#30 tag 24jam
Ripple Gandeng Beberapa Bursa dan Mitra untuk Peluncuran RLUSD di Ethereum dan XRPL
Ripple perkenalkan RLUSD dengan dukungan dari bursa kripto terkemuka, siap meluncur di XRP Ledger dan Ethereum. [434] url asal
(BlockChain-Media) 16/10/24 11:30
v/16547253/
Ripple telah mengumumkan kerja sama dengan beberapa platform dan bursa kripto terkemuka untuk peluncuran stablecoin barunya, RLUSD.
Stablecoin ini direncanakan akan hadir di jaringan XRP Ledger dan Ethereum, membuka akses bagi pengguna untuk bertransaksi menggunakan aset yang dipatok dengan nilai US$1.
Stablecoin anyar ini juga didukung oleh simpanan dolar AS, obligasi jangka pendek pemerintah AS, dan aset setara kas lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Ripple untuk memperkuat posisinya dalam pasar stablecoin yang terus berkembang.
Peluncuran RLUSD dan Dukungan MitraDalam upaya memastikan likuiditas, Ripple menggandeng beberapa bursa terkemuka, termasuk Uphold, Bitstamp, Bitso, MoonPay, Independent Reserve, CoinMENA dan Bullish. Mitra ini akan memainkan peran penting dalam menyediakan akses dan kemudahan transaksi bagi pengguna RLUSD.
Selain itu, market maker seperti B2C2 dan Keyrock akan berperan dalam menyediakan likuiditas yang stabil di pasar.
Stablecoin RLUSD akan mendukung transaksi lintas batas dan penggunaan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang semakin banyak diminati.
“RLUSD bertujuan untuk menyediakan stabilitas nilai dengan dukungan penuh dari cadangan dolar AS,” ujar seorang perwakilan Ripple.
Dukungan ini diharapkan dapat memberikan kepercayaan bagi pengguna dalam bertransaksi, terutama di tengah volatilitas pasar kripto.
Pengujian Beta dan Persetujuan RegulasiSaat ini, RLUSD masih dalam tahap pengujian beta dengan mitra-mitra Ripple. Stablecoin ini belum tersedia untuk pembelian atau perdagangan publik karena masih menunggu persetujuan dari otoritas regulasi.
Ripple mengingatkan pengguna untuk berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mungkin mengklaim menawarkan akses awal ke RLUSD.
Sebagai bagian dari transparansi, Ripple juga berkomitmen untuk menerbitkan laporan bulanan dan mengaudit cadangan RLUSD melalui firma akuntansi independen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap RLUSD sebagai stablecoin yang aman dan transparan.
“RLUSD masih dalam fase pengujian dan membutuhkan persetujuan regulasi sebelum dapat digunakan secara luas,” ujar perwakilan Ripple.
Manfaat dan Tantangan di Pasar StablecoinPeluncuran RLUSD menempatkan Ripple dalam persaingan langsung dengan stablecoin terkemuka lainnya seperti USDT dan USDC, yang saat ini mendominasi pasar stablecoin global dengan pangsa lebih dari 90 persen.
Keberadaan RLUSD diharapkan dapat memperluas pilihan bagi pengguna dan menciptakan ekosistem yang lebih beragam, baik di jaringan XRP Ledger maupun Ethereum.
Ripple berharap RLUSD dapat terintegrasi dengan solusi pembayaran lintas batas mereka, seiring dengan rencana perluasan penggunaan di berbagai aplikasi DeFi dan pasar kripto lainnya.
Penggunaan stablecoin dalam pembayaran lintas batas dapat menjadi solusi untuk mempercepat transaksi dan mengurangi biaya yang sering menjadi hambatan dalam sistem keuangan tradisional.
Namun, perjalanan RLUSD tidak tanpa tantangan. Ripple harus menghadapi hambatan regulasi dari berbagai yurisdiksi, termasuk tuduhan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait aset digital yang tidak terdaftar.
Meskipun Ripple telah mencapai kesepakatan terkait denda dengan SEC, regulasi tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam peluncuran stablecoin ini. [st]
Ripple Mencetak 4,5 Juta RLUSD dalam Sehari, Siap Dominasi Stablecoin
Ripple mencetak 4,5 juta RLUSD stablecoin dalam sehari, siap mendobrak pasar kripto dengan fitur inovatif. [493] url asal
(BlockChain-Media) 15/10/24 10:00
v/16494325/
Ripple telah mengambil langkah besar dalam usahanya untuk memperkuat posisinya di pasar stablecoin.
