#30 tag 24jam
Daya Tarik jadi Bintang Sepak Bola Putri Melambung Tinggi di Jakarta
Siswi di Jakarta semakin bersemangat menyambut MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 demi mewujudkan impian menjadi bintang sepak bola putri. [1,223] url asal
#sepak-bola-putri #sepak-bola-wanita
(MedCom) 09/11/24 20:25
v/17911047/
MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024 berlangsung mulai Rabu (6/11) hingga Minggu (10/11) di Kingkong Soccer Arena & Stadion Atang Sutresna Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. Mereka terbagi ke dalam 31 tim Kelompok Usia (KU) 10 dan 88 tim KU 12. Hal ini jauh meningkat dibanding Seri 1 yang hanya berisikan 9 tim KU 10 dan 25 tim KU 12 dengan total peserta 368 siswi.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, meningkatnya partisipasi peserta di MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024 menjadi angin segar dalam upaya mengembangkan sepak bola putri di Indonesia. Tidak hanya di ibu kota, konsistensi adanya lonjakan besar tersebut juga terjadi kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge lainnya seperti Surabaya, Bandung, Kudus, Yogyakarta, dan Solo.
“Bertambahnya jumlah peserta menjadi lebih dari tiga kali lipat di Jakarta menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi kami sebagai penyelenggara. Dengan banyaknya jumlah peserta tentu akan meningkatkan probabilitas munculnya talenta-talenta besar untuk dapat terus dikembangkan. Kami tidak hanya konsisten untuk terus menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge di kategori usia 10 dan 12, tetapi bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga sudah mempersiapkan roadmap di level usia 14, 16, 18, dan profesional agar sepak bola putri Indonesia akan melahirkan banyak pemain berkualitas,” kata Teddy.
Teddy melanjutkan, agar sepak bola putri Tanah Air dapat berprestasi dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang lengkap dan pengembangan talenta yang dipupuk sejak usia dini. Inilah yang menjadi alasan MilkLife Soccer Challenge menyasar para siswi Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah sebagai langkah awal dalam upaya memajukan sepak bola putri Indonesia.
"Pencapaian prestasi gemilang juga ditentukan dengan adanya infrastruktur yang bagus dan dibutuhkan fondasi kokoh. Infrastruktur bukan hanya stadion atau lapangan tetapi juga pengembangan talenta berjenjang dan berkelanjutan. Dengan adanya fondasi yang kuat akan membuat proses pembangunan sepak bola putri di tahapan-tahapan selanjutnya menjadi lebih baik. Semua itu adalah suatu proses jangka panjang, tetapi tujuan kami adalah memiliki tim nasional putri yang kompetitif dan mampu bersaing di level Asia maupun Dunia," ucap Teddy.
Selaras dengan hal tersebut, Brand Manager MilkLife Adrian Tan menyambut positif adanya kenaikan besar jumlah peserta pada MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024. Ia menuturkan, saat ini banyak orang tua semakin menyadari manfaat aktivitas fisik seperti rutin berolahraga untuk tumbuh kembang putra-putri mereka. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan tulang dan otot, daya tahan tubuh, hingga kemampuan kognitif yang dapat dimaksimalkan dengan memberikan nutrisi pelengkap seperti susu MilkLife.
“MilkLife Soccer Challenge baru dua kali digelar di Jakarta, tetapi langsung ada peningkatan tinggi dari sekolah, orangtua, maupun siswi-siswi yang ingin ambil bagian dari turnamen ini. Fenomena itu jelas menyiratkan bahwa olahraga adalah kebutuhan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan putra maupun putri. Asupan gizi lengkap termasuk mengonsumsi susu sangat dibutuhkan karena dalam berolahraga sepak bola dibutuhkan fisik prima dan konsentrasi yang baik. Dengan begitu, pesepakbola putri masa depan Indonesia akan #BeraniCetakGol dan semakin hebat dalam mengejar prestasi gemilang,” ucap Adrian.
MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 melakukan penyesuaian guna mengakomodir peningkatan jumlah peserta di kategori pertandingan 7x7 dengan diadakan babak kualifikasi terlebih dahulu untuk KU 12 sebelum bersaing di babak penyisihan grup yang berisikan 64 tim. Di KU 10 yang terdiri dari 31 tim langsung memainkan fase grup. Sementara itu, untuk kategori Skill Challenge, yakni dribbling, one on one, passing control, penalty shoot, dan shoot on target diterapkan sistem gugur.
Hadirnya MilkLife Socer Challenge di delapan kota bukan hanya memberikan fasilitas berupa turnamen sehingga bisa menjadi unjuk bakat di lapangan hijau, tetapi juga dimaksimalkan dengan dilakukan pemantauan bibit-bibit sarat talenta. Terdapat tim talent scouting yang secara serius mengamati bakat-bakat para peserta di setiap kotanya. Penilaian tim talent scouting tidak hanya dari penguasaan teknik dasar bermain sepak bola, tetapi juga bertumpu pada atletisme, postur tubuh, agility, kepercayaan diri, kerja sama tim, konsistensi, dan daya juang.
