#30 tag 24jam
Berlin Jadi Destinasi Solo Traveller Terbaik di Dunia
Kota Berlin di Jerman jadi destinasi solo traveller terbaik menurut timeout. Halaman all [347] url asal
#solo-traveler #10-destinasi-solo-traveler-terbaik-di-dunia #destinasi-solo-traveler-terbaik-di-dunia #berlin
(Kompas.com - Travel) 07/09/24 11:11
v/14924644/
KOMPAS.Com – Berlin salah satu kota yang terletak di negara Jerman, menjadi destinasi solo travaller terbaik di dunia, dilansir dari laman timeout.com, Rabu (04/09/2024).
Alasannya, kota ini memiliki banyak tempat menarik untuk para wisatawan dan suasana yang nyaman tentu akan membuat aman.
Berlin memiliki 12,43 museum, teater, dan gedung konser per 100.000 orang yang bisa menjadi destinasi wisata.
Ibu kota Jerman ini memiliki rata-rata tarif hotel yang masuk akal dan tidak terlalu mahal yaitu sebesar 152 euro ( atau sekitar Rp 2,5 jt).
Jika kamu bepergian seorang diri ke Berlin, perkiraan pengeluaran per makanan sebesar 28 euro (atau sekitar Rp. 400.000-an).
Berlin memiliki tempat terbaik untuk makan siang untuk kamu kunjungi. Di pusat Berlin juga terdapat banyak informasi yang akan membuat kamu aman, bagi kamu yang pergi ke sini sendirian.
Selanjutnya destinasi terbaik kedua dan ketiga adalah Vancouver dan Montréal. Karena kedua kota ini berdekatan dengan Amerika Serikat dan juga biaya penerbangan yang jauh lebih rendah masing-masing sekitar Rp 6,8-7 juta.
Vancouver memiliki salah satu peringkat hotel tertinggi yang bisa kamu kunjungi dan Montréal dianggap sebagai kota teraman untuk dikunjungi sendirian. Tak hanya ketiga destinasi tersebut, ini dia urutan 10 destinasi solo traveling terbaik di dunia :
10 destinasi solo traveling terbaik di dunia
- Berlin
- Vancouver
- Montreal
- Paris
- Milan
- Dublin
- Toronto
- Dubai
- Kota Meksiko
- London
Daftar 7 Tempat Terbaik untuk Dikunjungi Solo Traveler di Asia Tenggara
Ini dia tujuh tempat terbaik yang bisa jadi rekomendasi wisata bagi pelancong solo. [1,307] url asal
#solo-traveler #solo-traveler-di-asia-tenggara #wisata #pariwisata
(Bisnis.Com) 18/07/24 09:05
v/11161578/
Bisnis.com, JAKARTA — Berlibur sendirian alias solo traveling tengah menjadi tren dan semakin banyak digemari, tak hanya di dalam negeri tapi juga keluar negeri. Asia Tenggara bisa jadi pilihan untuk mengawali pengalaman solo traveling.
Sebagai salah satu subkawasan terkecil di dunia, Asia Tenggara begitu luar biasa, menyuguhkan beragam budaya dan bentang alam yang sangat berbeda di setiap titiknya.
Bagi wisatawan solo, wilayah ini memiliki semua keunggulan menarik sebagai destinasi yang memuaskan. Pertama, ada semua makanan menarik. Mulai dari sup tom yum yang menyegarkan hingga rasa asap dari char kway teow yang memikat, setiap hari sudah menjadi kemenangan dengan santapan lezat.
Kemudian, jaringan penerbangan, kereta api, dan bus yang padat memberi Anda akses ke provinsi terkecil, sehingga memungkinkan para pelancong untuk eksplorasi lebih bebas.
Meskipun biaya dan keamanan sering kali menjadi kekhawatiran para pelancong solo, Asia Tenggara terkenal tetap nyaman dikunjungi. Tidak sulit menemukan kamar single di hotel butik untuk menghemat biaya, terutama untuk hot spot seperti Thailand dan Vietnam.
Mencoba transportasi lokal dan jajanan kaki lima juga menarik mengingat harganya yang terjangkau.
Mengutip Lonely Planet, berikut adalah tujuh tempat terbaik untuk berwisata sendirian di Asia Tenggara:
1. Singapura (Terbaik untuk pelancong solo yang baru pertama kali)
Dengan gedung-gedung pencakar langit yang menyerupai awan dan taman-taman yang tampak seperti buatan AI, negara kota Singapura menjadi salah satu tujuan favorit di Asia Tenggara, yang terkenal dengan atraksi-atraksinya yang luar biasa namun juga harganya yang umumnya tinggi.
