#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
DeepCool LT360 ARGB, Model Infinity Mirror Menarik
Artistik adalah kata pertama yang terlintas di pikiran. [569] url asal
#review-cpu-cooler #deepcool #review-deepcool #deepcool-lt360-argb #review-deepcool-lt360-argb #harga-deepcool-lt360-argb
(MedCom) 30/10/24 11:43
v/17201751/
Jakarta: DeepCool, merek penyedia cooling untuk PC ini namanya sudah lama dikenal. Tak hanya fokus pada air cooler, mereka saat ini memiliki portofolio produk yang lebih luas, mulai dari AIO cooler, PSU, hingga casing.Segmen AIO Cooler sekarang juga sedang ramai. Selain karena harganya yang semakin terjangkau, kualitas dan fitur yang ditawarkan juga unik dan variatif. Untuk pertama kalinya, kami mendapatkan kesempatan menjajal produk mereka, dimulai dari DeepCool LT360 ARGB.

Artistik adalah kata pertama yang terlintas di pikiran. Unit head pump DeepCool LT360 ARGB menggunakan desain kubus, dengan sebagian porsinya menggunakan material akrilik untuk efek RGB. Ketika menyala, efek RGB menggunakan motif kotak dan persegi panjang ditambah dengan efek infinity mirror yang spesial.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core i9-14900K, AMD Ryzen 9 7900X |
| Motherboard | MSI MAG Z790 Tomahawk WiFi Asus ROG Strix X670E-E Gaming WiFi |
| VGA | AMD Radeon RX 6800 |
| RAM | Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN850X, Apacer AS2280Q4 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | ViewSonic VX2758A-2K-Pro-2 |
| Mouse | Logitech MX Master 3 Logitech M650 |
| Keyboard | Logitech MX Keys Logitech Signature K950 |
| Mousepad | Logitech Desk Mat |
Efek RGB ini juga menyala pada pinggiran akrilik, memberikan efek yang lebih imersif walau dimensinya tidak terlalu besar. Pengaturan RGB sudah mendukung aplikasi bawaan motherboard seperti Asus Aura Sync, Gigabyte RGB Fusion, MSI Mystic Light, dan ASRock Polychrome.


Menggunakan magnet, kubus ini bisa diangkat untuk mempermudah pemasangan komponen lainnya. Kubus ini menggunakan warna abu-abu dengan logo DeepCool di sisi kiri bawah. Pada saat kubus diangkat kita juga bisa melihat beberapa komponen pendukung pompa pendingin.
DeepCool LT360 ARGB diklaim mengoptimalkan microchannel atau jalur aliran cairan agar lebih efisien. Motor pompa ini juga mengusung model generasi ke-5, memiliki 3 phase 6 slot 4 pole yang dapat berputar hingga 3400RPM. Jalur pendinginan ini ujungnya terhubung dengan komponen tembaga tebal yang akan menempel langsung dengan prosesor.

Satu hal yang cukup memudahkan pengguna adalah unit kipas DeepCool LT360 ARGB yang sudah langsung terpasang dengan radiator 360mm dalam paket penjualan. Ini sangat menghemat waktu saat pemasangan pertama kali. AIO Cooler ini menggunakan tiga kipas FD12 ARGB PWM 120mm, dengan manajemen kabel chain yang lumayan rapi.
Pada prakteknya, kabel power ini saling terhubung antar kipas, sehingga hanya perlu satu kabel untuk terhubung dengan motherboard. Hanya saja, kabel ini agak pendek, sehingga perlu menariknya agak keras agar bisa terpasang. Untungnya, kabel ini cukup kuat.
DeepCool LT360 ARGB sudah kompatibel dengan soket LGA 1851, 1700, 1200, 1151, 1150, 1155 dan AM5, AM4. Seperti yang kita ketahui, LGA 1851 merupakan varian untuk prosesor Intel Core 200S. Bracket pengait dengan sekrup terhubung pada sisi dekat plate tembaga. Ketimbang menggunakan bracket model dorong dan langsung mengunci, saya melihat pemasangannya kurang mudah.
Pada pengujian, DeepCool LT360 ARGB terbukti mampu memberikan pendinginan yang optimal. Kami menduetkannya dengan prosesor Intel Core Ultra 9 285K, dan mencoba memacu performanya dengan aplikasi Cinebench 2024. Di bawah ini, terlihat suhu tertinggi mencapai 70 derajat Celsius dan suhu terendah untuk E-Core mencapai 34 derajat Celsius. Pengalaman yang sama juga muncul ketika bermain game kelas berat seperti Cyberpunk 2077.