Coach Asep Sunarya selaku Asisten Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge menyatakan, hingga Sabtu (26/10), sejumlah wajah baru berhasil menyedot perhatian tim pencari bakat setelah menunjukkan kemampuan memukau ketika bertanding di lapangan. “Setiap tim berusaha memberikan permainan terbaik agar meraih kemenangan baik di pertandingan 7x7 maupun Skill Challenge. Hal itu dapat terjadi karena adanya kerja keras dan keseriusan dari para siswi, guru, maupun pelatih yang turut andil dalam mempersiapkan tim sekolah sebaik mungkin agar mampu bersaing pada MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024. Kami tentu berharap kerja keras seperti itu tidak berhenti setelah mengikuti turnamen ini, siswi-siswi yang ingin terus menempa kemampuan bermain bola juga bisa bergabung di Sekolah Sepak Bola (SSB),” ujar Asep.
Bakat-bakat yang terpilih akan mendapatkan kesempatan mengikuti MilkLife Extra Training. Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007 secara langsung memberikan program pelatihan khusus tersebut dengan menargetkan peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola. Siswi-siswi terbaik juga dipersiapkan membentuk satu tim untuk bersaing melawan kota-kota lainnya di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus pada awal 2025.
Salah satu peserta yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024 adalah Albianca Raula dari SDN Kebagusan 03. Sebagai pemain paling berpengalaman di sekolahnya, siswi berusia 11 tahun ini begitu diandalkan memberikan banyak kontribusi sebagai pengatur serangan di lapangan tengah sekaligus pendulang gol. Ia mulai menyukai sepak bola sejak berusia 6 tahun dan langsung bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Jayakarta di Jakarta Selatan mulai usia 7 tahun. Tak hanya SSB Jayakarta, setahun terakhir Bianca juga menempa kemampuan bermain sepak bola di tempat sang ayah melatih di Prodigi Football Academy.
Bianca mengungkapkan ia sudah mengetahui adanya turnamen MilkLife Soccer Challenge di Jakarta sejak seri pertama. Namun, keinginannya menjajal kemampuan dalam kompetisi yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut baru terwujud kali ini. Walau begitu, ia optimistis sanggup membawa SDN Kebagusan 03 mampu bersaing menjadi yang terbaik.
“Saya mengenal sepak bola sejak usia enam tahun karena ayah saya adalah seorang pelatih sepak bola. Saya sudah berlatih sepak bola lebih dari empat tahun dan sudah cukup sering mengikuti turnamen, termasuk yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI). Semoga dengan pengalaman yang saya punya bisa membantu sekolah saya menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge ini meski baru tampil di seri kedua,” ucap Bianca.
Sementara itu, peningkatan kemampuan bermain sepak bola juga diperlihatkan Anindhita El Hebsyi. Siswi yang memperkuat tim KU 10 UPTD SDN Mampang 1 ini sebelumnya berstatus sebagai pencetak gol terbanyak pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2024. Pencapaian tersebut tampaknya tidak membuat Anindhita puas dan terus berlatih keras demi mengembangkan kemampuan bermain sepak bola. Hasilnya, torehan gol gelandang bernomor punggung 3 itu mampu menorehkan gol lebih banyak dan berpeluang kembali menjadi top skor MilkLife Soccer Challenge - Jakarta Seri 2 2024.
"Keberhasilan menjadi pencetak gol terbanyak pada MilkLife Soccer Challenge seri pertama membuat saya semakin bersemangat untuk terus berlatih sepak bola. Setelah seri pertama saya tidak berhenti mengikuti latihan yang diadakan sekolah dan di rumah. Rencananya saya akan bergabung dengan SSB dan mengejar mimpi menjadi pesepak bola hebat hingga memperkuat timnas putri Indonesia di banyak pertandingan Internasional," tutur Anindhita.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KAH)
Bangkitkan Semangat Sepak Bola Putri, SKF Girls School Challenge Berlangsung Meriah di Jakarta
Turnamen sepak bola putri usia muda ini berlangsung selama dua hari (19-20 Oktober) di Lapangan Al-Azhar, Jakarta Selatan. [617] url asal
#sepak-bola-putri #sepak-bola-wanita #skf-girls-school-challenge #skf #satheswaran-mayachandran
(MedCom) 19/10/24 20:06
v/16713885/
Jakarta: Ajang SKF Girls School Challenge menandai bergulirnya rangkaian turnamen Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025. Event sepak bola putri usia muda ini berlangsung selama dua hari (19-20 Oktober) di Lapangan Al-Azhar, Jakarta Selatan.SKF Girls School Challenge diikuti 32 tim Sekolah Dasar (SD) se-Jakarta dengan kategori U-12. Turnamen ini menggunakan babak single round robin yang dimulai sejak babak 16 besar hingga final.
Satheswaran Mayachandran selaku President Director SKF menjelaskan bahwa Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025 merupakan salah satu upaya perusahaannya untuk membangun sepak bola. Kemudian, dia juga senang dengan penyelenggaraan SKF Girls School Challenge yang mendapat respons positif.
"Ya, jadi seperti yang kita tahu SKF adalah perusahaan industrial dari Swedia. Ini salah satu acara rangkaian Meet The World With SKF Road to Gothia Cup 2025, melalui Corporate Social Responsibility (CSR) SKF, program SKF Care, yang fokus terhadap youth development melalui platform sepak bola," kata Satheswaran Mayachandran.
"Saya awalnya eksperimen untuk yang putri ini. Saya cukup bangga dan gembira dengan antusiasmenya yang luar biasa. Semangat-semangat dari pemain, orang tua, serta pelatih dan guru-guru sekolahnya. Saya senang melihat tim-tim sangat prepare dengan jersey dan dukungan dari sekolah," lanjutnya.

