PESAWAT KEPAUSAN, investor.id – Paus Fransiskus melontarkan kritikan kepada mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas rencananya untuk mendeportasi jutaan imigran. Sang Paus juga mengkritik Wakil Presiden AS Kamala Harris atas pendiriannya yang mendukung hak aborsi.
Ketika ditanya tentang pemilihan presiden AS dalam penerbangannya kembali ke Roma dari Singapura, Paus mengatakan tidak menyambut migran adalah dosa "berat". Ia juga menyamakan tindakan aborsi dengan "pembunuhan".
Ia mengatakan umat Katolik AS harus "memilih kejahatan yang lebih rendah" ketika mereka memberikan suara pada November 2024, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Fransiskus berbicara dalam konferensi pers dengan wartawan setelah lawatan 12 hari yang melelahkan di Asia Tenggara dan Oseania. Meskipun tidak menggunakan nama Trump dan Harris, Paus merujuk secara khusus pada kebijakan dan jenis kelamin mereka. Meskipun mengkritik kedua kandidat, ia mengatakan umat Katolik harus memilih.
"Tidak memilih itu buruk. Itu tidak baik. Anda harus memilih. Anda harus memilih yang lebih baik. Siapa yang lebih baik? Wanita itu, atau pria itu? Saya tidak tahu. Setiap orang, dalam hati nurani, (harus) berpikir dan melakukan ini," ujar Paus berusia 87 tahun itu.
Umat Katolik Amerika, yang jumlahnya sekitar 52 juta di seluruh negeri, sering dianggap sebagai pemilih yang penting. Di beberapa negara bagian medan pertempuran, termasuk Pennsylvania dan Wisconsin, lebih dari 20% orang dewasa beragama Katolik.
Fransiskus, pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, biasanya berhati-hati dalam mempertimbangkan pemilihan politik nasional. Namun, ia sering mengkritik aborsi, yang dilarang oleh ajaran Katolik, dengan kata-kata tajam.
Ia juga sebelumnya mengkritik retorika anti-imigran Trump. Selama pemilihan umum 2016, ia mengatakan Trump "tidak beragama Kristen" dalam pandangannya.
Pada Jumat (Sabtu pagi WIB), Fransiskus mengatakan kebijakan kedua kandidat melawan kehidupan.
"Baik yang mengusir migran, atau yang membunuh anak-anak. Keduanya menentang kehidupan," kata Paus Fransiskus.
Trump telah berjanji untuk menindak tegas imigrasi ilegal dan mendeportasi jutaan imigran yang sudah berada di AS jika terpilih untuk masa jabatan kedua sebagai presiden. Ia juga menolak mengesampingkan pembangunan kamp penahanan bagi imigran tidak berdokumen.
Harris telah berjanji menandatangani undang-undang apa pun yang disahkan oleh Kongres untuk memulihkan perlindungan nasional untuk akses aborsi, yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung dalam keputusan Dobbs pada 2022.
Kedua kandidat berdebat tentang kedua isu tersebut pada Rabu (11/9/2024) dalam debat pertama mereka bersama. Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan persaingan yang ketat, dengan Harris unggul tipis.
Paus menyebut imigrasi sebagai "hak", mengutip bagian Alkitab yang menyebut anak yatim, janda, dan orang asing sebagai tiga jenis orang yang harus diperhatikan oleh masyarakat. "Tidak menyambut para migran adalah dosa. Itu dosa besar," sambungnya.
Fransiskus mengatakan aborsi adalah membunuh manusia. Ia mengatakan tidak ada alasan untuk melakukan aborsi. "Itu adalah pembunuhan. Tentang hal-hal ini kita harus berbicara dengan jelas. Tidak ada 'tetapi' atau 'bagaimanapun'," ucap Paus Fransiskus.
Menyeimbangkan prioritas politik telah menjadi subjek diskusi di antara para uskup AS. Pihaknya telah mengeluarkan pedoman pemilihan serupa setiap siklus presiden sejak 2007-2008, dengan beberapa pembaruan.
Versi terbaru mereka, yang dirilis dengan pengantar baru pada November 2023, menyatakan "ancaman aborsi" adalah "prioritas utama" bagi umat Katolik.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News