#30 tag 24jam
Pengamat Soal PKS-Anies: Lo Gak Butuh Gue, Gue Gak Butuh Lo
Anies dinilai terkesan enggan mencari dukungan kepada partai politik. [460] url asal
#anies-baswedan #anies-rasyid-baswedan #pks-cabut-dukungan-ke-anies #pkb-dan-nasdem-cabut-dukungan-ke-anies #anak-abah-pendukung-anies #anies-pks #pks-tak-dukung-anies #anak-abah-pendukung-garis-keras
(Republika - News) 11/08/24 16:07
v/14183051/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Bakal calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang tak diusung partai-partai pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mengingat, sejumlah partai yang semula ingin mengusungnya perlahan berpaling ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mendukung Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai salah satu alasan partai politik meninggalkan Anies adalah karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak memiliki kemampuan untuk melakukan negosiasi. Anies disebut merasa dibutuhkan partai politik, tapi tak mau berupaya meyakinkan partai politik untuk mendukung dirinya.
"Anies ini kan terkesan seperti enggak butuh orang (partai). Nah sekarang dia mengalaminya tuh, mengalami suatu situasi, ya karena lo enggak butuh gue, gue gak butuh lo gitu loh. Mungkin PKS-nya juga begitu," kata dia saat dihubungi Republika, Ahad (11/8/2024).
Direktur Eksekutif Lingkar Madani itu mengatakan, PKS telah memberikan dukungan kepada Anies untuk maju di Pilgub DKI Jakarta, dengan syarat kader menjadikan kader PKS sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Lantaran syarat kursi masih kurang, Anies diminta mencari dukungan dari partai lain.
Alih-alih melakukan negosiasi dengan partai lain agar mengusungnya dengan kader PKS, Anies terus turun ke warga. Alhasil, hingga tenggat waktu yang ditentukan, Anies tak juga mendapatkan partai koalisi yang mau mengusungnya bersama kader PKS.
"Kemampuan lobi Anies dipertanyakan. Kalau adu argumen, dia kuat, tapi tidak mempu untuk memposisikan dirinya sebagai orang yang bisa negosiasi," kata dia.
Ray mengatakan, Anies sebenarnya memiliki modal yang kuat dengan elektabilitas mencapai 40 persen di Jakarta. Elektabilitas itu hanya dijadikan agar partai merapat kepada dirinya. Di sisi lain, Anies terkesan enggan untuk mencari dukungan kepada partai politik.
"Dia merasa bahwa dengan yang 40 persen itu orang yang datang ke dia. Tapi kan setidaknya, lihat Edy Rahmayadi lah di Medan (Sumut), pontang panting ke sana ke mari gitu. Padahal elektoralitasnya juga tinggi kan," kata Ray.
Sikap Anies..
Sebelumnya, Juru Bicara Anies, Angga Putra Firdian masih yakin bahwa dukungan PKS terhadap Anies, khususnya di Pilgub DKI Jakarta, masih sama. Tak hanya itu, ia meyakini PKB dan Partai Nasdem juga masih berada di pihaknya.
"Kami masih berpengang pada keputusan resmi yang sudah disampaikan sebelumnya. Insya Allah tidak ada perubahan sampai akhir," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Ahad (11/9/2024).
Sementara itu, Anies juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan semua partai politik yang ada, termasuk PDIP. Namun, ia tetap menghormati mekanisme yang dilakukan masing-masing partai. Pasalnya, setiap partai memiliki prosedur tersendiri dalam menentukan sikap.
"Jadi semua komunikasi berjalan dan ada yang sudah mengumumkan awal, ada yang belum bisa mengumumkan awal. Setiap partai punya prosedur, punya tantangan, kesempatan, situasi yang berbeda-beda. Saya menghormati proses yang ada di setiap partai dan saya mengajak semua untuk juga menghormati dan memantau, sehingga nanti ketika ada sikap resmi, itulah rujukan kita," kata dia, Jumat (9/8/2024).
Partai Tinggalkan Anies, Anak Abah dan Pendukung PKS Saling Serang
Dibandingkan PKB dan Nasdem, serangan Anak Abah lebih banyak diarahkan ke PKS. [794] url asal
#anak-abah #pendukung-pks #anak-abah-dan-pendukung-pks-saling-serang #anies-rasyid-baswedan #pasangan-aman-kedaluarsa #pks-cabut-dukungan-ke-anies #pkb-dan-nasdem-cabut-dukungan-ke-anies #pilgub-jakart
(Republika - News) 11/08/24 15:52
v/14183059/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga partai yang sempat menyampaikan untuk mendukung Anies Rasyid Baswedan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024, perlahan mulai menarik diri. Mereka adalah PKS, PKB, dan Nasdem.
