Perubahan penggunaan hingga cuaca menjadi beberapa penyebab tagihan listrik tiba-tiba naik drastis. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini. [805] url asal
Normalnya, rekening listrik yang ditagihkan disesuaikan dengan pemakaian tenaga listrik di lokasi. Saat angka di struk bulanan listrik melonjak secara drastis, sering kali membuat pertanyaan mengenai penyebabnya.
Tagihan listrik tiba-tiba naik drastis bisa disebabkan oleh beberapa alasan, seperti adanya perubahan penggunaan energi hingga kebijakan tarif dari penyedia layanan.
Penyebab Tagihan Listrik Tiba-tiba Naik Drastis
Berdasarkan informasi yang didapat detikFinance dari akun Facebook resmi Contact Center PLN 123 (17/10/2024), faktor utama penyebab tagihan listrik naik drastis adalah adanya perbedaan penggunaan atau pemakaian listrik dari biasanya. Hal ini bisa juga dikarenakan adanya permohonan Tambah Daya.
Lebih lanjut, dilansir laman Energy Harbor dan Grey Power Electricity, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab tagihan listrik naik secara umum:
1. Perubahan Penggunaan Listrik yang Lebih Banyak
Jumlah penghuni di rumah bisa mempengaruhi tagihan listrik. Pasalnya, semakin banyak penghuni di rumah berarti semakin banyak beban listriknya.
Misalnya, untuk menggunakan mesin cuci untuk cucian, menonton televisi, mengisi daya ponsel dan laptop, hingga lampu yang digunakan. Hal itu membuat semuanya membutuhkan lebih banyak daya.
2. Adanya Kenaikan Tarif Listrik
Kenaikan tarif listrik dari perusahaan listrik juga menjadi salah satu faktor tagihan listrik naik. Ketika arif baru diterapkan, konsumen akan merasakan dampak langsung pada tagihan bulanan, bahkan jika penggunaan listriknya tetap sama.
3. Perubahan Kinerja Peralatan dan Menggunakan Peralatan Kurang Hemat Energi
Peralatan yang sudah lama atau ketinggalan zaman bisa jadi penyebab tagihan listrik yang sangat tinggi. Teknologi telah berkembang pesat, membuat peralatan modern jauh lebih hemat energi daripada peralatan model lama.
4. Pengaruh Cuaca
Cuaca juga berdampak signifikan pada konsumsi listrik. Di Indonesia, jika musim panas banyak menyalakan AC secara terus-menerus. Makanya hal ini berdampak drastis pada tagihan listrik di bulan-bulan musim panas.
5. Menggunakan Lampu Secara Tidak Efisien
Banyak pemilik rumah yang menyala lampu untuk meningkatkan kecerahan seluruh ruangan. Hal inilah yang menyebabkan tagihan listrik naik.
6. Ada Kabel yang Rusak di Rumah
Kabel yang rusak menjadi kejadian yang jarang terjadi, namun bisa menyebabkan tagihan listrik naik. Jika kabel yang rusak bersentuhan dengan benda konduktif atau kabel lain, ia bisa memanas.
Hal itu menyebabkan penggunaan energi yang lebih tinggi, sekaligus membuat tagihan listrik bulanan yang lebih tinggi.
7. Ada Utang pada Tagihan Sebelumnya
Tagihan listrik mungkin lebih tinggi dari biasanya, karena pengguna masih ada sisa tagihan pada tagihan sebelumnya. Jika tidak membayar penuh tagihan terakhir, sisa tagihan akan terbawa ke periode penagihan berikutnya.
8. Perkiraan Tagihan
Dalam beberapa situasi, contohnya pembaca meteran tidak bisa mengakses meteran milikmu, membuat perusahaan listrik mungkin memberi perkiraan tagihan.
Alih-alih berdasarkan konsumsi daya aktual, perkiraan tagihan justru didasarkan pada penggunaan listrik kamu dari tahun sebelumnya.
Jika kamu baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi energi di rumah, kemungkinan besar perubahan ini tidak akan tercermin dalam tagihan listrikmu saat ini.
Apabila kamu mengalami kendala tagihan yang melonjak tanpa alasan yang jelas, segeralah melakukan pengecekan data ke pihak PLN. Berikut adalah informasi yang perlu disampaikan untuk pengaduan:
ID pelanggan
Angka stand pada kWh meter saat ini atau foto kWh meter?
Kondisi rumah dihuni atau tidak?
Rumah berpagar dan terkunci/tidak?
Apakah kWh meter mudah dijangkau oleh petugas?
Apakah petugas pencatatan meter rutin datang atau tidak?
Alamat lengkap.
Itu tadi beberapa kemungkinan penyebab tagihan listrik naik. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memeriksa rincian tagihan dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi biaya listrik.
Contact Center PT PLN (Persero) 123 sukses mengantongi 14 penghargaan pada ajang Global Contact Center World Award (GCCWA) 2024 tingkat Asia Pasifik. [342] url asal
IDXChannel - Contact Center PT PLN (Persero) 123 sukses mengantongi 14 penghargaan pada ajang Global Contact Center World Award (GCCWA) 2024 tingkat Asia Pasifik. Torehan yang terdiri dari 12 gold dan dua silver ini meningkat signifikan dibanding perolehan CC PLN 123 pada 2023 meraih delapan penghargaan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, lewat transformasi bisnis yang dilakukan, perseroan berhasil meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan. CC PLN kini menjelma sebagai layanan satu pintu dengan service level agreement (SLA) yang memuaskan baik dari tingkat respon, tingkat keberhasilan pelayanan dan tingkat kepuasan pelanggan.
”Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas penghargaan yang diberikan pada CC PLN, ini adalah pelecut semangat kami untuk terus memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan," kata Darmawan dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Penghargaan tersebut, kata Darmawan, merupakan wujud nyata perseroan menjalankan transformasi dengan customer focused sebagai pilar utama guna menjadikan PLN sebagai pilihan nomor satu pelanggan dalam solusi energi.
Darmawan juga berharap penghargaan ini menjadi pemacu CC PLN 123 untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sehingga dapat berkompetisi di ajang lainnya.
”Torehan ini tentu akan menjadi bekal yang luar biasa bagi CC PLN untuk dapat dapat berkompetisi kembali di Contact Center tingkat dunia pada Oktober 2024,” ujar Darmawan.
Adapun 14 kategori medali yang berhasil dimenangkan CC PLN 123 dalam kategori The Best Contact Center APAC (Asia Pacific) adalah:
1. Best Contact Center (Bagus Satrio Diharjo): Medali GOLD 2. Best Social Media (Agus Salim): Medali GOLD 3. Best Employee Wellness Program (Saurin Apriliawan): Medali GOLD 4. Best Direct Response Campaign (Dedi Hayadi): Medali GOLD 5. Best Customer Services (Mutiara Putri Sihombing): Medali GOLD 6. Best Public Services (Anggi Faisal): Medali GOLD 7. Best Employee Engagement (Putri Indah Sukmawati): Medali GOLD 8. Best Digital Transformation (Bagus Satrio Diharjo): Medali GOLD 9. Best Sales Campaign (Agus Salim): Medali GOLD 10. Best Green Contact Center (Dedi Hayadi): Medali GOLD 11. Best Outbound Campaign (Anggi Faisal): Medali GOLD 12. Best Trainer (Saurin Apriliawan): Medali GOLD 13. Best Customer Loyalty Program (Mutiara Putri Sihombing): Medali SILVER 14. Best Client Service Manager (Putri Indah Sukmawati): Medali SILVER.