#30 tag 24jam
Rencana Bangkok Bank untuk Bank Permata (BNLI) dan Peluang Naik Kelas ke KBMI IV
Direktur Utama Bank Permata (BNLI) Meliza M. Rusli memberikan informasi mengenai visi atau rencana Bangkok Bank terhadap bisnis perseroan ke depan. [702] url asal
#bank-permata #bnli #permata-bank #bangkok-bank #pemegang-saham-bank-permata #pemilik-bank-permata #direktur-utama-bank-permata #rencana-bisnis-bank-permata #logo-bank-permata #meliza-m-rusli
(Bisnis.Com - Finansial) 14/10/24 06:50
v/16432543/
Bisnis.com, JAKARTA - Bangkok bank, sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Permata Tbk., memiliki rencana bagi bisnis BNLI ke depan. Sebelumnya, belum lama ini perseroan juga telah mengumumkan logo terbaru yang memiliki kemiripan dengan Bangkok Bank.
Saat ditemui di Jakarta pada pekan lalu, Direktur Utama Bank Permata Meliza M. Rusli memberikan keterangan mengenai rencana lanjutan bank asal Thailand tersebut untuk perseroan.
Sebagai informasi, Bangkok Bank telah memenuhi syarat kepatuhan pemegang saham pengendali BNLI. Bank asal Thailand ini diketahui melakukan akuisisi kepemilikan BNLI pada Mei 2020 sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
Pada Agustus 2024, Bangkok Bank telah melepas 3,47 miliar saham BNLI untuk memenuhi kewajiban pengalihan Kembali saham setelah penawaran penawaran tender wajib berdasarkan POJK No.9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Dari aksi tersebut, kini Bangkok Bank mengenggam 89,12% saham Bank Permata, sedangkan sisanya sebesar 10,88% dimiliki oleh publik.
Meliza menyatakan Bangkok Bank menginginkan agar Bank Permata dapat menjadi penopang nasabah asal Indonesia, yang menjalankan bisnis di luar negeri dengan transaksi cross-border.
“Mereka [Bangkok Bank] itu ingin sekali supaya PermataBank ini digunakan untuk men-support nasabah-nasabah yang mempunyai bisnis di luar Indonesia. Jadi, itu adalah visi mereka dari dulu,” katanya, dikutip Minggu (13/10/2024).
Menurutnya, visi tersebut juga berangkat dari kinerja historis Bangkok Bank yang banyak menyokong ekspansi perusahaan asal Thailand ke luar negeri, terutama dengan membuka kantor cabang.
Seiring dengan mulai banyak perusahaan Indonesia yang merambah pasar luar negeri, Meliza menyatakan Bank Permata dapat mengambil peran serupa.
Namun demikian, dia menggarisbawahi bahwa Bank Permata tetap menjadi bank lokal yang mengoperasikan bisnisnya sesuai kearifan dan regulasi yang diterapkan di Tanah Air.
“Kami ingin kearifan lokal yang kami miliki di PermataBank ini justru untuk dapat memperkaya nasabah-nasabah kami yang berada di luar Indonesia maupun yang ada di Indonesia agar bisa mengembangkan bisnis mereka,” sambungnya.
Dia melanjutkan, hingga saat ini, pangsa pasar Bank Permata masih didominasi oleh nasabah non-individual atau korporasi dengan porsi melampaui 60%. Segmen ini juga terbagi dalam berbagai kelas, yakni kecil, menengah, hingga korporasi besar.
Sementara itu, sekitar 32% di antaranya merupakan segmen nasabah individual. Dengan branding yang kian dekat dengan Bangkok Bank, dirinya berharap agar Bank Permata dapat pula dikenal melayani semua segmen.
“Kami berharap sebenarnya branding ini lebih untuk menunjukkan bahwa PermataBank ini melayani semua segmen, tidak terbatas hanya korporasi atau hanya perusahaan saja,” pungkas Meliza.
Adapun, logo Bank Permata kini berupa bunga lotus yang identik dengan Bangkok Bank. Peluncuran logo baru ini diumumkan pada 27 September 2024.
Manajemen menyatakan bahwa logo anyar itu merupakan bagian dari penyelarasan strategi dan bisnis dengan tujuan untuk menciptakan citra yang kohesif, terpadu, dan sepadan dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.