Ketiga elite partai itu sudah secara terus terang memberi sinyal tidak jadi mengusung Anies. Padahal, pendaftaran Pilkada Serentak 2024 berlangsung pada 27-29 Agustus 2024.
Hal itu pun memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukung Anies. Mereka yang selama ini dikenal sebagai Anak Abah alias pendukung garis keras Anies, mulai menunjukkan rasa kekecewaan kepada PKS. Uniknya, Anak Abah paling banyak marah dengan PKS atas keputusan meninggalkan Anies.
Hanya sedikit akun yang kecewa dengan PKB dan Nasdem. Kedua pihak yang sebelumnya satu kubu ketika Pilpres 2024, kini harus war satu sama lain di lini masa X.
Pemilik akun X @Yurissa_Samosir, misalnya yang memilih berada di barisan Anies. Dia pun mengucapkan sayonara kepada PKS. "Maaf ya Kami Masih Cinta Abah Anies dan Kami Masih Tetap di Barisan Abah.... Good Bye PKS...I'am Sorry," ujarnya dikutip Republika.co.id di Jakarta, Ahad (11/8/2024).
Akun @RikeSants juga menunjukkan sikap untuk tidak lagi memilih PKS. "Hak PKS meninggalkan ANIES, hak kita pula jika meninggalkan PKS," ucapnya.
Pemilik akun @MamanPiyul pun mengunggah video Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang ingin bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Dia menilai, langkah PKS itu tidak bisa diterima.
"Sorry to Say: MENJIJIKKAN. Presiden PKS Merengek Ingin Gabung Rezim Dinasti.. Jantung Presiden PKS Berdegup Kencang Saat Merengek Minta Bergabung Dengan Rezim Dinasti. Birahi Politik *Kekuasaan dan Fulus* Melacurkan Idealisme. Shame on you @PKSejahtera," ucapnya.
Adapun kader PKS bernama David Usman selaku pemilik akun @dapitnih mengunggah tangkapan layar berita PDIP yang menolak berkoalisi dengan PKS. Saat ini, Anies masih berpeluang gabung PDIP untuk maju Pilgub Jakarta 2024.
"Udah diginiin, masa harus memelas. Pilihan cuma ada 2, kalo gak kesana ya kesini. PKS geraknya cepet ga lamban ulur-ulur waktu spt Anies. Yaudah sih Anies juga tinggalin aja," katanya.
Akun @rizalwahid10 pun meluruskan jika suara PKS naik berkat faktor Anies. Yang terjadi, PKS hanya mendapat kenaikan dua kursi DPRD DKI Jakarta dari 16 menjadi 18. Itu pun total suara Pileg 2024 di Jakarta berkurang.
"Gue sangat ingin orang seperti Pak Anies memimpin Indonesia. Tapi pendukungnya jangan jemawa dengan bilang suara PKS naik karena faktor pak Anies. Cek aja, pileg nasional suara PKS ga naik signifikan. Di Pileg DKI malah turun, PKS menang karena PDIP aja yang berkurang drastis," ujarnya.
Kader PKS lain pemilik akun @UusRsd juga heran dengan Anak Abah. Dia menggugat, mengapa hanya PKS yang selalu disalahkan terkait Anies. Padahal, yang meraih keuntungan mengusung Anies pada Pileg 2024 adalah Nasdem dan PKS.
"PKS didemo. Banyak yg berharap ke PKS agar Anies tetap di usung PKS. Tapi melihat kelakuan buzzernya kok jadi ogah yaaa... sekarang azza kek gitu apalagi nanti. Anehnya cuma PKS, kan pas pilpres kemarin Anies ikon Nasdem, Imin ketum PKB," katanya.
Anies kedaluwarsa...
Sebelumnya, Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid mengatakan, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Mohamad Shohibul Iman (Aman) pad Pilgub Jakarta 2024, sudah berstatus kedaluwarsa. Hal itu mengingat masa surat keputusan (SK) untuk mengusung pasangan Aman hanya berlaku dari 25 Juni hingga 4 Agustus 2024
"Jadi keputusan DPP PKS sebelumnya bahwa kita rencana pertama adalah mengusung bapak Anies-Sohibul Iman dan kerangka kerja kita itu berlangsung sejak deklarasi 25 Juni sampai 4 Agustus kemarin," ujar Kholid dalam konferensi persnya di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2024).
