Dalam menggambar sketsa, ada beberapa macam teknik yang bisa digunakan. Salah satu teknik tersebut adalah teknik perspektif. Mengapa perspektif digunakan dalam menggambar sketsa?
Setiap teknik akan menghasilkan gambar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memahami teknik-teknik tersebut untuk membuat gambar sesuai dengan keinginan.
Mengutip dari Dasar Gambar Teknik Sipil, Erdani, dkk (2024:47), gambar sketsa merupakan gambar yang dibuat tanpa alat bantu seperti penggaris. Dalam gambar sketsa, alat bantu yang digunakan adalah imajinasi dan penalaran pandangan mata.
Ada beberapa macam teknik yang biasanya digunakan dalam menggambar sketsa, misalnya teknik perspektif. Teknik ini merupakan teknik pembuatan sketsa yang menghasilkan gambar yang dapat mengomunikasikan objek tertentu. Teknik perspektif berfokus pada kekuatan sudut pandang mata ketika melihat objek tertentu.
Mengapa perspektif digunakan dalam menggambar sketsa? Teknik ini digunakan agar gambar yang dihasilkan terlihat wajar dan sesuai dengan pandangan mata. Biasanya, teknik perspektif berhubungan dengan letak benda, peletakan garis horizontal, jumlah titik hilang, dan lainnya.
Selain teknik perspektif, gambar sketsa juga bisa dibuat dengan beberapa teknik lain sebagai berikut.
Teknik arsir adalah teknik yang menggunakan arsiran garis-garis murni saja. Teknik ini dibagi lagi menjadi arsir sejajar, arsir silang, dan kombinasi keduanya.
Teknik ini mirip dengan teknik arsir. Perbedaannya ada pada penggunaan garisnya. Teknik dussel menggunakan garis-garis halus sehingga terlihat adanya gradasi warna halus.
Gambar sketsa dibuat sebagai gambaran umum serta petunjuk dari karya yang akan dibuat. Selain itu, gambar sketsa juga memiliki beberapa manfaat yang tidak kalah penting. Simak manfaat sketsa berikut ini.
Mengapa perspektif digunakan dalam menggambar sketsa? Teknik ini digunakan untuk menggambar sketsa supaya hasil gambarnya terlihat wajar dan sesuai dengan pandangan mata. (KRIS)