
Jakarta:
Olimpiade Paris 2024 digelar pada 26 Juli mendatang. Kostum atlet dari berbagai negara menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya milk Tim
Mongolia yang dinilai sebagai kostum terbaik pada olimpiade kali ini.
Desain seragam Mongolia merupakan perpaduan dari keindahan dan budaya. Kostum tersebut dihiasi sejumlah unsur penting, seperti simbol Olimpiade, obor Olimpiade, lambang Olimpiade 2024, serta The Nine White Banners of Mongolia.
Seragam yang akan dikenakan oleh 32 atlet Mongolia itu juga dipercantik dengan gambaran matahari, bulan, dan Gua-Maral (rusa betina cantik dalam mitologi Mongolia) yang disulam dengan benang emas.
Desain-desain itu menghiasi jubah longgar, rompi, dan topi berbentuk kerucut dengan 32 jahitan yang melambangkan kesatuan 32 suku. Kostum lalu dilengkapi sepatu bot tradisional Mongolia atau “Gutals” yang dibuat dengan jari kaki menghadap ke atas.
Nantinya, keseluruhan kostum atlet perempuan juga akan disempurnakan dengan penggunaan anting dan tas.
Desain yang terinspirasi dari pakaian tradisional Mongolia, deel, itu mendapat banyak pujian. Bahkan mantan atlet Olimpiade dan peraih medali emas empat kali Michael Johnson menyebut pakaian Tim Mongolia layak mendapat medali emas sebagai seragam terbaik.
Dirancang Michel&Amazonka
Kostum ini dirancang oleh merek fesyen Mongolia Michel&Amazonka, yang berbasis di Ulaanbaatar. Didirikan pada tahun 2015, Michel&Amazonka dibangun oleh tiga saudara perempuan, yakni Michel, Amazonka dan CEO Munkhjargal Choigaalaa.
Nyatanya, ini bukan kali pertama Michel&Amazonka merancang kostum untuk acara betaraf internasional. Sebelumnya, Michel&Amazonka juga merancang pakaian Tim Mongolia untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.
Namun terlepas dari keindahannya, kostum ini tetap mendapat kritik dari sejumlah netizen. Pakaian tersebut dinilai tidak praktis di musim panas. Karena seperti diketahui, suhu di Paris akan berkisar antara 15°C hingga 25°C selama Olimpiade berlangsung.
(SUR)