Bus Bayu Mawla Putra membawa penumpang terbakar di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Terminal Purworejo, Jawa Tengah. Kejadian ini sempat membuat panik. - Bagian all [258] url asal
PURWOREJO, iNews.id - Sebuah bus penumpang terbakar di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Terminal Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (6/11/2024). Kejadian menggegerkan ini sempat membuat panik para penumpang.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi untuk pemadaman. Dengan cepat, petugas damkar memadamkan kobaran api pada Bus Bayu Mawla Putra berpelat nomor AD 1427 EF jurusan Yogyakarta-Pekanbaru-Palembang.
Sopir bus Yudi Ferianto (42) mengaku awalnya mendapat informasi dari pengendara motor yang melaju di belakangnya saat dalam perjalanan ke arah barat menuju Yogyakarta.
"Pemotor menyampaikan ada percikan api di bagian belakang bus. Saya langsung hentikan bus," ujarnya, Rabu (6/11/2024).
Saat kejadian bus terbakar sedang membawa empat penumpang karena yang lainnya sudah turun terlebih dahulu. Belum diketahui penyebab munculnya api, diduga karena ada masalah pada kompresor angin sehingga api langsung menyambar freon AC dan membesar.
Seorang penumpang Adi Prasetyo (29) mengaku langsung panik ketika mengetahui bus yang ditumpangi terbakar. Dia lalu mencari orang tuanya dan secepatnya turun dari bus.
"Rencana ke Bantul mau kerja dari Bangka Belitung. Tadi pas kebakaran ya panik langsung cari orang tua soalnya sama orang tua, langsung turun," katanya.
Sementara Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Catur Prasetyo mengatakan, polisiyang mengetahui peristiwa ini berusaha memadamkan api dengan alat apar namun tak mampu sehingga menghubungi petugas damkar.
"Untuk sementara penyebab kebakaran bus masih diselidiki," ujarnya.
Sedikitnya ada tiga unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Dengan kesigapan tim damkar, api dapat teratasi dengan cepat. Namun kebakarana ini sempat menyebabkan kemacetan panjang karena lokasi kejadian di lajur satu arah.
DEPOK, KOMPAS.com - Video petugas pemadam kebakaran Kota Depok mengeluh karena saldo kartu elektronik kosong sehingga tidak bisa mengisi bahan bakar, viral di media sosial.
Video itu sendiri beredar di media sosial pada Kamis (11/7/2024). Perekam yang diduga petugas pemadam kebakaran tampak berada di salah satu SPBU Kota Depok.
Ia memprotes kartu elektronik untuk mengisi solar ternyata tidak memiliki saldo.
"Pak Jaksa semua nih ya, solar habis semua Pak Jaksa. Nih mobil unit pemadam di pom bensin enggak ngisi. Tolong dah periksa Pak Jaksa, periksa ini semua. Tolong dah nih. Masak Damkar libur?" kata sang perekam video.
Sang perekam kemudian mengarahkan kamera ke beberapa kartu elektronik berwarna merah, yang bertuliskan identitas cabang Damkar, plat nomor truk, dan jenis BBM "Pertamina Dex".
Saat kartu itu discan di mesin, saldo menunjukkan sisa Rp 75.000. Dan beberapa kartu lainnya bahkan Rp 0.
"Solar di bawah setengah, kalau ada kebakaran, hitung waktu hitung waktu. Nih bagaimana ini, Pak Jaksa yang terhormat tolong panggilin dong, memang kebiasaan nih. Memang kebakaran bisa nunggu solar apa? Pejabat diminta dulu solar baru diisi bukannya inisiatif anggarannya di dem aja, dua bulan," ujar suara dibalik video itu.
Kepala Damkar UPT Cimanggis Dede Kurnia mengklarifikasi video itu. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu dipicu kesalahpahaman antara petugas pemadam kebakaran, UPT, dan dinas terkait.
"Jadi sebenarnya pada saat mereka mau isi (solar), mereka bawa kartu. Kemudian kartunya itu ternyata masih kosong (saldonya). Tapi saya sudah cek ke pom bensin, saldo itu sebenarnya ada," kata Dede saat dihubungi Kompas.com, Kamis (11/7/2024).
Dede mengeklaim saldo yang ada di empat kartu milik UPT Cimanggis masih banyak, karena setiap bulan selalu ditransfer atau top up ke SPBU.
"Kalau enggak salah saldonya masih di atas Rp 20 juta-an, masing-masing kartu ada Rp 5 juta lebih. Itu kan saldonya saldo berjalan ya," ungkap Dede.
Saat ditanya mengapa para anggotanya mengeluh hingga membuat video itu hingga viral, Dede mengaku belum bertanya lebih lanjut kepada anggota.
"Saya juga belum tahu karena di UPT baru masuk, karena kemarin BBM juga lancar-lancar saja. Setiap bulan kita top up terus, ternyata saldonya masih mencukupi, jadi enggak ada istilahnya enggak ada anggarannya," ujar Dede.
Rencananya, Dede bersama dengan Kepala Dinas Damkar Adnan Mahyudin serta petugas pemadam kebakaran terkait akan menggelar pertemuan Jumat ini untuk meluruskan permasalahan.
"Kita (saya dan ketua anggota) kemarin bertemu Pak Kadis untuk klarifikasi biar sekalian kita selesaikan biar bisa dapat informasi lebih jelas lagi," lanjut Dede.