Kesimpulan
Di Indonesia, harga DeepCool LT360 ARGB sekitar Rp1,8 juta. Dengan kualitas yang semakin baik dan portofolio produk yang semakin luas, DeepCool berani bersaing dengan beberapa merek besar yang mungkin sudah lebih lama terjun ke industri AIO Cooler. Desainnya yang menarik ditambah beberapa kemudahan dalam pemasangan yang dimiliki memang menjadi nilai plus tersendiri.
9
DeepCool LT360 ARGB
Plus
- Desain Infinity Mirror
- Kipas sudah terpasang
- Model kabel chain untuk kipas
- Unit head pump bisa dilepas
Minus
- Pemasangan bracket kurang nyaman
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Fractal Celcius+ 24 Prisma, AIO Cooler Simpel Menarik
Fractal Celcius+ 24 Prisma adalah debut produk milik Fractal yang diuji oleh redaksi teknologi Medcom.id. [686] url asal
#review-cpu-cooler #fractal #fractal-celcius-24-prisma #aio-cooler-fractal #fractal-celcius-plus-24-prisma #review-fractal-celcius-plus-24-prisma #harga-fractal-celcius-plus-24-prisma
(MedCom) 25/08/24 16:21
v/14712996/
Jakarta: Banyak gamer PC dan antusias hardware kemungkinan besar sudah familiar dengan pendingin cair AIO saat ini. Selain karena performanya yang lebih baik dari pendingin standar, tingkat kebisingannya juga lebih rendah, ditambah harganya yang semakin terjangkau. Jika melihat lebih teliti, sudah banyak produk AIO yang menawarkan performa dan harga yang mirip. Fractal, produsen asal Swedia, ingin menjawab dengan cara yang berbeda.Fractal Celcius+ 24 Prisma adalah debut produk milik Fractal yang diuji oleh redaksi teknologi Medcom.id. Nama S24 berasal dari penggunaan radiator 240mm, sedangkan nama Prisma mengacu pada dua kipas A-RGB yang juga merupakan bagian dari lini produk. Komponen dasar AIO ini merupakan besutan Asetek.

Melihat lebih seksama, komponen pendingin CPU Fractal Celcius+ 24 Prisma memiliki desain minimalis, dengan penutup plastik reflektif di bagian atas dan finishing matte pada bodinya. Dimensi komponen atau pompa pendingin ini adalah 45 x 86 x 75 mm. Bagian atas pompa pendingin ini dapat diputar, dan berfungsi sebagai pengatur mode pengoperasian pompa, antara PWM dan Auto.
Di bagian samping pompa terdapat soket 3-pin yang menghubungkannya ke header A-RGB di motherboard. Selain itu, pompa juga berfungsi sebagai saluran untuk daya dan sinyal A-RGB dari dua kipas yang disertakan.


Pompa Fractal Celcius+ 24 Prisma memiliki kecepatan minimum 800 RPM dan kecepatan maksimum 2800 RPM. Terdapat satu kecepatan tambahan mencapai 3500 RPM yang akan aktif secara otomatis ketika suhu cairan pendingin masuk ke 60 derajat celcius. Daya untuk pompa ini tersalurkan melalui konektor 4 Pin tunggal.
Pelat dasar Fractal Celcius+ 24 Prisma terbuat dari tembaga dan sudah dilengkapi pasta prosesor. Pelat ini terpasang ke pompa dengan delapan sekrup. Selang Celsius+ S24 Prisma memiliki panjang 400mm dan sudah berlapis atau braided. Selain untuk melindungi lapisan luar pipa, pelapis juga digunakan untuk mengarahkan kabel dari blok air ke hub kipas pada radiator.

