JAKARTA, investor.id – AstraZeneca Indonesia (AZI), perusahaan biofarmasi global, menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk fokus meningkatkan ekosistem kesehatan berbagai penyakit, termasuk respiratory syncytial virus (RSV), asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker.
Inisiatif tersebut melibatkan kolaborasi yang bertujuan memperkuat program skrining penyakit respirasi dan kanker serta meningkatkan kepabilitas tenaga medis sebagai pelayanan kesehatan primer.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan bahwa salah satu komitmen yang telah dilakukan AztraZeneca adalah mendukung pemerintah mewujudkan transformasi Kesehatan di Indonesia. Dalam hal ini, AstraZeneca fokus pada peluncuran obat baru, terutama di bidang onkologi dan penyakit kardiovaskular. Mereka juga bekerja mendaftarkan berbagai obat inovatif untuk penyakit langka di Indonesia, memperluas cakupan pengobatan yang tersedia supaya pasien tidak harus berobat ke luar negeri.
“Upaya-upaya ini secara keseluruhan bertujuan menciptakan ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan, yang dapat menangani tantangan kesehatan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (27/07/2024).
Tidak hanya pengobatan, lanjut Esra, bentuk upaya skirining kesehatan turut menjadi perhatian AstraZeneca.
“Saya mengapresiasi upaya pemerintah yang telah mengutamakan skrining untuk berbagai penyakit. Jika penyakit seperti kanker diketahui lebih awal, pasien akan mendapatkan manfaat lebih optimal dari pengobatan, sehingga bisa menyelamatkan nyawa. Maka, skrining menjadi hal penting untuk masyarakat,” kata dia.
Selain bekerjasama dengan Kemenkes RI, AstraZeneca juga bekomitmen dalam “Keberlanjutan dan Aksi Peduli Iklim” dengan Inisiatif Pengurangan Karbon. Diantaranya lewat nota kesepahaman antara AstraZeneca Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI untuk menanam 10 juta pohon hingga 2025 di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Upaya itu, kata Esra bertujuan mengembalikan ekosistem DAS Citarum sekaligus mengedukasi petani tentang praktik pertanian berkelanjutan guna memastikan memastikan kesehatan lingkungan dan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi para petani.
Sebagai informasi, AstraZeneca Indonesia telah berkomitmen memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia, salah satunya dengan mendukung inovasi dan peran pihak publik dan swasta dalam memerangi tantangan penyakit yang ada di Indonesia.
Semisal, ketika AstraZeneca menjalin komitmen lewat kolaborasi BritCham's Health, Wellbeing & the Life Sciences dan Professional Women's HUB yang bekerja sama dengan Departemen Bisnis dan Perdagangan Kedutaan Besar Inggris (UK-DBT) pada 18 Juli 2024.
Sebagai perusahaan bio-farmasi global berbasis sains, fokus AstraZeneca tidak sekadar soal vaksin melainkan turut melakukan banyak riset klinis guna menemukan obat untuk berbagai penyakit tidak menular yang saat ini belum dapat disembuhkan. Khususnya obat-obatan di tiga terapi area penyakit, yakni pernafasan sepertia asma dan paru obstruktif kronik (PPOK), kardiovaskular, renal, metabolik, serta kanker.
Editor: Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News