Berdasarkan data dari Etherscan, hanya dalam waktu 24 jam, perusahaan tersebut berhasil mencetak 4,5 juta RLUSD, stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, yang sedang dalam tahap pengujian.
Pencetakan ini terjadi di RLUSD Treasury, dan batch tambahan sebesar 260.000 RLUSD juga ditambahkan, sehingga total mencapai 4,76 juta RLUSD. Langkah ini menunjukkan kesiapan Ripple untuk meluncurkan stablecoin ini dalam skala yang lebih luas pada akhir tahun 2024.
Pengujian RLUSD di XRP Ledger dan EthereumSejak Agustus 2024, Ripple telah menguji RLUSD di jaringan XRP Ledger dan Ethereum. Stablecoin ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam transaksi lintas batas dengan biaya yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi.
Pencetakan besar-besaran ini merupakan bagian dari fase beta yang lebih luas, di mana Ripple sedang memastikan RLUSD dapat memenuhi standar keamanan dan efisiensi tertinggi.
Setelah lolos dari tahap pengujian dan mendapatkan persetujuan regulasi, stablecoin ini diharapkan mampu bersaing dengan pemain besar lainnya seperti Tether.
Manfaat Utama RLUSD: Menggunakan XRP sebagai Auto-BridgeSalah satu inovasi utama dari RLUSD adalah penggunaannya bersama XRP sebagai auto-bridge asset. Fitur ini memungkinkan RLUSD menjadi lebih likuid dan efisien dalam hal transaksi lintas blockchain.
Auto-bridge ini juga diharapkan mampu mempermudah konversi RLUSD ke aset lainnya, meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi biaya, terutama dalam konteks pembayaran lintas batas. Fitur ini menjadikan RLUSD tidak hanya sebagai stablecoin biasa, tetapi juga alat yang sangat kuat untuk transaksi global.
Langkah Ripple ini dipandang sebagai strategi untuk memanfaatkan jaringan XRP Ledger dan Ethereum secara maksimal, memberikan solusi kripto yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi pengguna di seluruh dunia.
Tantangan dan Peluang di Pasar StablecoinMeskipun RLUSD sedang dalam fase pengujian, Ripple tetap menghadapi tantangan besar. Persaingan di pasar stablecoin sangat ketat, dengan Tether dan USD Coin (USDC) yang sudah mapan dan memiliki pangsa pasar signifikan.
Namun, Ripple optimis bahwa dengan integrasi auto-bridge XRP dan fokus pada keamanan serta kecepatan transaksi, RLUSD dapat menawarkan alternatif yang lebih baik.
Selain itu, potensi gangguan dari kasus hukum yang sedang berlangsung dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) masih menjadi risiko besar bagi Ripple.
Kasus ini telah menyoroti status XRP sebagai sekuritas, meskipun pengadilan memutuskan sebagian kemenangan untuk Ripple pada Juli 2023. Kendati demikian, Ripple tetap maju dengan proyek stablecoin-nya dan memperluas jangkauan operasinya.
Dampak pada Harga XRPSelain memperkuat posisinya di pasar stablecoin, pencetakan besar RLUSD ini juga diharapkan memiliki dampak positif pada harga XRP.
Seperti yang terjadi pada Ethereum ketika stablecoin DAI diluncurkan, peningkatan penggunaan stablecoin biasanya membawa peningkatan likuiditas ke jaringan blockchain yang mendukungnya. Beberapa analis memperkirakan bahwa peluncuran RLUSD dapat memicu lonjakan harga XRP.
Dalam beberapa hari terakhir, harga XRP telah menunjukkan tren stabil, dengan formasi pola grafik yang menunjukkan potensi breakout.
Jika harga berhasil menembus resistensi di sekitar US$0,626, peningkatan hingga 9 persen bisa terjadi. Namun, sebaliknya, jika terjadi koreksi, harga dapat kembali ke support di kisaran US$0,568 hingga US$0,573. [st]
RLUSD Ripple Kian Dekat Perilisan, 99 Persen Token Dicetak dalam 24 Jam
Ripple mencetak 99 persen token RLUSD dalam 24 jam, menandakan peluncuran stablecoin ini kian dekat meski ada tantangan regulasi. [574] url asal
(BlockChain-Media) 30/09/24 11:30
v/15764575/
Ripple telah membuat langkah besar menuju peluncuran stablecoin RLUSD dengan mencetak sekitar 99 persen dari total pasokan RLUSD dalam 24 jam. Langkah ini menunjukkan keseriusan Ripple dalam meluncurkan stablecoin ini meskipun sedang menghadapi tantangan regulasi.
“Dalam 24 jam terakhir total 800.000 RLUSD dicetak di Ethereum dan XRP Ledger, 99 persen dari total pasokan telah dicetak,” ungkap validator dunL XRPL, Vet, dalam sebuah tweet.
