REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus menggodok tentang siapa kadernya yang akan dimajukan dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah (Jateng). PDIP juga bakal melakukan survei internal guna menyaring kandidat-kandidat potensial.
"Kita sedang konsolidasikan, kita laporkan ke DPP (Dewan Pengurus Pusat). Termasuk di luar konstelasi PDIP yang marak diperbincangkan juga kita laporkan," kata Bendahara DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, Kamis (1/8/2024).
Merespons munculnya nama mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa dalam bursa bakal calon gubernur (bacagub) dari PDIP, Agustina mengatakan, keputusan terkait siapa yang dicalonkan akan diputuskan setelah survei internal akhir pada 16-20 Agustus 2024 nanti.
"Nanti tunggu survei ke depan tanggal 16-20 Agustus akan keluar. Survei pertengahan bulan nanti akan memberikan catatan penting bagi kita. Jika Pak Andika (yang unggul), apa yang kita lakukan. Jika (kader) yang lainnya juga apa yang harus kita lakukan. Jadi, apakah Pak Andika yang mendapat rekomendasi, kita juga belum tahu," kata Agustina.
Dia menambahkan, hasil survei internal akan menjadi patokan apakah nantinya PDIP mengusung kader internal atau justru mengombinasikan dengan tokoh yang populer di mata masyarakat. Agustina mengungkapkan, soal penentuan calon wakil gubernur, PDIP juga terbuka dan berkomunikasi dengan berbagai partai.
"Untuk PDIP tidak hanya sendiri. Tentu kita akan merangkul banyak partai untuk mengurus Jawa Tengah," ujar Agustina.
Sebelumnya Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, mengungkapkan, partainya sedang menggodok nama Andika Perkasa untuk maju dalam pilgub Jateng.
"Sudah beredar di kalangan DPP bahwa kemungkinan Pak Andika Perkasa akan dicalonkan, menjadi rumor, banyak yang mengusulkan lah,” kata Bambang saat ditemui awak media di Kantor DPD PDIP di Semarang, Jateng, 23 Juli 2024 lalu.
Kendati demikian, Bambang menambahkan, sejauh ini belum ada penetapan terkait hal tersebut. “Ini kan andai kata diajukan, itu tentu kita akan bekerja keras untuk memenangkan Pak Andika,” ucapnya.
Bambang kemudian menyanjung sosok Andika Perkasa. Menurutnya, selain pensiunan jenderal bintang empat yang pernah menjabat sebagai panglima TNI, Andika juga memiliki sifat simpatik. “Pak Andika Perkasa adalah sosok yang bisa membikin kita, kawan-kawan PDI, mungkin ada perasaan sedikit aman, nyaman. Begitu kira-kira,” ujar Bambang Pacul setelah ditanya tentang peluang Andika memenangkan pilgub Jateng.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indikator Politik Indonesia mengungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi menjadi top of mind atau disebut pertama kali oleh responden sebagai bakal calon gubernur pada pilkada Jateng. Hal itu terungkap berdasarkan survei terakhir yang digelar pada 10-17 Juni 2024.
“Dalam simulasi ini, Ahmad Luthfi tertinggi, tetapi tidak mencapai sepuluh persen, disusul oleh Dico (Bupati Kendal Dico Ganinduto), Taj Yasin (mantan Wakil Gubernur Jateng), Bambang Wuryanto (Ketua Komisi III DPR RI), Kaesang (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Kaesang Pangarep), masing-masing pada kisaran empat persen,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei yang disiarkan daring dan disaksikan dari Jakarta, Ahad (7/7/2024).
Menurut Burhanuddin, hasil survei menyimpulkan lebih dari dua per tiga warga Jateng belum mempunyai bakal calon gubernur Jateng favorit dalam pikiran mereka. Ia menyebut kesimpulan tersebut diambil olehnya karena ketika simulasi top of mind dilakukan, belum terdapat bakal calon yang mencapai angka lebih dari sepuluh persen.
“Jadi kecil-kecil ya, tak ada nama yang di atas sepuluh persen. Ini menegaskan kesimpulan saya tadi bahwa Jawa Tengah ini ibarat masih lapangan yang terbuka untuk siapa pun,” ujarnya.
Sementara itu, ia menjelaskan bahwa simulasi top of mind artinya pihaknya tidak memberikan pilihan jawaban apa pun kepada responden, dan siapa pun nama yang ada di kepala mereka dipersilakan untuk disebutkan ketika ditanya.
Indikator Politik Indonesia melakukan pengambilan sampel survei dengan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden. Responden merupakan warga negara Indonesia (WNI) di Jawa Tengah yang punya hak pilih dan berusia minimal 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan pada periode 10-17 Juni 2024 dengan metode tatap muka. Sementara itu, toleransi kesalahan survei diperkirakan kurang lebih 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Pertarungan antarkandidat masih sangat ketat dan situasi pertarungan masih sangat dinamis," kata Igor dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Dia menjelaskan survei Spin di Jawa Tengah tersebut dilakukan dalam kurun waktu tanggal 23 Juni hingga 1 Juli 2024 dengan total jumlah sampel 1.200 responden dengan Margin of Error kurang lebih 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Menurutnya kriteria responden adalah penduduk berusia 17 tahun ke atas atau sudah memiliki KTP. Sebaran sampel menurutnya tersebar di 35 kabupaten/kota, dengan teknik pencuplikan sampel multistage random sampling.
"Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner. Kontrol kualitas 10 persen dari sampel," katanya.
Dalam pertanyaan terbuka tanpa memunculkan nama-nama, survei menghasilkan bahwa 13,7 persen responden menjawab nama Ahmad Luthfi yang akan dipilih seandainya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah diselenggarakan pada hari ini.
Sedangkan nama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berada pada peringkat kedua yang dipilih oleh 7,6 persen responden. Sedangkan pada peringkat ketiga diisi oleh nama Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang dipilih oleh 7,5 persen responden.
Lalu pada pertanyaan tertutup yang menyodorkan nama-nama, survei menghasilkan bahwa nama Ahmad Luthfi berada pada peringkat pertama yang dipilih oleh 17,5 responden seandainya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah diselenggarakan pada hari ini.
Sama dengan survei pertanyaan terbuka, pada survei pertanyaan tertutup tersebut nama Kaesang menduduki peringkat kedua yang dipilih oleh 11,1 persen responden. Lalu nama Taj Yasin pun menduduki peringkat ketiga yang dipilih oleh 9,7 persen responden.