DEPOK, KOMPAS.com - Penjaga warung yang menjual obat psikotropika di Sukatani, Tapos, Depok, kabur setelah digerebek warga untuk pertama kalinya pada pertengahan April 2024.
Penjaga tersebut sampai saat ini tak diketahui keberadaannya hingga belakangan warung digerebek kedua kalinya karena kembali menjual obat-obatan terlarang.
"Yang pertama, Pak RW sama anak-anak sini gerebek terus sudah dipegang itu (penjaga warung). Terus ditinggal bentar atau gimana, orangnya sudah kabur," kata Santoso (31), warga sekaligus penyewa ruko sebelah tempat kejadian perkara (TKP) kepada Kompas.com, Rabu (10/7/2024).
Santoso bercerita, warung ini pertama kali dibuka pada akhir Maret 2024 atau pertengahan bulan Ramadhan. Saat itu, warung yang menjual obat psikotropika tersebut disamarkan menjadi warung tembakau.
Namun, warga curiga lantaran gerak-gerik pembeli di warung yang beroperasi selama pukul 07.30-21.30 WIB itu tak biasa.
"Yang paling aneh tuh karena mereka mampirnya bentar. Mampir, beli, terus pergi. Gitu terus polanya," ucap Santoso.
Setelah sekitar dua minggu buka, warung tersebut digerebek oleh warga. Dari penggerebekan itu, warga menemukan sejumlah obat-obatan terlarang.
Namun, dalam penggerebekan tersebut, penjaga warung justru kabur.
"Orangnya (pelaku) sempat ada, dipegang, dan diinterograsi lah intinya. Barangnya (obat-obatan terlarang) diamanin di kayak kotak itu sama RW," ungkap Santoso.
"Yang jaga pertama nangis-nangis, enggak tahu itu takut atau gimana dah. Nah habis itu ditinggal bentar, eh ternyata dia sudah pergi," tuturnya.
Tiga bulan berlalu, warung tersebut kembali beroperasi sebagai warung sembako. Warga yang curiga lagi-lagi melakukan penggerebekan pada Minggu (7/7/2024) malam.
Pada penggerebekan kedua ini, penjaga warung berinisial KM (26) berhasil diamankan dan telah diserahkan ke pihak kepolisian.
Sebelumnya diberitakan, warga menggerebek warung sembako yang diduga menjual obat-obatan psikotropika di daerah Sukatani, Tapos, Kota Depok, Minggu (7/7/2024).
"Iya (ada penggerebekan warga), untuk obat daftar G," kata Kapolsek Cimanggis Kompol Judika Sinaga saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (8/7/2024).
Judika mengungkapkan, aksi penggerebekan berawal dari kecurigaan warga karena melihat warung sembako yang sudah pernah digerebek sebelumnya itu beraktivitas kembali.
"Awalnya warga curiga warung itu buka lagi, karena sebelumnya katanya sudah pernah digrebek warga," ungkap Judika.
Polisi lantas mengamankan KM (26), penjaga warung itu yang diketahui baru bekerja di sana selama 15 hari.
"(KM) baru 15 hari kerja di toko, diajak temannya dari Aceh," jelas Judika
Selain itu, polisi mengamankan enam jenis obat-obatan psikotropika dengan jumlah yang berbeda.