AI kini memungkinkan kita menyaksikan momen-momen penting dalam pertandingan dari setiap sudut pandang (tampilan 360 derajat), serta aplikasi berbasis cloud bisa menawarkan komentator secara real-time dan interaksi personal yang membuat penggemar merasa lebih dekat dengan aksi di lapangan. Dengan berbagai inovasi ini, batas antara menonton olahraga secara langsung dan digital semakin tipis dan memungkinkan jutaan orang di Indonesia untuk menikmati pertandingan favorit mereka kapan saja dan di mana saja.
Contohnya, berbagai inovasi mutakhir yang digunakan selama Olimpiade Paris 2024 berhasil memperlihatkan bagaimana teknologi AI dan cloud dapat meningkatkan kualitas tayangan secara signifikan. Berkat inovasi-inovasi yang ada, kita dapat menikmati momen-momen pernting dan bersejarah olahraga dengan kualitas gambar dan suara yang luar biasa, seolah kita menonton dari kursi VIP.
Seiring dengan terus meningkatnya peran Indonesia dalam dunia olahraga internasional, pemanfaatan berbagai inovasi teknologi bisa meningkatkan pengalaman para penggemar olahraga dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang inovatif di bidang olahraga dan digital. Masa depan olahraga di Indonesia bukan hanya tentang penyelenggaraan acara, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi penggemar di seluruh dunia.
Memperkuat Peran Para Penyiar dengan Sistem Pemutaran Ulang yang Cerdas
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, OBS (Olympic Broadcasting Services) Live Cloud, bagian dari layanan OBS Cloud 3.0 dari Alibaba Cloud, menjadi metode utama distribusi jarak jauh bagi para pemegang hak siar (MRH) yang menggantikan penggunaan satelit-- yang pertama kali diluncurkan pada Olimpiade Tokyo 1964.
Perubahan ini diperkuat juga dengan 11.000 jam konten Olimpiade yang tersedia melalui Content+ di cloud dan menunjukkan potensi besar teknologi cloud dalam mengubah pengalaman menonton.
Selain itu, kolaborasi Alibaba Cloud dengan OBS telah menghadirkan Sistem ReplayMulti-Kamera berbasis AI yang menggunakan rekonstruksi spasial canggih dan rendering 3D untuk menghasilkan pemutaran ulang gerak lambat 360 derajat, dan hasil dari teknologi canggih lainnya.
Selama acara berlangsung, ribuan klip replay di berbagai cabang olahraga seperti bola basket, senam, tenis, voli pantai, dan rugby tujuh berhasil dibuat. Sistem ini tidak hanya memperkaya dunia penyiaran, tetapi juga bisa menyediakan alat analisis yang sangat berguna bagi para pelaku profesional media.
Menariknya, teknologi mutakhir ini bukanlah kali pertama Alibaba Cloud terjun ke teknologi AI berbasis cloud di Olimpiade. Sistem Pemutaran Ulang Multi-Kamera ini sebelumnya diimplementasikan selama Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, khususnya di cabang olahraga curling dan speed skating. Dengan meningkatkan sistem terkait yang dimanfaatkan pada Olimpiade Paris 2024, kami memastikan bahwa para penyiar dapat menawarkan analisis yang lebih kaya dan mendetail tentang acara olahraga, serta memberikan penggemar pengalaman yang sangat mendalam yang tak akan mereka lupakan.
Meningkatkan Pengalaman Penggemar
Sembari memberikan akses kepada para penyiar untuk sistem replay super canggih, kami juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi penggemar dengan memperkenalkan rangkaian aplikasi digital inovatif yang dirancang untuk memastikan para penggemar bisa merasa menjadi bagian dari setiap momen Olimpiade.
Komentator virtual ini memberikan analisis secara real-time tentang gerakan dan penampilan pemain, serta menawarkan prediksi untuk ronde berikutnya. Aplikasi yang mahir dalam bahasa Inggris dan Prancis ini memperkaya pengalaman menonton dengan menambahkan lapisan komentar ahli yang informatif dan mudah diakses.
Inovasi lain yang menonjol adalah Cloud Memento, alat inovatif yang mengubah gambar statis peserta menjadi video gerak dinamis. Penonton di tempat ikonik seperti Stadion Menara Eiffel, Arena Champs De Mars, dan Invalides dapat membuat video pribadi dari diri mereka sendiri yang sedang melakukan olahraga Olimpiade. Dengan memanfaatkan teknologi pintar berbasis cloud untuk memastikan transisi yang mulus dan animasi yang realistis, alat baru ini memungkinkan penggemar menikmati sensasi olahraga Olimpiade dengan cara digital yang unik.
Merevolusi Manajemen Arsip IOC
Kontribusi signifikan Alibaba Cloud terhadap kesuksesan Olimpiade Paris 2024 tidak berhenti di situ saja. Melalui kemitraan bersama IOC, kami berhasil mengembangkan solusi arsip media olahraga berbasis AI. Dengan memanfaatkan AI visual, cuplikan-cuplikan terbaik dari pertandingan tinju dan panahan di Paris 2024 secara otomatis bisa tersimpan sehingga menjadikan ini sebuah terobosan baru dalam dunia pengarsipan media olahraga dan mempermudah media dalam menyajikan cerita olahraga yang lebih menarik dan mendalam.
Kemajuan digital yang kita saksikan di Olimpiade Paris 2024 hanyalah permulaan. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan IOC dan para mitra lainnya, Alibaba Cloud berkomitmen untuk menghadirkan masa depan di mana teknologi cloud akan mengubah cara kita menikmati olahraga. Bersama-sama, kita akan menciptakan pengalaman yang lebih memikat, interaktif, dan personal bagi para penggemar olahraga di seluruh dunia.
Sebagaimana salah satu acara olahraga paling mendebarkan dalam sejarah manusia ini telah berakhir, warisan Olimpiade akan terus menginspirasi dan mendorong evolusi teknologi cloud dalam olahraga shingga menciptakan masa depan yang lebih memukau dan dinamis bagi para atlet dan penggemar.
(Sean Yuan, General Manager of Indonesia, Alibaba Cloud Intelligence)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)