Fase Uji Coba RLUSD Mengalami PeningkatanRipple telah memperkuat fase uji coba stablecoin-nya dengan mencetak 800.000 token RLUSD dalam waktu singkat di kedua jaringan blockchain tersebut.
Proses ini dimulai pada April, ketika Ripple kali pertama mengumumkan rencana pengembangan stablecoin yang bertujuan untuk memfasilitasi transfer uang lintas negara dengan cepat dan efisien.
Pencetakan token RLUSD dalam jumlah besar ini juga diyakini sebagai bagian dari uji coba system stress, mempersiapkan peluncuran skala penuh dalam waktu dekat.
Beberapa pihak di komunitas kripto memperkirakan bahwa Ripple tengah mendekati tahap akhir pengujian sebelum akhirnya meluncurkan RLUSD ke publik.
Sebelumnya, pada hari Jumat (27/9/2024), Ripple juga mencetak 50.000 token RLUSD, menambah jumlah yang sudah ada dari 5.515 dan 485 token RLUSD yang dicetak beberapa hari sebelumnya.
Lonjakan jumlah pencetakan ini menunjukkan bahwa Ripple sedang dalam tahap pengujian yang serius, memastikan bahwa sistem stablecoin-nya akan berjalan dengan lancar saat resmi diluncurkan.
Menghadapi Tantangan Hukum dan RegulasiPeluncuran stablecoin RLUSD ini terjadi meskipun Ripple tengah berada di tengah perselisihan hukum dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Pada Agustus 2024, hakim di Pengadilan Distrik Selatan New York memutuskan beberapa poin dalam kasus antara Ripple dan SEC, di mana kedua belah pihak mengalami kemenangan dan kekalahan.
Hakim menolak teori disgorgement dari SEC karena tidak ada bukti kerugian investor dari penjualan XRP Ripple. Namun, Ripple tetap dikenai denda sebesar US$125 juta, jumlah yang lebih rendah dari tuntutan awal SEC yang mencapai US$876 juta.
Sebagai bagian dari keputusan pengadilan, Ripple juga dilarang melakukan pelanggaran di masa depan terhadap Pasal 5 Undang-Undang Sekuritas.
Lebih lanjut, pengadilan menolak permintaan Ripple untuk menghapus disqualifikasi aktor buruk, yang akan melarang perusahaan menggunakan pengecualian Regulation D untuk penawaran sekuritas selama lima tahun ke depan.
Meskipun demikian, Ripple tetap optimis dapat melanjutkan peluncuran RLUSD setelah mendapatkan persetujuan regulasi yang diperlukan.
Strategi Pencetakan dan Burn TokenSelain mencetak sejumlah besar token RLUSD, Ripple juga menerapkan mekanisme burn token untuk menjaga stabilitas dan nilai RLUSD. Baru-baru ini, Ripple telah membakar 100 token RLUSD dalam dua tahap terpisah.
Mekanisme burn ini penting untuk mengendalikan tekanan inflasi pada nilai stablecoin dan memastikan nilainya tetap terikat pada mata uang dolar AS.
Pencetakan dan burn token merupakan bagian dari strategi Ripple dalam menguji model ekonomi RLUSD. Proses ini dirancang untuk menjaga likuiditas dan stabilitas token di kedua jaringan, XRP Ledger dan Ethereum.
Hal ini sangat penting untuk memastikan RLUSD dapat digunakan dalam aplikasi dunia nyata, terutama dalam hal likuiditas dan transaksi lintas batas.
Seiring dengan perkembangan uji coba RLUSD, para ahli di industri keuangan mulai memperhatikan potensi dampaknya.
Chief Investment Officer dari Bitwise, Matt Hougan, menyatakan optimisme terhadap proyek stablecoin Ripple dan memprediksi bahwa kasus hukum dengan SEC akan segera terselesaikan.
Jika kasus ini berakhir dengan hasil yang positif, kemungkinan besar akan memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan oleh pasar kripto.
Hougan juga menyebutkan bahwa setelah masalah hukum diselesaikan, pasar mungkin akan bergerak menuju peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) XRP, yang akan semakin memvalidasi posisi XRP di pasar keuangan. Hal ini tentunya akan menjadi dorongan besar bagi harga XRP dan ekosistem Ripple secara keseluruhan. [st]
Presiden Ripple Ungkap Rencana Besar RLUSD di Luar AS, Siap ke Jepang?