Sementara itu, Chandra Syahriar selaku pemimpin Cantrik ACL, pihak penyelenggara Meet the World with SKF di Indonesia, mengaku sangat kaget dengan animo luar biasa SKF Girls School Challenge. Kemudian, dia berharap inisiatif SKF untuk membangkit semangat sepak bola putri bisa diikuti perusahaan lain.
"Kami diterima dengan baik untuk event ini. Semoga sepak bola putri Indonesia makin berkembang hingga perwakilan Indonesia bisa bicara banyak di kancah lebih besar lagi nantinya," ujar Chandra Syahriar.
"Saya berharap tidak hanya SKF, pihak lain juga bisa menyelenggarakan turnamen putri seperti ini. Dimulai dari U-12, menurut saya sangat pas di lingkaran grassroots untuk memulainya lebih dahulu," tambahnya.
Senada dengan Chandra dan Satheswaran, Yasmin sebagai salah satu peserta juga mengaku sangat senang dengan adanya ajang SKF Girls School Challenge. Atas dasar itu, dia pun berharap event ini bisa terselenggara rutin tiap tahun.
"Aku ingin mengharumkan nama sekolah ku. Membuktikan bahwa siswi-siswi dapat berprestasi sama seperti siswa-siswa dalam turnamen sepak bola. Semoga acara ini terus lanjut jadi event tahunan," kata Yasmin
Sejatinya, pihak penyelenggara memang berencana untuk terus menggelar SKF Girls School Challenge setiap tahun. "Saya sih inginnya memang long time penyelenggaraannya," tutur Satheswaran Mayachandran.
Tentang Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025
Setelah menggelar SKF Girls School Challenge, Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025 akan memulai pencarian tim untuk mewakili Indonesia. Gothia Cup itu sendiri merupakan festival sepak bola usia muda terbesar dunia di Swedia.
Selain kompetisi, program platform event ini menekankan nilai-nilai positif yaitu Teamwork, Sportsmanship, Fair Play, Leadership, Character Development, serta Friendships. Turnamen Meet the World With SKF akan dibagi dalam dua babak, yaitu Regional Tournament dan Grand Finale.
Untuk babak regional tournament akan digelar di enam kota, yaitu di Jakarta (2-3 November), Bandung (9-10 November), Surabaya (15-16 November), Solo (15-16 November), Makassar (16-17 November) dan Pekanbaru (16-17 November).
Ada 20 hingga 32 tim kategori U-12 dari masing-masing kota yang akan bersaing untuk lolos ke Grand Finale di Jakarta pada 23-24 November nanti. Pada babak Grand Finale nanti hanya ada 20 tim terbaik yang akan berpartisipasi untuk menjadi juara dan akan dikirimkan ke Gothia Cup 2025.
Sedangkan satu tim lagi yang akan diberangkatkan adalah melalui seleksi yang akan digelar di Papua dan bekerja sama dengan Papua Football Academy (PFA) by Freeport. Ini adalah inisiatif dari SKF yang ingin memfasilitasi para pemain berbakat dari daerah yang kurang mendapatkan akses untuk bisa menunjukkan kualitas mereka.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KAH)
Debut SDN 073 Pajagalan Berbuah Juara MilkLife Soccer Challenge Bandung Series 2
SDN 073 Pajagalan menjadi juara dalam debutnya dan SDN 075 Jatayu A berhasil revans di final. [1,335] url asal
#sepak-bola #sepak-bola-putri #milklife-soccer-challenge
(MedCom) 13/10/24 20:30
v/16420624/
Mencuplik jalannya pertandingan di babak pamungkas KU 12, SDN 073 Pajagalan mampu mendominasi permainan sejak kick-off babak pertama. Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Annisa Nurmalasari itu, Amanda Fitriani, pemain tengah SDN 073 membuka pundi-pundi gol lewat tendangan langsung tepat menuju gawang lawan, yang membuat skor kacamata pecah menjadi 1-0 di menit pertama.
Keunggulan itu membuat tim SDN 129 Rancasawo Margasari melakukan perlawanan ekstra dengan menyerang jantung pertahanan lawan. Sebagai langkah antisipasi, SDN 073 Pajagalan mempertebal lini pertahanan selalu berhasil melakukan intercept untuk mengamankan posisi bola dari lawan. Jual beli serangan pun terus terjadi hingga umpan pojok yang dilesakkan Amanda mampu diterima oleh Tazqia Nafiza Mumtanza yang menambah poin kedua bagi SDN 073 Pajagalan. Menjelang akhir babak pertama, Amanda menciptakan brace dengan memanfaatkan umpan cantik dari Tazqia yang membuat kedudukan 3-0.
Memasuki babak kedua, lagi-lagi Amanda mencetak hattrick-nya di menit ke-15 dengan tendangan keras dari tengah lapangan yang tak mampu ditepis kiper lawan. Ingin menyamakan kedudukan, pemain depan SDN 129 Rancasawo Margasari Deswita Nyla Putri akhirnya berhasil menambah satu poin. Kedudukan bertahan 4-1 hingga wasit meniup peluit panjang tanda kemenangan untuk SDN 073 Pajagalan.
Debut manis tim KU12 SDN 073 Pajagalan rupanya hasil kerja keras dan kerjasama tim yang baik yang dijalin oleh para pemain dan pelatih Raden Alghani. “Pertandingan finalnya seru dan aku senang banget, kita bisa kerjasama tim dengan baik dan bisa dapat empat gol. Dukungan para suporter juga menambah semangat untuk bertanding. Terima kasih untuk pelatih dan teman-teman atas kerjasama timnya, kita menang,” ucap Amanda yang juga dinobatkan sebagai Top Scorer dengan mengumpulkan total 22 gol.
