#30 tag 24jam
Kisah Inspiratif Diana Dewi dari SPG Kosmetik sampai Ketua Kadin DKI
Perjalanan Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam merintis bisnis tidaklah semudah seperti membalikan telapak tangan. [792] url asal
#kadin-dki #diana-dewi #tokoh-perempuan-penggerak-ekonomi #spg-kosmetik #kandidat #distributor #perusahaan-kosmetik #importir #award #cikarang-utara #covid-19 #kadin-dki-jakarta #toko-daging-nusantara #ketua-kadi
(detikFinance) 16/10/24 17:50
v/16562050/
Jakarta - Perjalanan Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi dalam merintis bisnis tidaklah semudah seperti membalikan telapak tangan. Pasalnya Wanita tersebut telah mengalami berbagai lika-liku dalam menjalankan bisnis yang digelutinya.
Selain itu, sosok tersebut pun memiliki perhatian yang cukup besar terhadap perkembangan UMKM. UMKM sendiri merupakan sektor yang sangat penting. Sebab UMKM merupakan salah satu sektor penopang perekonomian nasional.
Diana mengatakan dalam menjalankan usaha dia selalu percaya dengan kekuatan usaha dan doa. Menurutnya, dua point itu bisa memudahkan setiap orang dalam menjalankan usaha.
"Selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa. Selalu ada bagi mereka yang sering berusaha," kata Diana Dewi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2024).
Dia menjelaskan lika-liku dirinya dalam dunia kerja mulai terasa Ketika sudah menikah. Satu tahun menikah, dirinya pun dikaruniai seorang putra. Kemudian pada usia memasuki 20 tahun diana sudah memiliki 2 orang anak.
"Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi entrepreneur, tapi mungkin keadaan yang membuat saya sekarang ini menjadi entrepreneur, justru dengan keadaannya yang minus saya berpikir, bahwa kalau berpikir positif pasti ada hikmah dibalik itu," ungkapnya.
Diana mengatakan saat awal menikah, dirinya berpikir untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga. Kemudian pada fase itu, dia pun memutuskan untuk menjadi seorang sales promotion girl (SPG) di salah satu perusahaan.
"Awal bekerja, dengan bekal pendidikan yang tidak tinggi, otomatis semua pekerjaan saya terima. Saat itu yang ada hanya SPG," jelasnya.
Dia kemudian menjalani pekerjaannya sebagai penjual produk. Namun, pada perjalanannya, perusahan kosmetik tempat kerjanya membutuhkan bantuan.
"Saat itu, perusahaan tempat saya bekerja masih baru dan belum menempatkan SPG di toko-toko. Nah, saya bilang, 'bagaimana kalau saya bantu?' Ternyata yang saya bantu itu anaknya owner perusahaan dan saya dikasih pekerjaan lebih dari itu," ujarnya.
1,5 tahun bekerja di perusahaan kosmetik, membuat dirinya memutuskan untuk pindah ke perusahaan yang lebih besar. Saat pindah dirinya berhasil menjadi marketing dan kepala cabang. Meskipun menggeluti berbagai kesibukan dalam bekerja, dia menjelaskan dirinya juga memutuskan untuk tetap melanjutkan kuliah. Namun, pada 1995, Diana mendapatkan perlakuan yang tidak adil pada saat dia menunaikan ibadah haji.
"Saya tidak diizinkan oleh atasan dan perusahaan tidak akan gaji. Saya tahu itu kebijakan sepihak dan bukan peraturan perusahaan," tuturnya.
Sejak itu, Diana menilai kondisi perusahaan sudah tidak kondusif.
"Namun, karena saya punya tanggung jawab, saya keluar dari perusahaan pada 1998," ucapnya. Dia mengaku menerima gaji dari perusahaan sebesar Rp 1,7 juta perbulan. Kalau dihitung 20 hari kerja berarti gaji saya per hari Rp 85 ribu. Masa sih, saya tidak bisa mencari Rp 85 ribu, misalnya dengan berjualan bakso atau menjadi pengemudi taksi," ungkapnya.
Krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada 1998 membawa berkah bagi Diana. Saat itu pasokan daging sapi seret. Sedangkan permintaan di pasar sangat tinggi.
"Waktu itu saya menjadi penjual daging. Saya sampai mengambil ke daerah, saya potong dan kirim sendiri ke supermarket," ujarnya.
Dia kemudian mendirikan PT Suri Nusantara Jaya, salah satu perusahaan importir dan distributor daging terbesar di Indonesia.
"Kuasa Allah, di satu sisi krismon, terus butuh sapi dan tidak ada sapi impor, akhirnya sapi lokal dipotong," ungkapnya.
Bisnis penjualan daging terus berkembang. Bidang usahanya juga melebar dari pabrik pengolahan dari daging, peternakan sapi potong, toko yang tidak hanya menjual produk daging dan turunannya. Toko penjualan dagingnya tersebar di Jabodetabek dari Bekasi, Depok, Duri Kosambi, Tebet, Rawamangun, Cikarang Utara dan Cikampek. Dalam berbisnis, Diana ingin seluruh kebutuhan daging konsumen bisa dipenuhi dari outletnya.
"Saya berpikir bagaimana saya hadir mendekati konsumen dengan membuka toko daging," tuturnya.
"Kami selalu bermitra dengan teman-teman daerah jadi selalu kami berbicaranya bagaimana putra daerah ikut bersama-sama membangun daerahnya dan kami hadir," sambungnya.
Diana meyakini semua usaha dan keberhasilan yang diraih karena Allah SWT. Menurutnya, tanpa usaha dan doa keberhasilan tidak bisa dicapai.
"Saya merasa bahwa Allah itu ada dan kita tidak sendiri. Apapun yang diberikan kepada kita dalam kondisi baik dan tidak, pasti ada hikmahnya. Hal ini yang selalu saya tanamkan dalam kehidupan saya," ucapnya.
Pandemi yang melanda Indonesia sejak 2020, menurut Diana banyak memberi pelajaran kepada semua. Sebagai pengusaha dia optimistis melihat masa depan. Dia pun semakin sadar pentingnya inklusif dan keberlanjutan di Jakarta.
Untuk itu, dia memberikan sejumlah fasilitas pelatihan dengan berbagai bidang untuk 1.500 UMKM, memberikan bantuan modal untuk terdampak COVID-19, serta menghadirkan wadah untuk promosi di salah satu gerai bisnisnya yakni Toko Daging Nusantara (TDN).
Menurutnya, UMKM dapat menjadi salah satu pilar kuat penopang ekonomi nasional. Sehingga perlu untuk terus diberi dukungan agar UMKM tidak hanya naik kelas, namun juga bisa menjadi cikal bakal munculnya entrepreneur baru.
"Ini menjadi motivasi kami untuk bertahan dan harus memajukan usaha," pungkasnya.
Perjalanan Diana Dewi dalam merintis karir dan memberikan perhatian kepada UMKM menghadirkan kisah inspiratif tersendiri. Berkat kiprahnya tersebut, Diana Dewi masuk kandidat sebagai 'Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi & UMKM Provinsi DKI Jakarta' di ajang detikcom Award 2024.
(akn/ega)
Bank Mandiri Dukung Perempuan Indonesia Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Program 1MPACT
Bank Mandiri (BMRI) berkomitmen menjadi motor penggerak pembangunan di Indonesia. Salah satunya melalui perempuan Indonesia sebagai penggerak ekonomi. [589] url asal
#bank-mandiri #bmri #perempuan-indonesia #penggerak-ekonomi #perempuan-indonesia-jadi-penggerak-ekonomi #program-1mpact #advertorial #adv
(IDX-Channel - Banking) 25/09/24 10:17
v/15530877/
IDXChannel – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berkomitmen menjadi motor penggerak pembangunan di Indonesia. Salah satunya melalui perempuan Indonesia sebagai penggerak ekonomi.
