#30 tag 24jam
Dyson Wash G1, Alat Pel Canggih Bisa Bersih Sendiri
Saya mencobanya, dan meskipun cukup terkesan, masih ada aspek yang bisa ditingkatkan. [693] url asal
#dyson #review-peripheral #dyson-washg1 #review-dyson-wash-g1
(MedCom) 06/11/24 17:20
v/17590354/
Jakarta: WashG1, alat pembersih canggih terbaru dari Dyson ini hadir dengan menawarkan serangkaian fitur yang ditemukan pada merek pesaingnya. Saya sendiri telah mencoba beberapa seri penghisap debunya, yang memang menawarkan beberapa kelebihan. Dyson WashG1 merupakan alat pembersih basah khusus yang dirancang untuk membuat lantai bersih berkilau. Saya mencobanya, dan meskipun cukup terkesan, masih ada aspek yang bisa ditingkatkan.Melihat desainnya, Dyson Wash G1 memang punya desain yang lebih besar dari seri vacuum cleaner, baik seri V12 maupun V15. Ini terlihat dari keberadaan tangki air dan komponen pembersih lantainya yang agak besar. Komponen pembersih terdiri dari dua rol microfiber untuk tumpahan basah, dengan pelat yang menekannya untuk memeras air kotor. Microfiber ini cukup tebal, dan dirancang agar menyerap dengan kuat.

Ada juga rol sekunder dengan bulu nilon besar untuk membersihkan kotoran kering seperti debu, remahan, dan rambut. Rol ini dapat dilepas untuk pembersihan mendalam dan diganti setelah beberapa waktu. Seberapa sering rol perlu diganti tergantung pada seberapa sering kita menggunakannya, tetapi Dyson memperkirakan minimal enam bulan.
Komponen pembersih Dyson Wash G1 menyedot kotoran padat dan menyalurkannya ke dalam wadah sampah kering yang terletak di dasar kepala lantai. Baki atau wadah ini bisa digeser atau ditarik keluar, kemudian dibersihkan. Saat digunakan, saya beberapa kali menemukan alas ini terkadang macet, dan juga sulit untuk disejajarkan dan dimasukkan kembali ke kepala lantai. Namun, setelah keluar, mudah untuk membuang kotoran dan membilasnya.

Dyson Wash G1 menyediakan dua tangki air yang dijepitkan ke pegangan, satu untuk air bersih dan yang lainnya untuk air kotor. Masing-masing menampung sekitar satu liter air. Sejatinya tangki ini digunakan hanya dengan air, tetapi pada prakteknya, kita bisa menambahkan cairan pembersih lantai, sedikit saja. Tangki ini dijepitkan pada pegangan, dan masing-masing disegel secara individual dengan tutup berulir demi mencegah kebocoran.

Pada kenyataannya, tutup tangki air Dyson Wash G1 harus disejajarkan dengan tepat, dan ia tidak menggunakan pengunci yang terasa tidak begitu solid. Beberapa kali saya menemukan air kotor terkadang bocor keluar dari saluran masuk saat saya ingin mengosongkan tangki. Untungnya, sekali lagi, alat ini mudah dibersihkan. Tidak ada sudut tajam tempat kotoran dapat menumpuk.
Melihat teknologinya, Dyson Wash G1 menggunakan tiga proses: hidrasi, agitasi, dan pemisahan. Jadi, ia menambahkan air, menggunakan rol untuk menggosok kotoran, lalu memisahkan kotoran basah dan kering untuk memudahkan pembuangan.
Dengan demikian, ia berbeda dari kebanyakan pembersih basah-kering, yang menyedot limbah basah dan kering sekaligus menjadi satu campuran yang menjijikkan. Dyson juga mengatakan bahwa model tersebut ini menyebabkan masalah pada komponen, perawatan yang rumit, dan membuat mesin mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan.

Dyson Wash G1 sangat mudah bergerak, dengan kepala lantai yang dapat berputar ke segala arah, dan pastinya juga tanpa kabel. Ia juga cukup ringan, dan tempat penyimpanannya sangat minimalis. Selama penggunaan, ia mampu membersihkan berbagai tumpahan yang lumayan banyak, dan secara efektif memisahkan serpihan padat dari cairan kotor. Karena dapat menangani tumpahan yang mencampur benda padat dan cair, menurut saya alat ini akan sangat membantu bagi mereka yang memiliki anak-anak yang sering membuat kekacauan saat makan malam.
Setelah membersihkan wadah untuk kotoran kering, kita bisa memasang Dyson Wash G1 pada doknya untuk melakukan pembersihan secara mandiri. Setelah terpasang, cukup dengan mengisi tangki air bersih dan menekan tombolnya, maka ia akan langsung otomatis bekerja membersihkan komponen pembersihnya.