Ripple siap luncurkan stablecoin RLUSD di luar AS setelah menang kasus SEC. Jepang jadi target selanjutnya! [529] url asal
#jepang #ripple #rlusd #stablecoin
(BlockChain-Media) 27/09/24 11:30
v/15620700/
Ripple telah mengumumkan rencana peluncuran stablecoin terbaru mereka, Ripple USD (RLUSD), yang akan kali pertama dirilis di negara atau wilayah di luar AS yang telah memiliki lisensi.
Hal ini diungkapkan oleh Presiden Ripple, Monica Long, dalam wawancara terbarunya denganCoindesk Jepang.
Long juga menjelaskan bahwa setelah peluncuran awal, Ripple akan mempertimbangkan untuk memasuki pasar baru, termasuk Jepang, yang memiliki potensi besar bagi adopsi stablecoin ini.
Kemenangan Ripple atas SEC dan DampaknyaSebelum peluncuran RLUSD, Ripple berhasil memenangkan kasus hukum penting melawan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), di mana pengadilan memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas. Kemenangan ini memberikan kepastian hukum bagi industri kripto dan memungkinkan Ripple untuk terus berkembang.
Monica Long menyebut bahwa kemenangan ini merupakan pencapaian signifikan yang membuka peluang bagi Ripple untuk memperluas layanan di pasar AS, meskipun pertumbuhan terbesar mereka masih terjadi di luar negeri, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.
Fokus pada Penggunaan Stablecoin RLUSDSalah satu fokus utama Ripple adalah memperkenalkan RLUSD sebagai bagian dari solusi penyelesaian transaksi lintas batas yang lebih efisien. RLUSD akan sepenuhnya didukung oleh dolar AS dan setara kas lainnya, menjadikannya stablecoin yang transparan dan stabil.
Dalam ekosistem Ripple, RLUSD diharapkan akan memainkan peran penting dalam meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi. Presiden Ripple itu menekankan bahwa stablecoin ini tidak akan menggantikan XRP, melainkan akan saling melengkapi.
“Kami percaya bahwa stablecoin (RLUSD) dan XRP memiliki kasus penggunaan yang berbeda dalam pembayaran dan transaksi lainnya. Misalnya, dalam DEX di XRPL, Ripple USD akan digunakan untuk perdagangan dengan sangat efisien,” ujar Long.
Ia pun menambahkan bahwa, XRP akan tetap digunakan untuk transaksi dengan aset berkapitalisasi pasar lebih kecil, sementara RLUSD akan menjadi instrumen yang kuat untuk transaksi bernilai besar.
Ripple juga memiliki rencana ambisius untuk mengintegrasikan kompatibilitas Ethereum ke dalam XRP Ledger (XRPL). Ini berarti pengembang di platform Ethereum dapat menggunakan XRP sebagai token gas pada sidechain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM).
Hal ini membuka peluang baru bagi para pengembang untuk menciptakan solusi keuangan dan aplikasi terdesentralisasi di XRPL, memanfaatkan skalabilitas dan efisiensi transaksi XRP.
Pentingnya Pasar Jepang bagi RippleJepang merupakan salah satu pasar yang paling menjanjikan bagi Ripple, terutama karena adanya kemitraan jangka panjang dengan Grup SBI. Ripple dan SBI telah bekerja sama dalam berbagai proyek, termasuk adopsi dompet digital NFT untuk Expo 2025 di Osaka.
Kemitraan ini menunjukkan potensi besar untuk adopsi teknologi Ripple di sektor korporat di Jepang.
Selain itu, SBI Remit, bagian dari Grup SBI, telah menawarkan layanan remitansi internasional sejak 2017, memanfaatkan XRP sebagai mata uang penghubung untuk memastikan transaksi yang cepat dan hemat biaya.
“Terkait Jepang, kami sangat bersyukur Badan Jasa Keuangan telah memperjelas peraturan perundang-undangan mengenai stablecoin. Kami mempelajari aturan-aturan itu dan mengikutinya. Setelah publikasi awal, kami mengevaluasi cara memasuki pasar baru seperti Jepang dengan tepat,” ungkap Long.
Tak hanya itu, peluncuran RLUSD diproyeksikan akan membawa perubahan signifikan dalam ekosistem Ripple. Stablecoin ini akan menyediakan solusi yang lebih stabil untuk transaksi pembayaran, terutama dalam transaksi bernilai besar.
Monica Long menegaskan bahwa RLUSD akan didukung oleh aset nyata, termasuk dolar AS dan obligasi pemerintah AS jangka pendek, yang akan diungkapkan secara transparan kepada publik melalui laporan sertifikasi berkala.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa RLUSD selalu didukung oleh aset yang cukup, menjaga likuiditas dan kepercayaan pengguna. [st]