Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik Mandiri Utama Finance (MUF) meningkat sebesar 368% apabila dibandingkan pada September tahun lalu [263] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) telah menyalurkan pembiayaan kredit kendaraan listrik, baik electric vehicle (EV) maupun hybrid sebesar Rp682 miliar. Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik tersebut meningkat sebesar 368% apabila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, senilai Rp145 miliar.
Direktur MUF Rully Setiawan mengatakan penyaluran kendaraan listrik tersebut masih didominasi mobil listrik. Meskipun pertumbuhannya besar, dia menambahkan bahwa penyaluran kendaraan listrik baru berkontribusi sekitar 4,3% dibandingkan total pembiayaan perseroan.
“Porsi penyaluran pembiayaan kendaraan listrik hingga September 2024 ini berkontribusi sebesar 4,3% terhadap total pembiayaan MUF, lebih besar dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3%,” kata Rully saat dihubungi Bisnis pada Kamis (31/10/2024).
Rully mengatakan masih ada tantangan dalam penyaluran pembiayaan kendaraan listrik. Termasuk ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan harga jual kembali yang belum pasti, sehingga masih ada keraguan masyarakat untuk memiliki kendaraan listrik.
Namun demikian, pihaknya melihat pembiayaan kendaraan listrik sebagai sektor yang prospektif, didorong oleh kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, dukungan pemerintah berupa insentif, serta peluncuran produk-produk kendaraan listrik yang semakin beragam.
“MUF menargetkan ke depan porsi pembiayaan kendaraan listrik ini dapat terus meningkat hingga mencapai 5% dari total penyaluran pembiayaan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah untuk mencapai net zero emission tahun 2060,” kata Rully.
Rully mengatakan strategi perseroan untuk meningkatkan pembiayaan kendaraan listrik adalah dengan terus melakukan inovasi terhadap produk pembiayaan kendaraan listrik yang disesuaikan dengan pasar.
“Kami juga secara proaktif terlibat untuk mendorong peningkatan public awareness terhadap penggunaan kendaraan listrik, termasuk menyediakan informasi produk otomotif melalui kanal digital kami yaitu MOAS [MUF Online Auto Show],” tandasnya.
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) mengklaim tetap menunjukkan performa pembiayaan yang solid, khususnya di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah tantangan ekonomi yang dipicu oleh penurunan populasi kelas menengah dan melemahnya daya beli masyarakat.
Direktur Mandiri Utama Finance Rully Setiawan mengatakan kinerja MUF dalam pembiayaan sektor UMKM tetap tumbuh signifikan, meskipun tren pembiayaan di industri keuangan secara keseluruhan cenderung mengalami penurunan.
“Pembiayaan MUF untuk segmen UMKM melalui sektor produktif hingga September 2024 mencapai Rp2,7 triliun, tumbuh 22,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Rully kepada Bisnis, Selasa (15/10/2024).
Rully juga menyoroti bahwa penurunan pembiayaan di segmen usaha mikro di industri secara luas tak lepas dari dinamika populasi kelas menengah Indonesia yang berkurang, serta melemahnya daya beli masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung pada permintaan akan pembiayaan, termasuk di sektor UMKM.
Namun, pihaknya tetap optimistis bahwa kebijakan pemerintah untuk menstimulasi pembiayaan UMKM serta upaya meningkatkan daya beli masyarakat bisa menjadi katalis positif untuk memperbaiki situasi.
“Kami memandang bahwa kinerja penyaluran pembiayaan untuk segmen UMKM dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya kebijakan pemerintah untuk menstimulasi penyaluran pembiayaan UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi termasuk permintaan layanan pembiayaan untuk UMKM yang juga akan meningkat,” kata Rully.
Pegawai melayani nasabah di kantor cabang Mandiri Utama Finance (MUF) di Jakarta, Kamis (4/7/2024)/JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan di segmen UMKM, Rully menjelaskan bahwa MUF telah menerapkan beberapa strategi kunci. Salah satu fokus utamanya adalah diversifikasi sektor pembiayaan, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar UMKM yang dinamis.
“Kami menawarkan pembiayaan untuk sektor modal kerja dan investasi. Ini bertujuan menjangkau segmen pasar yang lebih luas, sehingga kebutuhan finansial para pelaku UMKM bisa terpenuhi secara lebih spesifik,” katanya.
Selain diversifikasi, Rully menekankan pentingnya penguatan analisis kredit dan manajemen risiko untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan tetap sehat.
Dalam dunia pembiayaan, risiko kredit adalah hal yang tidak bisa diabaikan dan MUF berkomitmen untuk terus memperbaiki proses penilaian risiko agar lebih akurat dan menyeluruh.
Di samping itu, investasi dalam teknologi juga menjadi pilar penting dalam strategi MUF. Rully menjelaskan bahwa MUF telah mengadopsi platform digital untuk mempermudah proses pengajuan dan pencairan dana bagi nasabah.
“Kami juga berinvestasi dalam inovasi teknologi dengan mengadopsi platform digital untuk proses pengajuan dan pencairan dana. Dengan kombinasi strategi ini, kami optimis ke depan menjaga dan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke UMKM secara berkelanjutan,” tandasnya.
Per Agustus 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan multifinance terhadap usaha menengah mengalami penguatan, pembiayaan tercatat Rp67,01 triliun lebih tinggi ketimbang Rp49,25 triliun pada Agustus 2023.
Ini membuat pembiayaan usaha menengah merangsek ke posisi kedua outstanding terbesar di bawah pembiayaan usaha besar. Sementara, pembiayaan usaha mikro turun dari Rp53,18 triliun pada Agustus 2023 menjadi Rp51,08 triliun.