Kekurangannya? Dyson Wash G1 tidak dapat membersihkan lantai yang tidak rata dan tidak dapat menyentuh kotoran pada ruang nat di antara ubin. Ada juga kekurangan pada elemen desain, seperti tangki air sulit ditutup dengan benar dan terkadang bocor, dan layarnya seharusnya dapat digunakan untuk memberikan informasi yang lebih berguna. Pada awal penggunaan, layar ini menampilkan QR Code yang langsung terhubung ke aplikasi mobile MyDyson. Namun, pada akhirnya hanya sebagai penyedia panduan dalam versi digital.
Kesimpulan
Di Indonesia, Dyson Wash G1 harganya Rp10.999.000. Saya melihat harganya memang sesuai dengan kelas yang ditawarkan, ditambah ia adalah produk Dyson. Teknologi pembersih yang ditawarkan harus diakui tidak dimiliki oleh produk pesaingnya. Belum lagi dengan kemampuan memisahkan kotoran yang membuat perangkat lebih mudah dibersihkan dan lebih awet.
Hanya saja, untuk saat ini, ia masih blm bisa menjadi alat serbaguna, dengan kata lain penyapu dan pengepel sekaligus. Namun, untuk soal membersihkan kotoran basah, ia nomor satu.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Aukey 100W GaN Universal Adapter, Cocok untuk Semua Perangkat
Mengelola pengisi daya untuk setiap gadget bisa menjadi hal yang merepotkan. [446] url asal
#review-peripheral #aukey #review-universal-adapter-aukey #aukey-100w-gan-universal-adapter
(MedCom) 04/10/24 17:33
v/15972548/
Jakarta: Di era digital saat ini, kita bergantung pada berbagai perangkat untuk bekerja, hiburan, dan komunikasi. Mengelola pengisi daya untuk setiap gadget bisa menjadi hal yang merepotkan. Aukey 100W GaN Universal Adapter dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan solusi tunggal yang ringkas untuk mengisi daya berbagai perangkat secara efisien dan cepat. Begini review kami.Inti dari universal adapter ini adalah kapasitas dayanya yang mencapai 100W. Output ini memungkinkan pengisian daya untuk perangkat-perangkat dengan kebutuhan daya tinggi seperti laptop, tablet, ponsel pintar, dan bahkan power bank secara bersamaan. Ini cocok untuk para pekerja jarak jauh yang membawa lebih dari satu perangkat pendukung kerja. Mungkin juga, tempat mereka bekerja punya standar colokan daya yang berbeda.
Aukey 100W GaN Universal Adapter menggunakan teknologi GaN (Gallium Nitride) yang dikenal efisien dalam menangani daya besar tanpa menghasilkan panas berlebih. Charger berbasis GaN biasanya lebih kecil dan hemat energi dibandingkan dengan charger berbasis silikon konvensional, menjadikannya ideal bagi mereka yang membutuhkan solusi pengisian daya portabel dan berkinerja tinggi.