Sementara itu di sektor KU10, partai pamungkas antara SDN 075 Jatayu A dan SDN 013 Pasirkaliki berjalan cukup alot. Sejak menit awal babak pertama, kedua tim menerapkan skema serangan terbuka dengan lini pertahanan yang sama-sama kuat.
Skor 0-0 berhasil dipecah oleh pemain depan SDN 075 Jatayu A, Arsifa Kayla Putri yang mendapatkan kesempatan emas mencetak gol lewat titik putih usai wasit Reihanik Wildani Permatasari menyatakan terjadi pelanggaran handsball di dalam kotak penalti. Meski tendangan itu mampu ditepis, bola yang memantul liar berhasil ditendang spontan lagi oleh Arsifa hingga masuk gawang. Kedudukan 1-0 menutup jalannya babak pertama.
Memasuki 15 menit kedua, kiper SDN 013 Pasirkaliki Aqila Assyfatu Haifa membangun tembok pertahanan untuk menahan bola masuk ke gawang. Sementara itu, rekan setimnya terus melakukan serangan. Kebuntuan terpecah saat Livia Octaviani mampu melesatkan tendangan yang langsung menukik ke gawang SDN 075 Jatayu A yang membuat kedudukan kembali imbang.
Menariknya, kurang dari satu menit kemudian gol balasan tercipta dari kaki Hana Khairunnisa yang membuat SDN 075 Jatayu A berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1. Pada MilkLife Soccer Challenge - Bandung Series 1 2024 bulan Juni lalu, SDN 075 Jatayu A juga berhasil melaju ke babak final namun hanya mampu menduduki podium kedua. Dengan latihan dan kerja keras, Arsifa dkk mampu memboyong gelar kampiun pada series kedua.
“Alhamdullilah seneng banget akhirnya bisa juara satu. Ini berkat kerja keras, latihan terus bersama teman-teman jadi kita lebih kompak buat nahan serangan. Terimakasih buat semua yang ada di stadion yang sudah mendukung kami,” kata Arsifa yang sempat menyelamatkan gawang beberapa kali.
Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Bandung Series 2 2024 memperkuat tren positif yang menandai tumbuhnya ekosistem sepak bola putri di level usia dini. Hal ini nampak pada kuantitas keikutsertaan peserta dalam turnamen yang diinisiasi oleh MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut mencapai 1.564 siswi dari dari 68 Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar dari Kota Bandung dan sekitarnya.
Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibanding penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Bandung Series 1 2024 pada bulan Juni lalu yang diikuti oleh oleh 538 siswi dari 22 MI dan SD dan terbagi menjadi 32 tim KU 12 dan 14 tim KU 10.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan tren positif meningkatnya kuantitas dan kualitas peserta hampir serempak terjadi di kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge seri kedua. Ia menyebut, hal ini tak lepas dari upaya pemassalan sepak bola putri usia dini yang dimulai di tahun 2023 lalu dengan program kompetisi berjenjang dan berkesinambungan.
“Visi kami untuk mengembalikan era kejayaan sepak bola putri Indonesia akan segera terwujud, karena kami mulai dengan pemassalan di level usia dini. Kemudian dengan konsistensi penyelenggaraan turnamen yang menghasilkan lompatan peningkatan kuantitas dan kualitas pemain yang signifikan merupakan hal yang sangat membanggakan untuk bisa menemukan talenta pesepakbola putri masa depan untuk Indonesia,” Yoppy berucap.
Menurut Yoppy, MilkLife Soccer Challenge diharapkan menjadi salah satu lokomotif tumbuhnya berbagai turnamen sepak bola putri demi lebih banyak menjaring potensi pemain terbaik. Salah satunya dengan menurunkan Tim Talent Scouting MilkLife Soccer Challenge yang akan menilai potensi setiap peserta. Para siswi yang terjaring radar tim pencari bakat berkesempatan untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training, program pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola dan akan diarahkan oleh Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang telah memiliki lisensi kepelatihan UEFA A di Jerman sejak tahun 2007.
Nantinya para peserta yang telah menjalani pelatihan tersebut akan membentuk satu tim yang akan berlaga di ajang MilkLife Challenge All-Stars KU 12 di SuperSoccer Arena Kudus pada awal tahun 2025 mendatang.
“Tidak hanya Bandung, para siswi dari kota-kota lain seperti Surabaya, Tangerang, Jakarta, Kudus, Solo, Yogyakarta dan Semarang pun tidak mau kalah. Terbukti pada pelaksanaan pertandingan uji coba antara para peserta MilkLife Soccer Extra Training juga menunjukkan keunggulan kemampuan teknik maupun kerja sama tim yang baik. Kita akan nantikan bagaimana aksi para tim All-Stars setiap kota untuk unjuk gigi sebagai bibit potensial pesepakbola putri Indonesia,” Yoppy menjelaskan.
Program MilkLife Soccer Extra Training mengadopsi sistem promosi degradasi pemain. Di setiap kota akan terjaring 21 pemain yang dipantau perkembangannya. Sehingga apabila terdapat peserta yang memiliki kemampuan stagnan, posisinya akan tergantikan oleh pemain potensial lain yang memenuhi kriteria. Hal ini tak lepas sebagai upaya untuk mendorong para siswi untuk lebih mengembangkan kemampuan mereka dalam bermain sepak bola.
