Semarang mencatat kenaikan harga rumah seken tertinggi di Pulau Jawa, 1,2% per bulan. Tembalang dan Banyumanik jadi area favorit pencari properti. [740] url asal
Semarang menjadi kota dengan kenaikan harga rumah seken tertinggi di Pulau Jawa sebesar 1,2% secara bulanan. Lima area terpopuler di Semarang yang diminati pencari properti adalah Tembalang, Banyumanik, Semarang Barat, Semarang Tengah, dan Pedurungan.
Di luar lima kota yang ramai diincar, pada 2024 terlihat pencarian rumah terkonsentrasi di area timur, khususnya Tembalang dan Banyumanik.
Hal ini dikerenakan kedua wilayah itu dan kawasan Pedurungan dilewati rute tol Semarang yang menghubungkan area dalam kota dan luar kota. Selain itu, di sekitar kawasan juga terdapat dua universitas negeri, yaitu Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang sehingga pengembangan properti di sekitar area ini juga dapat menargetkan pasar mahasiswa yang berasal dari luar Semarang.
Sementara Semarang Barat, terletak di utara kota dan dekat dengan Bandara Ahmad Yani serta kawasan wisata Kota Lama, merupakan area padat yang strategis karena dekat pusat kota.
Posisi Semarang yang terbilang strategis dalam sektor industri juga menjadi salah satu daya tarik bagi para pencari properti. Hal ini mengingat terdapat beberapa kawasan industri dan pergudangan berskala cukup besar di Semarang dan kabupaten sekitarnya, dan mendorong para karyawan yang bekerja di kawasan industri menjadi target pasar potensial bagi sektor rumah tapak.
Menurut data dari Rumah123 Flash Report edisi September 2024, kenaikan harga rumah seken di Semarang melampaui Yogyakarta (1%) dan Bandung yang hanya naik 0,1%. Sejak awal tahun 2021, indeks harga rumah seken di Semarang disebut konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan pergerakan indeks harga konsumen atau laju inflasi tahunan di kota tersebut.
"Per bulan Agustus 2024, pertumbuhan harga rumah di Semarang tercatat 2,2% lebih tinggi dibandingkan laju inflasi tahunan di Semarang. Hal ini tercatat konsisten sejak bulan April 2024. Sementara mayoritas kota-kota lain di Indonesia mengalami pertumbuhan harga tahunan yang secara umum lebih rendah dibandingkan inflasi, sehingga Semarang menjadi salah satu kota yang cukup potensial bagi investasi properti," kata Head of Research Rumah123, Marisa Jaya seperti yang dikutip dari pernyataan tertulis pada Sabtu (28/9/2024).
Pemburu properti di Semarang saat ini mayoritas masih berasal dari kawasan kota itu sendiri sebesar 48,7%. Disusul peminat dari Jakarta 18,2% dan Surabaya sebesar 4,4%. Ada pula peminat dari Bandung, Depok, Malang, Kuta dan Tangerang yang melirik rumah-rumah di kota ini.
Kemudian, dari kisaran usia calon pembeli potensial di Semarang umumnya di 25-34 tahun (32%), diikuti kelompok usia 45-54 tahun (23,8%) dan usia 18-24 tahun (18,6%). Dengan kelas ekonomi dari kelas menengah dan kelas menengah ke bawah.
Harga rumah yang banyak diincar adalah rumah yang harganya berkisar Rp 400 jutaan seperti yang berada di Tembalang (54,8%), Banyumanik (52%), Semarang Barat (57,6%), Semarang Tengah (42,4%), dan Pedurungan (41,7%).
Di luar itu, Semarang Tengah juga banyak diminati dari pasar kelas menengah dan menengah-atas. Terlihat dari permintaan signifikan untuk rumah di segmen Rp 1-3 miliar (23,2%) dan di atas Rp 5 miliar (12,3%), lebih tinggi dibanding kecamatan lain.
"Faktor utama yang mendorong daya tarik ini adalah pertumbuhan ekonomi kota yang stabil dan harga properti yang masih relatif terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lain seperti Jakarta atau Surabaya. Sehingga Semarang menjadi kota yang potensial bagi investasi, terlebih pertumbuhan harga yang cukup konsisten melampaui inflasi," papar Marisa.
Selain itu, perkembangan infrastruktur di Semarang semakin pesat, termasuk pembangunan jalan tol dan transportasi umum yang lebih baik, yang mempermudah mobilitas di dalam kota maupun ke luar kota.
Semarang juga nyaman untuk ditinggali karena fasilitasnya yang lengkap mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga hiburan. Hal-hal ini menjadikan Semarang sebagai pilihan ideal bagi generasi muda dewasa yang mencari hunian nyaman dan investasi properti yang menjanjikan.
Penting bagi pencari properti untuk melakukan cek fisik produk properti milik perbankan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Halaman all [436] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengingatkan pencari properti untuk melakukan cek fisik produk properti milik perbankan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), meskipun dari segi harga jauh lebih murah.
"Penting untuk cek ke lokasi, kalau perlu membawa tukang atau kontraktor untuk estimasi perbaikan," kata Assistant Vice President Bank Mandiri Ratih Eka Dewi di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (17/9/2024).
Ratih dalam bincang-bincang tentang perumahan di salah satu mal di Jakarta Selatan mengatakan aset bank yang ditawarkan kerap menjadi daya tarik pencari properti karena harga yang ditawarkan jauh dari harga di pasaran, bisa di bawah 50 persen.
SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV Ilustrasi lelang rumah secara online.
Produk properti aset bank berupa rumah, apartemen, kantor, ruko, gudang, bahkan tanah di Jabodetabek jumlahnya sangat banyak yang ditawarkan dengan beragam kondisi.
Meski demikian, menurut Ratih dari aspek legal aset properti bank itu lebih terjamin karena sebelumnya sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit dari perbankan (KPR atau KPA) tinggal untuk melihat kondisi fisiknya.
Bank Mandiri menargetkan bisa memenuhi target Rp 2 triliun untuk penjualan aset properti baik lewat lelang atau penjualan sukarela terutama di Jabodetabek.
Penjualan aset properti terutama rumah dan apartemen ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah perumahan karena dari segi harga jauh lebih murah.
Sedangkan Vice President Bank Business Rumah123 M Gilang Ramadhan mengatakan calon pencari properti aset bank bisa menengok dulu kondisi rumah yang akan dijual sebelum berkunjung ke lokasi.
Kalau bisa cari tiga lokasi sekaligus di daerah yang menjadi tujuan sebelum berkunjung untuk melihat kondisi properti dan lingkungan.
"Sehingga kalau yang satu tidak sreg masih ada dua pilihan lain di lokasi yang tidak terlalu jauh. Sehingga bisa menghemat biaya dan waktu untuk survei," ucap Gilang.
Ia mencontohkan, seperti aset properti Bank Mandiri yang dikerjasamakan dengan Rumah123 wajib memperlihatkan kondisi fisik dari properti tujuannya agar peminat tidak seperti membeli kucing dalam karung.
"Semua kita lakukan transparan termasuk kalau di dalam rumah tersebut listriknya sudah dicabut sekian lama," ucap dia.