Salah satu fitur yang menarik dari Aukey 100W GaN Universal Adapter adalah kompatibilitas universalnya. Dilengkapi dengan 3 port USB-C dan 1 port USB-A, charger ini mampu menangani berbagai perangkat dari merek seperti Apple, Samsung, Asus, dan lainnya.
Baik menggunakan MacBook Pro, Surface Pro, atau bahkan Nintendo Switch, adapter ini mampu mengisi daya perangkat-perangkat tersebut. Omnia II mendukung teknologi Power Delivery (PD) 3.0 dan Quick Charge (QC) 3.0, yang memastikan pengisian daya cepat dan efisien untuk perangkat yang kompatibel.
Ukuran adalah faktor penting dalam memilih charger universal, terutama bagi mereka yang sering bepergian. Aukey Omnia II 100W menonjol dengan desainnya yang ringkas, beratnya sekitar 200 gram, dan ukurannya cukup kecil sehingga dapat digenggam di tangan. Selain itu, Aukey 100W GaN Universal Adapter mendukung voltase internasional (100-240V), sehingga dapat digunakan di sebagian besar negara tanpa memerlukan konverter daya yang besar.
Universal adapter ini dilengkapi dengan fitur keamanan canggih untuk melindungi charger dan perangkat. Pengaman internal mencegah perangkat dari panas berlebih, pengisian daya berlebih, dan korsleting, memastikan bahwa perangkat diisi dengan aman dan efisien. Fitur distribusi daya pintar memungkinkan charger ini mengalokasikan daya berdasarkan kebutuhan masing-masing perangkat, sehingga laptop bisa mendapatkan daya penuh, sementara ponsel atau tablet mendapatkan daya yang sesuai tanpa membebani charger.
Kesimpulan
Aukey 100W GaN Universal Adapter di Indonesia harganya adalah sekitar Rp1 juta. Dengan daya output yang kuat serta teknologi GaN, charger ini ideal untuk mengisi daya berbagai perangkat mulai dari laptop kelas atas hingga gadget sehari-hari seperti ponsel pintar dan tablet.
Ukurannya yang ringkas, port pengisian daya yang banyak, dan kompatibilitas internasional membuatnya sangat menarik bagi pelancong dan penggemar teknologi yang membutuhkan solusi pengisian daya serbaguna.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Aukey 65W GaN Universal Adapter, Tak Perlu Lagi Kepala Charger
Lebih dekat, kita bisa melihat beberapa port tambahan di sisi bawahnya, tepat setelah logo Aukey. [358] url asal
#aukey #review-peripheral #universal-adapter-aukey #aukey-65w-gan-universal-adapter
(MedCom) 27/09/24 15:40
v/15629205/
Jakarta: Teknologi semakin berkembang, dan salah satu permasalahan yang sering kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari adalah ketergantungan pada pengisi daya. Aukey 65W GaN Universal Adapter hadir sebagai solusinya.Sebelum masuk lebih jauh ke dalam ulasan, penting untuk memahami apa yang membuat adapter ini istimewa. Aukey 65W GaN Universal Adapter menggunakan teknologi Gallium Nitride (GaN), yang merupakan material semikonduktor modern.
GaN memungkinkan pengisi daya ini menghasilkan lebih sedikit panas dibandingkan dengan pengisi daya berbasis silikon tradisional. Dengan demikian, adaptor ini mampu mengisi daya lebih cepat dan efisien, serta memiliki ukuran yang lebih kecil tanpa mengorbankan performa.
Lebih dekat, kita bisa melihat beberapa port tambahan di sisi bawahnya, tepat setelah logo Aukey. Ada empat port USB-C yang terbagi rata diantara indikator LED kecil sebagai status saat terhubung listrik. Terdapat juga satu port USB-A di sisi kanan. Di bawah port USB-C ini tertulis keterangan Omnia II 65W. Pada salah satu port USB-C terdapat logo laptop atau komputer.
Selain smartphone, dengan daya hingga 65W, adaptor ini mampu mengisi perangkat seperti laptop. Utamanya adalah laptop yang sudah memanfaatkan port USB-C sebagai sumber pengisian dayanya. Ini berarti ia juga cocok untuk pengguna MacBook Air atau Pro, hingga Asus ZenBook dan Lenovo Yoga. Ini memberikan nilai plus dari aspek mobilitas berkat bentuknya yang lebih ringkas ketimbang charger bawaan.

Perlu diingat bahwa pengisian daya yang memanfaatkan 65W sepenuhnya untuk satu laptop ada baiknya untuk tidak dibarengi dengan perangkat lain supaya suplai dayanya tidak terbagi. Seandainya digunakan untuk mengisi daya lebih dari satu smartphone, pengguna tidak perlu khawatir tentang kecepatan pengisian daya yang bervariasi untuk berbagai perangkat, karena adaptor ini secara otomatis akan menyesuaikan output daya sesuai dengan kebutuhan perangkat yang sedang diisi.
Untuk keamanan pengisian, teknologi GaN juga berperan dalam menjaga suhu adaptor tetap rendah, bahkan ketika digunakan untuk mengisi beberapa perangkat sekaligus. Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir akan risiko kerusakan pada perangkat yang diisi.
Secara keseluruhan, Aukey 65W GaN Universal Adapter adalah universal adapter yang cocok untuk mereka yang sering bepergian membawa smartphone dan laptop, terutama ke luar negeri. Di Indonesia, harganya sekitar Rp743.000, dan didistribusikan oleh Datascrip sebagai distributor resmi.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Marshall Woburn III, Speaker Keren Audio Wahid
Sejatinya, Woburn III adalah speaker meja yang dirancang untuk penggunaan di dalam ruangan. [690] url asal
#review-peripheral #hardware #marshall #speaker-marshall #marshall-woburn-iii #review-marshall-woburn-iii #harga-marshall-woburn-iii
(MedCom) 31/07/24 11:57
v/12738760/
Jakarta: Marshall adalah merek audio legendaris yang dikenal berkat amplifier gitar. Merek ini juga memiliki portofolio yang luas berupa speaker dan headphone, dan semuanya punya kualitas audio dan material yang tidak diragukan. Melalui Erajaya Active Lifestyle, mereka secara resmi memperkenalkan jajaran speaker kelas atas Homeline III untuk pasar Indonesia belum lama ini. Salah satu speaker ini adalah Woburn III.Speaker ini merupakan seri tertinggi yang dipatok Rp9,9 juta. Setelah peluncurannya belum lama ini, saya mendapatkan kesempatan untuk mencobanya langsung. Apakah Marshall Woburn III sepadan dengan harga yang ditawarkan? Berikut review redaksi teknologi Medcom.id.