Menurut dia, sampai saat ini PKS belum menerima surat rekomendasi dari partai lain untuk mendukung Anies pada Pilgub Jakarta. Hal itu membuat PKS tidak bisa maju sendiri karena kurang kursi. "Karena sampai 4 Agustus kemarin, kursi yang harus dipenuhi 22 kursi belum terpenuhi. Bahwa kita DPP PKS memiliki ijtihad opsi-opsi lainnya," ujar Kholid.
Oleh karena itu, PKS kini memulai komunikasi dengan partai lain untuk pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada Jakarta. Adapun salah satu kelompok yang mau diajak bicara, yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Salah satu opsinya adalah kita membangun komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju sampai tahapan mengkaji, membahas opsi alternatif ketika pasangan AMAN ini tidak bisa berlayar karena kekurangan kursi," ujar Kholid.
Adapun calon gubernur (cagub) Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengomentari semakin tipisnya peluang untuk maju Pilgub Jakarta. Apalagi, setelah Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bertemu dengan Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, pertemuan itu hanya merupakan ajang silaturahmi biasa antara dua tokoh bangsa.
Menurut Anies, sikap Cak Imin yang bertemu dengan Prabowo menunjukkan sikap bernegara yang matang dan modern dari seorang pimpinan partai. Karena itu, ia mengapresiasi pertemuan mantan pasangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dengan Prabowo, yang notabene merupakan lawan mereka beberapa waktu lalu.
"Karena itu, saya memandang itu sebagai silaturahmi yang baik-baik saja," kata Anies normatif saat ditemui di Jakarta Barat, Jumat (9/8/2024).
Partai Tinggalkan Anies, Anak Abah dan Pendukung PKS Saling Serang di X
Dibandingkan PKB dan Nasdem, serangan Anak Abah lebih banyak diarahkan ke PKS. [794] url asal
#anak-abah #pendukung-pks #anak-abah-dan-pendukung-pks-saling-serang #anies-rasyid-baswedan #pasangan-aman-kedaluarsa #pks-cabut-dukungan-ke-anies #pkb-dan-nasdem-cabut-dukungan-ke-anies #pilgub-jakart
(Republika - News) 11/08/24 15:52
v/14183057/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga partai yang sempat menyampaikan untuk mendukung Anies Rasyid Baswedan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024, perlahan mulai menarik diri. Mereka adalah PKS, PKB, dan Nasdem.
Ketiga elite partai itu sudah secara terus terang memberi sinyal tidak jadi mengusung Anies. Padahal, pendaftaran Pilkada Serentak 2024 berlangsung pada 27-29 Agustus 2024.
Hal itu pun memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukung Anies. Mereka yang selama ini dikenal sebagai Anak Abah alias pendukung garis keras Anies, mulai menunjukkan rasa kekecewaan kepada PKS. Uniknya, Anak Abah paling banyak marah dengan PKS atas keputusan meninggalkan Anies.
Hanya sedikit akun yang kecewa dengan PKB dan Nasdem. Kedua pihak yang sebelumnya satu kubu ketika Pilpres 2024, kini harus war satu sama lain di lini masa X.
Pemilik akun X @Yurissa_Samosir, misalnya yang memilih berada di barisan Anies. Dia pun mengucapkan sayonara kepada PKS. "Maaf ya Kami Masih Cinta Abah Anies dan Kami Masih Tetap di Barisan Abah.... Good Bye PKS...I'am Sorry," ujarnya dikutip Republika.co.id di Jakarta, Ahad (11/8/2024).
Akun @RikeSants juga menunjukkan sikap untuk tidak lagi memilih PKS. "Hak PKS meninggalkan ANIES, hak kita pula jika meninggalkan PKS," ucapnya.
Pemilik akun @MamanPiyul pun mengunggah video Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang ingin bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Dia menilai, langkah PKS itu tidak bisa diterima.
"Sorry to Say: MENJIJIKKAN. Presiden PKS Merengek Ingin Gabung Rezim Dinasti.. Jantung Presiden PKS Berdegup Kencang Saat Merengek Minta Bergabung Dengan Rezim Dinasti. Birahi Politik *Kekuasaan dan Fulus* Melacurkan Idealisme. Shame on you @PKSejahtera," ucapnya.