Hal itu sejalan dengan hal itu, Bank Mandiri berupaya mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan literasi finansial dengan resmi menjadi mitra perbankan untuk Project 1MPACT yang diinisiasi oleh Supermom Indonesia, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Melalui dukungan ini, Bank Mandiri bakal mengintegrasikan produk digital perseroan, yakni aplikasi Livin’ by Mandiri, pada program pelatihan dan pemberdayaan kaum ibu yang menjadi peserta Project 1MPACT. Nantinya, setiap peserta akan dapat memanfaatkan aplikasi Livin’ untuk mendukung berbagai transaksi keuangan dalam setiap kurikulum pelatihan.
Project 1MPACT sendiri merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memberdayakan 1 juta ibu di Indonesia, dengan fokus pada peningkatan kemandirian finansial, terutama melalui pengembangan keterampilan digital agar dapat turut menjadi key player di era digital. Harapannya, para ibu dapat berkontribusi lebih dalam keluarga, masyarakat, serta turut berperan aktif dalam memperkuat perekonomian Indonesia.
Vice President Bank Mandiri Rolland Setiawan mengatakan, program ini diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan yang lebih berdaya, mandiri, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat. Bank berlogo pita emas menilai, program ini sangat selaras dengan upaya Bank Mandiri untuk meningkatkan literasi keuangan di tanah air, melalui pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di masa mendatang.
“Bank Mandiri mendukung penuh Project 1MPACT, terutama dalam menciptakan para ibu yang tidak hanya paham akan keuangan pribadi, tetapi juga mempunyai semangat untuk berkontribusi terhadap ekonomi nasional,” ujar Rolland dalam keterangan resminya, Rabu (25/9/2024).
Sementara itu, Country Director Supermom Indonesia Hellen Katherina menjelaskan peluncuran Project 1MPACT ini didasari oleh kegelisahan Supermom Indonesia terhadap rendahnya literasi digital di antara para Ibu. Sebagai sebuah platform yang memposisikan diri sebagai wadah para Ibu untuk learning (belajar), sharing (berbagi) dan earning (mendapatkan penghasilan), Supermom Indonesia ingin memberdayakan para ibu untuk turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang saat ini bertumbuh sangat pesat.
“Pemerintah Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia akan menembus angka USD228 miliar pada 2027 dan menjadi salah satu kontributor terbesar di GDP Indonesia. Dalam konteks tersebut, kami ingin memastikan bahwa para Ibu di Indonesia bisa merasakan dampak positifnya secara langsung bagi kesejahteraan keluarga mereka. Dan kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama dengan Bank Mandiri dalam hal ini,” kata Hellen.
Lebih lanjut, lewat program ini, Bank Mandiri tak hanya menggandeng pemerintah dan lembaga keuangan lainnya untuk memperkuat UMKM, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengembangan usaha perempuan. “Dengan program-program tersebut, Bank Mandiri tidak hanya memberikan akses ke produk dan layanan keuangan, tetapi juga berperan dalam membentuk masyarakat yang lebih melek finansial, mandiri secara ekonomi, dengan perencanaan matang,” kata Rolland.
Pemanfaatan teknologi digital lanjutnya, menjadi komponen penting dalam mendukung literasi keuangan. Untuk itu, Bank Mandiri melalui aplikasi Livin' by Mandiri menawarkan fitur-fitur yang memudahkan pengguna dalam mengelola keuangan secara digital, termasuk pelacakan pengeluaran, tabungan, dan investasi.
Super apps ini diharapkan mampu memfasilitasi para ibu untuk lebih efektif dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha lewat beragam fitur yang Adaptif dan Solutif. Terbukti, hingga akhir Agustus 2024 jumlah pembukaan rekening di Bank Mandiri terus meningkat sebesar 6,9 persen secara year on year (YoY), dengan nilai menembus Rp475 triliun.
Hal ini tidak terlepas dari keandalan Livin’ by Mandiri yang memudahkan nasabah untuk melakukan pembukaan rekening, terlihat dari jumlah pengguna yang telah mencapai 27 juta hingga Agustus 2024.
“Melalui kolaborasi ini, Bank Mandiri optimistis dapat memberikan dampak signifikan dalam pengembangan bisnis, baik dari sisi pertumbuhan nasabah, peningkatan pemanfaatan layanan digital, hingga mendukung inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan,” kata Rolland.
(ADV/Febrina Ratna)