#30 tag 24jam
Wisata 2 Hari 1 Malam di Belitung, Bisa ke Pantai Tanjung Kelayang
Jika ingin liburan singkat selama dua hari satu malam, kamu bisa ke Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Simak rekomendasi itinerarynya berikut. Halaman all [845] url asal
#wisata-belitung #dua-hari-satu-malam-di-belitung #itinerary-wisata-belitung #wisata-tanjung-kelayang #wisata-pulau-lengkuas #itinerary-dua-hari-satu-malam-belitung
(Kompas.com - Travel) 26/10/24 13:11
v/17022760/
BELITUNG, KOMPAS.com - Jika ingin liburan singkat dengan durasi dua hari satu malam, kamu bisa ke Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.
Di Belitung, kamu bisa menghabiskan waktu di pantai, serta menyantap makanan dan camilan setempat. Jangan lupa beli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kampung halaman.
Berikut rekomendasi itinerary (rencana perjalanan) dua hari satu malam ke Belitung.
- Sensasi Menjelajah Pulau Kelayang di Belitung yang Bertabur Keindahan
- 17 Tempat Wisata di Bangka Belitung Dilengkapi WiFi Gratis
Hari pertama
Jika dari Jakarta, kamu bisa mengambil penerbangan sekitar pukul 08.00 WIB-09.00 WIB.
Penerbangan akan berdurasi sekitar 70 menit dengan tujuan Bandara HS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan.
Bersantap di Pantai Tanjung Kelayang
KOMPAS.com/HERU DAHNUR Kapal wisatawan sandar di Pulau Kelayang, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Oktober 2024.Dari bandara, kamu bisa langsung ke Pantai Tanjung Kelayang. Durasi perjalanannya kira-kira 30 menit perjalanan menggunakan minibus, dengan tarif sewa harian termasuk sopir seharga mulai Rp 600.000.
Setibanya di Pantai Tanjung Kelayang, kamu sudah bisa menikmati suasana pantai khas Belitung sembari bersantap siang.
Ada berbagai makanan khas daerah, seperti ikan kuah kuning atau gangan, mie belitung, dan aneka hidangan seafood (hasil tangkapan laut).
Pantai Tanjung Kelayang terbagi menjadi dua lokasi yakni pantai yang dikelola pemerintah daerah, serta yang dikelola swasta dengan restoran.
Kamu bisa berkonsultasi dengan sopir atau pemandu wisata untuk menentukan masuk pantai dari titik yang mana.
- Wisata di Tanjung Kelayang, Jangan Lupa Naik Kapal ke Pulau Lengkuas
- Mercusuar Pulau Lengkuas, Pengawas Lalu Lintas Pelayaran sejak 1882
Jelajah Pulau Lengkuas dan Pulau Kelayang
KOMPAS.com/HERU DAHNUR Wisatawan melakukan selam permukaan di perairan laut antara Pulau Kelayang dan Pulau Lengkuas, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Oktober 2024.Setelah santap siang, kamu bisa memilih kapal motor di Pantai Tanjung Kelayang untuk menuju pulau-pulau terdekat sekaligus mengunjungi spot menyelam.
Tarif kapal mulai dari Rp 800.000 dan bisa mengangkut rombongan sebanyak 15 orang.
Sementara itu, bagi yang datang pe orangan atau keluarga kecil bisa menawar harga di lokasi dengan pengelola kapal.
Kapal-kapal yang tersedia di pantai sudah dilengkapi peralatan standar keselamatan, seperti life jackets dan peralatan selam/snorkeling.
Pulau yang bisa dikunjungi dari Pantai Tanjung Kelayang, salahsatunya Pulau Lengkuas dengan menara mercusuar yang khas dan menjadi salah satu icon pariwisata Belitung.
Kemudian ada Pulau Kelayang yang juga menyajikan pemandangan alam yang indah, serta bebatuan granit yang berjejer seolah menjadi pagar yang melingkari laut Belitung.
Perjalanan ke pulau-pulau sekaligus menyelam melihat terumbu karang dan berbagai ikan hias di dalamnya akan menghabiskan waktu sekitar tiga jam.
Menjelang petang anda sudah bisa kembali ke Pantai Tanjung Kelayang dan melanjutkan perjalanan ke penginapan.
DOK. SHUTTERSTOCK Pantai Tanjung KelayangNah, saat berada di Pantai Tanjung Kelayang, jangan lupa beli oleh-oleh. Ada pedagang suvenir yang menjual berbagai kerajinan khas daerah.
