TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Parni (59), pedagang sayur keliling di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengaku sering ditegur oleh pengguna jalan karena terkesan lambat saat mengayuh sepeda.
Oleh karena itu, banyak pengendara di belakang sepedanya yang membunyikan klakson agar Parni melaju cepat.
Mendapat perlakuan itu, Parni seringkali gemetar dan langsung meminggirkan sepedanya.
“Kalau di jalan raya, suka diklakson, langsung goyang-goyang (sepeda) saya. Namanya sudah usia. Saya bilang, 'ya Allah'. Akhirnya saya berhenti dulu,” ujar Parni saat berbincang dengan Kompas.com di kediamannya, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (9/7/2024).
Meski hanya berkeliling di sekitar kompleks dekat rumahnya, Parni bisa sampai lima kali berhenti dalam perjalanan pulang.
“Bisa empat sampai lima kali berhenti. Bukan capek. Tapi kalau ada bus, klakson, sampai ndredeg (berdebar-debar). Jadi, ya sudah, daripada kenapa-kenapa,” kata Parni.
Oleh karena itu, Parni terkadang melawati jalan yang jarang dilewati kendaraan.
Sebelum menggunakan sepeda, Parni berkeliling dengan berjalan kaki. Tidak lupa dia memakai dua tas jinjing dan topi capingnya.
“Iya, sekarang (pakai sepeda). Gara-gara lutut sakit, terus saya bilang, minta sepeda, ya sudah. Alhamdulillah sembuh,” tutur perempuan yang sudah berdagang sejak berusia 15 tahun.
Sama seperti Parni, suaminya yang bernama Sunaryo (64) juga menggunakan sepeda saat bekerja sebagai loper koran.
Alasan Sunaryo memilih menggunakan sepeda dibandingkan sepeda motor karena faktor keselamatan di jalan raya.
Suatu ketika, dia pernah mengendarai sepeda motor. Namun, dia justru mendapatkan omelan dari pengendara lain karena melaju secara lambat.
“Aku bisanya naik sepeda, kalau naik motor, aku takut. Jalanan sudah ramai. (Bisa naik motor, tapi) kalau enggak ada motor atau mobil, ya bisa pelan-pelan. Kalau di jalan raya, aku malah diomelin sama orang,” ujar Sunaryo.
Sepanjang dia menggunakan sepeda, sudah tiga kali Sunaryo mengalami kecelakaan.
Namun, pria asal Kulon Progo, Yogyakarta, itu mengaku tak kapok bersepeda di jalan raya.
Mengingat usianya yang tak lagi muda, Sunaryo menganggap pekerjaannya ini sekaligus berolahraga.
"Aku nih seolah-olah olahraga saja. Kalau jualan, ya untungnya mah enggak seberapa. Kata orang bagus sambil olahraga," kata Sunaryo.