JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup pidato perdananya dengan meneriakkan kata "merdeka" sebanyak tiga kali usai dilantik oleh MPR.
Dalam pidato tersebut, Prabowo meminta restu dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa.
"Akhir kata, saya mohon doa restu saudara-saudara. Mari kita bangun Indonesia di atas landasan yang sudah dirintis oleh pendahulu-pendahulu kita, mari kita belajar dari kekurangan kita, akui dan kita perbaiki," ujar Prabowo saat menutup pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Prabowo juga mengajak semua pihak untuk menghilangkan dendam dan kebencian, serta mendorong semangat gotong royong dan menjaga ketentraman.
Ia menegaskan, Indonesia tidak ingin mengganggu negara lain, dan sebaliknya, tidak akan mengizinkan negara lain mengganggu Indonesia.
"Kami siap melanjutkan estafet kepemimpinan, kita siap bekerja keras menuju Indonesia emas, menjadi bangsa yang kuat, merdeka, berdaulat, adil, dan makmur," tegasnya.
Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan pentingnya semangat kebangsaan dengan meneriakkan "merdeka" sebanyak tiga kali.
Ia menyatakan, bagi mereka yang tidak mengucapkan "merdeka" dianggap tidak patriotik.
"Merdeka, merdeka, merdeka! Yang tidak teriak merdeka tidak patriotik," ucapnya.
Pelantikan Prabowo dan Gibran selaku presiden dan wakil presiden digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, pukul 10.00 WIB.
Banyak tokoh baik dalam dan luar negeri yang menghadiri acara pelantikan. Pasangan nomor urut 2 di Pilpres 2024 ini memperoleh suara sebanyak 96.214.691 atau 58,59 persen dari total suara sah nasional, dan memenuhi sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di 38 provinsi.
Prabowo-Gibran dilantik menjadi presiden dan wakil presiden setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (24/4/2024).