Salah satu barang khas adalah batu satam. Batu berwarna hitam pekat itu diyakini sebagai bebatuan yang jatuh dari luar angkasa.
Batu satam ada yang dijual gelondongan dan ada juga yang sudah dikemas menjadi batu cincin yang harganya mulai Rp 250.000.
Selain itu ada gelang akar bahar, akar pohon yang ditemukan nelayan di karang dasar laut.
Puas bermain di Pantai Tanjung Kelayang, kamu bisa ke hotel. Ada banyak penginapan di Tanjung Pandan dan di area lainnya, dengan tarif mulai Rp 300.000 sampai Rp 700.000 per malam.
Wisata malam ke Bundaran Satam
Jika masih ada tenaga pada malam hari, kamu bisa berkunjung ke Bundaran Satam di pusat kota.
Di bundaran ini, ada banyak toko yang menjual oleh-oleh khas daerah serta berbagai warung makanan untuk mengisi perut.
- Pantai Turun Aban, Surga Tersembunyi di Bangka Belitung
- Wisata Alam Batu Mentas di Belitung: Daya Tarik, Tiket Masuk, dan Jam Buka
Hari kedua
Menyicipi pisang rebus
Dok. Shutterstock/Adriana Marteva Bolehkah Penderita Diabetes Makan Pisang Rebus?Keesokan harinya, setelah menyantap sarapan di hotel, mampirlah ke warung kopi untuk bersantai sejenak sembari menyicipi pisang rebus.
Salah satu warung kopi yang banyak dikunjungi yakni Warung Kopi Siburik di simpang masuk pelabuhan.
Warung kopi yang buka sejak subuh itu menjadi langganan warga lokal dan para pengunjung dari luar daerah.
Selanjutnya, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke bandara dengan tujuan kepulangan masing-masing.
Wisatawan disarankan untuk tiba di bandara tepat waktu karena penerbangan yang tidak terlalu padat sehingga jarang terjadi delayed.
Sensasi Menjelajah Pulau Kelayang di Belitung yang Bertabur Keindahan
Pulau Kelayang di Belitung menawarkan keindahan alam yang sangat layak dijelajah. Halaman all [591] url asal
#belitung #tanjung-kelayang #wisata-belitung #pulau-kelayang
(Kompas.com - Travel) 20/10/24 12:01
v/16739931/
BELITUNG, KOMPAS.com - Ombak tenang menyertai perjalanan wisata ke Pantai Tanjung Kelayang dan Pulau Kelayang di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (18/10/2024).
Nakhoda kapal dengan santainya memegang kemudi, membelah lautan dangkal yang dipenuhi terumbu karang. Pantai Tanjung Kelayang dan Pulau Kelayang lokasinya berdekatan, atau saling berhadapan.
Dibutuhkan waktu sekitar 10 menit pelayaran untuk mencapai Pulau Kelayang yang bertabur pasir karang berkilauan saat ditimpa cahaya mentari sore.
"Sejak pandemi Covid-19, pariwisata belum sepenuhnya pulih. Rata-rata kami hanya dapat dua trip dalam seminggu," ujar Yanto, nakhoda kapal motor yang kami tumpangi, Jumat.
Adapun saat itu total ada 30 wisatawan yang tergabung dalam media gathering PLN di Belitung.
Perjalanan menggunakan dua kapal, bertolak dari pantai pukul 14.00 WIB, menjelajahi sejumlah spot bahari yang telah dinobatkan pemerintah sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Tanjung Kelayang.
Yanto menuturkan, kapal motor yang kami tumpangi bagian dari paket perjalanan yang disediakan pemilik restoran. Selain itu, ada juga jasa kapal nelayan yang disediakan secara per orangan.
Tarif kapal tersebut berkisar Rp 700.000 sampai Rp 800.000 untuk sekali perjalanan pulang-pergi.
Biaya sewa kapal sudah termasuk menjelajahi sejumlah pulau yang lokasinya masih satu kawasan.
"Kapal ke pulau-pulau sudah ada standarnya, dilengkapi pelampung dan peralatan selam permukaan," ujar Yanto.
Goa Walet Pulau Kelayang
Setibanya di Pulau Kelayang, rombongan langsung menuju Goa Walet. Perjalanan melewati pepohonan lebat selama lima menit.
Di sana sudah tersedia rambu dan pagar pembatas, sehingga pengunjung tidak perlu merasa khawatir akan tersesat.
