JAKARTA, investor.id – Genting Plantations Bhd, anak usaha Genting Group asal Malaysia, berencana membeli tanah seluas 152 hektare (ha) dari PT Sentul City Tbk (BKSL) dan anak usahanya, PT Aftanesia Raya, serta pihak ketiga bernama PT Primatama Cahaya Sentosa. Total nilai transaksi mencapai Rp 2 triliun.
Transaksi tersebut terdiri atas jual beli lahan seluas 80 ha di wilayah township Sentul City dengan nilai transaksi Rp 1,76 triliun, serta jual beli lahan seluas 72 ha dengan nilai transaksi Rp 288 miliar. Genting Plantations mengungkapkan bahwa lahan seluas 72 ha terletak bersebelahan dengan lahan seluas 80 ha, tanpa merinci lokasinya.
PT Primatama Cahaya Sentosa bukan merupakan anak usaha Sentul City (BKSL). Adapun Genting Plantations tidak merinci jumlah lahan yang dibeli masing-masing dari BKSL, PT Aftanesia Raya, dan PT Primatama Cahaya Sentosa.
Genting Plantations, yang bergerak di bidang perkebunan kepala sawit dan properti, menjelaskan bahwa transaksi ini ditujukan untuk ekspansi di Indonesia.
Saat ini, saham BKSL berada dalam papan pemantauan khusus full call auction (FCA) dengan kriteria nomor 1, yakni harga perdagangan di bawah Rp 51 dan dengan likuiditas rendah (kurang dari Rp 5 juta).
“Kendati pembagian nilai transaksi antara anak usaha BKSL dan PT Primatama Cahaya Sentosa belum diketahui, transaksi ini akan menjadi angin segar bagi BKSL jika perseroan dan anak usahanya mendapatkan nilai penjualan yang signifikan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Selasa (23/7/2024).
BKSL Terbang 17,5%
Menurut Stockbit, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja BKSL secara umum kurang terlalu baik. Perseroan sempat mencatatkan rugi bersih Rp 609 miliar pada 2020 dan Rp 163 miliar pada 2022. BKSL sendiri pernah melakukan rights issue dengan nilai yang signifikan pada 2017 dan 2023 untuk memperkuat permodalan.
“Jika harga saham BKSL kembali ke atas level Rp 50, BKSL berpotensi keluar dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA),” pungkas Stockbit.
Pada perdagangan Senin (22/7), harga saham BKSL melejit 7,8% ke level Rp 41. Penguatan tajam berlanjut pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/7). BKSL melesat 9,7% ke posisi Rp 45. Itu berarti, saham BKSL telah terbang 17,5%.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News