Adapun kader PKS bernama David Usman selaku pemilik akun @dapitnih mengunggah tangkapan layar berita PDIP yang menolak berkoalisi dengan PKS. Saat ini, Anies masih berpeluang gabung PDIP untuk maju Pilgub Jakarta 2024.
"Udah diginiin, masa harus memelas. Pilihan cuma ada 2, kalo gak kesana ya kesini. PKS geraknya cepet ga lamban ulur-ulur waktu spt Anies. Yaudah sih Anies juga tinggalin aja," katanya.
Akun @rizalwahid10 pun meluruskan jika suara PKS naik berkat faktor Anies. Yang terjadi, PKS hanya mendapat kenaikan dua kursi DPRD DKI Jakarta dari 16 menjadi 18. Itu pun total suara Pileg 2024 di Jakarta berkurang.
"Gue sangat ingin orang seperti Pak Anies memimpin Indonesia. Tapi pendukungnya jangan jemawa dengan bilang suara PKS naik karena faktor pak Anies. Cek aja, pileg nasional suara PKS ga naik signifikan. Di Pileg DKI malah turun, PKS menang karena PDIP aja yang berkurang drastis," ujarnya.
Kader PKS lain pemilik akun @UusRsd juga heran dengan Anak Abah. Dia menggugat, mengapa hanya PKS yang selalu disalahkan terkait Anies. Padahal, yang meraih keuntungan mengusung Anies pada Pileg 2024 adalah Nasdem dan PKS.
"PKS didemo. Banyak yg berharap ke PKS agar Anies tetap di usung PKS. Tapi melihat kelakuan buzzernya kok jadi ogah yaaa... sekarang azza kek gitu apalagi nanti. Anehnya cuma PKS, kan pas pilpres kemarin Anies ikon Nasdem, Imin ketum PKB," katanya.
Anies kedaluwarsa...
Sebelumnya, Juru Bicara DPP PKS Muhammad Kholid mengatakan, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Mohamad Shohibul Iman (Aman) pad Pilgub Jakarta 2024, sudah berstatus kedaluwarsa. Hal itu mengingat masa surat keputusan (SK) untuk mengusung pasangan Aman hanya berlaku dari 25 Juni hingga 4 Agustus 2024
"Jadi keputusan DPP PKS sebelumnya bahwa kita rencana pertama adalah mengusung bapak Anies-Sohibul Iman dan kerangka kerja kita itu berlangsung sejak deklarasi 25 Juni sampai 4 Agustus kemarin," ujar Kholid dalam konferensi persnya di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2024).
Menurut dia, sampai saat ini PKS belum menerima surat rekomendasi dari partai lain untuk mendukung Anies pada Pilgub Jakarta. Hal itu membuat PKS tidak bisa maju sendiri karena kurang kursi. "Karena sampai 4 Agustus kemarin, kursi yang harus dipenuhi 22 kursi belum terpenuhi. Bahwa kita DPP PKS memiliki ijtihad opsi-opsi lainnya," ujar Kholid.
Oleh karena itu, PKS kini memulai komunikasi dengan partai lain untuk pengusungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada Jakarta. Adapun salah satu kelompok yang mau diajak bicara, yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Salah satu opsinya adalah kita membangun komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju sampai tahapan mengkaji, membahas opsi alternatif ketika pasangan AMAN ini tidak bisa berlayar karena kekurangan kursi," ujar Kholid.
Adapun calon gubernur (cagub) Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengomentari semakin tipisnya peluang untuk maju Pilgub Jakarta. Apalagi, setelah Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bertemu dengan Presiden Terpilih sekaligus Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia, pertemuan itu hanya merupakan ajang silaturahmi biasa antara dua tokoh bangsa.
Menurut Anies, sikap Cak Imin yang bertemu dengan Prabowo menunjukkan sikap bernegara yang matang dan modern dari seorang pimpinan partai. Karena itu, ia mengapresiasi pertemuan mantan pasangannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dengan Prabowo, yang notabene merupakan lawan mereka beberapa waktu lalu.
"Karena itu, saya memandang itu sebagai silaturahmi yang baik-baik saja," kata Anies normatif saat ditemui di Jakarta Barat, Jumat (9/8/2024).