“Program MilkLife Extra Training sangat penting di samping MilkLife Soccer Challenge dengan visi pemassalan, sebab para siswi yang potensial dan berbakat harus selalu diasah dan dilatih oleh pelatih yang berdedikasi sehingga dapat terarah dengan baik. Kami juga mendorong agar para siswi bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) agar dapat ikut liga secara berkesinambungan di KU14 dan KU16,” jelas Coach Timo.
Senada dengan hal tersebut, Brand Manager MilkLife Adrian Tan menyebut peningkatan animo peserta dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Bandung Series 2 2024 selaras dengan harapan MilkLife agar semakin banyak anak-anak Indonesia aktif berolahraga sehingga menjadi generasi yang sehat dan tangguh di masa mendatang.
“MilkLife menyambut gembira peningkatan peserta yang sangat tinggi dalam penyelenggaraan Series 2 di Bandung. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memerlukan wadah untuk menyalurkan bakat mereka, terutama di bidang olahraga. Dengan menjalani olahraga sepak bola secara rutin, didukung dengan mengonsumsi nutrisi seperti susu, diharapkan generasi masa depan dapat menyongsong cita-cita mereka dengan lebih tangguh dan #BeraniCetakGol,” ucap Adrian.
Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge – Bandung Series 2 2024:
Kategori Usia 10
Juara: SDN 075 Jatayu A
Runner-up: SDN 013 Pasirkaliki
Semifinalis: SDN 085 Ciumbuleuit dan SDN 020 Lengkong Besar
Top Scorer: Khansa Nada Talitha - SDN 127 Sekeloa
Best Player: Aqeela Gustina Fauziah - SDN 020 Lengkong Besar
Best Goalkeeper: Aqila Assyifatu Haifa - SDN 013 Pasirkaliki
Fairplay Team: SDN 020 Lengkong Besar
Kategori Usia 12
Juara: SDN 073 Pajagalan
Runner-up: SDN 129 Rancasawo Margasari
Semifinalis: SDN 043 Cimuncang C dan SDN 164 Karang Pawulang A
Top Scorer: Amanda Fitriani - SDN 073 Pajagalan A
Best Player: Riyanti Saffana Suryani - SDN 129 Rancasawo Margasari
Best Goalkeeper: Nanda Husna Qanita - SDN 164 Karang Pawulang A
Fairplay Team: SDN 004 Cisaranten Kulon
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KAH)
Antusiasime Meningkat di MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 3
Yoppy melihat ada peningkatan antusiasme dari peserta pada seri ketiga ini ketimbang seri sebelumnya. [1,318] url asal
#sepak-bola #sepak-bola-putri #sepak-bola-wanita
(MedCom) 28/09/24 18:24
v/15689941/
Kudus: Partai final MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus pada Sabtu (28/9) berlangsung seru dan menegangkan. Di Kelompok usia (KU) 12, SDUT Bumi Kartini Jepara berhasil mempertahankan gelar juara setelah berhasil kembali mengalahkan SDIT Al Islam Kudus. Sementara di KU 10, SDN Jambean 02 Pati kembali meraih podium tertinggi usai mengalahkan lawan terberat mereka, SD Muhammadiyah Birrul Walidain A asal Kudus.Mencuplik jalannya pertandingan pamungkas di KU 12, SDUT Bumi Kartini Jepara dan SDIT Al Islam Kudus langsung bermain terbuka dan agresif sejak wasit M. Labib Alfaekari meniup peluit kickoff babak pertama. Serangan-serangan yang dilancarkan kedua tim memaksa lini pertahanan harus bekerja keras terutama di area kotak penalti.
Skor kacamata akhirnya terputus di menit ke-6 saat pemain tengah SDUT Bumi Kartini Jepara, Rere Zenita Farza berhasil keluar dari kemelut di depan gawang dan langsung melesatkan tendangan menuju gawang. Tendangan kuat Rere tak kuasa ditepis oleh kiper SDIT Al Islam Kudus, Aqila Rizki Beryl, yang tak menduga arah datangnya bola.
Ingin mempertebal keunggulan, upaya menyerang ke garis pertahanan lawan yang dilakukan Rere dkk pun membuahkan hasil. Gol cantik tercipta dari kaki Rara Zenita Fatin usai mendapatkan assist oleh rekannya. Tertinggal 2 gol, Tim SDIT Al Islam Kudus mulai tampil lebih agresif menekan garis pertahanan lawan. Hasilnya, wakil Kudus ini berhasil mencuri gol melalui tendangan penalti yang berhasil dieksekusi oleh Alesha Farzana Aznii Putri Aji. Kedudukan bertahan 2-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, duo Rara dan Rere kembali menyumbang sepasang gol melalui skema penyerangan yang apik. Rere mampu membidik tendangan yang langsung menukik gawang, sedangkan Rara memanfaatkan celah terbuka di depan gawang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 4-1 menandai SDUT Bumi Kartini Jepara sebagai juara bertahan MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024.
Kemenangan ini menjadikan kartini-kartini muda asal Jepara ini sukses mencatatkan hattrick lantaran tiga kali juara beruntun dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge yang diadakan di Kudus sepanjang 2024. Selama tiga seri itu pula, SDUT Bumi Kartini Jepara selalu berjumpa dan menang atas SDIT Al Islam Kudus di partai final.
