JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan perbedaan antara Utusan Khusus Presiden dan Penasihat Khusus Presiden.
Menurutnya, para Utusan Khusus Presiden menjalankan tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi begini, Utusan Khusus Presiden memang nomenklaturnya sudah ada. Dan itu menjalankan tugas-tugas langsung dari Presiden," ujar Dasco di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
"Nah Penasihat Khusus juga itu kemudian input atau masukan kepada Presiden, Presiden mempertimbangkan dalam mengambil keputusan," sambungnya.
Maka dari itu, Dasco meyakini tugas Penasihat Khusus dan Utusan Khusus tidak akan tumpang tindih.
"Sehingga menurut saya itu enggak akan tumpang tindih karena Penasihat Khusus Presiden itu tidak langsung turun ke kementerian," tutur Dasco.
Salah satu Utusan Khusus Presiden, Gus Miftah menyebut jabatannya itu setingkat dengan menteri.
Dia mengklaim para Utusan Khusus Presiden akan memiliki kantor sendiri di Istana, Jakarta.
Berikut daftar Penasihat Khusus dan Utusan Khusus di era Prabowo:
Utusan khusus Presiden
1. Muhamad Mardiono, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan
2. Setiawan Ichlas sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan
3. Miftah Maulana Habiburrahman, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan
4. Raffi Farid Ahmad, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni
5. Ahmad Ridha Sabana, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital
6. Mari Elka Pangestu, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral
7. Zita Anjani, sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata.
Penasihat Khusus Presiden
1. Wiranto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan
2. Luhut Binsar Pandjaitan, Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan
3. Dudung Abdurachman, sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional, Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan
4. Purnomo Yusgiantoro, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi
5. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Ekonomi dan Pembangunan Nasional
6. Muhadjir Effendy Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji
7. Terawan Agus Putranto, sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Kesehatan.