Peluang Menuju Kelas Teratas KBMI IV
Tak hanya itu, Meliza juga buka suara perihal peluang naik kelas ke Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 alias bank jumbo. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyinggung peluang PermataBank untuk meningkatkan permodalan menuju KBMI 4 belum lama ini.
Meliza menyampaikan bahwa perseroan terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam kinerjanya selama beberapa tahun terakhir. "Ini mungkin yang akan kami terus pertahankan, pertumbuhan yang lebihsustainable," katanya.
Meliza melanjutkan, tingkat permodalan Bank Permata hingga saat ini berkisar pada angka Rp50 triliun, sementara KBMI 4 mengklasifikasikan bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun.
Menurutnya, selisih sekitar Rp20 triliun tersebut dapat dikejar dengan memacu pertumbuhan profitabilitas PermataBank ke depan. "Kami juga melihat dari kondisi perekonomian, tentunya pertumbuhan kami ini sangat erat kaitannya dengan makroekonomi," imbuhnya.
Meliza lantas menyinggung targetpertumbuhan ekonomisebesar 8% yang dicanangkan oleh pemerintahan baru. Dia berpendapat, apabila industri perbankan dapat pula bertumbuh sebagaimana target tersebut, maka Bank Permata akan dapat mencapai KBMI 4 dalam 5—8 tahun mendatang.
"Misalnya kita bisa tumbuh seperti itu, tentu kita bisa mencapai [KBMI 4] dalam waktu 5 sampai 8 tahun. Tentu bisa juga lebih cepat, bisa juga lebih lama, tergantung dari perekonomian," tutur dia.
Kendati demikian, Meliza berharap agar pihaknya dapat bertransformasi menjadi bank jumbo dalam jangka waktu lebih cepat. Dia menyadari bahwa hal tersebut bergantung pada kerja keras seluruh bagian Bank Permata.
Aksi Lanjutan Pengendali Bank Permata (BNLI) dan Prospek Bisnis ke Depan
Bank Permata (BNLI) telah mengumumkan peluncuran logo baru yang dilaksanakan di kantor cabang Permata Bank Thamrin, pada Jumat 27 September 2024. [806] url asal
#bank-permata #bnli #logo-baru-bank-permata #bangkok-bank #pemilik-bank-permata #pengendali-bank-permata
(Bisnis.Com - Finansial) 01/10/24 12:00
v/15805043/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Permata Tbk. (BNLI) baru saja mengumumkan peluncuran logo terbarunya, dari berlian menjadi lotus. Logo terbaru ini memiliki kemiripan dengan yang dimiliki oleh pemegang saham pengendali perseroan, yaitu Bangkok Bank.
Sebagai informasi, Bangkok Bank saat ini telah memenuhi syarat kepatuhan pemegang saham pengendali dari Bank Permata. Bank asal Thailand ini diketahui melakukan akuisisi kepemilikan BNLI pada Mei 2020 sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
Pada Agustus 2024, Bangkok Bank telah melepas 3,47 miliar saham BNLI untuk memenuhi kewajiban pengalihan Kembali saham setelah penawaran penawaran tender wajib berdasarkan POJK No.9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Dari aksi tersebut, kini Bangkok Bank mengenggam 89,12% saham Bank Permata, sedangkan sisanya sebesar 10,88% dimiliki oleh publik.
Peluncuran logo baru milik Bank Permata ini disebut sebagai bagian dari penyelarasan strategi dan bisnis dengan tujuan untuk menciptakan citra yang kohesif, terpadu, dan sepadan dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.
Acara peluncuran logo dilaksanakan di kantor cabang Permata Bank Thamrin, pada Jumat 27 September 2024. Cabang ini sebelumnya merupakan kantor pusat Bangkok Bank di Indonesia sebelum dilakukan integrasi dengan Bank Permata pada 2020.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli menyampaikan perubahan bentuk pada logo adalah sinergi antara Permata Bank dan Bangkok Bank yang mencerminkan aspirasi perusahaan yakni 'growing together' sebagai bank lokal dengan jaringan global dan visi regional.
