SpaceX merupakan perusahaan peluncuran roket berbasis di Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk. Menurut data di situs resminya, hingga kini perusahaan ini sudah melakukan 397 kali peluncuran dan 359 kali pendaratan.
Pada Juni 2014, SpaceX dilaporkan bernilai USD 210 miliar atau setara Rp 3.200 triliun (kurs Rp 15.713). Sehingga menjadikannya perusahaan double-hectocorn, yang bernilai 200 kali lipat dari unicorn, dilansir Investopedia.
Di balik kehebatannya, kira-kira karyawan di SpaceX dibayar gaji berapa ya?
Gaji Karyawan SpaceX
Berdasarkan data Glassdoor, berikut perkiraan gaji karyawan SpaceX per tahun sesuai bidang profesinya:
Production Coordinator: USD 66.000 - 106.000 (setara Rp 1,03 - 1,6 miliar)
Profil Singkat SpaceX
Dilansir Britannica, SpaceX didirikan oleh Elon Musk pada 2002. Bernama lengkap Space Exploration Technologies Corporation, perusahaan ini bantu mengawali era penerbangan antariksa komersial
SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama yang berhasil meluncurkan dan mengembalikan pesawat antariksa dari orbit Bumi serta meluncurkan pesawat antariksa berawak dan pendaratan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Kantor pusatnya terletak di Hawthorne, California. Fasilitas peluncuran roket SpaceX berada di Cape Canaveral, Florida dan di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California.
Roket pertamanya adalah Falcon 1, yang dirancang untuk mengirim satelit kecil ke orbit Bumi. Peluncuran pertama Falcon 1 dilakukan pada Maret 2006 yang mulanya berhasil tapi harus berakhir sebelum waktunya karena terbakar akibat kebocoran bahan bakar.
Peluncuran Falcon 1 pada Maret 2007 dan Agustus 2008 juga gagal. Namun pada September 2008, roket tersebut kembali diluncurkan dan proyek SpaceX dalam pengiriman satelit ke orbit berhasil untuk pertama kalinya.
Misi SpaceX berlanjut dengan peluncuran Dragon pada Mei 2012 dan menjadi pesawat luar angkasa milik swasta pertama yang mendarat di ISS. Pada 2015, Falcon 9 diluncurkan dan berhasil kembali di Zona Pendaratan 1.
Falcon Heavy melakukan peluncuran ke orbit pada Februari 2018 dan berhasil mendaratkan 2 dari 3 pendorongnya serta muatannya ke luar angkasa. Misi demonstrasi kedua Dragon ke dan dari ISS dengan astronot NASA, Doug Hurley dan Robert Behnken, yang dilakukan pada Mei 2020 menggunakan Falcon 9. Termasuk peluncuran Starlink yang menyediakan layanan internet satelit.
SpaceX telah mengumumkan penerus Falcon 9 dan Falcon Heavy yaitu Super Heavy-Starship, yang antara lain dirancang untuk menyediakan transportasi cepat di Bumi dan membangun pangkalan di Bulan serta Mars.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Regulator federal AS sedang mewajibkan investigasi terkait insiden yang terjadi setelah peluncuran sukses roket Falcon 9 milik SpaceX pada hari Sabtu.
Setelah berhasil mengirim dua astronot ke orbit, bagian atas roket tersebut jatuh ke Bumi di luar area pembuangan yang ditargetkan, menurut pernyataan dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada hari Senin.
Badan tersebut, yang mengeluarkan lisensi peluncuran untuk roket SpaceX, menambahkan bahwa tidak ada laporan cedera publik atau kerusakan properti umum akibat kejadian ini.
Pada hari Sabtu, SpaceX meluncurkan seorang astronot NASA dan seorang kosmonot Rusia ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dalam misi bernama Crew-9 yang juga akan mengembalikan dua astronot yang terjebak di orbit setelah melakukan penerbangan dengan taksi luar angkasa Boeing Co. yang bermasalah.
Meskipun peluncuran tersebut berhasil, roket Falcon 9 mengalami masalah saat mencoba keluar dari orbit. Bagian atas roket itu jatuh dengan aman di lautan, tetapi berada di luar area pendaratan yang ditentukan, ungkap pihak SpaceX.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka akan menghentikan operasi roket Falcon 9 sementara waktu untuk menyelidiki masalah ini. FAA belum menjelaskan apakah SpaceX masih bisa melanjutkan peluncuran selama penyelidikan berlangsung.