Beralih ke laga pamungkas sektor KU10, upaya perebutan gelar juara juga berjalan seru. Dua tim yang berjumpa di final yakni SDN Jambean 02 Pati dan SD Muhammadiyah Birrul Walidain A punya catatan sejarah tersendiri. Sejak seri 1 Kudus, mereka selalu bertemu di final dan silih berganti meraih kemenangan. Pada Seri 1 Kudus Maret lalu, SDN Jambean Pati 02 menang 4-2 atas SD Muhammadiyah Birrul Walidain. Di Kudus Seri 2 pada Juni lalu, giliran SD Muhammadiyah Birrul Walidain yang berhasil menundukkan wakil Pati tersebut dengan skor 3-2.
Rekaman adu kebolehan di dua seri sebelumnya ini yang membuat partai final KU 10 pada MilkLife Soccer Challenge Kudus Series 3 2024 ini berjalan dengan tensi yang begitu tinggi sejak peluit babak pertama ditiup oleh wasit Imam Handoko.
Tepat setelah kickoff, pemain depan SD Muhammadiyah Birrul Walidain A, Devina Evelyn Utomo langsung melakukan tendangan jauh tepat menuju gawang. Sontak kiper SDN Jambean 02 Pati, Faliha Talloi Carena, pun tak mampu menahan bola dari arah yang tak terduga. Papan skor pun langsung berubah 0-1 untuk wakil Kudus.
Tertinggal gol tak membuat para punggawa SDN Jambean 02 Pati menyerah. Pada menit ke-8, Hafiza Khaira Lubna Lista mampu memecah kebuntuan dengan memanfaatkan lengahnya kiper SD Muhammadiyah Birrul Walidain A, Aqilla Anindita Khairinniswa, yang tak mampu menahan bola yang menuju pojok gawang. Hafiza dkk pun berhasil menggandakan gol satu menit berselang yang membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk wakil Pati saat turun minum.
Di babak kedua, masing-masing tim kembali menerapkan skema permainan terbuka sekaligus mempertebal lini pertahanan mereka. Peluang-peluang pun tercipta melalui permainan apik para putri. Pemain SDN Jambean 02 Pati pun berhasil mengecoh tim lawan yang membuahkan gol ketiga dari kaki Hafiza. Sujud syukur pun langsung dilakukan saat wasit menutup babak kedua dengan skor akhir 3-1.
Bagi Hafiza, kemenangan atas wakil Kudus ini menjadi catatan istimewa tersendiri karena ia juga sukses menjadi pencetak gol terbanyak KU 10. Sejak babak awal hingga partai final, putri kelahiran Pati, 3 Maret 2014 ini berhasil mengemas 47 gol.
“Tadi awalnya deg-degan karena kami sempat ketinggalan di menit awal banget. Aku mengira malah akan kalah. Tapi alhamdulillah ini hasil latihan terus dan dukungan sekolah serta doa orang tua, kami bisa bangkit karena pelan-pelan nambah gol terus. Ini bukti kalau kita tidak boleh menyerah pasti ada hasil,” ucap Hafiza berseri-seri. Satu catatan apik lainnya, Hafiza selalu menjadi pencetak gol terbanyak sejak Seri 1 Kudus 2024.
Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024 menunjukkan ekosistem sepak bola putri mulai berputar di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat partisipasi peserta yang mencapai 1.886 siswi dari dari 116 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Kota Kudus dan kota-kota di sekitarnya seperti Rembang, Pati, Jepara dan Demak
Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 2 2024 yang diikuti oleh 1.050 peserta dari 62 MI dan SD pada Juni lalu. Kala itu, ada 37 tim KU 10 dan 57 tim KU 12 yang berburu gelar juara.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan Kudus dan kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge lainnya diharapkan dapat menjadi tolok ukur pertumbuhan ekosistem sepak bola putri level usia dini. Untuk itu, ia mengapresiasi konsistensi para peserta serta dukungan sekolah dan orangtua yang telah ambil bagian dalam turnamen ini.
“Tahun lalu ketika kami memulai MilkLife Soccer Challenge di Kudus, kami memancang harapan tinggi bahwa Kudus dan kota-kota penyelenggaraan MIlkLife Soccer Challenge lainnya bisa menjadi lokomotif yang menggerakkan ekosistem sepak bola putri agar berputar kembali. Tahun ini, kami optimistis harapan itu bisa terwujud di masa mendatang melihat dari tingginya antusiasme para peserta dan dukungan orang tua serta sekolah terhadap cabang olahraga ini,” ujar Yoppy.
Meningkatnya antusiasme dari para peserta membuat penyelenggara menerapkan sistem turnamen 64 tim dengan tujuan meningkatkan kualitas para peserta yang bertanding di MilkLife Soccer Challenge. Dengan sistem ini, setiap kelompok usia akan berisikan 64 tim terbaik yang berasal dari 32 tim yang sudah pernah ikut serta dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge seri sebelumnya, dan 32 tim yang lolos babak kualifikasi.
“Bagi tim yang sudah pernah lolos ke babak gugur seri sebelumnya, bisa langsung masuk babak main draw 64 tim. Sedangkan bagi tim-tim yang pada seri sebelumnya hanya masuk di fase grup dan tim yang baru mengikuti MilkLife Soccer Challenge, kami masukkan ke kualifikasi. Dengan mengadopsi sistem seperti ini, kami bisa menerima sebanyak mungkin tim yang ingin berpartisipasi di turnamen ini, tanpa ada batasan ataupun kuota peserta,” Yoppy menjelaskan.