Sejatinya, Woburn III adalah speaker meja yang dirancang untuk penggunaan di dalam ruangan. Seperti yang sudah dijelaskan, tampilannya seperti amplifier Marshall klasik, lengkap dengan ciri khas warna perunggu/emas pada kisi-kisi depan hitam dan putih. Speaker ini memang berukuran cukup besar, 40cm x 31cm x 20cm dan punya berat 9,18 kg.
Bagian luar speaker dibungkus dengan kulit nabati bertekstur, ditambah dengan material plastik daur ulang dengan komposisi hingga 70%. Informasi tambahan, Marshall tidak menggunakan kulit asli dalam produknya, dan bisa dibilang mereka cukup memperlihatkan komitmen dalam menyajikan produk berkelas dan ramah lingkungan. Perlu diingat bahwa ia bukanlah speaker yang memiliki baterai di dalamnya. Meskipun punya desain mirip speaker portable, ia tetap memerlukan sumber listrik lewat kabel powernya.
Panel kontrol berada di atas speaker. Pada sisi atas ini terlihat jelas ruang untuk port aux di samping tombol volume, bass, dan treble. Sebelah port aux terdapat indikator konektivitas yang lumayan banyak. Kemudian ada tuas kecil play, next dan previous, dan satu tuas power yang unik. Keunikan lainnya adalah kita tidak akan menemukan garis penanda pada kenop bass dan treble.

Parameternya menggunakan LED berwarna merah yang telah melingkari masing-masing kenop. Begitu menyala, penanda ini akan menyala sesuai posisi kenop, memastikan volume atau intensitas bass dan treble tampil secara akurat. Dari desain ini, Woburn III harus diakui memiliki tampilan retro berpadu dengan antarmuka modern yang apik dan estetis, membuatnya layak untuk terpajang di ruang tamu atau keluarga.
Untuk konektivitasnya sendiri tergolong lengkap. Marshall Woburn III pastinya menyediakan port RCA. Hal yang cukup mengejutkan adalah kehadiran port HDMI yang membuatnya bisa terhubung ke smart TV, menjadikannya pelengkap karena smart TV umumnya punya kualitas audio yang kurang mewah.
Sebagai speaker kekinian, Woburn III juga dapat terhubung ke smartphone via bluetooth 5.2, lebih canggih dari Woburn II yang masih menggunakan bluetooth versi 5.0. Bluetooth juga bisa dihubungkan ke smart TV agar lebih ringkas.

Banyak fitur yang muncul ketika Woburn III terhubung dengan aplikasi Marshall, tersedia di iOS dan Android. Salah satunya adalah Placement Compensation yang memastikan kualitas suara secara efisien berdasarkan posisi peletakan speaker. Misalnya, speaker berada tepat membelakangi tembok atau di sudut ruangan. Gunanya agar fokus audio ke arah yang tepat.
Pada aplikasi Marshal, kita juga dapat mengatur treble dan bass agar tak perlu mengaturnya via kenop. Satu hal yang mungkin terasa kurang adalah konektivitas speaker ini yang belum mendukung WiFi. Seandainya ada, sinkronisasinya dengan perangkat pintar rumah lainnya akan jauh lebih cepat dan mulus.

Untuk kualitas audionya sudah tidak perlu diragukan, Marshall Woburn III sudah lebih dari cukup menjadi speaker utama di rumah, baik di ruang keluarga maupun di ruang tamu, bahkan kamar tidur sekalipun. Audio yang jernih serta bass dan treble yang tajam dan presisi membuatnya bisa memutar berbagai konten yang tak terpaku hanya di musik.
Koneksi bluetooth yang dipakai sudah mendukung codec audio LC3, yang pengembangannya bekerja sama dengan Qualcomm. Sebagai teknologi terkini, LC3 memastikan transmisinya tetap menghasilkan kualitas yang apik. Saya juga mencobanya untuk menonton film, yang hasilnya juga mampu menghasilkan berbagai efek dramatis yang tak mungkin dihasilkan speaker smart TV. Begitu juga dengan musik, ia mampu menghasilkan suara vokal yang seimbang dengan pengaturan bass sekaligus treble.
Kesimpulan
Di Indonesia, Marshall Woburn III dipatok harga Rp9.999.000. Kualitas suara ditambah desain berkelas yang ditawarkan membuatnya sebagai speaker yang layak untuk dimiliki individu dan keluarga. Pengaturan simpel lewat kenop dan aplikasi juga menjadi nilai plus yang membuat penggunanya nyaman. Harganya memang agak tinggi, tetapi untuk mereka yang sudah paham akan reputasi Marshall, wajib untuk memilkinya.
- Konektivitas
- Kualitas audio
- Placement Compensation
- Bluetooth 5.2 LC3 Codec
- Cocok untuk banyak penggunaan
- Koneksi WiFi
(MMI)