Di antara selang Fractal Celcius+ 24 Prisma ada hub kecil untuk memberi daya pada kipas dan LED RGB-nya. Hub ini memiliki total empat header kipas dan dua header A-RGB yang tersedia. Kedua kipas yang digunakan berukuran 120mm dan merupakan model Prisma Al-12 PWM. Kipas ini memiliki kecepatan putaran minimum 500 RPM dan kecepatan maksimum 2000 RPM. Bagusnya, kedua kipas tersebut dapat dikontrol melalui PWM.
Terkait aplikasi RGB, Fractal Celcius+ 24 Prisma tak punya aplikasi bawaan dan sudah bisa tersinkronisasi dengan software motherboard dari produsen ternama, seperti MSI Mystic Light, Asus Aura Sync, ASRock Polychrome, Gigabyte Fusion, hingga Razer Chroma. Sementara untuk kompatibilitasnya, AIO Cooler ini mendukung soket Intel LGA 1700, 1200, 1150, 1151, 1155, 1156, 1366, 2011, 2011-3, hingga 2066. Kemudian soket AMD AM2, AM2+, AM3, AM3+, AM4, AM5, FM1, FM2, dan FM2+.
Bagaimana Performanya?
Fractal Celcius+ 24 Prisma kami uji pada testbed Medcom.id tanpa dilakukan overclocking untuk melihat performa bawaannya. CPU cooler tersebut dipasang pada prosesor Intel Core i9-14900K di motherboard MSI MAG Z790 Tomahawk WiFi. Pemantauan kinerja suhu testbed menggunakan software HWMonitor saat menjalankan benchmark PCMark 10 skenario modern office.
| Testbed | Medcom.id |
| Prosesor | Intel Core i9-14900K, AMD Ryzen 9 7900X |
| Motherboard | MSI MAG Z790 Tomahawk WiFi Asus ROG Strix X670E-E Gaming WiFi |
| VGA | AMD Radeon RX 6800 Palit GeForce RTX 4070 Dual |
| RAM | Kingston Fury Renegade DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB) |
| Storage | WD Black SN770 1TB, Lexar NM710 |
| PSU | MSI MAG A850GL PCIE5 |
| Monitor | ViewSonic VX2758A-2K-Pro-2 |
| Mouse | Logitech MX Master 3 Logitech M650 |
| Keyboard | Logitech MX Keys Logitech Signature K950 |
| Mousepad | Logitech Desk Mat |
Di sini terpantau suhu terendah dari prosesor berada di 38 derajat Celcius dan sempat menyentuh suhu tertinggi di 82 derajat. Suhu prosesor terpantau rata-rata berada di kisaran 50 hingga 60 derajat Celcius. Di sini kinerja kipas pendingin dari Fractal Celcius+ 24 Prisma tidak terlalu bising saat suhu tinggi.
Kesimpulan
Di Indonesia, harga Fractal Celcius+ 24 Prisma sekitar Rp1,3 juta, dan didistribusikan oleh eMedia Devices. Harga ini lumayan bersaing di kelas AIO 240mm. Desainnya yang simpel dan pemasangan yang tergolong mudah untuk soket Intel adalah salah dua nilai plus yang ditawarkan. Satu hal kekurangan minornya adalah pemasangan untuk soket AMD, terutama soket AM4 lumayan rumit. Terlepas dari hal itu, AIO Cooler ini juga mudah terhubung dengan aplikasi pengatur RGB populer.
8
Fractal Celcius+ 24 Prisma
Plus
- Desain simpel tapi keren
- Sudah sinkron aplikasi RGB populer
- Hub khusus RGB
Minus
- Pemasangan untuk soket AMD
(MMI)