BOGOR, KOMPAS.com - Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Cidepit, Kebon Kopi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengeluhkan peningkatan populasi nyamuk sejak sungai tersebut mengalami penyusutan debit air dan mengering.
Kondisi ini menyebabkan terbentuknya genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
"Keringnya sudah dua bulan terakhir. Ini sisa-sisa air jadi genangan, nyamukkan senang banget tinggal di genangan seperti ini," ujar warga setempat, Riski (23), kepada Kompas.com, Jumat (25/10/2024).
Hal serupa disampaikan oleh Juanda (30), warga yang tinggal lima meter dari aliran sungai. Dia mengaku terpaksa menutup pintu dan jendela rumahnya rapat-rapat, terutama pada sore hari, untuk mencegah masuknya nyamuk.
"Saya takut, sekeluarga terkena DBD karena nyamuknya tidak tahan. Apalagi kalau malam," ucapnya, khawatir akan risiko penyakit demam berdarah dan malaria.
Pantauan Kompas.com di lokasi, aliran Sungai Cidepit kini hanya menyisakan genangan-genangan air.
Dasar sungai dipenuhi sedimen lumpur dan lumut yang mengendap, serta sampah rumah tangga seperti cangkang telur dan bungkus mi instan yang menumpuk.
Bau tak sedap sesekali tercium ketika angin berembus, menambah masalah bagi warga sekitar.