“Penyelarasan ini merupakan komitmen bersama untuk menjadi Bank terpercaya dalam membina hubungan jangka panjang yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi lintas negara dalam jaringan kemitraan yang dimiliki Permata Bank dan Bangkok Bank,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2024).
Menurutnya, perpaduan strategi ini tidak hanya menciptakan konsistensi pada tampilan identitas Permata Bank di seluruh touchpoints di Indonesia, tetapi juga memberikan pengalaman perbankan yang responsif dengan tingkat kepedulian yang tinggi, berintegritas, serta mengedepankan inovasi dan kerja sama untuk tumbuh bersama dengan mitra dan nasabah Permata Bank.
Sementara itu, Presiden Bangkok Bank dan Presiden Komisaris Permata Bank Chartsiri Sophonpanich menjelaskan peluncuran identitas baru Permata Bank di kantor cabang Jalan Thamrin karena lokasi ini melambangkan komitmen Permata Bank dan Bangkok Bank Group untuk tumbuh bersama nasabah.
“Identitas baru ini memperkuat komitmen kami untuk melanjutkan warisan Bangkok Bank melalui Permata Bank dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati dengan mewujudkan kualitas bunga lotus untuk menjadi tangguh, tahan, dan senantiasa mencari peluang yang hadir setiap saat,” ujarnya.
Chartsiri menyebut pihaknya berharap dapat mendukung kesejahteraan Indonesia yang berkelanjutan dengan cara menghubungkan perusahaan-perusahaan dengan peluang pertumbuhan di seluruh Asean dan sekitarnya, serta memfasilitasi investasi asing ke Indonesia untuk mendukung masyarakat, bisnis, dan ekonominya.
Adapun, selama proses perubahan logo berlangsung, operasional dan bisnis Permata Bank tetap berjalan dengan normal. Permata Bank akan terus menjalankan visinya sebagai Bank pilihan yang terus membina kemitraan dan menciptakan nilai bagi nasabah dan masyarakat Indonesia.
Menuju KBMI 4
Menanggapi peluncuran logo baru dan kolaborasi Bank Permata dengan Bangkok Bank, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa regulator mengapresiasi kontribusi keduanya selama ini.
Selain itu, Dian juga menyebut ke depannya diharapkan bank dapat terus mengembangkan diri untuk makin memberikan konstribusi kepada sistem perbankan Indonesia, termasuk peningkatan permodalan menuju bank KBMI 4, dan terus mendukung konsolidasi bank melalui spin-off UUS untuk menciptakan bank syariah dengan skala besar.
Sebagai informasi, kelompok bank KBMI 4 merupakan bank-bank yang memiliki modal di atas Rp70 triliun. Per Juni 2024, Bank Permata tercatat memiliki modal inti secara individual senilai Rp48,71 triliun.
“Ke depannya, Bank Permata dapat lebih bersaing dengan bank-bank konvensional dan syariah besar, dan dapat berkontribusi kepada perekonomian nasional secara lebih besar lagi,” ujar Dian.
Target Kinerja 2024
Sepanjang tahun ini, BNLI menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7% hingga 9%. Terdapat sederet peluang yang mampu mendorong pertumbuhan kredit bank.
Direktur Keuangan Bank Permata Rudy Basyir Ahmad mengatakan apabila berkaca pada target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada level 9% hingga 11%, maka target kredit Bank Permata berada di bawahnya.
"Di internal kami proyeksikan memang lebih rendah yakni 7%-9%. Tapi bukan berarti me-limit di situ, kami juga akan tetap menganut prinsip kehati-hatian," ujarnya dalam Public Expose Bank Permata pada Kamis (7/3/2024) di Jakarta.
Perseroan juga akan fokus ke segmen yang besar di komersial dan SME [small and medium enterprise]. Rudy menyebutkan kedua segmen ini bakal menjadi engine growth kredit pada 2024.
Bank Permata telah menyalurkan kredit Rp151,38 triliun hingga kuartal II/2024, naik 10,17% yoy. Penyaluran kredit bank didorong oleh peningkatan penyaluran kredit ke segmen korporasi sebesar 17,3% yoy.
Adapun, aset Bank Permata tercatat naik 2,76% yoy menjadi Rp258,35 triliun dengan raihan laba senilai Rp1,52 triliun atau tumbuh 8,74% YoY pada paruh pertama tahun ini.