KOMPAS.com/HERU DAHNUR Pengunjung berfoto di celah bebatuan granit Pulau Kelayang, Belitung, Jumat (18/10/2024).Goa walet di pulau ini tidak seperti goa yang menembus dalam perut bumi. Tapi lebih mirip tumpukan bebatuan granit yang membentuk celah panjang dari hutan ke tepi pantai.
Sesuai namanya, goa walet menjadi tempat bersarangnya burung walet. Namun saat siang hari burung-burung tersebut terbang untuk mencari makan.
Wisatawan mendatangi goa walet untuk berfoto-foto serta merasakan sensasi berada di celah bebatuan besar yang terbilang sempit. Setelah puas menyusuri goa walet, wisatawan bisa bermain di pantai yang berpasir karang.
Bagi yang suka nongkrong dengan suasana angin sepoi-sepoi, bisa berteduh di lapak-lapak pedagang sembari mencicipi kelapa muda.
Selanjutnya bisa berkeliling menyusuri pantai untuk mencari sudut pengambilan gambar terbaik dengan lanskap gugusan bebatuan granit.
KOMPAS.com/HERU DAHNUR Wisatawan dengan peralatan selam permukaan (snorkeling) di kawasan Pulau Kelayang, Belitung, Jumat (18/10/2024).Pilihan lainnya adalah berenang menggunakan peralatan snorkeling untuk melihat keindahan terumbu karang dan berbagai jenis ikan di dalamnya.
Ikan-ikan di perairan Pulau Kelayang sudah terbiasa dengan kehadiran wisatawan. Ikan-ikan tersebut akan langsung datang bergerombol saat dilempari makanan seperti roti tawar atau nasi.
Perairan di Pulau Kelayang memiliki kedalaman dua sampai lima meter. Didukung lautnya yang jernih, maka hampir setengah perjalanan yang kami lewati bisa melihat hutan terumbu karang dari atas kapal.
KEK Tanjung Kelayang Bangka Belitung Masih Sepi Gara-Gara Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi
Pelaku wisata di kawasan Tanjung Kelayang yang mengantar wisatawan mengunjungi pulau-pulau kecil saat ini banyak menganggur karena sepi pengunjung [843] url asal
#tanjung-kelayang #bangka-belitung #kek #tiket-pesawat
(Bisnis Tempo) 30/09/24 08:56
v/15756467/
TEMPO.CO, Jakarta - Upaya mewujudkan Bangka Belitung sebagai salah satu dari “10 Bali Baru” melalui penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tampaknya masih jauh panggang dari api. Kunjungan wisata ke kawasan ini, salah satunya Pantai Tanjung Kelayang, masih sepi. Pelaku pariwisata pun belum mendulang keuntungan ekonomi.
Tanjung Kelayang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Lokasinya terletak di Desa Tanjong Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Seiring penetapan Tanjung Kelayang sebagai kawasan strategis, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat turut menyediakan pendopo, toilet, serta sarana penyediaan air minum (SPAM) sebagai dukungan. Staf Wilayah II Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bangka Belitung, Wotto Iskandar, mengatakan SPAM Tanjung Kelayang memiliki kapasitass 25 liter per detik.
Tempo berkesempatan menyambangi Pantai Tanjung Kelayang saat mengikuti press tour Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Kamis, 27 September 2024. Namun saat siang itu, tidak tampak wisatawan meramaikan area ini.
Budi, salah satu pedagang di Pantai Tanjung Kelayang, mengatakan jumlah kunjungan wisata memang merosot sejak pandemi Covid-19. Saat itu, omzet pedagang bisa mencapai Rp 3 juta per hari. “Sekarang mana bisa? Sekarang dapat Rp 2 juta pun alhamdulillah,” ujar Budi ketika ditemui di warungnya. Di sana ia menjajakan aneka minuman dan mie instan, serta sejumlah cenderamata seperti kaos dan topi pantai.
Hal senada dirasakan pelaku wisata lain, Zam, yang mengaku hari-hari ini lebih banyak nongkrong di warung. Musababnya, ia tidak lagi banyak mengantar wisatawan mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Tanjung Kelayang. Adapun salah satu pulau yang menjadi daya tarik adalah Pulau Lengkuas—yang ikonik dengan keberadaan mercusuarnya. Sekali trip ke pulau-pulau, Zam mematok tarif Rp 500 ribu untuk hari biasa dan Rp 600 ribu untuk akhir pekan. “Sekarang, seminggu paling cuma tiga trip. Lebih banyak nongkrong, ngobrol-ngobrol,” kata dia.
