BEIRUT, investor.id – Israel menghantam pos Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau UNIFIL di Lebanon selatan. Tentara Israel IDF menghancurkan sebagian pagar dan struktur beton di salah satu pos mereka di daerah Ras Naqoura, Lebanon selatan.
“Kemarin dua ekskavator IDF dan satu buldoser IDF menghancurkan sebagian pagar dan struktur beton di posisi UNIFIL di Ras Naqoura," ungkap UNIFIL dalam pernyataan resmi Jumat (9/11/2024).
Pihaknya menyebutkan tentara Israel membantah adanya aktivitas di dalam posisi UNIFIL, sebagai respons atas protes mendesak tersebut.
Badan PBB itu mencatat perusakan yang disengaja dan langsung terhadap properti UNIFIL yang dapat dengan jelas dikenali secara internasional merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Resolusi PBB 1701.
Adapun Resolusi 1701 telah diadopsi sejak 11 Agustus 2006. Aturan ini menuntut penghentian total permusuhan antara Lebanon dan Israel serta pembentukan zona demiliterisasi antara Garis Biru, batas de facto antara Lebanon dan Israel, dan Sungai Litani. Resolusi ini mengizinkan hanya tentara Lebanon dan UNIFIL yang memiliki senjata dan peralatan militer di wilayah tersebut.
"Kami sekali lagi mengingatkan tentara Israel dan semua pihak yang terlibat akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB dan menghormati kekebalan terhadap gedung PBB sepanjang waktu,” tambah UNIFIL, seperti dikutip Anadolu pada Sabtu (9/11/2024).
Menurut UNIFIL, sejak 30 September 2024 IDF telah berulang kali meminta agar pasukan penjaga perdamaian meninggalkan posisi mereka di dekat Garis Biru untuk keselamatan mereka.
"Insiden kemarin, seperti tujuh insiden serupa lainnya, bukanlah masalah penjaga perdamaian yang terjebak dalam baku tembak, tetapi merupakan tindakan yang disengaja dan langsung oleh tentara Israel," imbuhnya.
Lima penjaga perdamaian terluka pada Kamis (7/11/2024) dalam serangan Israel dekat pos pemeriksaan militer di Sidon, Lebanon selatan.
Menurut laporan, sejumlah tentara UNIFIL terluka dalam serangan Israel beberapa pekan terakhir. Pasukan penjaga perdamaian tersebut mengatakan serangan tersebut disengaja.
Insiden-insiden tersebut memicu kecaman internasional yang meluas. Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto bahkan menyebut salah satu serangan tersebut sebagai kemungkinan kejahatan perang.
Sebagai tanggapan terhadap serangan-serangan tersebut, perwakilan tetap Israel untuk PBB Danny Danon mengusulkan agar UNIFIL dipindahkan lima kilometer ke utara di dalam wilayah Lebanon.
Sementara itu, wakil juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan UNIFIL menjalankan tugasnya sesuai dengan mandat dan akan tetap berada di posisi saat ini.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News