Namun, Anda dapat menghindari hal ini dengan bersantap di pusat jajanan, di mana warisan yang diakui UNESCO hadir dalam bentuk nasi ayam Hainan yang gurih, Bak Kut Teh (sup iga babi) yang pedas, dan hidangan lokal lainnya.
Bepergian ke mana pun di sekitar Singapura bisa menggunakan Mass Rapid Transit (MRT), dengan harga rata-rata S$2 untuk tiap perjalanan.
Selain makanan dan tempat belanja, Singapura juga punya banyak sejarah sebagai pusat perdagangan. Sisa-sisa budaya tersebar di mana-mana, termasuk di beberapa zona tersibuk dan modern.
Thian Hock Keng, kuil China tertua, terletak tepat di pinggiran kawasan bisnis, pemandangan sehari-hari bagi para pakaian yang lewat. Lalu, hanya dua jalan dari kubah emas Masjid Sultan, terdapat menara Parkview Square dan bar lobi yang moderen, Atlas.
Kontras yang mencolok ini dipadukan dengan aksesibilitas yang mudah menjadikan Singapura menarik bagi pelancong solo yang ingin menjelajahi kawasan ini dengan mudah, didukung oleh infrastruktur dan keamanan yang luar biasa, penduduk setempat yang bisa berbahasa Inggris, dan padatnya objek wisata yang mudah dijangkau.
2. Penang, Malaysia (Terbaik untuk jajanan kaki lima dan eksplorasi budaya lokal)
Penang sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu daratan dan Pulau Penang. Salah satu yang ternama di sini adalah tempat tinggal jalan-jalan George Town yang terdaftar di UNESCO, sebuah harta karun berupa ruko-ruko dan rumah-rumah klan sebelum perang yang dihias, dipadukan dengan kafe-kafe lucu dan pemandangan seni jalanan.
Suasana santai kota ini dipadukan dengan ramainya para pedagang kaki lima. Para pedagang asongan sering kali hanya beroperasi dalam waktu singkat. Mereka kadang hanya datang di waktu sarapan, dan ada pula yang datang di waktu makan malam.
Para pedagang kaki lima berpengalaman ini akan dengan cepat menyiapkan semangkuk mie pangsit atau Laksa Penang untuk pengunjung yang lapar.
Tempat-tempat populernya termasuk New Lane, Kimberly St, dan Chulia St. Pengunjung solo dapat menikmati makanan hemat hanya dengan 10 Ringgit Malaysia.
Selain perpaduan pengaruh Melayu, Tiongkok, dan India, budaya Peranakan juga terlihat jelas di kota ini, dengan museum dan hotel seperti Cheong Fatt Sze dan Edison George Town yang memamerkan desain rumitnya.
3. Danang, Vietnam (Terbaik untuk liburan pantai yang indah)
Lengkungan garis pantai Danang yang anggun begitu menakjubkan, diselingi di bagian akhir oleh patung Lady Buddha yang megah di semenanjung Son Tra.
Hotel-hotel di tepi teluk juga banyak yang memaksimalkan pemandangan kamar dengan jendela besar, balkon, dan kolam renang tanpa batas, menatap ke arah biru yang tak berujung.
Pelancong solo dengan anggaran terbatas tidak perlu khawatir ketinggalan karena harga kamar di sini rata-rata tak sampai Rp500.000 per hari.
Sebagai pintu gerbang ke Vietnam tengah, kota ini tidak terlalu ramai dibandingkan dua "ibu kota" lainnya. Pelancong bisa bepergian dengan berjalan kaki atau naik kendaraa taksi/ojek online.
Pantainya juga aman, bebas dari calo dan sangat cocok untuk berjalan-jalan sendirian tanpa repot. Pelancong tunggal yang senang terhubung dengan penduduk setempat akan merasa senang berbagi cerita di sini.
Jika ingin beristirahan sejenak, ada pula banyaknya kafe di kota, yang menyajikan kopi Vietnam dan jus buah yang nikmat.
4. Siem Reap, Kamboja (Terbaik untuk suasana kota kecil)
Melewati situs-situs terkenal di dunia, kota sederhana ini, dengan pasar kerajinan kecil dan tempat makan santai di pinggir jalan, menawarkan pemandangan autentik masyarakatnya yang pernah hidup dalam bayang-bayang situs warisan budaya tersebut.