Tersebab Harga Tiket Pesawat
Sebagai pelaku pariwisata yang sering mengobrol dengan wisatawan yang menjadi konsumennya, Budi menyebut sepinya kunjungan wisata ke Tanjung Kelayang terjadi lantaran harga tiket melambung tinggi. Pascapandemi, kata dia, jumlah penerbangan juga dikurangi.
“Dulu, sebelum Covid, pesawat banyak masuk. Harga tiketnya juga murah, masih bisa Rp 500 ribuan,” ujar Budi. “Kata wisatawan yang pernah kami bawa, mahal ke sini ketimbang ke Singapura atau Thailand.”
Hal serupa disampaikan penyedia kapal wisata, Joe, yang merasakan hal sama. Pria 29 tahun itu menyewakan kapal kayu berkapasitas 10 orang seharga Rp 500 ribu sekali trip. Sebelum Covid, ia bisa mengangkut wisatawan setiap hari. Sementara kini, ia lebih mengandalkan akhir pekan atau saat lebaran—karena warga lokal turut liburan.
Menurut Joe, harga tiket menjadi satu-satunya kendala menarik wisatawan ke Belitung. “Karena harga tiket pesawat ke Belitung lumayan mahal. Pesawatnya juga saya dengar, cuma sedikit,” ujar Joe ketika ditemui Tempo di Pulau Lengkuas. Saat itu, ia baru saja mengantar wisatawan asing asal Polandia.
Sementara kunjungan wisata sepi, Joe bekerja sampingan sebagai nelayan agar dapurnya tetap ngebul. Apalagi ia juga membutuhkan uang setidaknya Rp 500 ribu per bulan untuk perawatan perahu. Karena itu, Joe berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan harga tiket pesawat domestik. “Boleh juga itu penerbangan ditambah lagi biar wisatawan banyak lagi yang masuk (ke Belitung)” kata dia.
Sebenarnya, pemerintah juga telah membentuk Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat untuk menyelesaikan persoalan ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga berharap harga tiket pesawat kembali turun pada semester pertama 2025. Meskipun, harganya mungkin tidak kembali sama seperti sebelum pandemi Covid-19.
Sandiaga menambahkan, komponen harga tiket pesawat diatur dii lintas kementerian dan Lembaga. Misalnya, dilihat dari harga avtur, komponen pajak, serta pengaturan penerbangan lainnya. “Kami terus melakukan koordinasi setiap bulan untuk bisa melakukan berbagai upaya dari sisi kewenangan kementerian masing-masing,” kata Sandiaga melalui jawaban tertulis yang diterima Tempo pada Ahad, 29 September 2024.
Bila menilik di aplikasi Tiketcom, harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Hananjoeddin Tanjung Pandan, harga tiket pesawat untuk hari Senin, 30 September 2024 dipatok Rp 515.254 hingga Rp 708.518. Ada tuga maskapai yang melayani, yakni Sriwijaya Air, Lion Air, dan Citilink.
Kemudian bila dicek dengan rute Bandara Ngurah Rai Bali-Bandara Hananjoeddin di aplikasi yang sama, hari ini ada tiket Lion Air seharga Rp 2.954.254. Tiket ini menjadi satu-satunya tiket yang ditawarkan. Adapun perjalannya dijadwalkan pukul 20.30 dan tiba di Tanjung Pandan Belitung esok hari pukul 09.50 karena ada tiga kali transit perjalanan.
Berikutnya, untuk rute Bandara Sepinggan Balikpapan-Bandara Hananjoeddin Tanjung Pandan, harga tiket yang tersedia di Tiketcom untuk hari ini adalah tiket pesawat Lion Air dan Batik Air Indonesia. Harganya dipatok Rp 3.651.730 hingga Rp 3.997.980. Penerbangan dari Balikpapan itu membutuhkan 4 kali transit, yakni di Bandara Ngurah Rai, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Sultan Mahhmud Baddarudin II, hingga tiba di Bandara Hananjoeddin.
Pengamat pariwisata sekaligus Anggota Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), Azril Azhari, membenarkan bahwa harga tiket pesawat domestic yang mahal menjadi salah satu kendala di sektor pariwisata. Karenanya, sementara masalah ini belum selesai, pemerintah dan pelaku wisata bisa mengembangkan wisata minat khusus untuk menarik wisatawan. Misalnya, wisata Kesehatan atau wisata kebudayaan. “Untuk event, kembangkan special event, bukan business event,” kata Azril melalui aplikasi perpesanan kepada Tempo, Sabtu, 28 September 2024.