JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Timur menemukan sejumlah surat suara rusak saat dilakukan pelipatan pada hari pertama, Senin (21/10/2024).
"Ada, jadi hari pertama pelipatan ditemukan 119 surat suara rusak, itu karena gambar berbayang, ada yang sobek dan lain-lain," kata Komisioner KPU Jakarta Timur Rio Verieza di Pulogadung, Selasa (22/10/2024).
KPU Jakarta Timur segera melaporkan kerusakan kepada percetakan untuk dikirimkan penggantinya.
"Itu wajar, karena jumlahnya sangat banyak dan kita sudah punya kesepakatan dengan perusahaan percetakan untuk diganti lagi," ucap Rio.
Saat ini, KPU sedang melipat 2,4 juta suara. Kegiatan ini ditargetkan selesai dalam waktu empat hari.
"Totalnya sampai hari Kamis, jadi hari Kamis lah pelipatan selesai, jadi empat hari lah selesai, satu hari targetnya sekitar 700.000 surat suara selesai," ujar Rio.
Rio juga menjamin keamanan surat suara saat dilipat petugas karena telah diperiksa terlebih dahulu.
"Ada dua ring ya, di pintu depan sebelum masuk dan pintu gudang dilakukan pemeriksaan. Jadi tidak ada indikasi mereka bisa berbuat curang atau lalai lah dan ada teman-teman dari kepolisian," tambah Rio.
Sebelumya, KPU Jakarta Timur menerima logistik surat suara untuk Pilkada Jakarta 2024.
"Alhamdulillah, KPU Jakarta Timur menerima surat suara dari percetakan Gramedia di Cikarang. Totalnya 2.435.878 lembar, termasuk tambahan 2,5 persen," ujar Ketua KPU Jakarta Timur, Tedi Kurnia di Gudang Logistik KPU Jakarta Timur, Kamis (17/10/2024).
KPU Jakarta Timur sedang menunggu instruksi dari KPU Provinsi untuk memulai proses pelipatan surat suara yang akan dilakukan serentak.
"Proses pelipatan kemungkinan sama seperti Pilpres, sekitar 5-6 hari," katanya.
Pelipatan akan dilakukan di gudang logistik KPU di Pulogadung, Jakarta Timur.
Pengamanan gudang sudah diperketat dan akan dijaga 24 jam oleh aparat keamanan serta petugas internal KPU.
"Polisi, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kebakaran telah bersiaga. Kami juga menempatkan empat petugas internal untuk berjaga di gudang," tambah Tedi.