Siem Reap juga menawarkan banyak peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat setempat. Phare Circus misalnya, mendanai pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan ada restoran Haven memberikan pelatihan gratis bagi kaum muda untuk meningkatkan prospek pekerjaan mereka, sementara Lotus Farm menawarkan lapangan kerja dan upah yang adil bagi perempuan dan petani setempat.
5. Bangkok, Thailand (Terbaik untuk inklusivitas)
Jika Anda mendambakan keberagaman, maka Bangkok adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Selain pasar tradisional yang menarik, di belakangnya juga ada mal-mal berkilauan menggoda Anda untuk menikmati kelegaan ber-AC.
Berkunjung ke Khao San Rd yang ramai bertemu dengan kuil-kuil yang tenang seperti Wat Pho dan Wat Arun bisa jadi pilihan.
Jika mulai lelah, Andq jisa beristirahat dengan mencoba pijat khas Thailand yang bisa ditemukan di manapun.
Perjalanan di Bangkok juga makin lengkap dengan sajiannya yang menggugah, solo traveler yang tidak suka membuat rencana tetap bisa dengan mudah mengisi itinerary mereka di kota ini.
6. Hanoi, Vietnam (Terbaik karena nuansanya yang nyaman)
Meskipun telah menarik banyak perhatian wisatawan selama puluhan tahun, Hanoi adalah salah satu dari sedikit kota di kawasan ini yang popularitasnya relatif tidak berubah.
Tentu saja, kafe-kafe tertentu mungkin sudah banyak direnovasi, dan hotel-hotel mengambil kesempatan di tengah pandemi ini untuk melakukan renovasi, namun secara umum, sebagian besar bisnisnya tetap sama, hal ini menunjukkan ketahanan masyarakat Vietnam dan cara mereka yang lambat namun mantap.
Yang lebih penting lagi, kota ini tidak berusaha menjadi sesuatu yang berlebihan. Penduduk setempat menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan semangat yang tulus dan bersahaja yang membuat Hanoi terasa autentik dan menyegarkan.
Daya tarik yang tidak ternoda inilah yang telah memenangkan hati para penggemarnya, termasuk dari mendiang Anthony Bourdain.
Jelajahi Old Quarter yang mempesona, labirin jalan-jalan sempit berwarna-warni yang dipenuhi toko-toko dan kedai jajanan kaki lima. Beristirahatlah di salah satu kafe lokal dan pesan kopi kental dengan susu kental manis, paling enak dinikmati di bangku pendek sambil menyaksikan dunia berlalu.
Atau berjalan-jalanlah di sekitar Danau Hoan Kiem, terutama di akhir pekan, ketika jalan-jalan ditutup dan penduduk turun ke jalan, sehingga pengunjung dapat menyaksikan pengamen, pasukan menari, dan kelompok lompat tali dadakan sebagai bagian dari rekreasi lokal.
Hanoi juga berfungsi sebagai batu loncatan untuk atraksi-atraksi tetangga di Vietnam utara. Berlayarlah di antara pilar-pilar batu kapur yang dramatis di Teluk Halong, atau nikmati keindahan Teluk Lan Ha yang tidak terlalu ramai, situs serupa yang sedang berkembang.
7. Bali, Indonesia (Terbaik untuk wisata spiritual dan pantai)
Bali tak pernah lepas dari daftar kunjungan favorit di Asia Tenggara, termasuk untuk pelancong solo. Setelah Eat, Pray, Love, baik dalam buku maupun film yang rilis pada 2010, menyoroti destinasi tersebut, popularitasnya mengalami perkembangan pesat, ditambah dengan adanya klub pantai dan vila kolam renang yang membentang ke utara dari Pantai Kuta.
Namun terlepas dari apa yang dipikirkan sebagian orang, “Pulau Dewata” tetap menjadi surga bagi pecinta alam dan wisata spiritual. Kesempatan untuk berjalan-jalan melintasi persawahan yang subur di Ubud, bersantai di pantai yang masih asli di Kuta Selatan, atau mendaki Gunung Batur untuk menyaksikan matahari terbit yang menakjubkan masih memikat, dan kekayaan budaya Hindu Bali sangat banyak hadir di kuil-kuil yang penuh hiasan dan persembahan di etalase toko sehari-hari.