Tak berhenti dengan memutar roda ekosistem sepak bola putri di level usia dini melalui MilkLife Soccer Challenge, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife juga telah merancang jenjang pembinaan bagi para atlet muda. Salah satunya dengan melakukan talent scouting guna menjaring bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan dan bakat mumpuni di lapangan hijau. Melalui talent scouting akan dipilih para peserta untuk dibina lebih lanjut melalui melalui program MilkLife Soccer Extra Training di bawah arahan Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann yang memegang lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman sejak tahun 2007.
Timo mengatakan, para peserta MilkLife Soccer Extra Training akan mendapatkan pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepak bola. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, akan dibentuk tim yang mewakili kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang tersebar di Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Surabaya. Nantinya mereka akan berlaga dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU12 yang rencananya digelar di Kudus, Jawa Tengah pada awal tahun 2025.
“Di setiap kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge, kami menjaring 21 pemain terbaik, yang akan kami beri pelatihan khusus kemudian akan disaring kembali menjadi 14 orang. Merekalah yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 yang akan diselenggarakan di Kudus, awal tahun 2025. Dari kejuaraan ini, kita bisa melihat sejauh mana pengembangan bakat dan kualitas para peserta,” terang Timo.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KAH)
PSSI Pastikan tak Diskriminasi Pembangunan Sepak Bola Putri
Untuk membuktikan keseriusan membangun sepak bola putri, PSSI menyiapkan Rp36 miliar untuk kebutuhan timnas putri. [237] url asal
#sepak-bola #sepak-bola-putri #pssi #erick-thohir #timnas-putri #timnas-wanita-indonesia
(MedCom) 21/09/24 20:13
v/15372229/
Jakarta: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan tidak pernah membeda-bedakan komitmen dalam membangun sepakbola nasional, termasuk dalam menangani sepakbola putra dan putri. Bahkan, menurut Erick, PSSI sudah memberikan anggaran sebesar Rp36 Miliar untuk membangun tahap awal sepakbola putri."Perlakuan kami merata antara sepakbola putra dan putri. Saya tidak pernah beda-bedakan komitmen dalam memberlakukan sepakbola putri dan sepakbola putra," ujar Erick Thohir saat jumpa pers di ruang press conference Stadion Utama GBK, Senayan, Sabtu (21/9).
"Bahkan kami sudah keluarkan anggaran Rp 36 Miliar untuk sepakbola putri, salah satunya untuk kegiatan Timnas U-17 kemarin di Bali. Khusus sepakbola putri, kami juga akan terus membangun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang," tegasnya.
Ia menambahkan, ragam persiapan yang sudah dilakukan. Khususnya menyiapkan timnas putri U-20 yang dinilai mampu makin menggeliatkan sektor yang selama ini belum digarap.
"Yang jelas, saya tadi dilaporkan ada 25 anak Timnas U-20 yang sedang pelatnas di Hotel Sulthan, kemudian mereka akan lanjut training centre di beberapa kota di Jepang dan menjalani friendly match sebanyak tujuh kali di Jepang. Intinya kami persiapkan timnas putri U-20 semaksimal mungkin agar bisa mengejar prestasi seperti di sepakbola putra," jelas Erick.
Direncanakan, usai menjalani latihan di Jepang hingga 21 Oktober, Timnas Putri U-20 akan bertolak ke Belanda untuk melawan Timnas putri Belanda pada FIFA match day tanggal 25 Oktober dan selanjutnya ke Jordan untuk menantang timnas putri U-20 Yordania pada 30 Oktober.
(KAH)
Sepak Bola Putri: Libas Spanyol 4-2, Brasil ke Final
Sepak Bola Putri: Libas Spanyol 4-2, Brasil ke Final [207] url asal
#sepak-bola-putri #olimpiade-paris-2024 #timnas-brasil #timnas-spanyol
(MedCom) 07/08/24 10:04
v/13639557/
Jakarta: Timnas Brasil dipastikan melangkah ke final sepak bola putri Olimpiade 2024 setelah melibas Spanyol 4-2 dalam laga semifinal di Orange Velodrome, Marseille pada Rabu, 7 Agustus 2024 dini hari WIB.Empat gol Brasil dicetak melalui bunuh diri Irene Paredes (6), Gabi Portilho (45+4), Adriana (71) dan Kerolin (90+1). Sedangkan dua gol balasan Spanyol dicetak oleh Salma Paralluelo pada menit ke-85 dan 90+12.
Hasil ini membuat Brasil akan menghadapi Amerika Serikat (AS) di final untuk memperebutkan medali emas Olimpiade 2024.
Jalannya pertandingan
Brasil unggul saat laga baru berjalan enam menit setelah upaya penyelamatan oleh kiper Spanyol Cata Coll membentur kapten Irene Paredes dan masuk ke gawangnya sendiri.
Tim Brasil menggandakan keunggulan mereka berkat usaha Gabi Portilho setelah menerima umpan luar biasa dari Yasmim di detik-detik terakhir babak pertama.
Kapten Adriana mengubah kedudukan menjadi 3-0 lewat sundulan jarak dekat setelah serangan balik cepat pada menit ke-72 sebelum gol bunuh diri Duda Sampaio memperkecil ketertinggalan lima menit menjelang akhir pertandingan.
