JAKARTA, investor.id – Harga batu bara jatuh pada Senin (8/7/2024). Tertekan sentimen negatif dari potensi pemulihan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) global.
Harga batu bara Newcastle untuk Juli 2024 turun US$ 0,7 di US$ 135,05 per ton. Sedangkan Agustus 2024 terkoreksi US$ 1,45 menjadi US$ 136 per ton. Sementara itu, September 2024 melemah US$ 1,25 menjadi US$ 137,35 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Juli 2024 jatuh 0,5% menjadi US$ 104,5. Sedangkan, Agustus 2024 turun US$ 1 di US$ 106,05. Sementara itu, September 2024 terkerek US$ 1,1 menjadi US$ 107,7.
Dikutip dari Reuters, prospek pembangkit listrik tenaga air tampak lebih menjanjikan tahun ini, dengan curah hujan dan salju yang lebih lebat di sebagian besar wilayah produksi utama, yang kemungkinan akan mendorong peningkatan produksi selama satu tahun.
Menurut data dari Biro Statistik Nasional, produksi listrik China telah meningkat sebesar 57 miliar kWh (16%) dalam lima bulan pertama tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023.
Sejak saat itu, wilayah selatan dan tengah telah dibanjiri hujan monsun yang lebih lebat dari biasanya, yang memicu berbagai peringatan banjir di Sungai Yangtze dan sistem sungai lainnya.
Kebangkitan Tenaga Air
Kebangkitan juga terjadi di AS. Tenaga air AS juga telah mulai pulih dari titik terendah tahun lalu, dengan pemerintah memperkirakan akan naik 6% pada 2024.
Di Brasil, tenaga air telah mencetak rekor baru sebesar 206 miliar kWh dalam lima bulan pertama tahun ini, melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar 199 miliar kWh.
Di China, pengganti utama tenaga air adalah batu bara, sementara di Brasil dan Amerika Serikat adalah gas, sehingga pemulihan tenaga air kemungkinan akan memangkas pembakaran dan emisi bahan bakar fosil. Jika pemulihan hidro cukup besar dan penyebaran cepat tenaga angin dan surya, hal itu mungkin cukup untuk meredakan puncak pembakaran batu bara dan emisi bahan bakar fosil, setidaknya untuk sementara.
Editor: Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News