Pemain pengganti Brasil, Kerolin mencuri bola dan mencetak gol untuk memastikan kemenangan di injury time, sebelum pemain Spanyol Salma Paralluelo mencetak dua gol hiburan di menit-menit terakhir. Pertandingan berakhir dengan skor 4-2. AFP PHOTO/Clement Mahoudeau/Sylvain Thomas
(WWD)
Amerika Serikat Kalahkan Jerman 1-0 di Semifinal Sepak Bola Putri
Amerika Serikat Kalahkan Jerman 1-0 di Semifinal Sepak Bola Putri [392] url asal
#timnas-amerika-serikat #timnas-jerman #sepak-bola-putri #olimpiade-paris-2024
(MedCom) 07/08/24 09:15
v/13623094/
Jakarta: Timnas Amerika Serikat melaju ke final Olimpiade Paris 2024 cabang olahraga sepak bola putri setelah mengalahkan Timnas Jerman dengan skor 1-0 pada babak semifinal di Stadion Decines-Charpieu, Lyon, Rabu, 7 Agustus 2024 dini hari WIB.Kemenangan Amerika Serikat berkat gol semata wayang Sophia Smith pada babak pertama waktu tambahan, setelah kedua negara bermain imbang 0-0 selama 90 menit, demikian catatan Olimpiade.
Amerika Serikat akan melakoni final menghadapi Brasil atau Spanyol di Stadion Parc des Princes, Paris, Sabtu, 10 Agustus pukul 22.00 WIB, sementara Jerman akan memperebutkan medali perunggu di Stadion Decines-Charpieu, Lyon, di hari yang sama pukul 20.00 WIB.
Jalannya pertandingan
Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif menyerang pada babak pertama dan memberikan ancaman lewat sundulan Tierna Davidson yang masih dapat diamankan kiper Jerman Ann-Katrin Berger.
Berger kembali menyelamatkan gawang Jerman dari kebobolan, kali ini mampu mengamankan tendangan Rose Lavelle setelah menerima umpan dari Trinity Rodman.
Skuad asuhan Emma Hayes terus menciptakan peluang. Berawal dari tendangan bebas Lavelle, Lindsey Horan dapat menyambar bola di kotak penalti, namun kembali Berger dapat mengamankan bola.
Pada sisa waktu babak pertama, Amerika Serikat tetap mendominasi jalannya pertandingan, namun hingga turun minum, skor sama kuat 0-0 untuk kedua negara tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Jerman mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu, namun upaya yang mereka lakukan masih dapat dipatahkan lini pertahanan Amerika Serikat.
Jerman kembali mendapatkan peluang, kali ini melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh Giulia Gwinn yang masih menyamping dari gawang Amerika Serikat.
Amerika Serikat berbalik memberikan ancaman setelah umpan Naomi Girma dapat diterima oleh Mallory Swanson, namun tendangannya hanya mengenai jaring luar gawang Jerman.
The Stars and Stripes kembali menciptakan peluang berbahaya, kali ini melalui sundulan yang dilepaskan oleh Horan setelah menerima umpan sepak pojok, akan tetapi bola dapat diamankan oleh Berger.
Amerika Serikat terus berupaya untuk menciptakan gol kemenangan, namun hingga babak kedua berakhir, skor 0-0 tetap bertahan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke waktu tambahan 2 x 15 menit.
Memasuki waktu babak pertama waktu tambahan, Amerika Serikat tidak mengendurkan serangan dan berhasil menciptakan gol pada menit 95 setelah umpan Swanson dapat dijangkau oleh Sophia Smith sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, Jerman berupaya untuk setidaknya menyamakan kedudukan pada waktu yang tersisa, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Amerika Serikat tetap bertahan. AFP PHOTO/Olivier Chassignole/Arnaud Finistre
(WWD)
Kocak, Timnas Wanita Indonesia Dikeroyok Puluhan Bocah SSB Putri Surakarta
laga hiburan tersebut dimainkan sekitar 10 menit pada jeda turun minum. [192] url asal
#piala-presiden-2024 #final-piala-presiden-2024 #sepak-bola-putri #ssb-putri-surakarta
(MedCom) 04/08/24 21:20
v/13289249/
Jakarta: Keseruan final Piala Presiden 2024 tidak hanya berasal dari pertandingannya saja. Tetapi, datang juga dari laga hiburan yang dimainkan SSB Putri Surakarta vs Timnas Wanita Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Minggu 4 Agustus malam WIB.Berdasarkan pantauan Medcom.id, laga hiburan tersebut dimainkan sekitar 10 menit pada jeda turun minum. Pertandingannya tentu terlihat tidak seimbang, tapi terselenggara secara unik dan kocak.
Dikatakan unik karena setidaknya ada 30 pemain (termasuk 5 kiper) yang memperkuat tim SSB Putri Surakarta. Mereka merupakan calon pesepak bola wanita Indonesia yang usianya berkisar 6-8 tahun.
Sementara itu, timnas putri hanya berisikan empat pemain plus satu kiper. Dua di antaranya Sheva Imut dan kapten Shafira Ika Putri. Meski unggul secara postur dan kemampuan, mereka tampil mengalah demi memotivasi adik-adiknya.
Singkatnya, laga hiburan ini dimenangkan SSB Putri Surakarta dengan skor 3-1. Tapi kocaknya, srikandi-srikandi mungil ini selalu merayakan gol dengan para pemain timnas putri. Bahkan seusai laga, Shafira Ika jadi rebutan untuk dimintai tanda tangan dan foto bersama.
Shafira yang tidak berdaya dikerubungi penggemar ciliknya lantas menuruti keinginan mereka. Suasana hangat dari tawa dan sorak sorai penonton lepas dari segala penjuru tribune Stadion Manahan.
(KAH)